
"Kriiiing..."
"Kriiiing..."
"Hallo Tuan besar. Anda menelepon saya. Apakah ada sesuatu yang penting?" Kata lelaki yang menerima panggilan tersebut.
"Sendiego. Aku melihat bursa taruhan semakin lama semakin menurun. Aku heran mengapa kau terlalu betah dengan 5% keuntungan dari pajak arena sabung mu itu?" Tanya lelaki yang di panggil tuan besar tersebut.
"Begini Tuan besar. Riko ini selalu menang dalam pertarungan dan tidak pernah kalah. Mungkin karena itu lah semua orang kini bertaruh untuk dirinya. Saya juga merasakan pemasukan kita semakin lama semakin berkurang karena hal ini." Kata Sendiego.
"Sendiego, aku ingin kau merubah format taruhan untuk kali ini. Aku telah di desak oleh Hyden agar dia bertarung melawan Riko. Kau harus bisa memancing para petaruh untuk memasang taruhan sebanyak-banyaknya untuk kemenangan Riko."
"Maksud Tuan besar adalah?" Tanya Sendiego yang kurang mengerti.
"Bodoh!!! Aku ingin kau mengurus Riko ini agar mau mengalah kepada Hyden. Dengan begitu, apa bila Hyden yang memenangkan pertarungan ini, semua uang taruhan otomatis akan menjadi milik kita. Karena jika kita memakai cara lama, percaya atau tidak bahwa gelanggang tarung mu pasti akan bangkrut sebentar lagi." Kata lelaki itu.
"Baiklah Tuan besar. Aku akan mengurus anak ini. Namun kita harus menyiapkan opsi lain andai dia menolak untuk kalah. Apakah Tuan besar memiliki rencana?" Tanya Sendiego.
"Dengar baik-baik Sendiego! Kau saat ini sangat jelas tentang kelemahan Riko. Kau bisa mengancamnya dengan mengatakan bahwa kau akan membantai keluarga nya sekiranya dia tidak mau mengalah. Andai itu tidak berhasil, kau bisa menggunakan cara kotor dengan syarat, ubah format bertarung mengikuti aturan seperti di UFC. Kau mengerti Sendiego?"
"Saya sedikit faham Tuan besar." Kata Sendiego.
"Kau ini benar-benar kerbau. Dengar baik! Jika opsi kedua tadi tidak berjalan dengan mulus, kau atur format bertarung seperti di UFC. Suap mulut Ramos dengan uang dan kau bisa menggunakan jasanya untuk bermain curang. Berikan obat pelemas otot ketika ronde 1 berakhir. Campur obat tersebut kedalam minuman yang akan diberikan Ramos kepada Riko. Jika Ramos menolak, kau bisa menyandra keluarga nya terlebih dahulu. Dengan begini, Riko hanya bisa bertahan di Ronde 1. Ketika Ronde 2 berjalan, Hyden akan membunuh nya diatas gelanggang. Ingat bagaimana kau dulu curang kepada Arslan. Hahahahaha."
"Tuan besar benar-benar brilian. Sendiego akan melaksanakan segala apa yang telah Tuan besar instruksikan." Kata Sendiego bersemangat.
"Ingat Sendiego! Kau harus memancing sebanyak-banyaknya petaruh. Semakin besar, semakin baik. Bahkan jika ada seribu orang yang mendukung Riko, kesempatan kita untuk kaya sangat terbuka lebar. Kuncinya saat ini ada padamu Sendiego. Ingat! Hanya ada kata berhasil. Tidak untuk gagal!" Kata lelaki yang di sebut dengan panggilan tuan besar itu lalu mematikan telepon.
__ADS_1
Kini, tinggal Sendiego yang merasa agak was-was dengan temperamen Riko.
Opsi ke dua jelas tidak mungkin. Ini karena jika pihak petaruh tau bahwa keluarga Riko telah diancam agar Riko mengalah, jelas dia akan di geruduk oleh massa. Cara yang bisa di tempuh oleh Sendiego adalah opsi pertama dan yang ke tiga.
Tepat ketika dia sedang berfikir keras, Hyden pun masuk tanpa mengetuk pintu.
"Sendiego.., apakah kau ada mendengar kabar dari Rudock dan Bruno?" Tanya Hyden dengan lagak penuh kesombongan.
"Belum Tuan muda. Seharusnya dia sudah datang hari ini. Tapi aku juga heran mengapa dia belum juga sampai." Kata Sendiego.
"Kau hubungi dia. Beri waktu 30 menit. Jika mereka tidak juga datang, lupakan! Karena aku akan mematahkan kaki mereka." Kata Hyden dengan mata merah.
"Ba.., baik Tuan muda." Kata Sendiego tergagap.
Baru saja Sendiego akan mengeluarkan ponsel nya untuk menelepon Rudock, tiba-tiba pintu ruangan itu terdengar di ketuk dari luar.
Tak lama setelah itu, tampak dua orang lelaki berbadan tegap memasuki ruangan tersebut dengan salah satu nya menyandang tas ransel.
"Lama sekali kalian? Bagaimana dengan kerja kalian?" Tanya Hyden sambil duduk dan menaikkan kedua kaki nya di atas meja.
Lelaki itu tidak menjawab. Dia hanya meletakkan tas besar itu tepat di samping kaki Hyden dan membuka nya.
Begitu tas itu di buka, kini di dalam nya tampak uang dengan jumlah yang sangat besar.
"Tuan muda..., ini adalah hasil jualan kami dalam 10 hari ini. Semuanya ada di sini." Kata salah satu dari lelaki itu.
"Aku tidak perlu menghitung nya. Ini karena aku percaya kepada kejujuran dan kesetiaan kalian. Yang ingin aku tanyakan adalah, bagaimana dengan Starhill?" Tanya Hyden dengan serius.
__ADS_1
"Starhill saat ini sangat bergantung kepada kami. Aku percaya bahwa tidak akan lama lagi kota busuk itu akan menjadi neraka bagi anak-anak muda yang telah kecanduan." Jawab mereka.
"Hahaha..., hahahaha... Bagus. Sangat bagus. Aku ingin mendengar teriakan-teriakan sakau dari mulut mereka. Bagiku itu adalah sebuah nyanyian yang syahdu. Bruno.., dan kau Rudock! Terus suplay barang-barang ini kepada orang-orang kita di sana. Kau bisa membawa berapa saja yang kau butuhkan dan aku akan mengambil stok di Metro city malam ini menggunakan Helicopter." Kata Hyden dengan senyum tak lekang dari bibir nya.
"Siap Tuan muda. Anda tidak perlu khawatir. Saat ini orang-orang kita telah menyebar di serata daerah di Starhill. Bahkan mereka sudah ada yang berani sampai ke Mountain lotus markas besar dari Future of Company." Kata Bruno dengan bangga.
"Kau tau apa yang paling menggembirakan bagiku? Itu adalah tentang kehancuran Golden university. Aku ingin kau merusak semua mahasiswa di sana tanpa terkecuali!" Kata Hyden.
"Itu sudah terjadi Tuan muda. Sudah terjadi. Anda tinggal mendengar kabar buruknya saja. Tidak akan lama. Begitu mereka semua masuk kedalam jerat kita, maka kehancuran university itu tinggal menghitung hari." Kata Rudock dengan bangga nya.
"Kau tunggu sebentar!" Kata Hyden sambil menepuk tangan nya.
Tak lama setelah itu ruangan kerja Sendiego kembali kedatangan 2 orang lelaki sambil membawa 2 buah koper di tangan masing-masing orang.
"Di dalam tas koper itu ada 20 kilo gram obat-obatan terlarang. Kau bisa membawa nya ke Starhill. Ingat! Target kalian saat ini adalah Golden University. Kalian boleh memeriksa barang tersebut sebelum pergi." Kata Hyden.
"Baik Tuan muda." Kata mereka sambil menerima masing-masing 2 tas koper dari dua orang tersebut. Kini ada 4 koper terletak di atas meja. Bruno dan Rudock kini membuka koper tersebut dan mengambil 2 bungkus secara acak, membocorkan bungkusan dengan pisau, mengambilnya sedikit dan menjilat nya.
"Barang bagus. Ini barang bagus." Kata Rudock sambil menutup kembali tas koper tersebut.
"Kalian sudah mendapatkannya. Sekarang kalian boleh pergi! Oh ya.., dan ini untuk kalian." Kata Hyden sambil melemparkan dua amplop besar ke arah Rudock dan Bruno.
"Terimakasih Tuan muda.. Terimakasih." Kata mereka sambil membungkuk hormat dan segera keluar dari ruangan itu dengan masing-masing membawa dua buah koper berisi obat-obatan terlarang tersebut.
"Aku tidak akan menyita waktu mu terlalu lama Sendiego. Kau silahkan sibuk. Aku akan pergi dulu." Kata Hyden segera berlalu di antar oleh Sendiego.
Bersambung...
__ADS_1