PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Fardy tiba di MegaTown


__ADS_3

...MegaTown...


Bandara internasional MegaTown kali ini kedatangan putra daerah yang lama merantau di negara Hongkong.


Siapa lagi kalau bukan Fardy putra Ramendra. Seorang pengusaha yang melarikan diri dari incaran Jerry ketika terjadi kekacauan di Hotel Mega, MegaTown.


Kini dia telah kembali ke kampung halamannya ini dengan kekuatan baru dan asa yang baru pula untuk memulai sepak terjang jilid ke dua nya di kota kelahirannya ini.


Kedatangannya kali ini adalah demi mengusung sebuah misi yaitu balas dendam atas kekalahannya di tangan Jerry.


Seperti dikisahkan dalam Pewaris yang hilang season 1, bahwa Fardy yang ketika itu berkomplot dengan Robin Patrik serta kakak perempuan nya yang bernama Syntia mengalami kekalahan mutlak di tangan Jerry dan Daniel yang ketika itu di bantu oleh Dragon empire serta organisasi Tiger milik Tuan Syam.


Tapi itu dulu. Kini lelaki berusia awal 40-an itu tidak sama dengan Fardy yang kabur sekitar delapan bulan yang lalu.


Dia kini sedang mengusung misi balas dendam sekaligus membangun kembali kekuatan bisnisnya yang sempat runtuh.


Langkah yang terbilang tidak mudah mengingat lawannya kali ini bukan hanya Jerry saja. Namun dia percaya dengan nama besar yang dimiliki oleh Tuan Besar Arold Miller serta dana melimpah yang diberikan orang tua itu membuat kepercayaan diri nya melambung tinggi.


Tujuan utamanya sudah pasti. Yaitu membantu Tuan Holmes untuk memenangkan pilkada di Metro City demi memuluskan rencana untuk melibas perusahaan William Group yang saat ini diketuai oleh Kenny William yaitu sepupu Jerry sendiri.


...**...


Para penumpang pesawat baru saja turun dan melalui proses pemeriksaan ketika seorang wanita dan seorang lelaki muda dengan hormat menyambut Fardy yang baru saja tiba dari Macau.


Pasangan muda-mudi ini adalah Jessica dan Jimmy. Sepasang kakak beradik ini pernah terlibat kerja sama dengan Jerry William walaupun pada akhirnya mereka mengkhianati kesepakatan itu.


"Silahkan Bos!" Kata Jimmy kepada Fardy untuk mempersilahkan lelaki itu menaiki mobil.

__ADS_1


Setelah Fardy masuk ke dalam mobil, Jimmy pun langsung mengendarai kendaraan itu menuju sebuah Villa tua milik mendiang Ramendra yang baru saja mereka tebus karena di sita oleh pihak Bank.


"Bagaimana hasil kerja kalian selama sebulan berada di MegaTown ini?" Tanya Fardy mengawali pertanyaan nya.


"Semua aman terkendali Bos. Saat ini kami berhasil mengumpulkan hampir lima puluh orang sisa-sisa anak buah Tuan Besar Ramendra yang bubar ketika kejadian dulu itu." Jawab pemuda berambut pirang dan bermata sipit itu.


"Hmmm... Itu adalah pekerjaan yang bagus. Lalu bagaimana dengan proyek bangkrut milik Robin yang diambil alih oleh Jerry?" Tanya Fardy lagi.


"99% proyek itu telah selesai Bos. Ini karena Ryan, Daniel dan sahabatnya Riko dibantu oleh keluarga Walker, keluarga Patrik juga ada keluarga Smith yang terus mensuplay bahan logistik dari Hillstreet." Jawab Jimmy.


"Sialan betul. Kita terlambat. Namun tidak mengapa. Aku memiliki target yang lebih besar dari sekedar menggangu proyek bangkrut yang telah selesai itu." Kata Fardy sambil mengalihkan pandangannya keluar jendela mobil.


"Besok aku punya tugas untuk kalian." Kata Fardy lagi.


"Kalau boleh saya tahu, tugas apa yang akan anda berikan untuk kami lakukan?" Tanya Jessica.


"Besok kalian ajak beberapa orang untuk berangkat ke Metro City guna menyirap kabar tentang seorang ketua partai buruh nasional bernama Tuan Holmes. Itu karena calon Gubernur yang akan bertanding pada pilkada kali ini adalah sahabat Tuan Besar Arold Miller. Kita akan menawarkan sejumlah bantuan kepada orang ini dengan tujuan ketika dia menduduki kursi Gubernur, kelak kita akan mendapatkan proyek di Metro City." Kata Fardy.


"Mengerti Bos. Apa yang anda ingin kami lakukan setelah kami nanti berhasil menemui orang ini?" Tanya Jimmy.


"Kalian cukup menyerahkan sepucuk surat ini kepada Tuan Holmes itu. Ingat! Surat ini tidak boleh jatuh ke tangan orang lain. Oleh karena itu, kalian harus berhati-hati dan jangan sampai salah orang!" Kata Fardy sambil menyerahkan surat dengan amplop berwarna emas kepada Jimmy.


"Baik Bos." Kata pemuda itu langsung menerima surat tersebut.


...*********...


Sementara itu di Starhill, Daniel, Ryan dan Riko sedang kedatangan tamu di rumahnya di kawasan perumahan sederhana Starhousing.

__ADS_1


Tamu itu tidak lain adalah Arslan bersama dengan Sarah putrinya yang sengaja di undang oleh ketiga pemuda itu karena rindu melihat putri Arslan yang sangat imut itu.


Awalnya pertemuan ini hanya biasa-biasa saja. Namun menjadi luar biasa ketika Daniel, yang tertarik dengan berita terkini mulai membahas tentang pemilihan kepala daerah di Metro City.


"Menurut mu bagaimana Daniel? Masalahnya kan Gubernur yang lama telah menjabat selama dua periode. Sesuai dengan undang-undang konstitusi, bahwa pemimpin hanya bisa menjabat selama dua periode saja. Apakah ini akan berdampak terhadap para bisnisman di kota metropolitan itu?" Tanya Arslan yang mulai tertarik dengan pembahasan kali ini.


"Saat ini ada tiga calon yang mencalonkan diri Kak. Namun menurut ku, siapapun yang terpilih, itu tidak menjadi berita bagus buat pengusaha kelas atas di Metro City. Hal ini karena isi dari kampanye mereka yang mengatakan bahwa mereka sangat mengutamakan kesetaraan hidup dan berniat ingin mengikis kesenjangan sosial antara para elite bisnisman di kota itu." Kata Daniel.


"Aku rasa itu tidak akan berdampak terlalu buruk bagi empat keluarga besar di Metro City." Kata Ryan pula.


"Kau jangan salah Ryan! Mungkin bagi keluarga Smith itu tidak akan menjadi masalah besar. Hal ini karena kebanyakan aset mereka berada di Hillstreet, Starhill, New Village dan Country home. Berbeda dengan William Group. Perusahaan mereka kebanyakan terpusat di Metro City. Kalau pun ada di luar negeri, itu semua hanya sebagian kecil saja. Jerry juga baru mengambil alih perusahaan itu ketika perusahaan itu benar-benar di ambang krisis. Dia hanya mampu mengembalikan perusahaan menjadi lebih stabil. Berbeda dengan Smith Group yang sejak awal sudah berada dalam pengelolaan Jerry." Kata Daniel pula.


"Saat ini aku justru khawatir jika ada yang sengaja menunggangi para aktor politik ini. Bukan menjadi hal tabu bagi para pengusaha untuk berinvestasi dalam pilkada. Mereka mencoba peruntungan dengan mendukung calon tertentu dengan tujuan akan mendapatkan proyek jika jagoan mereka menang." Kata Ryan.


"Itu juga yang ada dalam benak ku saat ini." Kata Arslan pula.


"Saat ini aku melihat bahwa William Group di isi oleh orang-orang yang tidak kompeten. Hanya ada satu yang bisa di harapkan. Yaitu Tuan Richard yang sedang menyelesaikan proyek pembangunan di Mountain slope. Tapi sayan Tuan Richard sedang menjalani hukuman lima tahun dari Jerry tidak boleh kembali ke Metro City. Sementara Kenny, dia terus di rong-rong oleh ibu nya yang menginginkan jabatannya sebagai direktur eksekutif kembali kepadanya. Ini Jelas sangat memprihatinkan. Kau kan tau kalau Kenny itu sangat lembut. Berbeda dengan Jerry yang memiliki dua sisi berbeda." Kata Ryan.


"Benar katamu. Jerry ini tidak sama. Dia bisa berubah menjadi bermacam-macam karakter dalam satu waktu. Ketika bersahabat, dia akan menjadi sangat lucu dan tolol. Ketika dengan orang tua, dia akan berubah menjadi sangat hormat. Ketika sedang bekerja, dia akan sangat serius dan sangat mengintimidasi. Ini yang tidak dimiliki oleh Kenny." Kata Riko pula.


"Keadaan sekarang serba tidak menguntungkan bagi William Group. Aku menduga bahwa paling lama dua tahun saja perusahaan itu bisa bertahan." Kata Ryan.


"Jaga bicara mu Ryan!" Tegur Daniel.


"Aku justru mengatakan kemungkinan yang terkecil. Jika kemungkinan yang terbesar, perusahaan itu akan di ganyang oleh beberapa pihak. Itu belum lagi jika Fardy memilih untuk kembali ke MegaTown. Di sisi lain keluarga Regnar juga menginginkan proyek dan terus mendesak Kenny melalui Diana. Bisa kacau balau perusahaan yang sudah diperjuangkan oleh Jerry dengan susah payah itu." Kata Ryan menguatkan dugaannya.


"Entahlah Ryan. Entah siapa yang patut untuk disalahkan dalam masalah ini. Masing-masing merasa paling benar sendiri. Jerry memilih cintanya. Sedangkan Tuan Besar William mempertahankan keegoisan nya dan tetap berkeinginan untuk menikahkan Jerry dengan gadis bangsawan pilihan nya sendiri. Mereka punya sesuatu yang menurut mereka benar dari sisi kacamata yang mereka miliki. Kita hanya bisa melihat tanpa bisa membantu. Karena ini adalah masalah keluarga mereka. Dan sangat sensitif untuk orang luar bisa ikut campur." Kata Arslan.

__ADS_1


"Kak Arslan benar. Yang bisa kita lakukan saat ini adalah mengantisipasi kemungkinan yang bakal terjadi. Kembali ke Dragon empire. Aku memandang untuk jangka waktu yang panjang bahwa Dragon empire akan memiliki peran yang sangat krusial dalam masalah yang bakalan kita hadapi. Kak Arslan selaku orang yang dititipkan amanah harus bisa menjaga keutuhan organisasi ini sambil menunggu sang penguasa itu keluar dari sarang nya." Tandas Ryan.


__ADS_2