PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Ryan tumbang.


__ADS_3

Lima mobil sport bergerak beriringan menuju ke arah Lotus road dan berbelok ke kanan kearah Mountain lotus.


Sesampainya kelima mobil tersebut di depan hotel teratai, para pengawal bergegas berlari ke arah mobil yang paling tengah lalu membungkuk hormat sambil membukakan pintu mobil tersebut.


"Selamat datang di Hotel teratai Tuan muda." Kata para pengawal itu dengan hormat.


"Terimakasih. Apakah mereka ada di dalam?" Tanya Jerry.


"Ada Tuan muda.." Kata Pengawal itu.


Tak lama setelah itu tampak Ronald keluar dari lobby hotel yang setengah berlari menghampiri Jerry diikuti oleh Herey dan beberapa orang lainnya di belakang mereka.


"Tuan muda, anda telah sampai. Silahkan!" Kata Ronald sambil merentangkan sebelah tangan nya mempersilahkan Jerry untuk masuk.


"Ke ruangan kerja mu Paman!" Kata Jerry.


Mendengar Jerry mengatakan ke ruangan kerjanya, Ronald segera mendahului berjalan diikuti oleh Jerry dan yang lainnya berada di belakang Ryan, Daniel dan duo Kevin-David.


"Silahkan duduk Tuan muda!" Kata Ronald mempersilahkan Jerry untuk duduk di kursi nya sementara dia dan yang lainnya hanya berdiri saja.


"Ok. Kita langsung saja ke pokok permasalahannya." Kata Jerry begitu dia duduk.


"Starhill. Markas besar Future of Company yang selama ini aman dan damai kini telah di susupi oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagai orang yang memiliki kepentingan di Starhill ini, sudah pasti aku tidak bisa berdiam diri melihat kota ini di jadikan target mereka untuk merusak warga dan generasi penerus di kota ini." Kata Jerry.


"Di sini. Aku tidak ingin menyalahkan siapa pun. Aku justru ke sini untuk mengatur rencana agar masalah ini bisa kita bereskan sampai ke akar-akar nya." Kata Jerry lagi.


"Tuan muda. Apakah anda memiliki rencana?" Tanya Ronald.


"Paman Ronald, Herey, Ryan Daniel dan kedua pengawal ku tetap di sini! Yang lainnya silahkan keluar!" Kata Jerry memberi perintah.


Begitu kata-kata itu keluar, kini semua pengawal baik itu anak buah Herey atau pun anak buah Ronald semuanya bergegas keluar.


Setelah itu, mereka kini berdiskusi secara serius demi mendapatkan gagasan dan pandangan yang terbaik agar misi ini bisa berhasil dengan sukses.


"Ada apa Ryan?" Tanya Jerry yang tampak sangat gelisah.


Ryan yang tidak menjawab pertanyaan Jerry langsung berjalan ke arah pintu. Agak lama dia berada di situ, lalu tanpa di duga, tiba-tiba saja Ryan ambruk ke lantai sambil kejang-kejang dengan mulut mengeluarkan busa.

__ADS_1


"Ryan...! Apa yang terjadi dengan mu?" Kata Jerry sambil melompat dan segera menghampiri sosok tubuh Ryan yang terus saja mengalami kejang-kejang.


"Paman Ronald..! Kalian semua.., bantu aku cepat!" Kata Jerry berteriak dengan panik.


Mereka dengan panik segera bergotong royong mengangkat tubuh Ryan dan membawa nya memasuki mobil.


"Masukkan dia ke mobil Daniel! Kau Daniel.., cepat bawa Ryan!" Teriak Jerry memberi perintah.


"Baik Jarry." Kata Daniel juga tidak kalah panik nya.


Para pengawal saat ini berdatangan melihat kejadian yang dialami oleh Ryan.


...*********...


Berita tentang Ryan yang terserang penyakit aneh seperti yang dialami oleh Herman cepat merebak bagai virus di kalangan mahasiswa Golden university.


Semua merasakan bersimpati kepada Ryan. Ini termasuk Jenny.


Jenny yang diketahui memiliki hubungan yang spesial segera mendesak Jerry agar di perbolehkan melihat kondisi Ryan, namun Jerry dengan tegas menolak nya.


"Aneh sekali. Ketika Herman mengalami hal seperti yang dialami Ryan, kita semua diperbolehkan untuk melihat keadaan Herman. Mengapa giliran Ryan, Jerry tidak mengizinkan kita untuk melihat keadaannya?" Tanya mereka dengan heran.


"Sebaiknya kita cari Daniel saja. Ayo!" Ajak Jenny kepada Rindy dan tenam-teman yang lainnya.


"Itu Daniel berada di kantin. Ayo kita temui dia!" Kata mereka lalu segera berjalan dengan cepat kearah meja dimana Daniel duduk.


"Daniel..., bagaimana dengan keadaan Ryan?"


"Iya Daniel.., ajak lah kami untuk menjenguk Ryan." Kata yang lainnya.


"Ada apa Jenny?" Tanya seorang wanita begitu dia melihat Jenny dan yang lainnya mengerubungi Daniel seperti semut mengerubungi sebutir gula.


Melihat mereka semakin ramai yang datang, Daniel segera berdiri dan berjalan mengarah ke kasir untuk membayar sarapan nya dan segera berlalu meninggalkan mereka yang memandang ke arah Daniel dengan kecewa.


"Via.., kau tolong bujuk Jerry agar mau membawa kami ke rumah sakit tempat Ryan di rawat." Kata Jenny memohon.


"Ada apa sebenarnya? Kenapa dengan Ryan sampai di rawat di rumah sakit?" Tanya Via heran.

__ADS_1


"Via, Ryan di serang oleh penyakit seperti yang dialami oleh Herman kemarin?" Kata Jenny menjawab pertanyaan Via.


"Mampus kalian. Akhirnya satu per satu sahabat Jerry tumbang. Tunggu lah sampai akhirnya aku dapat menghancurkan mu Jerry!" Kata Via dalam hati.


"Via.., mengapa kau hanya diam saja? Tolong lah untuk membujuk Jerry agar dia mau membawa kami mengunjungi Ryan!" Kata Jerry sambil menggoyang-goyang tubuh Via.


"Jenny, aku tidak bisa membantu mu dalam hal ini. Kau kan tau bahwa aku sudah di campakkan oleh Jerry." Kata Via lalu segera pergi meninggalkan Jenny yang hanya bisa menghentakkan kaki nya ke tanah karena merasa kesal.


...*...


"Ramond.., aku mendengar bahwa satu per satu mahasiswa di Golden university berjatuhan. Hahaha... Kau sungguh pandai melakukan tugas mu dengan baik." Kata seorang pemuda sambil tertawa.


"Terimakasih Tuan muda. Tidak akan lama lagi Golden university akan benar-benar berubah menjadi neraka. Tinggal menunggu saja." Kata Ramond.


"Pagi ini aku mendapat kabar bahwa kemarin sore ada satu lagi mahasiswa Golden university yang mengalami over dosis di Mountain lotus, markas besar Future of Company."


"Benar Tuan muda. Saat ini semua stok barang yang anda berikan tempo hari sudah habis terjual karena tingginya permintaan di sana."


"Bagus... Kerja mu sungguh bagus. Aku akan memberikan mu bekal yang banyak. Kau tidak perlu lagi merasa takut kehabisan stok." Kata lelaki muda itu.


"Hahaha... Ini kabar yang sangat menggembirakan. Lusa aku akan ke starhill untuk mensuplay langsung barang-barang tersebut kepada para pengedar kita di sana." Kata Ramond dengan sangat bersemangat.


"Ya.., ya.., ya. Tapi kita akan membuat beberapa perubahan." Kata pemuda itu.


"Perubahan bagaimana maksud anda Tuan muda?" Tanya Ramond sedikit bingung.


"Mulai lusa ketika barang itu telah kau ecer kepada para kurir kita yang tersebar di seluruh kawasan Starhill, kau mulai harus menaikkan harga dan mengurangi jumlah gram dalam tiap bungkusan kecil." Kata pemuda itu.


"Aku khawatir jika kita melakukan itu, mereka tidak akan lagi mau membeli barang kita." Kata Ramond mengemukakan kekhawatirannya.


"Jangan bodoh Ramond! Ketika mereka sudah sangat bergantung kepada obat-obatan tersebut, tidak perduli berapa pun harganya, mereka pasti akan membelinya. Dan satu lagi yang perlu kau ketahui bahwa hanya aku lah boss tunggal. Kemana pun mereka pergi untuk membeli obat tersebut, ujung-ujung nya kembali kepada ku juga. Sudah lah. Kau ikuti saja perintahku!" Kata pemuda itu.


"Anda benar-benar pintar sekali Tuan muda. Saya banyak belajar dari anda." Kata Ramond menjilat.


"Sore ini temui aku di ruangan kerja Sendiego! Kau akan mendapatkan stok barang tersebut."


"Siap Tuan muda. Aku akan datang ke kantor Arsend pukul 5 sore nanti." Kata Ramond lalu segera meminta diri dan pergi meninggalkan lelaki muda tersebut.

__ADS_1


__ADS_2