
Gedung dewan MegaTown.
Setelah semua tamu undangan baik itu dari para pengusaha elit, orang-orang berpangkat mau pun awak media telah hadir semua, kini tampak seorang lelaki mengenakan celana dan jas abu-abu dengan rambut klimis tampak berjalan menaiki sebuah panggung yang memang telah di sediakan di ruangan itu.
Lelaki yang berusia sekitar awal empat puluhan tersebut berjalan menaiki panggung dan segera berdiri dengan menghadap microphone dan mulai berdehem beberapa kali.
Ketika deheman itu neggema akibat terlalu dekat dengan mic, para hadirin kini serentak tanpa di komandoi mengalihkan perhatiannya ke arah panggung di mana lelaki tadi berdiri.
"Selamat pagi menjelang siang para tamu undangan yang terhormat, para dewan wakil yang kami muliakan dan para awak media yang sengaja kami undang untuk meliput acara ini, sekali lagi saya ucapkan, selamat pagi menjeng siang." Kata lelaki itu.
"Baiklah para hadirin sekalian..?! Sebelum acara puncak diselenggarakan, izinkan saya untuk memberi salam hormat saya kepada beberapa pengusaha yang sudah tidak di ragukan lagi kiprahnya dalam dunia wira usaha." Kata si pembawa acara berbasa basi.
"Di kursi depan sebelah kiri saya saat ini ada pengusaha kondang dari Metro city yaitu kepala keluarga Walker diikuti oleh kepala keluarga Patrik, Tuan Jackson William, Tuan Ricard, Tuan Ramendra di dampingi oleh Robson Ramendra, Tuan muda Ivan Patrik, Nona Lorna Walker, serta kedua anak muda perwakilan dari perusahaan Future of Company yaitu Ryan Morgan dan Daniel serta masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu."
"Tuan-tuan dan Puan-puan sekalian, seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa kami, yang terdiri dari jajaran pemerintah daerah serta beberapa perwakilan dari pihak bank akan membuka pelelangan untuk satu proyek yang telah di sita oleh pihak bank karena mengalami kebangkrutan dan satu unit hotel bintang enam yang akan di lelang nantinya di penghujung acara "
"Baiklah.., untuk mempersingkat waktu, izinkan saya untuk membuka acara yang pertama yaitu pelelangan lokasi proyek MegaTown yang telah di sita dengan BID pembukaan yaitu, 100 juta USD dengan kenaikan setiap BID nya adalah 10 juta. Seperti biasa, setiap penawar dengan harga tawaran tertinggi akan memenangi proyek ini dan berhak memiliki hak investasi dan pengembangan dalam proyek tersebut. Maka dari itu, di dalam acara pelelangan ini, kami tidak memberlakukan peraturan Buy it now. Siapa pun yang berani menawar dengan tawaran tertinggi, maka dia lah pemenang nya."
"Dengan ini, pelelangan di mulai untuk BID dasar, 100 juta Dollar. Yang berminat, silahkan menaikkan tawaran anda!"Kata si pembawa acara sambil duduk di kursi dan memegang palu kecil.
"110 juta..?!"
"110 juta dari Tuan Ricard. Apakah ada yang akan menaikkan BID?"
"130 juta..?!"
"130 juta dari Tuan Jackson William."
"150 juta....?!"
"Wah.., tampak nya Tuan Ricard sangat menginginkan proyek ini. Baik, apakah ada lagi?" Tanya sang pembawa acara.
"160 juta...?!"
"Baik. 160 juta dari Tuan Regnar. Masih ada yang berminat untuk melawan?"
"200 juta...?!"
__ADS_1
"Baik. Tampak nya perwakilan dari future of company juga sangat berminat dan menaikkan Bid sebesar 40 juta."
Semua mata saat kini menjurus ke arah Daniel dan Ryan. Mereka tidak menduga walaupun nasib pemilik perusahaan itu masih belum di ketahui, namun selera petinggi perusahaan untuk mengikuti acara lelang itu tidak luntur.
"210 juta...?!" Kata tuan Ricard sambil berdiri.
Melihat ini, Daniel pun langsung berdiri dan berkata, "Saya tidak suka dengan permainan basa basi seperti ini. Mari kita lihat apakah Manager William Group akan membelot dan melawan perusahaan induk. Bid saya naikkan menjadi 300 juta." Kata Daniel sambil duduk kembali.
Semua orang tercengang dengan permainan kasar dari Daniel ini. Mereka tidak mengira harga dasar yang tadinya hanya 100 juta bisa mencecah angka 300 juta hanya dalam hitungan menit. Benar-benar gila.
"300 juta, satu."
"300 juta, Dua."
"300 juta...,"
"310 juta....?!"
"Baik. Ternyata tuan Ricard masih belum mau menyerah. Mari kita lihat apakah perwakilan dari perusahaan raksasa Future of Company masih ingin menaikkan tawaran." Kata panitia pembawa acara.
"Kau...?!" Kata tuan Ricard dengan sangat marah.
Tampak kini matanya berkilat-kilat menatap ke arah Daniel dan Ryan.
"Ada apa Tuan Ricard? Apakah kau masih mau melawan ku sebagai utusan dari perusahaan tempat mu mengais rejeki?" Tanya Daniel sambil mencibir.
"Lalu mengapa? Mengapa aku tidak boleh untuk mendapatkan proyek ini? Apakah hanya Future of Company saja yang berhak untuk memiliki sebuah proyek insfrastruktur?" Tanya tuan Ricard.
"Sama sekali tidak seperti itu Tuan Ricard. Hanya saja, aku heran dari mana kau memperoleh uang sebanyak itu? Berapa gaji anda per tahun di William Group?. Jika di hitung-hitung, kau bahkan tidak memiliki uang sebanyak 200 juta. Apakah kau ingin bersandar di perusahaan FoC dan menggelapkan barang-barang logistik seperti yang di lakukan oleh sahabat mu Paul dulu?" Tanya Daniel dengan senyum menghina.
"Kau...,"
"Eh di sini bukan tempat untuk beramah tamah. Jika kau mampu, maka lawan! Jika tidak, silahkan keluar dari gedung dewan ini." Kata Daniel lagi.
Saat ini wajah tuan Ricard seperti di lumuri dengan kotoran. Tak dapat di bayangkan berapa pasang mata yang tertuju ke arah nya dan dia benar-benar merasakan malu yang sangat luar biasa.
"Anda telah melawan perusahaan induk tempat anda menjabat sebagai Manager. Setelah ini, kemasi barang-barang mu dan segera tinggalkan perusahaan secara baik-baik. Mungkin tuan Barry atau Ronald masih akan memberikan muka kepadamu." Kata Daniel lagi.
__ADS_1
"Kau... Atas dasar apa kau berani berkata seperti itu kepada ku?" Tanya tuan Ricard sambil menahan geram.
"Anda lupa kami ini siapa Tuan. Kami adalah sahabat pemilik perusahaan yang telah di berikan wewenang untuk memutuskan sesuatu selagi pemilik perusahaan tidak berada di tempat." Kata Daniel.
"Omong kosong." Tiba-tiba terdengar suara bentakan seorang wanita di samping tuan Ricard.
"Omong kosong seperti apa maksud anda Miss.Diana Regnar? Jangan membuat onar di tempat ini. Kau telah di usir dari keluarga William. Apakah kau tidak jera? Jaga sikap mu atau kau juga akan di usir dari gedung dewan ini!" Kata Daniel.
Tok...?!
Tok...?!
Tok...?!
"Harap perhatiannya! Apakah ada yang akan menawar dengan harga lebih tinggi? Jika tidak, pihak perwakilan dari perusahaan Future of Company akan di nyatakan sebagai pemenang dari acara lelang yang pertama ini." Kata panitia pembawa acara.
Senyap. Tidak ada yang bersuara. Mereka hanya bisa saling pandang di antara mereka tanpa bicara sepatah kata pun.
"350 juta, Satu...?!"
"350 juta, Dua...?!"
"350 juta, Tiga...?!"
Tok.., tok.., tok..?!
"Baiklah para hadirin sekalian. Dengan ini saya menyatakan bahwa pelelangan proyek MegaTown ini di menangkan oleh perwakilan dari perusahaan Future of Company."
"Tuan Daniel. Apakah anda akan melakukan pembayaran sekarang atau anda akan melakukan pembayaran di akhir acara?" Tanya sang panitia pembawa acara.
"Tuan panitia, bukankah akan ada satu pelelangan lagi? Mengapa begitu terburu-buru? Perusahaan telah jauh hari membeli hak untuk mengikuti dua acara pelelangan bukan?"
"Benar Tuan Daniel." Kata si pembawa acara.
"Tidak perlu terburu-buru. Saya masih akan mengikuti pelelangan hotel Mega tersebut dan akan menyapu bersih semua yang di lelang dalam acara ini. Kami punya cukup banyak uang untuk memenangkannya." Kata Daniel sambil melirik ke arah Ramendra yang saat ini seperti tak tenang diam.
Bersambung...
__ADS_1