PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Tawa dan tangis Fardy


__ADS_3

"Bos. Sesuai perintah anda, saya telah berhasil bertemu dengan calon Gubernur di Metro City itu. Dan saya berhasil melakukan perbincangan dengannya mengenai rencana anda yang ingin berinvestasi dalam usahanya untuk memenangkan pemilihan yang tidak akan lama lagi." Kata seorang lelaki muda berambut pirang dan bermata sipit itu kepada Fardy.


"Hmmm... Bagus. Lalu apa katanya?" Tanya Fardy merasa penasaran.


"Tuan Holmes itu menyambut baik bantuan yang anda tawarkan. Terlebih lagi setelah dia mengetahui bahwa anda adalah keponakan dari Tuan Arold Miller." Jawab pemuda itu.


"Ini adalah langkah awal yang baik untuk membangun hubungan dengan Tuan Holmes ini. Lalu bagaimana dengan Leo? Apakah dia ada bertemu dengan mu?" Tanya Fardy.


"Leo saat ini masih terus mengumpulkan informasi tentang Jerry itu Bos. Kemungkinan sore ini dia akan kembali memberi laporan."


"Baiklah. Sekarang kau boleh istirahat. Oh ya Jimmy. Kau utus beberapa anak buah kita untuk mengamati gerak-gerik ketiga ekor anak monyet itu di Starhill. Katakan padanya untuk melaporkan apa saja yang dia ketahui tentang Daniel, Ryan dan Riko itu!" Kata Fardy sebelum pemuda itu meninggalkan ruangan.


"Baik Bos. Saya akan mengirim beberapa orang untuk berangkat ke Starhill." Kata Jimmy sambil memutar badan lalu meninggalkan ruangan Fardy.


***


Sore itu, seorang lelaki berusia sekitar 30-an baru saja turun dari mobil dan langsung memasuki Villa milik mendiang Ramendra di kawasan elite kota MegaTown ini.


Lelaki ini bernama Leo. Salah satu anak buah Simon yang dulu bekerja untuk Ramendra namun ikut terbunuh bersama Robin dan seorang lagi sahabat nya tepat di rumah milik Tuan Abraham.


Setelah bertanya sebentar di mana keberadaan Fardy kepada yang lainnya, dia bergegas menuju ke ruangan pribadi milik Fardy di lantai dua Villa itu lalu mengetuk pintu.


Tok tok tok....!


"Masuk!"

__ADS_1


Terdengar suara perintah dari dalam.


"Bos. Saya kembali untuk memberikan laporan kepada anda tentang penyelidikan saya terhadap Jerry William." Kata Leo sambil membungkuk hormat.


"Hmmm... Ceritakan apa yang kau ketahui tentang Jerry William ini." Kata Fardy memerintahkan.


"Tepat seperti berita yang dulu pernah tersebar di beberapa media dan televisi tentang pengunduran diri Jerry dari perusahaan Future of Company. Ternyata itu bukan rumor Bos. Saya telah mengkonfirmasi ke beberapa kenalan di Metro City bahwa Jerry William itu memang benar-benar telah membubarkan perusahaan itu dan kini menghilang entah kemana." Kata Leo.


Setelah berhenti sejenak menunggu tanggapan dari Fardy, Leo pun melanjutkan. "Future of Company telah resmi bubar sekitar delapan bulan yang lalu dan perusahaan itu pecah menjadi beberapa perusahaan termasuk kembalinya mayoritas saham milik William Group kepada sepupunya yaitu Kenny. Setelah itu, R2D MegaTown yang mengambil nama kota ini karena proyek awal mereka adalah proyek bangkrut milik mendiang Tuan Robin. Perusahaan baru ini dijalankan oleh Ryan, Daniel dan Riko. Sementara untuk sisanya adalah Smith Group yang telah kembali di kelola langsung oleh Tuan Besar Smith dengan mengandalkan Barry, Ronald dan Austin sebagai Presiden dan Staf tertinggi di perusahaan."


Mendengar penjelasan dari anak buahnya ini, Fardy hanya bisa merenung sambil mengetuk-ngetukan jari telunjuknya di meja.


"Jerry ini. Apakah begitu bodoh melepaskan perusahaan itu. Jika semua yang kau katakan ini benar, berarti Jerry ini saat ini tidak ubah seperti sampah. Dia bahkan tidak memiliki apa-apa lagi. Lalu bagaimana dia bisa melawan kekuatan ku?" Kata Fardy seperti berbicara dengan dirinya sendiri.


"Memang mudah jika kita bisa menemukan keberadaan anak ini. Tapi di mana dia berada tidak ada yang tahu."


"Bos. Anda bisa memfokuskan diri ke William dan Smith Group terlebih dahulu. Sampai bila dia akan bersembunyi? Kita ratakan William Group. Ketika dia mengetahui hal itu, dia pasti akan keluar dari persembunyiannya." Kata Leo.


"Kau benar Leo! Di saat itu, semuanya sudah menjadi serba terlambat bagi Jerry. Kalau dulu dia bisa sangat kuat dengan perusahaan miliknya, setelah kita hancurkan William Group, maka satu sayap Jerry telah patah. Elang itu akan sangat mudah untuk kita tangkap. Hahahaha..." Kata Fardy sambil tertawa.


"Benar Bos. Kekuatan Jerry ini ada pada perusahaan William dan Smith Group. Salah satu bisa kita habisi, maka Jerry sudah benar-benar habis dan sekarat. Tapi jangan lupakan Dragon empire Bos!" Kata Leo mengingatkan.


"Aku tau apa yang harus aku lakukan terhadap organisasi ini. Ketika Jerry tidak ada, siapa yang akan mereka bela? Mereka pasti akan mencari Tuan yang baru. Gunakan kesempatan ini untuk mendekati mereka, lalu kita bisa mempergunakan kekuatan organisasi ini ketika kita melakukan penggusuran untuk proyek baru."


"Itu ide yang sangat brilian Bos. Saya sangat salut dengan cara pemikiran anda." Kata Leo menjilat.

__ADS_1


"Terus lakukan penyelidikan di mana Jerry ini berada. Kita harus berbagi pekerjaan. Ada banyak hal yang harus kita lakukan sebelum memulai sebuah peperangan bisnis. Pertama adalah Backing. Tuan Holmes bisa menjadi Backing terkuat kita di Metro City kelak. Kita harus membantu ketua partai itu agar bisa memenangkan pilkada yang tidak lama lagi."


"Itu bukan masalah besar Bos. Dengan pengaruh yang dia miliki, bantuan dana melimpah serta sumber daya manusia yang anda punya, aku rasa itu bukan masalah yang berat." Kata Leo.


"Menurut mu bagaimana?" Tanya Fardy.


"Bos. Kita cukup menguasai media. Bos bisa memulai dengan platform media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan berbagai media sosial lainnya. Kita bisa membayar para konten kreator, buzzer dan wartawan untuk meliput dan menunjukkan kelebihan-kelebihan yang di miliki oleh Tuan Holmes ini. Kuasai media untuk menampilkan semua kelebihannya. Visi nya, misi nya dan lain sebagainya. Jaman sekarang, siapa yang menguasai media, kesempatan untuk menang akan sangat terbuka lebar."


"Hmmm... Baik. Kau atur segala sesuatunya. Aku tidak mau tau seperti apa metode yang kau gunakan. Yang jelas, aku hanya mau hasil!" Kata Fardy.


"Untuk masalah ini, serahkan kepadaku. Aku memiliki beberapa kenalan wartawan yang sangat ahli dalam meliput calon pemimpin dan memang hobi nya ada di sana. Masalah ini bos jangan terlalu khawatir." Kata Leo memberi jaminan.


"Aku percayakan kepadamu. Ini untuk mu!" Kata Fardy sambil melemparkan amplop di atas meja.


"Muuuuaaach. Terimakasih Bos." Kata Leo mencium amplop yang dilemparkan oleh Fardy tadi di atas meja.


Tidak lama kemudian dia pun meminta diri keluar dari ruangan itu untuk melakukan tugas yang telah mereka bahas bersama tadi.


Sepeninggalan Leo, Fardy pun berdiri sambil berkacak pinggang lalu tertawa terbahak-bahak dengan wajah terdongak ke atas.


"Ayaaaah....! Waktunya merealisasikan impian mu. Waktunya untuk membalas kematian mu. Semoga kau tenang di sana!" Kata Fardy lalu setelah puas tertawa, dia kemudian menangis sejadi-jadinya sambil meringkuk di sudut ruangan.


Andai ada yang melihat perubahan sikap Fardy dalam waktu bersamaan seperti ini, orang-orang pasti akan menganggap dirinya sudah gila.


*********

__ADS_1


__ADS_2