PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pertemuan 4 Naga ompong


__ADS_3

"Jerry.., informasi yang aku dapat dari anak buahku bahwa Efander, Pengawal kepercayaan Ramendra ini sedang membuat persiapan untuk mengikuti dua tender sekaligus dalam waktu dekat ini." Kata tuan Syam mengabarkan informasi yang dia dapat dari anak buah nya.


"Oh ya? Tender apakah itu Tuan Syam? Dan dikota mana tender itu di buka?" Tanya Jerry penasaran.


"Tuan muda Jerry pasti tau proyek terbengkalai milik Robin di MegaTown. Juga hotel Mega bintang 6 yang dulu adalah hasil kerja ayah mu. Pemerintah setempat akan melelang hotel tersebut sekaligus melelang proyek terbengkalai tersebut bagi para investor yang mau berinvestasi di sana. Saat ini banyak kontraktor konstruksi yang telah mendaftar bagi mengikuti laga tender tersebut."


"Oh ya Jerry.., kabarnya aku dengar Diana juga mendesak tuan Jackson untuk ikut dalam tender tersebut dan membiarkan proyek itu di kerjakan oleh keluarga Regnar." Kata tuan Syam lagi.


"Hemmm.., ini menarik. Terus terang aku sama sekali tidak tertarik dengan proyek maupun pelelangan hotel mega itu. Namun aku harus hadir dan mengacaukan mereka terutama Ramendra ini." Kata Jerry lalu mengeluarkan ponsel nya.


"Tuan Barry.., katakan kepada Daniel bahwa aku ingin dia mengurus pendaftaran bagi pelelangan hotel dan proyek bangunan yang bangkrut milik Robin. Daftar saja atas nama perusahaan." Kata Jerry mengirim pesan suara.


"Segera akan saya sampaikan Tuan muda." Kata tuan Barry membalas pesan juga menggunakan suara.


...*...


Dua unit mobil yang berangkat dari bandara Internasional Metro city akhirnya tiba di Villa Smith.


Dari dalam kini tampak dua orang lelaki tua di dampingi seorang pemuda keluar dari Villa bersama puluhan pengawal menyongsong kedatangan Jerry yang baru saja keluar dari mobil.


"Kakek..!" Kata Jerry langsung menghambur ke dalam pelukan salah satu dari dua orang lelaki tua tersebut.


"Bagaimana kabar mu cucu ku?" Tanya lelaki tua itu.


"Seperti yang Kakek lihat. Aku baik-baik saja." Kata Jerry.


"Jerry.., beri hormat kepada Tuan besar Patrik!" Kata lelaki yang di sebut dengan panggilan kakek oleh Jerry.


"Saya Jerry William memberi hormat kepada Tuan besar Aaron Patrik.." Kata Jerry sambil membungkuk.


"Ini kah cucu mu Leon? Gagah sekali dia. Mari mendekat nak. Aku ingin memeluk mu!" Kata tuan Patrik.


"Aku pinjam Kakek mu Van!" Kata Jerry yang di balas tawa oleh Ivan.


Setelah mereka saling berpelukan, dari arah depan muncul iring-iringan mobil mewah memasuki halaman Villa yang luas tersebut. Tampak dari dalam keluar seorang lelaki tua di dampingi oleh dua orang gadis yang sangat cantik.


"Hehehe.., Bocah cengeng sudah sampai." Kata tuan Leon Smith sambil merangkul pundak lelaki tua yang baru saja tiba itu.

__ADS_1


"Kau Leon... Berhenti memanggilku dengan sebutan itu!" Kata lelaki tua itu merajuk.


"Hahaha... Kau masih sama seperti dulu Jasson. Suka merajuk dan sangat sensitif." Kata tuan Smith.


"Jerry.., beri hormat kepada Tuan besar Jasson Walker!" Kata tuan Smith memberi perintah.


"Saya Jerry William memberi hormat kepada Tuan besar Walker." Kata Jerry sambil menunduk.


"Saya Ivan Patrik memberi hormat kepada Tuan besar Walker." Kata Ivan juga sambil membungkuk hormat.


"Sudah.., sudah.., sudah. Bangun kalian. Tidak perlu begitu sopan." Kata tuan Walker.


"Heh anak setan.., apakah kau betah menjadi patung di situ? Cepat beri hormat kepada Tuan besar Smith dan Patrik!" Kata tuan Walker sambil memelototi kedua gadis tersebut.


"Tuan besar Patrik.., Tuan besar Smith.., Saya Lorna Walker dan Adelle Walker memberi hormat. Harap di terima..!" Kata kedua gadis itu bersamaan.


" Ah sudah lah. Kalian tidak perlu terlalu sungkan." Kata tuan Smith.


"Bocah suci.., mengapa kau tidak mempersilahkan aku masuk ke Villa mu yang usang berbau apek itu?" Kata tuan Walker menegur.


"Huh.., dasar cengeng. Kita masih menunggu kedatangan seseorang." Kata tuan Smith sambil meninjau ke arah jalan.


"Siapa lagi? Maklum saja lah. Bocah jenius itu tidak pernah salah. Walau datang terlambat ketika di sekolah dulu, bukan dia yang di salahkan, tapi guru." Kata tuan Patrik sambil tertawa.


"Nah itu dia tua bangka tak tau diri itu telah sampai." Kata tuan Walker.


Benar saja. Setelah dia berkata, tampak iring-iringan mobil mewah dan salah satu di tengah terdapat mobil sport Aston Martin kini memasuki halaman Villa Smith.


Tampak beberapa pengawal berlarian kearah mobil sport tersebut lalu membukakan pintu.


Setelah pintu di buka, tampak lelaki tua memakai pakaian serba hitam serta kalung emas besar dan berkaca mata hitam keluar dari dalam mobil sport tersebut dengan gaya bak selebriti kondang.


"Huhh.., si brengsek sok pintar ini masih saja merasa seolah-olah masih muda. Apa dia tidak tau bahwa malaikat maut sudah lama mengincar dirinya?!" Kata tuan Walker sambil mencibir.


"Kakek... Aku merindukan mu." Kata Jerry sambil berlari memeluk kakek lelaki tua yang baru saja keluar dari mobil sport Aston Martin tersebut.


"Jerry... Hahaha. Kakek juga sangat merindukan dirimu. Oh ya.., bagaimana dengan mobil ini? Apa kau suka? Jika tidak katakan saja! Aku akan menjadikannya api unggun untuk penghangat badan." Kata lelaki tua itu sambil terkekeh.

__ADS_1


"Mobil itu untukku?" Tanya Jerry.


"Ya. Mobil itu untuk mu. Bila perlu pabrik nya akan aku beli untuk mu." Kata lelaki tua itu.


"Sombong sekali kau King. Sifat mu tidak pernah berubah." Kata tuan Patrik sambil merentangkan tangannya.


"Si brengsek bocah nakal ini. Masih hidup kau ternyata." Kata lelaki yang di sebut King itu lalu memeluk tuan Patrik.


"Ayo kalian anak-anak bau kunyit. Beri hormat kepada Tuan besar William King!" Kata tuan Walker.


"Ah sudah lah. Tidak perlu. Aku sudah terlalu banyak mendapat penghormatan. Tapi sangat jarang yang tulus. Ayo kita masuk kedalam Villa hantu ini!" Kata tuan William seolah-olah dia lah pemilik Villa itu. Tampak seorang lelaki berusia sekitar 40 tahun mengikutinya dari belakang.


"Villa itu milikku. Mengapa kau mendahuluiku?"


"Ah sama saja. Kau atau aku sama saja. Ujung-ujungnya kan masuk juga." Kata tuan William.


"Aku masih dendam padamu waktu masalah hidung Jerry itu. Sekarang kita memiliki dua juri. Ayo kita tanyakan masalah hidung Jerry ini lebih mirip siapa?!" Kata tuan Smith.


"Sudah ku katakan bahwa hidung putri mu pesek. Sudah pasti hidung Jerry itu milik Wilson." Kata tuan William.


"Bagaimana menurut mu Aaron? Apakah hidung Jerry ini mirip hidung Wilson atau Elena putri ku?" Tanya tuan Smith.


"Ingat Bocah nakal. Jika kau berpihak pada bocah najis ini, surat wasiat mu tidak akan aku berikan. Aku akan menyuruh Mr.Brylee untuk pulang ke Villa William." Kata tuan William memberi ancaman.


"Kau... Aish.., tua bangka tak tau malu. Itu tidak adil namanya."


"Walker.., katakan padaku hidung Jerry mirip Wilson atau Elena?" Tanya tuan Smith.


"Mana aku tau. Aku tidak pernah memperhatikan hidung anak kalian." Kata tuan Walker sambil mencibir.


"Sudahlah Kakek. Hidung ku adalah milik ku." Kata Jerry menengahi.


"Diam kau Jerry. Masalah ini harus tuntas sekarang juga. Jika tidak, masalah persengketaan hidung ini bisa berbuntut panjang."


"Apa? Hidung ku ada buntutnya?" Kata Jerry sambil memegang ujung hidung nya membuat Ivan, Adele dan Lorna tertawa terpingkal-pingkal.


"Lihatlah keempat Naga ompong itu. Jika sudah bertemu, hal sepele pun bisa menjadi runyam." Kata tuan Syam sambil berbisik kepada Drako.

__ADS_1


"Biarkan mereka. Jika kita ikut campur, itu sama saja mencari penyakit. Aku tidak mau telingaku di jewer lagi." Kata Drako sambil tersurut ke belakang.


Bersambung...


__ADS_2