PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 59 Ancaman Jasmin


__ADS_3

"Nanti aja aku cerita kan kak". Sahut Rinata berbisik.


"Tapi kamu nggak papa kan?". Cemas Haikal.


Rinata menggeleng kepala terharu dengan perhatian yang di berikan oleh Haikal pada nya.


Sesampai di luar, dua wanita yang sedang berantem itu sudah terlihat sangat berantakan. Rambut halus dan lurus Meri kini sudah tak berbentuk dan sangat berantakan, sementara Jasmin pula sudah terlihat seperti mbak kunti karena riasan nya sudah hancur eyeliner dan maskarah nya mengalir ke mana - mana membuat wajah nya tampak sangat menyeramkan..


"Henti kan mereka". Titah Ronal pada Haikal dan Rinata.


Haikal dan Rinata saling pandang, walau pun sedikit keberatan dan lebih suka melihat mereka bertengkar tapi Haikal dan Rinata tetap patuh dan memisahkan mereka berdua.


Rinata menahan menarik tubuh Meri sementara Haikal terpaksa menahan tubuh Jasmin.


"Sudah la mami, nanti imej mami jadi buruk di mata bos Ronal..". Bujuk Rinata pada Meri.


"Tante jangan seperti ini, malu di lihat sama orang. Tante yang cantik dan baik hati ku malah bertengkar hanya karena masalah kecil". Bujuk Haikal pada Jasmin.


Kedua wanita paruh baya itu pun akhirnya tak melawan lagi. Yang di katakan Rinata dan Haikal berhasil menyadarkan mereka jika tingkah mereka sudah di luar kebiasaan mereka.


"Kamu benar, aku terlalu berharga untuk melakukan hal memalukan ini". Sahut Meri sambil membenarkan Rambutnya.


"Aku memang selalu cantik dan baik hati jadi aku memilih untuk memaafkan nya tapi dengan satu syarat". Imbuh Jasmin juga membenarkan rambutnya. Tapi ia tak sadar jika wajah nya lah saat ini yang memerlukan perbaikan..

__ADS_1


"Hei, kamu yang datang mencari keributan aku bahkan nggak meminta maaf dari mu jadi simpan saja syarat nggak penting mu itu karena aku nggak butuh". Sahut Meri ketus.


"Kalau kalian nggak mau diam lebih baik kalian pulang ke rumah masing - masing". Akhirnya Ronal membuka suara.


"Nggak sayang! Tempat ku itu di sisi kamu, selama nya akan berada di sisi kamu. Kamu lebih baik usir dia saja, dia yang datang buat keributan dan menarik rambut cantik ku ini". Tolak Meri bergelayut manja di lengan Ronal.


"Lepas kan tangan kotor mu itu dari calon suami ku! Kamu yang lebih dulu memulai perkelahian, kamu yang lebih dulu menarik rambut ku. Jangan coba - coba memutar balikkan fakta". Balas Jasmin nggak mau mengalah. Ia menarik lengan lain Ronal menjauh dari Meri.


Tapi Meri tak ingin melepas kan Ronal, maka terjadilah tarik - menarik antara mereka bertiga.


Tubuh Ronal terhuyung - hayang ke kiri dan ke kanan. "Lepaskan!!". Teriak Ronal penuh emosi. Tapi teriakan nya itu sama sekali tidak di peduli kan oleh kedua wanita itu.


"Kamu dengar sendiri kan. Lepaskan tangan mu dari nya. Nanti dia kesakitan". Kata Jasmin.


Ronal menjadi pusing dengan tingkah dua wanita yang sedang memperebutkan nya ini. Tangan nya juga sudah sakit karena di tarik oleh mereka. "Kalau kalian nggak mau berhenti maka lebih baik kalian berdua mati saja!". Ancam Ronal.


Akhirnya Meri dan Jasmin berhenti menarik tangan Ronal tapi tangan mereka tetap tidak terlepas dari memegang lelaki itu. Ronal menghempaskan kedua tangan nya untuk bebas dari Meri dan Jasmin. Lalu mengeluarkan senjata api dari saku nya.


"Masuk ke kamar mu!". Titah Ronal pada Meri sambil mengarahkan senjata api itu ke arah nya.


Jasmin tersenyum sinis pada Meri karena merasa menang dengan pengusiran Ronal pada nya. Meri menatap kesal pada Jasmin tapi nggak mau membantah lagi kerana ia takut dengan ancaman Ronal. Bergegas pergi dari hadapan mereka semua dengan menahan perasaan kesal pada Jasmin terutama pada Ronal.


Setelah Meri tak terlihat, kini giliran senjata api itu mengarah pada Jasmin. "Untuk apa kamu datang ke sini?". Tanya Ronal pada Jasmin.

__ADS_1


"A - aku hanya datang mencari mu. A - aku rindu". Sahut Jasmin berbohong. Ia harus berbicara lembut dan tak menyinggung perasaan Ronal agar peluru itu tak berhasil meluncur ke tubuh nya.


"Ha ha ha. Rindu? Tumben kamu mencari ku sampai di sini hanya karena rindu pada ku. Aku curiga kalau kamu sebenarnya tidak rindu pada ku melainkan rindu pada pria lain yang juga ada di sini". Imbuh Ronal nggak percaya dengan jawaban Jasmin.


"Kamu ngomong apa, sih mas? Selama ini hanya kamu yang ada di hati ku. Aku bahkan enggal pernah dekat dengan pria selain kamu setelah memutuskan untuk menikah dengan mu". Bantah Jasmin..


"Kamu jangan pikir aku bodoh Jasmin. Sekarang pulang sebelum kesabaran ku habis. Kalau bukan karena permintaan Om Danish maka ogah aku menampung mu di rumah ku. Buat repot aja". Balas Ronal.


"Kamu nggak boleh ngomong kayak gitu Sama aku, mas. Walau bagaimana pun aku ini calon istri mu, sebentar lagi kita akan melangsung kan pernikahan yang sangat megah setelah dendam kita berdua terbalaskan pada keluarga Purbalingga. Jadi kamu harus berkomitmen pada hubungan kita. Buang wanita simpanan mu itu, aku siap tinggal di markas ini kalau kamu mau". Ucap Jasmin..


"Apa? Jangan konyol kamu, tempat mu bukan di sini, sekarang pulang sebelum peluru ini benar - benar menembus kulit mu". Ancam Ronal malas mendengar ocehan Jasmin.


Jasmin tahu itu hanya ancaman, selama ini Ronal tak pernah berani menyakiti nya karena hakikat nya ia bisa menjadi ketua baru di klan Naga Merah berkat dirinya. Klan Naga Merah sebelumnya di pimpin oleh Danish, ayah kandung Jasmin. Ronal di jadikan penerus seterusnya dengan syarat ia harus menikahi Jasmin. Ronal terpaksa setuju tapi setelah Danish meninggal maka Jasmin akan ia singkirkan secepatnya.


"Aku memang bukan lagi Cleo yang dulu, tapi kamu harus tahu jika kesukaan ku masih sama seperti yang dulu". Bukan nya takut, Jasmin malah balik mengancam Ronal dengan tatapan tajam nya.


Ronal menelan slavina kasar. Ia baru ingat jika Jasmin memiliki sifat turunan dari ayah nya, yaitu seorang psikopat yang tak memiliki perasaan empati lada orang lain. Hanya saja Jasmin kini memegang identitas baru dan terpaksa harus menyembunyikan kebiasaan buruk nya dari siapa pun yang mengenalkan.


Rinata dan Haikal masih berada di sana menyimak pertengkaran antara Ronal dan Jasmin. Haikal sekarang membukti kan sebab fakta yang selama ini ia cari. Tentang identitas wanita bernama Cleo yang berfoto berdua dengan Zack. Sekarang Jasmin mengakui sendiri jika ia lah wanita bernama Cleo itu.


"Ternyata dugaan ku nggak meleset, tante Jasmin adalah wanita yang ada bersama papa Zack di foto yang aku temukan di brangkas itu. Tapi dendam apa yang ia miliki pada papa Zack sehingga sanggup menjalani operasi plastik mengubah wajah nya?". Batin Haikal.


"Aku sama sekali nggak takut dengan ancaman mu itu, aku hanya menghormati Om Danish yang sudah suka rela menyerahkan klan ini untuk ku. Selama ini aku menjaga mu bukan karena aku takut tapi aku tidak bisa menyakiti mu karena terikat janji dengan om Danish. Walau bagaimana pun aku tetap pria sejati yang berpegang pada janji". Sahut Ronal dengan tatapan dingin nya.

__ADS_1


"Lihat saja. Kalau kamu masih menyimpan wanita itu di sini lebih lama, maka tak lama lagi kamu akan melihat tubuh nya tergeletak tak bernyawa di hadapan mu". Ancam Jasmin nggak mau terlihat lemah.


__ADS_2