
"Riko.., apa-apaan kau ini? Kau telah membuat mobil ku rusak karena mobil curian mu ini. Kau harus memberikan ku kompensasi atas kerugian yang aku derita." Kata Anton dengan marah.
"Pertama kau menabrak mobilku dari belakang. Yang ke dua, kau menuduh bahwa ini adalah mobil curian. Jika aku menuntut mu atas tuduhan mu yang tidak beralasan itu, maka kau bisa di tuntut atas pencemaran nama baik." Kata Riko sambil mengancam.
"Kau yang salah Riko. Mengapa kau menekan rem mendadak?" Kata Anton masih tetap ngotot.
"Apakah kau punya bukti? Apakah ada saksi yang melihat? Jika dilihat dari terjadinya kecelakaan, kau saat ini berada pada posisi yang salah. Jika tidak mau mengganti rugi, maka aku akan melaporkan mu kepada polisi." Kata Riko mengancam dan memberi tekanan mental kepada Anton.
"Aku tidak sudi membayar sepeserpun kepada mu Riko." Kata Anton masih tetap merasa bahwa dia tidak di posisi yang salah
"Kau yakin? Baiklah! Aku akan memperpanjang masalah ini. Rina.., berhenti merekam video! Aku ingin melaporkan Anak orang kaya ini kepada pihak yang berwajib dengan tuduhan pencemaran nama baik karena telah menuduh bahwa mobil ku ini adalah mobil curian." Kata Riko tersenyum penuh kemenangan.
"Jika bukan curian, dari mana kau mendapatkan uang untuk membeli mobil semahal ini?" Tanya Anton dengan ekspresi wajah menghina.
"Kau tidak berubah dari dulu Anton. Tau mu hanya menghina. Jangankan mobil ini, harga diri mu pun mampu ku beli andai kau jual. Hahaha..." Kata Riko tertawa dan gantian menghina.
"Kau Riko...! Setan alas..." Bentak Anton yang mulai marah.
"Aku tidak ingin berkelahi dengan mu karena sudah pasti kau akan babak belur. Sampai jumpa di kantor polisi." Kata Riko sambil menarik tangan Rina dan segera hendak menunggu taxi dan membiarkan mobil mereka tetap pada tempat nya.
"Tunggu!!! Kau ingin memeras ku Riko?" Tanya Anton dengan suara bergetar.
"Aku hanya ingin meminta ganti rugi. Tetapi kau tidak ingin memberikan ku uang pampasan. Kau malah menghina ku dengan mengatakan bahwa aku adalah pencuri. Kau akan dihadapkan dengan 2 tuntutan. Pertama, kau menabrak mobil ku. Yang ke 2 kau telah mencemarkan nama baik ku. Dan aku punya bukti bahwa kau menuduh mobil ini adalah mobil curian." Kata Riko tetap akan memperpanjang masalah ini.
__ADS_1
"Jangan! Aku mohon berhenti di situ Riko! Aku akan memberikan ganti rugi kepadamu. Apakah seribu Dollar cukup?" Tanya Anton sambil mengeluarkan dompet nya.
"Apa katamu..., seribu? Uang seribu Dollar tidak ada artinya bagi Riko." Kata Riko sambil mengibaskan tangannya.
"Apa kau mau merampok ku Riko?" Tanya Anton marah.
"Terserah apa katamu. Kalau hanya seribu, lebih baik masalah ini aku bawa saja ke kantor polisi." Kata Riko segera berpura-pura menarik kembali tangan Rina.
"Baiklah! Baik Riko. Katakan berapa aku harus membayar ganti rugi tersebut? Tapi janji bahwa kau harus menghapus rekaman video itu." Kata Anton.
"Hmmm..., baiklah jika kau memaksa. Aku rasa 70 ribu Dollar cukup untuk membayar ganti rugi kendaraan dan ganti rugi atas pencemaran nama baik." Kata Riko dengan tersenyum penuh kemenangan.
"Kau..! Kau bajingan Riko. Kau sengaja ingin memeras ku. Aku tidak akan membayar sepeser pun kepadamu." Kata Anton dengan marah.
"Terserah padamu saja. Kau akan lihat Anton. Jika aku sampai ke kantor polisi, maka denda mu akan menjadi 150 ribu. Hahaha..." Kata Riko tertawa.
"Aku jahat? Lalu, jika aku jahat apa kah kau manusia suci? Kau yang menyebabkan aku keluar lebih awal dari kampus. Kau juga menyebabkan Jerry kehilangan muka dihadapan mahasiswa lain. Kau menjebak nya Anton. Bagaimana rasanya di cubit? Apakah sakit ha? Jika tidak ingin di cubit, maka kau jangan mencubit orang lain. Ini baru sedikit Anton. Selama aku masih ada, kau akan merasakan lebih dariku." Kata Riko.
"Karena kau sudah membuang waktu ku terlalu lama, maka biaya ganti rugi aku naikkan menjadi 100 ribu." Kata Riko dengan wajah bengis saat ini.
"Sialan kau Riko. Jika aku tidak mau membayar, kau mau apa?" Tantang Anton.
"Hari ini aku tidak ingin berkelahi dan menyakiti siapa pun. Ini karena Rina ada bersama ku. Tapi jika esok atau lusa, kau lihat lah bahwa kau akan merasakan tinju ku ini. Sekarang ayo Rina, kita harus segera ke kantor polisi." Kata Riko.
__ADS_1
"Jangan... Jangan Riko! Baiklah. Aku akan membayar semua tuntutan mu." Kata Anton dan meminta nomor rekening Riko agar dia bisa segera mentransfer 100 Ribu Dollar yang di inginkan oleh Riko.
"Baik... Bagus sekali. 20 ribu untuk mengganti kerusakan mobil ku, 80 ribu adalah untuk mengganti rugi atas pencemaran nama baik yang telah kau tuduhkan kepadaku." Kata Riko dengan senyum penuh kemenangan.
Setelah proses transfer uang tersebut berhasil dilakukan, Riko dengan senyum sangat menghina menunjukkan jempol terbalik kepada Anton lalu bergegas memasuki mobil dan melaju meninggalkan Anton yang saat ini seperti orang kurang waras.
...*******...
Baru saja Riko pergi dari lokasi kejadian, Anton yang sangat di rasuki oleh kemarahan segera akan memasuki mobil nya. Namun sebelum dia masuk, ponsel nya tiba-tiba berdering dan dia melihat bahwa ayah nya telah menelepon nya.
Anton segera menguasai amarah nya dan langsung menjawab panggilan itu.
"Ayah.., ada apa menelepon ku?" Tanya Anton setelah panggilan itu terhubung.
"Dimana kau saat ini Anton? Segera lah pulang. Kita akan berangkat malam ini ke hotel teratai. Kemarin aku mendapat kabar bahwa Boss besar pemilik perusahaan ingin mengadakan pertemuan sekaligus memperkenalkan dirinya di depan seluruh jajaran staf perusahaan." Kata ayah Anton di dalam panggilan telepon tersebut.
"Ayah.., saat ini aku berada di sekitar kampus. Aku akan segera pulang dan kita akan sama-sama menuju ke hotel teratai." Kata Anton sambil menghidupkan mesin mobil nya yang sudah penyok di bagian depan tersebut.
"Baiklah! Segera pulang. Aku dan ibumu menunggu. Kita tidak boleh terlambat. Aku harus menunjukkan kepada Boss besar bahwa Paul lebih baik daripada Ronald dan Presiden Barry. Ini kesempatan baik untuk ku mendapat promosi ke jenjang yang lebih tinggi." Kata tuan Paul dengan semangat.
Wajar bila dia sangat bersemangat kali ini. Dia sudah lama memimpikan agar bisa menggantikan kedudukan tuan Barry untuk memimpin perusahaan sebagai presiden di Starhill ini. Terserah tuan Barry akan dipindahkan kemana. Yang pasti, dia harus menguasai Starhill yang dia anggap sebagai lumbung uang baginya.
"Segera Ayah. Aku sudah dalam perjalanan." Kata Anton mulai melajukan mobil penyok nya ke arah perumahan elit Starhill.
__ADS_1
"Cepat lah! Aku sudah tidak sabar ingin melihat seperti apa wajah Boss besar kita ini." Kata tuan Paul lalu mengakhiri panggilan telepon tersebut.
Bersambung...