PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry membongkar kedok Dianna


__ADS_3

Bab 91.


"Jerry cucu ku tersayang, katakan apa yang kau ketahui tentang penghianatan di dalam keluarga William?" Tanya tuan William kepada Jerry.


Jerry yang di tanya segera memandang ke-arah Ryan.


Setelah melihat Ryan mengangguk, baru lah Jerry membuka suara.


"Kakek, aku akan menceritakan semua apa yang aku ketahui. Tapi, bisa kah kakek menjanjikan sesuatu kepadaku?" Tanya Jerry sebelum membongkar identitas penghianat itu.


"Katakan apa yang kau ingin aku janjikan!" Kata tuan William tidak sabaran.


"Begini kek. Mungkin ini akan membuat kakek terkejut. Namun aku ingin agar kakek bisa tetap tenang dan berpura-pura lah tidak tahu. Bagaimana pun, aku ingin memanfaat kan orang ini untuk kepentingan ku." Kata Jerry.


"Baik.., baik..., baiklah. Lekas lah katakan!"


"Paman Pero. Silahkan mendekat!" Kata Jerry memanggil Pero.


Pero yang tidak mengerti sedikit ketakutan dan segera mendekat kearah meja.


"Anda tidak perlu khawatir paman Pero. Aku tidak akan memaksa anda untuk membongkar identitas siapa pun. Aku hanya ingin bertanya siapa orang yang anda temui ini?" Tanya Jerry sambil membuka galery foto dan menunjukkan beberapa foto dan video.


Semua yang ada di tempat itu kini bergiliran melihat sosok dalam gambar tersebut.


"Ini..., ini.., King, bukankah ini adalah menantu mu Dianna?" Tanya tuan Smith dengan wajah terkejut.


"Benar Leon."


"Lalu apa yang dia lakukan bersama Robin dan Pero ini?" Tanya tuan Smith sambil memandangi wajah Pero.


Sekarang ini Pero benar-benar mati kutu. Mendadak dia merasakan sebongkah bara api tersekat di tenggorokan nya.


Sambil menggigil dia segera berlutut dan berkata, "Ampun Tuan besar."


"Kau Pero. Kau makan dari telapak tangan ku. Minum dengan air yang aku berikan. Tapi apa maksud dari semua ini?" Tanya tuan Smith.


"Saya salah dan siap menerima hukuman. Namun jika saya bisa menjelaskan, saya ingin menjelaskan tanpa bermaksud untuk membela diri."


"Katakan apa alasan mu Pero!" Bentak tuan Smith sambil menghentak-hentakkan ujung tongkat nya ke lantai.

__ADS_1


"Tuan.., ketika itu aku sangat membutuhkan uang untuk operasi anak ku yang mengalami gejala pencernaan. Ketika aku dalam kebuntuan, Bruno datang menawarkan pinjaman dengan dengan bunga yang sangat tinggi dari perusahaan Arsend yang berada di Metro city ini. Aku gelap mata. Tanpa berfikir panjang langsung menerima tawaran itu." Kata Pero sambil mengutuki kebodohannya.


"Lalu?" Tanya tuan William.


"Aku terjerat oleh bunga pinjaman itu dan tidak mampu membayarnya. Sampai satu ketika, aku bertemu dengan Dianna. Dia menawarkan ku lima ratus ribu Dollar asalkan aku mau bekerja untuk nya sebagai mata-mata di Starhill."


"Pantas.., pantas kau begitu bersikeras ingin di tugaskan bekerja di bawah Ronald. Kau...!" Tuan Smith kini benar-benar marah merasa di bodohi oleh Pero.


"Kakek, maaf kek. Biarkan lah Pero menyelesaikan penjelasan nya." Pinta Jerry untuk meredakan amarah tuan Smith.


"Lanjutkan cerita mu paman!" Pinta Jerry.


"Akhirnya aku di pertemukan oleh Dianna kepada Robin. Dalam pertemuan itu, Robin mengancam akan membantai keluargaku apa bila aku tidak memberi kerja sama kepada mereka dan akan menyeret ku ke penjara karena tidak sanggup membayar hutang."


"Akhirnya aku menerima tawaran lima ratus ribu dari Dianna dan membayar semua hutangku lalu meminta kepada Tuan untuk memindahkan aku ke Starhill. Semuanya berjalan dengan lancar sampai lah Tuan muda menyadari dan menangkap basah aku di Jewel star." Kata Pero sambil tertunduk menyesal.


"Wah. kau hebat Jerry. Banyak hal bisa kau ungkap. Tampaknya ini benar-benar cucu ku yang hebat." Kata tuan Smith.


"Cucu siapa kata mu. Cucu mu? Lalu aku kau jadikan apa?" Tanya tuan William.


"Tampaknya pertengkaran akan terjadi lagi. Bisa berantakan kalau sampai ke dua kakek ku ini berkelahi." Fikir Jerry dalam hati.


"Lalu yang kedua adalah tuan Syam dan anak buahnya. Setelah aku menyuruh paman Ronald untuk melepaskan Pero, aku menyuruh Tuan Syam untuk membuntuti Pero. Dan akhirnya aku bisa tau siapa dalang dari semua ini. Karena, walau bagaimana pun Pero pasti tidak akan mau mengakui siapa orang yang mengirimnya untuk mencari informasi tentang identitas ku." Kata Jerry.


"Maafkan aku Tuan muda. Aku hampir saja membuat mu celaka." Kata Pero dengan perasaan bersalah yang dalam.


"Sudah..! Hentikan drama korea mu itu." Bentak tuan Smith.


"Jerry. Apa rencana mu selanjutnya?" Tanya tuan William.


"Sebentar kakek, aku masih menunggu seseorang yang akan datang ke sini. Setelah orang itu tiba, kita akan mengatur rencana untuk memberi pukulan balik kepada mereka yang sudah sangat lama menindas keluarga ku."


"Siapa orang itu Jerry?" Tanya tuan William.


"Sebentar lagi kek. Sebentar lagi pasti akan tiba."


Tuan William dan tuan Smith saling pandang. Terus terang dia tidak terlalu mengerti apa yang ada dalam fikiran Jerry saat ini.


"Leon.., sepertinya cucu kita ini mengandung banyak teka-teki." Kata tuan William.

__ADS_1


"Benar-benar Ellena sekali. Ellena juga penuh dengan teka-teki dan sulit di tebak." Kata tuan Smith memuji putrinya.


"Wilson juga. Dia sangat sulit di tebak." Kata tuan William tidak mau kalah.


"Tapi tetap Ellena yang paling unggul. Ini karena dia seorang wanita yang sangat tertutup."


"Kau ini bodoh sekali Leon. Jadi maksudmu jika Ellena tidak tertutup apa dia harus telanj*ng?" Tanya tuan William.


"King...!!! Kau.. kau. Mau mencari perkara dengan ku ya?"


"Apa? Aku bahkan belum selesai dengan mu tentang urusan hidung tadi." Teriak tuan William.


"Masalah hidung sudah tidak dapat di pertikaikan lagi. Seluruh dunia tau bahwa hidung Jerry mirip dengan hidung Ellena. Pokok nya yang mirip dengan Wilson hanya kuping. titik!!!"


"Kau Leon. Hidung Ellena mirip dengan hidung mu. Berkaca lah Leon. Perhatikan hidung bengkok mu itu dan lihat hidung ku ini."


"Kau menghinaku King?"


"Bagus kalau kau sadar diri." Kata tuan William mencibir.


Ketika perkelahian ronde ke dua itu hampir pecah sekali lagi, tiba-tiba pintu di ketuk dari luar.


"Masuk!" Kata tuan Smith berteriak antara mempersilahkan dan geram.


Tak lama setelah itu tampak kepala pelayan masuk dan segera menghampiri meja dimana .


mereka sedang bertengkar.


"Tuan besar, saya kesini ingin memberitahu bahwa kepala pelayan keluarga Patrik yaitu James ada di luar dan ingin meminta izin untuk bertemu dengan Tuan muda dan semua yang ada disini." Kata Samuel kepala pelayan keluarga Smith dengan hormat.


"James, untuk apa dia datang kesini?" Tanya tuan William dengan heran.


"Jangan kaget kek. Aku yang mengundang nya datang kemari untuk membahas beberapa hal kerja sama."


"Kerja sama katamu? kerja sama seperti apa?" Tanya tuan William.


"Nanti kakek akan tau sendiri." Kata Jerry lalu memerintahkan kepada Samuel untuk mempersilahkan James agar masuk ke ruangan dimana mereka saat ini berada.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2