
Sebenarnya apa yang terjadi?
Mengapa keberangkatan Ryan, Riko, Arslan dan Daniel sampai bocor ke pihak musuh?
Mari kita kembali ke tadi malam di saat Ryan menelepon tuan Barry.
Setelah Ryan selesai melakukan panggilan kepada tuan Barry, tuan Barry lalu meminta bantuan kepada tuan Syam agar dapat melindungi perjalanan Ryan dan rombongan yang menuju ke Metro city.
Awalnya tuan Syam tidak dapat menyanggupi. Ini karena anak-anak buah nya saat ini sedang tersebar di beberapa tempat termasuk di Country home dan Starhill. Di tambah lagi dengan harus menjaga Villa Smith, Villa William di bantu anak buah Dragon empire, dan juga memantau keadaan di rumah sakit. Ini yang menyebabkan tuan Syam awalnya tidak dapat menyanggupi permintaan dari tuan Barry.
Karena tidak adanya pilihan lain, maka tuan Syam pun meminta bantuan kepada salah seorang Manager di perusahaan William group yang juga menjabat sebagai Manager di Hillstreet menggantikan tuan Paul untuk membantunya. Namun Manager itu pun tidak memiliki bawahan yang bisa di andalkan sehingga terpaksalah tuan Syam menelepon Drako untuk meminta agar dia memerintahkan anak buahnya agar mengawal rombongan Ryan di sekitar Hillstreet ke Metro city karena di situ letak titik rawan bagi mereka untuk di serang.
Yang tidak di duga oleh tuan Syam adalah, selain mendapat keuntungan karena Drako sendiri turun tangan dan memilih untuk kembali malam itu juga ke Metro city, di sisi lain dia juga kecolongan. Karena informasi yang dia berikan ke Manager tersebut telah di bocorkan ke pihak Ramendra di MegaTown. Ini lah awal mula terjadi pengeroyokan rombongan Ryan di atas jembatan.
*
Saat itu Ramendra menerima telepon dari sang Manager tersebut.
Sang Manager membocorkan bahwa subuh ini Ryan, Daniel, Riko di dampingi oleh Arslan akan berangkat menuju Metro city untuk menjenguk Ivan yang baru sadar dari koma.
Ramendra sangat terkejut mendapat bocoran informasi ini. Bagaimanapun Ramendra bukan orang bodoh. Dia ingin tau motif di sebalik penghianatan sang Manager tersebut.
Sang Manager tidak menginginkan imbalan apa pun selain Ramendra harus merelakan proyek milik Robin yang terbengkalai itu untuk di menangi oleh nya di pelelangan nanti.
Sang Manager pembelot ini juga menjamin bahwa pihak William tidak akan ikut dalam tender pelelangan hotel Mega karena seluruh aset keluarga itu telah jatuh ke tangan Jerry yang saat ini tidak diketahui entah masih hidup atau sudah mati.
Yang jadi penghalang nomor satu bagi Ramendra adalah Daniel sahabat Jerry ini. Oleh karena itu lah mereka bertukar kesepakatan dan mulai mengatur rencana untuk menyergap rombongan ke empat anak muda ini dan menyingkirkannya agar tidak menjadi duri dalam daging bagi usaha mereka untuk memenangi pelelangan itu.
__ADS_1
Setelah kata sepakat di ambil, Ramendra pun akhirnya mulai mengatur anak buah nya dan beberapa pembunuh bayaran dari New Village untuk menyingkirkan ke empat anak muda itu namun berhasil di gagalkan oleh penolong yang tak di kenal.
Ketika berita ini sampai kepada tuan Syam, dia mencoba merahasiakannya kepada Drako agar Drako tidak membunuh Manager ini dan dia sendiri ingin menangkap basah penghianatan ini.
Setelah Ryan dan teman-temannya selamat, tuan Syam langsung memerintahkan dua orang anak buahnya yang di gelar sebagai bayangan untuk membuntuti sang Manager belot ini untuk mengetahui apa motif tersembunyi dari penghianatan nya tersebut.
**
Sekarang mari kita ke rumah sakit Metro.
Lepas dari ancaman pembunuhan, membuat Daniel dan Ryan tidak ingin terlalu lama tinggal di Jembatan itu.
Mereka lalu bergegas meninggalkan kawasan pertarungan tersebut sebelum anak-anak dari Dragon empire selesai melakukan pembersihan.
Ryan dan Daniel mengemudikan mobil mereka masing-masing menuju ke rumah sakit Metro untuk mengunjungi Ivan sekaligus mengobati luka yang di derita oleh Riko dan Arslan dalam mempertahankan diri tadi.
"Huhh... Hampir saja kita mati Kak." Kata Daniel sambil melepaskan nafas berat.
"Aku heran dengan Ryan. Dia mengatakan bahwa orang yang menolong kita tadi adalah Jerry. Apa mungkin itu adalah Jerry, Kak?" Tanya Daniel ingin mengetahui apa tanggapan dari Arslan.
"Entahlah, Daniel. Aku juga merasa dia seperti Jerry. Tapi gaya bertarung nya tidak seperti Jerry. Jika aku katakan dia bukan Jerry, tapi perawakan dan tingkah laku nya seperti Jerry. Ini yang membuat aku ragu." Kata Arslan.
"Kau saja yang sudah lama bersahabat dengan Jerry tidak dapat memastikan bahwa orang itu adalah Jerry. Bagaimana aku bisa menebak?!" Kata Arslan lagi.
"Mungkin Ryan terlalu rindu sama Jerry. Sampai-sampai orang yang tidak di kenal pun dia katakan Jerry." Kata Daniel.
Daniel hanya berkata seperti itu di bibir saja. Jauh di dasar hati nya, dia sangat berharap bahwa Ryan benar. Jika dugaan Ryan benar, berarti Jerry masih hidup.
__ADS_1
"Semoga saja Ryan benar." Kata Daniel bergumam pada dirinya sendiri.
Sementara itu di dalam mobil di belakang mereka, Ryan dan Riko juga terlibat adu argumen tentang sosok tak di kenal yang telah membantu mereka terlepas dari pengeroyokan itu.
"Aku tidak yakin kalau itu adalah Jerry." Kata Riko lalu melanjutkan. " Jerry yang aku kenal tidak sekejam dan segarang itu. Jerry selalu berbelas kasih dan tetap baik walaupun kepada musuh sekalipun." Kata Riko.
"Keadaan terkadang mampu merubah kepribadian seseorang, Riko." Kata Ryan. "Begini saja. Kita ambil contoh dirimu ya kan?! Pernah atau tidak kau berfikir bahwa kau akan menjadi petarung? Menjadi seorang yang berdarah dingin di atas Ring? Memukul dan menendang orang tanpa belas kasih. Aku yakin itu semua terpaksa kau lakukan. Jika tidak, maka kau yang akan di bunuh oleh lawanmu." Kata Ryan menambahkan.
"Jika terjadi perubahan pada diri Jerry, maka yang harus di salahkan bukan dirinya tapi, musuh-musuhnya yang tidak mengenal belas kasih kepadanya." Kata Ryan lagi.
"Tapi yang aku heran, mengapa cara dia berkelahi berbeda sekali? Aku tidak menemukan ada kesamaan pada diri Jerry. Dia seperti banteng terluka saat itu. Padahal jika di fikir-fikir, Jerry pasti tidak akan mampu mengalahkan orang dalam jumlah hampir 30 orang sekaligus." Kata Riko.
"Apa kau pernah melihat Jerry marah, Riko?" Tanya Ryan.
"Ya. Aku pernah melihat Jerry marah sekali. Itu ketika dia menampar wajah Anton di depan kantin kampus." Kata Riko.
"Hanya itu saja?" Tanya Ryan.
Riko hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Aku melihat dengan mata kepala sendiri ketika Jerry marah dan membunuh Hyden di dalam Ring ketika Jerry dan pasukannya menggerebek sarang judi Sendiego." Kata Ryan.
"Wajar kau tidak melihat. Itu karena kau sudah dilarikan ke rumah sakit oleh kak Arslan dan pak Ramos " Kata Ryan lagi.
"Yah. Itu lah yang membuatku kesal. Jerry terlalu banyak berbuat baik kepada aku dan keluargaku. Tapi aku sama sekali tidak mampu membalas. Tidak sebagai bawahan, tidak juga sebagai teman." Kata Riko dengan raut wajah sedih.
"Berdoa saja bahwa itu adalah Jerry yang telah menolong kita. Masih banyak kesempatan untuk membalas kebaikan Jerry. Salah satunya dengan membantu Daniel menggerogoti harta kekayaan Ramendra sampai bangkrut." Kata Ryan.
__ADS_1
"Itu pasti. Aku juga ingin tau masalah sebenarnya bagaimana Jerry bisa mengalami insiden itu." Kata Riko.
"Makanya aku mau ikut ketika Daniel mengajak kita untuk mengunjungi Ivan. Salah satunya adalah, aku ingin tau cerita sebenarnya dari mulut Ivan sendiri." Kata Ryan sambil mengemudikan mobilnya dan berbelok ke kanan ketika rumah sakit Metro sudah tampak dari kejauhan.