PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 45 Pertengkaran


__ADS_3

"Yeh,, akhirnya aku bisa!". Teriak Karina tanpa sadar memeluk Abil dan melompat - lompat riang.


"Ada orang senang nih. Padahal tadi mengusir". Sindir Abil.


Karina langsung mendorong tubuh Abil hingga pria itu hampir tersungkur ke lantai, beruntung ia bisa menyeimbangkan diri sehingga hal itu tak terjadi.


"Kamu kenapa tiba - tiba mendorong ku, sih? Kalau aku jatuh langsung patah tulang bagaimana? Kamu mau menikah dengan ku?". Ujar Abil dengan kesal.


"Hah, menikah dengan kamu? Apa kaitannya? Dasar aneh!". Sahut Karina juga tak kalah kesal.


"Ada kaitan nya lah. Kalau aku cacat nanti pasti tak ada wanita yang mau menikah dengan ku, sebagai orang yang sudah merusak masa depan ku maka kamu harus bertanggung jawab dengan menikah dengan ku". Imbuh Abil membuat Karina membulatkan mata..


"Jangan lebai deh! Masak begitu aja lemah". Ledek Karina.


"Sekarang udah jauh malam. Udah waktu nya kamu istirahat". Ujar Abil mengalihkan pembicaraan karena sudah puas berdebat dengan Karina untuk saat ini. Ia menarik tangan Karina untuk keluar arena.


"Apa hak mu? pelatih ku saja belum meminta ku istirahat". Tolak Karina menghempaskan tangan Abil.


"Justin! Aku bawa Karina istirahat dulu ya. Takut ia lelah dan tak bisa melayani ku". Teriak Abil pada pelatih Karina yang sedang melatih orang lain juga.


"Iya beres". Sahut Justin sambil memberikan jempol.


Plakkk...


Karina memukul bahu Abil dengan kuat. "Auwwccc...". Lirih Abil sambil memegang bahu nya yang sakit.


"Apa maksud kamu teriak gitu, hah? Jangan macam - macam kamu sama aku!". Karina menarik kerah baju Abil yang jauh lebih tinggi dari nya. Tiba - tiba....


Cuppp...


Bukan nya takut, Abil malah mencium kening Karina secara tiba - tiba sehingga Karina tamba kesal dengan tingkah aneh Abil. "Kamu kenapa mencium ku?". Kesal Karina sambil mengusap kening nya dengan kuat agar bekas bibir Abil hilang.


"Bukan nya kamu sendiri yang minta di cium?". Goda Abil.


"Kapan aku minta cium, S14lll!". Teriak Karina.


Tingkah kedua nya menarik perhatian semua orang yang berapa di arena. Tapi mereka memilih cuek karena sudah biasa mendengar dan melihat pertengkaran mereka.

__ADS_1


"Itu tadi. Kamu menarik ku agar tunduk supaya bisa mencium mu bukan". Goda Abil lagi.


Karina semakin kesal dan menyerang Abil dengan membabi buta. Abil menangkis serangan Karina lalu berlari keluar arena. Karina yang sudah cukup kesal mengejar Abil tanpa memperdulikan semua tatapan mata yang merakam pertengkaran mereka dengan mata kepala sendiri.


"Jangan lari lo Abil! Hadapi gue kalau lo berani! Dasar pengecut!". Teriak Karina.


Abil berbalik dan menjulurkan lidah nya mengejek Karina yang lelet mengejarnya.


"Sini kau Abil, S14lannnn!!". Teriak Karina geram.


"Kejar lah kalau boleh, dasar lelet, maka nya punya kaki itu jangan pendek. Ha ha ha". Abil malah semakin meledek Karina.


Saat Abil kembali berbalik ke depan, Ia menabrak seseorang. Karina pun meminta orang itu untuk menahan Abil.


"Tolong tangkap dia, mami". Pinta Karina dengan nafas yang ngos - ngosan pada Aisyah.


Abil bukan nya takut, ia malah bersembunyi di balik punggung Aisyah. Karina tidak menyerah, ia masih berusaha mendapatkan Abil untuk melampiaskan kekesalannya.


"Kalian sebenarnya sedang apa?". Tanya Aisyah dengan tatapan curiga.


"Dia membuat ku kesal, mami". Imbuh Karin tampak menatap Aisyah, ia masih fokus pada Abil.


"Dia sudah lancang menciu...". Karina langsung membekap mulutnya sendiri karena hampir saja keceplosan.


"Abil mencium mu? Benar begitu Abil?". Aisyah beralih pada Abil.


"Itu karena dia yang memaksa anti. Dia menarik kerah baju ku jadi aku berinisiatif menciumnya terlebih dahulu. Kan malu kalau dilihat orang seorang perempuan memaksa lelaki menciumnya". Sahut Abil berasalan..


"Jangan asal bicara kamu!". Bentak Karina sambil menunjukkan wajah Abil kesal. "Dia tipu mami. Aku sama sekali tak memaksa nya". Rengek Karina pada Aisyah.


"Sudah! Kalian jangan bertengkar terus takut nanti jatuh cinta". Ujar Aisyah menggoda kedua anak muda itu.


"Hah, jatuh Cinta? Ogah". Sahut Karina dan Abil serentak membantah ucapan Aisyah.


"Nah, lihat. Kalian bahkan serentak membantah. Udah sah jodoh kalian ini". Goda Aisyah lagi.


"Mami".

__ADS_1


"Anti".


Karina dan Abil lagi - lagi merengek serentak pada Aisyah.


"Apa? Sudah, masuk ke kamar kalian masing - masing. Mami masih banyak yang harus di selesaikan dari pada hanya meladeni kalian bertengkar terus". Aisyah mendorong Karina dan Abil ke pintu Kamar masing - masing. Kebetulan kamar mereka berhadapan.


Sebelum masuk ke kamar masing - masing, Karina dan Abil sempat mengancam dengan isyarat tangan masing - masing. Aisyah hanya bisa menggeleng kepala melihat tingkah mereka berdua.


Aisyah kemudian melanjutkan langkah nya menuju ruang pertemuan bersama beberapa kepercayaan nya. Ia ingin memastikan keadaan putranya yang sedang berada di rumah musuh. Hati nya tak pernah merasa tenang sebelum putranya itu di bawa kembali dengan selamat ke hadapan nya.


Prakkk...


Pintu di buka dengan kasar.


"Apa saja yang kalian lakukan sampai sekarang kalian sama sekali belum berhasil menyelamatkan Albar? ". Hardik Aisyah dengan amarah yang sudah berada di ubun - ubun.


"Nyo - nyonya? Sedang apa nyonya di sini?". Tanya Dilan gugup. Ia takut jika Aisyah tahu rencana mereka dan malah mengacaukan semua nya.


"Jangan banyak tanya. Jawab kenapa kalian malah hanya duduk santai di sini sedangkan putra ku belum berhasil kalian selamatkan? Kalian jangan menganggap sepele keselamatan putraku, atau kalian akan berhadapan dengan ku". Ancam Aisyah sambil melayangkan telunjuk nya ada semua wajah pria yang ada di ruangan itu..


"Bukan sepert itu nyonya. Duduk dulu tenang kan diri baru kami jelaskan apa yang sedang terjadi". Bujuk Pundas.


"Kalian jangan banyak bertele - tele! Mana suami ku? Aku ingin bertemu dengan nya". Ucap Aisyah sambil celingukan mencari keberadaan Zack.


"Tu - tuan nggak ada di sini nyonya". Jawab Pundas mulai gugup juga.


"Kalian semakin lancang padaku, yah. Jangan anggap aku bodoh!". Bentak Aisyah semakin kesal..


"Kami sama sekali tak berniat apa pun pada nyonya. Tapi tuan benar - benar nggak sedang berada di sini. Ia baru saja pergi setelah mengetahui nyonya akan datang mencarinya". Jawab Dilan.


"Jadi dia sengaja menghindari ku? Dasar suami pengecut!". Kesal Aisyah.."kalian juga! Kenapa sampai sekarang aku belum mendengar kabar baik tentang putraku. Kalian sudah bosan bekerja untuk ku, bilang! Maka aku akan mencabut nyawa kalian saat ini juga". Ancam Aisyah.


"Ampun nyonya. Bukan kami sengaja tidak ingin menyelamat kan den Albar, tapi saat ini den Albar sama sekali tidak memerlukan pertolongan. Ia sedang berusaha memecahkan misteri tentang identitas nya yang sebenar dengan usaha nya sendiri". Sahut Pundas memberi penjelasan agar Aisyah bisa lebih tenang.


"Maksud kalian apa?". Tanya Aisyah mulai penasaran..


"Nyonya duduk dulu. Saya akan jelas kan setelah nyonya sedikit lebih tenang". Bujuk Pundas. Aisyah nurut dan duduk di sofa kosong.

__ADS_1


"Sebenarnya den Albar memiliki bakat yang kita semua tidak tahu. Ia perpaduan terbaik antara nyonya dan Tuan Zack". Ujar Pundas.


Aisyah menatap bingung ke arah beberapa kepercayaan nya itu.


__ADS_2