
"Tuan muda, Herey telah tiba di Starhill dan saat ini sedang menunggu perintah dari anda." Kata Ronlad melalui pesan suara di Whatsapp.
"Suruh dia beristirahat terlebih dahulu. Aku kan menemuinya sore ini." Kata jerry membalas pesan tersebut.
"Baik Tuan muda. Aku akan menyampaikan pesan anda kepadanya." Kata Ronald.
"Ivan. Sebaiknya kau tidak perlu terlibat dalam misi ini. Aku menduga bahwa ini adalah perbuatan orang-orang ayah mu." Kata Jerry menduga-duga.
"Lalu, apa. yang bisa aku lakukan Jerry?" Tanya Ivan.
"Hubungi kepala pelayan James. Suruh dia mencari tau perkembangan apa saja di Villa Petrik saat ini." Kata Jerry lagi.
"Baiklah Jerry. Kita berbagi tugas." Kata Ivan setuju dengan Jerry.
"Ryan, hubungi Daniel dan duo David-Kevin. Katakan kepada mereka kita akan berangkat sore ini ke Mountain lotus." Kata Jerry.
"Ok Jerry." Kata Ryan singkat.
"Jerry. Aku kembali dulu ke hotel. Jika ada sesuatu, aku akan memberi mu kabar." Kata Ivan.
"Baiklah Van. Aku menunggu kabar dari mu." Kata Jerry sambil melangkah mengantar Ivan keluar rumah.
...*...
Baru saja Ryan selesai memberi pesan kepada Daniel, David dan Kevin, tiba-tiba satu sepeda motor berhenti di depan rumah mereka.
Tampak seorang lelaki yang ternyata adalah Arslan dengan hormat menyapa Jerry.
"Jerry.., aku datang ke sini sengaja untuk berpamitan." Kata Arslan.
"Masuk lah dulu Kak. Jangan terlalu terburu-buru." Kata Jerry mempersilahkan Arslan untuk masuk.
"Kak.., apakah kau juga akan membawa Sarah untuk pergi bersama mu ke Country home?" Tanya Jerry.
Mendengar pertanyaan Jerry, Arslan hanya mengangguk.
"Sebaiknya biarkan Sarah di sini saja Kak. Aku akan menyewa pengasuh untuk menjaga nya. Bagaimana pun, kau tidak lama berada di Country home. Hanya seminggu. Setelah aku dan Herey selesai dalam urusan disini, kau bisa kembali lagi ke sini dan Herey akan kembali ke posisi nya di Country home." Kata Jerry.
Lama juga Arslan termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.
__ADS_1
"Lama sekali kau berfikir Kak?!" Tegur Jerry ketika dia melihat Arslan seperti sedang melamunkan sesuatu.
Tanpa menjawab sepatah kata pun dari Jerry, Arslan langsung bangkit dari duduk nya dan berjalan kearah dinding ruangan itu dimana terlibat di sana ada banyak foto Jerry dan teman temannya seperti Ryan, Daniel dan Riko tergantung di ruangan itu.
"Jerry. Siapa nama orang yang berada di dalam foto ini? Apakah dia sahabat mu?" Tanya Arslan.
"Benar Kak. Dia adalah sahabat ku. Kami dulu tinggal satu kamar. Dulu dia juga kuliah di Golden university tempat ku belajar." Kata Jerry.
"Apa kau tau di mana Riko ini berada sekarang. Dan apa pekerjaan nya?" Tanya Arslan.
"Ada apa Kak? Apakah kau mengenal sahabat ku yang satu ini?" Tanya Jerry.
"Aku tidak mengenalnya Jerry. Namun aku pernah melihat Riko ini bekerja untuk Sendiego di Country home sebagai petarung gelanggang." Kata Arslan.
"Apa? Apa kau yakin bahwa dia orang nya?" Tanya Jerry yang sangat terkejut.
"Tidak mungkin aku salah lihat. Dia lah orang nya. Saat itu Sendiego juga memanggilnya dengan sebutan Riko." Kata Arslan.
"Oh Tuhan. Belum lagi selesai satu masalah, sudah datang lagi masalah yang baru." Kata Jerry sambil mengeluh.
Ryan yang mendengar semua pembicaraan itu juga tak kalah terkejut nya.
"Tidak Ryan. Jika dia mengatakan seperti itu kepadamu, sudah pasti kau telah di bohongi oleh Riko ini." Kata Arslan.
"Kalian harus menyelamatkan sahabat kalian ini Jerry! Kau tidak tau betapa licik nya Sendiego ini. Aku dulu adalah bintang arena di dunia tarung bawah tanah. Namun akibat kelicikan Sendiego ini lah aku menjadi seperti sekarang ini." Kata Arslan.
"Aku memang sering mendengar sepak terjang Sendiego ini di Country home." Kata Jerry.
"Benar. Sendiego ini adalah salah satu tangan kanan Robin Patrik."
"Berarti tepat ketika aku menugaskan mu ke Country home Kak. Dengan ini, kau bisa sambil menyelam minum air." Kata Jerry.
"Kau fokus terlebih dahulu pada masalah disini. Aku akan mencari informasi tentang Riko ini di Country home. Walau bagaimanapun, hubungan ku dengan Ramos masih tetap baik sampai saat ini."
"Siapa Ramos ini Kak?" Tanya Jerry.
"Ramos ini adalah pelatih senior yang dulu nya adalah pelatih ku. Mungkin dia tau banyak tentang Riko ini." Kata Arslan.
"Jerry.., sebaiknya aku memang tidak perlu membawa Sarah ikut bersama ku ke Country home."
__ADS_1
"Benar Kak. Terlalu beresiko membawa Sarah ke sarang penyamun seperti Country home ini. Antar Sara ke sini dan aku akan menyuruh tuan Raven untuk mencarikan pengasuh untuk Sarah.
"Terimakasih Jerry. Pantas saja semua anak buah mu begitu setia kepada mu. Ternyata kau sangat baik hati. Mati pun tidak menyesal bagi ku karena aku merasa mendapat keberuntungan bisa mengenal mu." Puji Arslan dengan tulus.
"Kau terlalu berlebihan Kak. Baik lah, pesan ku nanti ketika sudah di Country home, jangan bertindak sendiri. Tunggu instruksi dari ku atau tuan Barry! Untuk melawan Sendiego ini kita harus memiliki perencanaan yang matang. Karena walau bagaimanapun, ini semua berhubung kait dengan Robin di Metro city." Kata Jerry.
"Baiklah Jerry. Kau jangan khawatir. Jika begitu, maka aku akan pergi dulu." Kata Arslan lalu segera meninggalkan rumah Jerry.
Begitu Arslan pergi, kini tinggallah Jerry dan Ryan saling tatap.
"Masalah apa lagi yang akan kita hadapi ini Ryan?" Tanya Jerry mengeluh sambil terduduk bersandar ke dinding.
"Mengapa Jerry? Bukankah ini yang kau inginkan?" Kata Ryan.
"Apa maksud mu Ryan. Aku tidak pernah menginginkan sahabat-sahabat ku mengalami masalah seperti ini."
"Kau jangan salah faham Jerry! Kau membutuhkan penyebab untuk berurusan dengan Robin. Kini semua pintu sudah terbuka. Kau tinggal pilih dari pintu mana kau akan masuk?! Kita tidak menjual. Tapi jika ada yang menjual, maka kita harus membeli." Kata Ryan.
"Tapi kenapa harus Riko?" Tanya Jerry.
"Kau ini seperti anak kecil saja Jerry. Kenapa harus Riko. Apakah harus Herman?" Tanya Ryan.
"Mereka mengira mereka sudah sangat pandai. Tapi mereka bodoh. Di Starhill tidak ada orang yang berani mengedarkan obat-obat terlarang kecuali itu datang dari Country home. Ini semua saling berhubungan Jerry. Andai kau mampu menyelesaikan ini satu per satu, maka 75% Kekuatan Robin akan dapat kita hancurkan." Kata Ryan.
"Masalah Riko ini. Kita tunggu dulu informasi dari Kak Arslan. Kita harus menyelesaikan masalah di Starhill ini dulu. Aku ingin menjadi pengedar obat-obat terlarang ini. Kau siapkan untukku uang tunai sebanyak 500 ribu Dollar." Kata Ryan meminta agar Jerry menyediakan uang tunai sebanyak 500 ribu Dollar.
"Kau gila Ryan. Kita mau menangkap mereka. Kua malah ingin jadi pengedar." Kata Jerry sambil memelototi Ryan.
"Cuci dulu otak mu pakai sabun di kamar mandi. Supaya bisa lebih pintar." Kata Ryan.
"Kau..., kau.. Aku akan mengajar mu Ryan." Kata Jerry.
"Kau sama seperti Riko. Hanya mengandalkan otot tapi otak tidak lebih besar dari sebutir jagung" Kata Ryan mencemooh Jerry.
"Itu lah guna nya sahabat. Aku bukan manusia super power yang maha tau segalanya. Aku butuh orang lain seperti orang lain membutuhkan ku. Tidak ada yang namanya pemeran utama, kita semua sama. Harus saling membantu." Kata Jerry sambil berjalan ke kamar mandi.
"Apa yang akan kau lakukan di kamar mandi jam segini?" Tanya Ryan.
"Mau nyuci otak." Kata Jerry singkat.
__ADS_1
Bersambung....