PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pengeroyokan di atas jembatan


__ADS_3

Seperti yang telah di ceritakan dalam bab sebelumnya bahwa telah terjadi pertengkaran antara Jerry melawan kedua kakeknya yang bermaksud hendak menjodohkan Jerry dengan salah satu cucu dari keluarga Walker yaitu Lorna Walker yang diketahui memiliki hubungan dengan pewaris keluarga Patrik yaitu Ivan.


Akhir dari pembrontakan Jerry berujung kepada niatnya untuk mengembalikan seluruh aset perusahaan milik Smith group dan juga akan menyerahkan hak kepemilikan mayoritas saham di perusahaan William group kepada kakeknya sebelah ayah yaitu William King.


Jerry yang dengan kesal kini memilih untuk pergi dari Villa mencari ketenangan batin setelah di keroyok oleh 3 orang tua yang tetap bersikeras agar perjodohan itu tetap terlaksana.


Tak lama setelah Jerry meninggalkan Villa yang di susul oleh Ivan, kini David dan Kevin juga bergerak mengejar Jerry dan 15 menit kemudian giliran Lorna yang pergi meninggalkan Villa guna mengejar kepergian Jerry dan Ivan.


"Lihat King..! Lihat cucu kita. Wataknya sama seperti dirimu. Kau terlalu memaksa, King." Kata tuan Smith sambil mondar-mandir di tengah ruangan itu.


"Leon, semua yang aku lakukan ini demi kebaikan dia dan keluarga. Apakah aku terlalu berlebihan?" Tanya tuan William.


"Jika aku fikir-fikir lagi, tapi sebelumnya aku minta maaf, jika diperbolehkan memberikan pendapat. Ketahuilah bahwa zaman kita dengan zaman mereka benar-benar berbeda. Aku sejujurnya bangga dengan Jerry yang tetap teguh kepada pendiriannya. Tinggal kita yang tua lapuk ini saja antara bisa menerima atau tidak penolakan dari mereka." Kata tuan Aaron Patrik pula.


"Huhh.., kita baru saja menemukan cucu kita yang hilang selama 22 tahun. Jangan gara-gara ego kita, kita malah akan kehilangan dia lagi. Kau fikirkan baik-baik, King!" Kata tuan Smith.


"Bagaimana menurut mu Jasson?" Tanya tuan William.


"Aku sejujurnya sangat menyukai Jerry cucu kalian ini. Namun setelah ini aku sadar bahwa anak-anak ini ibarat besi. Jika kita terus-terusan memukul nya, maka dia akan berubah menjadi tajam dan dapat melukai. Aku secara pribadi mulai saat ini akan menyerahkan keputusan ke tangan mereka. Karena mereka lah yang akan menjalani hidup. Kita yang tua ini harus memberikan dukungan semoga mereka baik-baik saja dan mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri." Kata tuan Walker.


"Huhh... Wilson dulu wataknya tidak seperti ini. Dia begitu penurut dan tidak pernah membantah." Kata tuan William mengeluh.


"Jerry ini juga tidak pernah membantah. Selama ini dia selalu menuruti apa yang kita Inginkan. Kau jangan lupa King! Wilson dan Ellena menikah atas dasar suka sama suka. Kita berdua tidak menjodohkan mereka." Kata tuan Smith.


"Hmmm.., benar juga katamu. Sudah lah. Biarkan dia menenangkan fikirannya terlebih dahulu. Nanti kita bicarakan lagi baik-baik." Kata tuan William.


...*********...


Saat ini Jerry yang kabur dari Villa dengan perasaan marah telah menghentikan mobilnya tepat di sebuah jembatan yang menghubungkan antara Metro city dan MegaTown.


(Jembatan yang sama dimana Via dan Anton mendapat celaka oleh Simon anak buah robin)


Saat ini dia memarkir mobilnya dan dengan ringan melompat untuk duduk di atas atap mobil tersebut sambil memandang ke arah arus deras sungai dari atas jembatan tersebut.


Ketika ini tekatnya sudah bulat. Dia berencana akan mengembalikan semua perusahaan kepada kedua kakeknya tanpa mengambil sepeser pun dari mereka.


Yang ada di benak Jerry saat ini adalah, setelah dia kembali ke Starhill, dia akan menjual mobil Lamborghini SIAN nya karena itu adalah mobil yang di berikan oleh para pengusaha muda di pertemuan 3 negara sebagai hadiah. Mobil itu sama sekali bukan dia beli dari uang yang dia warisi dari kedua kakeknya.


Setelah itu dia akan berangkat ke Mountain slope kampung halaman Ryan dan berencana untuk memulai kehidupan baru di sana sebagai seorang petani.

__ADS_1


Jerry semakin larut dalam lamunannya sampailah sebuah Truck dengan kelajuan tinggi menghamtam mobilnya dari belakang membuat Jerry yang sedang duduk di atap mobil super sport Aston Martin Ventage tersebut terlempar ke depan dan jatuh bergulingan di aspal.


Beruntung bagi Jerry tidak terlempar kedalam sungai yang memiliki arus yang deras tersebut.


Dengan sedikit luka dan rasa sakit akibat terlempar ke aspal yang keras tersebut, Jerry akhirnya bisa bangkit dan memperhatikan kendaraan truck yang baru saja menabrak bagian belakang mobilnya itu.


Kini tampak dari gerobak truck tersebut berlompatan keluar orang-orang berbadan besar dengan membawa bat stick dan langsung meluruk ke arah Jerry.


Jerry terus memperhatikan para lelaki bertubuh tegap itu yang berjumlah lebih dari 20 orang.


Tanpa basa basi mereka langsung berlompatan mengelilingi dan tanpa ba bi bu lagi langsung menyerang Jerry yang baru saja berdiri dengan keadaan terbungkuk.


Perkelahian tak seimbang itu pecah di atas jembatan tersebut.


Walau bagaimanapun hebatnya Jerry berkelahi, dia tetap tidak mampu bertahan lama dari keroyokan itu.


Setelah beberapa lama menjadi bulan-bulanan para pengeroyok, tampak dari belakang dua unit mobil mendekat dan tampak dari dua mobil tersebut keluar 3 orang pemuda yang langsung berlari memberi bantuan kepada Jerry.


Pertarungan yang tak seimbang kembali pecah di atas jembatan itu.


Jerry yang melihat dirinya mendapat bantuan dari Ivan, Kevin dan David kini sedikit bernafas legah. Namun itu tidak lama. Karena dari depan jembatan meluncur satu unit mobil Mercedez dan langsung berhenti di samping mereka.


Saat ini salah satu dari mereka mengayunkan Bat stick yang tepat menghantam kearah belakang kepala Ivan membuat pemuda itu terseungkur pingsan mencium aspal.


"Lari Tuan muda!"


"Cepat Tuan muda...! Lari dan selamatkan diri anda..!"


Kevin dan David saat ini terus merapatkan diri melindungi Jerry ke arah besi penghalang Jembatan.


Dari depan sudah tidak terhitung lagi serangan yang datang membuat tangan David kini patah karena menangkis beberapa serangan dari orang-orang itu tanpa bisa membalas serangan tersebut.


"Praaak...!"


"Brugh..."


"Daviiiid....."


Seorang penyerang berhasil menghantam kepala David dengan bat stick membuat David ambruk dengan kepala pecah.

__ADS_1


Kevin dan Jerry yang melihat ini langsung berteriak histeris dan tanpa memperdulilan keselamatan mereka langsung menyerang secara membabi-buta.


"Lari Tuan muda...! Kata Kevin sambil mendorong tubuh Jerry agar segera lari meninggalkan tempat itu.


"Prak...!"


Karena sibuk melindungi Jerry, Kevin tidak lagi memperhatikan para penyerang itu sehingga membuat dirinya kini menjadi bulan-bulanan lawan. Bertubi-tubi pukulan hinggap di tubuhnya sampai akhirnya Kevin ambruk dengan luka memar dan kepala retak.


"Keviiin...! Ku bunuh kalian semua." Kata Jerry dengan marah.


Tanpa memperdulikan lagi keselamatannya, Jerry langsung menghambur menyerang dan menghajar siapa saja yang ada di dekatnya.


Satu persatu kini orang-orang berbadan besar itu tumbang setelah bagian sensitif di tubuh mereka terkena tinju dan tendangan Jerry.


Sekuat apa pun dia bertarung, musuh seperti tidak ada habisnya. Sampai pada akhirnya Jerry kelelahan dan satu tendangan hinggap di punggungnya membuat Jerry terjerembab kedepan.


Jerry berusaha untuk bangkit namun sekali lagi tendangan hinggap di bawah dagu nya membuat Jerry kembali terlentang di aspal.


"Kita bertemu lagi Jerry." Kata seorang lelaki setengah baya sambil menginjak dada Jerry yang saat ini megap-megap.


Setiap Jerry menarik dan menghembuskan nafas, darah kental akan turut menyembur dari hidungnya.


"Kau.., Robin bangsat. Kau tidak layak di sebut sebagai lelaki. Kau adalah banci yang tidak berani bertarung secara ksatria. Hyden yang manja itu jauh lebih baik dari mu." Kata Jerry sambil terengah-engah.


"Kurang ajar..."


"Bugh....!"


"Nyawa mu sudah di kerongkongan tapi kau masih tetap bermulut besar."


"Bunuh dia dan lemparkan ke bawah jembatan!" Kata Robin memberi perintah.


Setelah itu pukulan bertubi-tubi hinggap di tubuh Jerry.


Mereka memukul Jerry seperti memukul sekarung kapas sampai Jerry tidak bisa lagi bergerak.


"Boss. Aku rasa bangsat ini sudah mati." Kata Simon memberitahu kepada Robin keadaan Jerry.


"Hmmm.., buang mayatnya ke sungai. Agar dia bisa bertemu dengan Anak Paul dan putri Abraham yang kau bakar kemarin itu." Kata Robin.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2