PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menjodohkan Jerry dengan Lorna


__ADS_3

"Terimakasih... Terimakasih yang sebesar-besar nya saya ucapkan kepada Kakek tercinta karena telah memberikan kepercayaan serta tanggung jawab yang besar di pundak saya. Semoga kedepannya saya bisa menjalankan amanah keluarga ini sebaik-baiknya."


"Ucapan terimakasih juga tidak lupa saya ucapkan kepada Jerry William, Daniel dan juga Ryan karena atas bantuan tak terhingga dari mereka semua, akhirnya saya bisa membebaskan Kakek dari sekapan ayah saya sendiri."


"Saya Ivan Patrik memberi hormat yang tulus kepada saudaraku sekaligus sahabatku Jerry William." Kata Ivan sambil membungkukkan tubuhnya.


"Hey.., jangan.., jangan! Ini murni demi persahabatan kita. Aku tidak mengharapkan kau melakukan ini untuk ku." Kata Jerry sambil mundur kebelakang.


"Aku yang tua bangka bau tanah ini juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada mu Jerry. Jika tidak ada kalian yang muda-muda ini, entah apa yang akan menimpa ku. Dari itu, terimalah penghormatan dari orang tua ini!" Kata tuan besar Aaron Patrik sambil berlutut di hadapan Jerry membuat semua mata memandang seperti tak percaya.


Aaron Patrik dari dulu terkenal sebagai orang yang tanpa kompromi. Jangankan berlutut, tunduk pada orang lain pun tidak. Dia lebih baik babak-belur daripada harus tunduk kepada orang lain.


Tapi kali ini?! Mereka melihat Naga tua ini berlutut di hadapan Jerry yang lebih muda 3 tahun dari Ivan.


Melihat orang tua itu menjatuhkan diri berlutut di lantai, Jerry menjadi kalang kabut. Dia segera menghampiri dan ikut-ikutan berlutut di depan tuan Aaron Patrik.


"Tuan besar.., jangan jadikan saya sebagai anak yang kualat yang tidak tau tata krama. Dihadapan anda saya hanyalah ibarat sebutir debu yang tidak ada apa-apanya. Justru saya yang fakir ini dengan sangat rendah hati mengharapkan bimbingan dari anda Tuan besar." Kata Jerry lebih dalam lagi tertunduk di hadapan tuan Patrik.


"Hahaha.., lihat cucu kalian ini King.., Leon! Andai aku memiliki cucu perempuan, aku akan menikahkannya dengan cucu kalian ini. Lihat betapa dia memiliki kerendahan hati yang tidak dimiliki oleh orang lain."


"Dulu.., satu-satunya penyesalan ku adalah aku tidak memiliki anak yang hebat seperti Wilson. Tapi kini sedikit terobati karena aku memiliki seorang cucu yang jujur dan sangat berbakti seperti Ivan. Semoga kalian bisa saling rangkul dan bahu membahu. Hargai nilai sebuah persahabatan cucu-cucu ku! Dan kau Ivan, jangan ulangi kesalahan yang dilakukan oleh ayah mu 22 tahun yang lalu!" Kata tuan Patrik.


"Ivan mendengar dan akan mentaati semua pesan dari Kakek." Kata Ivan.


"*Sialan Ivan ini. Bukannya membantu kakeknya untuk berdiri. Dia malah enak-enakan menonton. Bagaimana jika terlalu khusuk berlutut dan menunduk seperti burung pelatuk kepal*a ku membentur kepala orang tua ini. Ini pasti jadi kerjaan baru lagi." Fikir Jerry dalam hati.


"Sssst... Van. Kakek mu bantu dia berdiri. Sialan kau. Bagaimana jika pinggang kakek mu patah?" Kata Jerry sambil menarik kerah baju Ivan dan berisik.


"Oh.., eh. Iy.., iya." Kata Ivan tergagap sambil membantu Kakeknya untuk berdiri.


"Hahaha.., sekarang aku legah karena amanah yang kau titipkan sudah sampai kepada yang berhak." Kata tuan Smith.


"Bocah cengeng. Dengarkan kata-kata ku ini baik-baik! Aku hanya akan mengatakan sekali saja. Tidak ada yang kedua kalinya." Kata tuan William.


"Orang tua sialan. Apa yang ingin kau katakan?" Tanya tuan Jasson Walker dengan sewot.

__ADS_1


"Kau sudah melihat cucu ku dan aku juga telah melihat cucu mu. Aku ingin melamar cucu mu untuk cucuku Jerry William." Kata tuan besar William.


"Aku memiliki dua cucu. Yang mana yang kau maksud?" Tanya tuan Walker sambil melirik ke arah Lorna dan Adelle.


"Oh Tuhan.. Mati aku." Kata Jerry dalam hati.


"Ya Tuhan.. Semoga bulan Adelle." Kata David berdoa dalam hati.


Mendengar ini Ivan juga tampak gugup. Dia melirik ke arah Jerry yang sudah mulai berkeringat dingin.


"Mati aku Van. Bagaimana jika Lorna?" Bisik Jerry.


"Kau tolak saja. Beres!" Kata Ivan.


"Kau mau melihat aku jadi manusia panggang?" Tanya Jerry dengan jakun turun naik.


"Bantu aku Van. Jika tidak habis lah masa depan ku." Kata Jerry memohon.


"Jasson.., siapa nama cucu mu yang berambut panjang itu?" Tanya tuan William.


"Dia pasangan yang cocok untuk cucu ku. Aku menyukainya. Sangat! Ini akan menjadi pernikahan kedua keluarga besar yang akan menyatukan Metro city dan Starhill bahkan sampai ke Country home." Kata tuan William.


"Cetaaaar..."


Bagai petir di terik mentari begitu tuan William memilih Lorna untuk di jodohkan dengan Jerry.


Jerry kini menatap wajah Ivan dengan bibir putih tanpa darah. Tampak butir-butir keringat dingin menetes di dahinya.


"Kek.., aku.."


"Sungguh pasangan yang serasi. Aku setuju dan mendukung jika Jerry menikah dengan Lorna." Kata tuan Aaron Patrik pula menambah keruh suasana.


"Kek.., dengarkan aku dulu..!"


"Apa dengar-dengar? Kau tidak berhak berbicara!" Kata tuan Smith sambil melotot kearah Jerry.

__ADS_1


"Van.., kau jangan diam saja!" Kata Jerry menarik ujung lengan baju Ivan.


"Kau sama seperti ku. Tidak memiliki sedikitpun kesempatan." Kata Ivan.


"Kakek mu malah menambah minyak ke dalam api." Kata Jerry bersungut-sungut.


"Bagaimana Lorna? Apakah kau mau dijodohkan dengan Jerry?"


"Aha... Dia bersedia. Ayo kita tetapkan tanggal yang baik!" Kata tuan Walker tanpa sempat Lorna menjawab terlebih dahulu.


"Kek.., aku.."


"Lihat lah Walker! Cucu mu malu-malu. Katanya kalau wanita itu malu-malu, itu tandanya mau." Kata tuan Patrik pula membuat Ivan dan Jerry saling pandang.


Jerry saat ini seperti menelan bara api di tenggorokan nya.


Hal yang sama juga dirasakan oleh Ivan.


Hanya David dan Adelle yang merasa sangat lega ketika ini. Ini karena tuan William tidak memilih Adelle yang sudah diketahui menjalin hubungan dengan David.


"Ya. Dulu ketika aku menikah dengan nenek Jerry, dia juga malu-malu. Tidak menerima juga tidak menolak." Kata tuan Smith sambil terkekeh mengingat masa lalu nya dulu.


"Persis sama. Aku dulu dengan neneknya Ivan juga begitu."


"Kita sama-sama 4 Naga ompong yang sudah di tinggal oleh wanita yang kita cintai. Aku tidak pernah berfikir untuk menikah lagi walau pun waktu itu usia ku masih memungkinkan untuk menikah." Kata tuan William dengan sedih.


"Sama. Aku juga begitu. Semoga tidak ada sengketa tentang hidung lagi di antara kita jika Jerry dan Lorna kelak memiliki anak." Kata tuan Walker.


"Hahaha..., Lorna dan Jerry sama-sama berhidung mancung. Pasti tidak akan ada sengketa tentang hidung. Bukan seperti Leon ini. Coba kalian perhatikan hidung nya!" Kata tuan William sambil menunjuk ke arah hidung tuan Smith.


"Kau.., kau bajingan King. Jangan sebut-sebut soal hidung ku. Ellena tidak menurun hidung ku tapi menurun hidung istri ku." Kata tuan Smith marah.


Mereka terus saja bertengkar saat ini sampai-sampai sedikitpun makanan di meja tidak tersentuh.


Sementara Jerry, Ivan dan Lorna kini dalam dilema besar akibat perjodohan dari 4 naga ompong itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2