PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Mister Hendrix menelepon Jerry


__ADS_3

Kriiing....!


Kriiiiiing....!


"Hallo."


"Tuan Jerry William. Ini saya Mr.Hendrix. bagaimana dengan kabar anda saat ini? Mengapa lama sekali tiada kabar?" Tanya si penelepon yang bernama Mr.Hendrix itu.


"Oh. Saya baik-baik saja Mr.Hendrix. ada apa Anda menelepon saya?" Tanya Jerry.


"Begini Tuan Jerry. Sebagai pemegang saham terbesar dalam perusahaan patungan di Future steel Company, saya ingin meminta sedikit masukan dari anda. Ini karena proyek perbaikan rel kereta api dari Johor ke Singapura sudah sepenuhnya selesai dan kini sudah melewati tahap uji coba. Di sini saya ingin menyampaikan bahwa saat ini perusahaan patungan kita yang masih bisa dikatakan setahun jagung mulai mendapat saingan yang sangat ketat dari perusahaan Arold Holding Company." Kata Mr.Hendrix melaporkan.


"Mr.Hendrix. apakah anda sudah bertemu dengan Mr.Ibrahim?" Tanya Jerry.


"Sudah Tuan. Dalam pertemuan dengan dewan direksi, kami telah membahas peluang kerja sama dengan PT Inalum yang bertempat di Sumatra Utara Indonesia. Direktur eksekutif sudah membentangkan rencana investasi dan suplay bahan baku untuk PT tersebut dan bersama dengan Chief Executive Officer sudah membahas masalah ini dalam rapat dan menerima persetujuan mayoritas dari dewan direksi. Hanya saja, Tuan sebagai pemegang akhir keputusan harus bisa memberikan mandat agar proyek kerja sama ini bisa segera terealisasi." Kata Mr.Hendrix sambil menceritakan secara rinci tentang kerja sama tersebut.


"Begini Mr.Hendrix. Aku memang pernah mendengar tentang sebuah perusahaan bernama Arold Holding Company ini. Namun belum pernah menjalin kerja sama dengan mereka. Menurut mu, persaingan seperti apa yang anda maksud? Jika hanya persaingan untuk menguasai pasar, bukankah kita juga melakukan hal yang sama?" Tanya Jerry.


"Future steel Company memang sangat kompeten dalam bersaing dan itu kita lakukan secara sehat. Namun untuk Arlod Holding Company ini, mereka bermain sangat kasar. Bahkan, untuk bersaing dengan memperebutkan proyek kerja sama, mereka rela memangkas harga barang baku dan menurunkan harga tersebut sebanyak 25% ini gila Tuan!"


"Saat ini, mereka juga sedang berupaya untuk menggeser posisi kita dalam kerja sama dengan Nippon steel Company dan juga berupaya untuk menghalangi kita dalam investasi di KIA motors di Korea Selatan. Satu-satunya perusahaan yang tidak terjamah oleh perusahaan milik Arold Miller itu adalah PT Inalum di Indonesia. Kita masih bisa mensuplay bahan aluminium ke sana dengan harga yang cukup menggiurkan." Kata Mr.Hendrix.


"Hmmm..., Jika keputusan bulat sudah di ambil oleh dewan direksi, maka anda bisa melaksanakannya sesuai dengan rencana. Saat ini abaikan dulu perusahaan Arold Holding Company itu. Fokus saja terhadap penambangan dan pastikan stardar kualitas milik kita tetap terjaga. Pasar akan menilai seberapa bagus nya kualitas. Bukan seberapa murah nya harga. Hanya itu senjata utama kita." Kata Jerry.


"Baik Tuan. Kami akan Sedaya upaya melakukan yang terbaik demi menjaga kualitas barang milik kita. Oh ya.., kapan kita bisa bertemu untuk membahas beberapa rencana kerja?" Tanya Mr.Hendrix.


"Untuk saat ini belum Mr.Hendrix. Aku lebih suka bermain di belakang layar saja untuk saat ini. Kalian sudah cukup untuk menjalankan perusahaan. Aku cukup menjadi pemegang saham terbesar dan berinvestasi saja. Bagi ku saat ini yang terpenting adalah keluarga." Kata Jerry.


"Baiklah Tuan. Nanti jika ada hal yang perlu untuk saya tanyakan, maka saya akan menelepon Anda lagi."


"Ok Mr.Hendrix. selamat bekerja." Kata Jerry.


"Terimakasih Tuan." Kata Mr.Hendrix sambil mengakhiri panggilan.


*********


"Siapa yang menelepon mu itu Jerry?" Tanya Tuan Syam yang sedang berdiri di dekat Drako.


"Oh. Itu adalah rekan bisnis ku di perusahaan Future steel Company yang dulu kami dirikan secara patungan." Jawab Jerry.


"Wah. Aku baru tau. Ternyata kau tidak jatuh miskin mendadak Jerry?" Tanya Tuan Syam.


"Siapa bilang aku miskin. Nilai pasar perusahaan saat ini sedang meningkat secara drastis walaupun ada berbagai ganjalan di sana sini. Mungkin tak lama lagi akan mencecah lima milyar dengan beberapa proyek sudah selesai dikerjakan dan kini sedang membidik proyek pembangunan pabrik kelapa sawit di Sumatra dan pulau Borneo. Perusahaan juga akan mensuplay bahan aluminium ke perusahaan di Indonesia yaitu PT Inalum." Kata Jerry.


"Seberapa persen saham yang kau pegang di perusahaan itu Jerry?" Tanya Drako.


"Awalnya kami mendirikan perusahaan patungan itu berempat. Di sana ada aku, Lorna, Mr.Hendrix dan Mr.Ibrahim dari timur tengah. Kami masing-masing memegang 25% saham perusahaan ketika itu. Tapi setelah itu, Lorna menjual 25% saham miliknya kepadaku dengan alasan tidak bisa membagi waktu. Akhirnya aku membeli 25% saham milik Lorna dan saat ini aku adalah pemegang saham terbesar di perusahaan itu sebanyak 50%." Jawab Jerry.


"Pantas saja kau bisa santai. Ternyata kau memiliki usaha sampingan." Kata Drako lagi.


"Ayah. Ada beberapa hal yang tidak boleh kita tinggalkan begitu saja. Aku terlahir bukan untuk menjadi kuli. Aku adalah penguasa yang sedang istirahat. Jangan katakan kalau aku bodoh dengan melepaskan perusahaan begitu saja. Aku tidak melepaskan perusahaan Future of Company, melainkan aku sedang memancing Fardy untuk keluar dari persembunyiannya."

__ADS_1


"Selama ini aku terus meninjau perkembangan di Smith Group. Dan aku masih menjadi pemilik perusahaan itu, Ayah. Aku juga tau kalau kakek sudah mendirikan lembaga amal bernama Future Fondation yang di isi oleh Ryan, Daniel, Riko dan dibantu oleh Ivan sebagai Konsultan." Kata Jerry.


"Darimana kau tau semua itu Jerry?" Tanya Tuan Syam.


"Ingat Anggota tua di organisasi yang bernama Piranha? Dia adalah mata dan telinga ku di sana." Jawab Jerry.


(Untuk mengetahui siapa Piranha ini, bisa membaca pewaris yang hilang season 1 di bagian 10 bab terakhir)


"Oh. Si gigi tonggos itu ya? Hahaha. Aku lupa dia itu anggota Dragon empire atau Tiger?" Tanya Drako kepada Tuan Syam.


"Aku juga lupa." Jawab Tuan Syam.


"Dia anggota ku. Bukan anggota organisasi manapun. Hanya saja dia bebas mau masuk ke Dragon empire atau Tiger." Jawab Jerry.


"Ayah dan Tuan Syam. Aku berencana ingin melebur kedua organisasi itu kedalam satu nama saja. Bukankah aku adalah ketua dari kedua organisasi itu?" Tanya Jerry.


"Bagaimana kau mau meleburnya menjadi satu. Sedangkan kau masih di sini. Nanti kalau ketahuan kita berada di sini bagaimana? Kacau masa pensiun ku gara-gara itu." Kata Tuan Syam.


"Benar juga. Biarlah seperti itu saja. Aku juga sudah malas untuk terlibat di perusahaan dan organisasi dalam waktu dekat ini. Tapi begitu aku mengetahui musuh ku sudah keluar sarang, aku pasti akan keluar dari Garden Hill ini." Kata Jerry.


"Jerry. Di mana lencana lambang kepemimpinan organisasi itu?" Tanya Drako.


"Ada aku simpan. Kelak jika anak ku telah lahir, dia yang akan mengenakan lencana itu sebagai kalung."


"Apakah kau berencana agar anak mu itu ingin kau terjunkan ke dunia mafia?" Tanya Tuan Syam.


"Tidak. Aku memberikan lambang itu kepadanya untuk jaminan bagi dirinya kelak. Aku tidak tahu seperti apa kelanjutan dari peperangan ini. Mungkin musuh ku hancur, atau malah aku yang mati."


"Kau serius Jerry?" Tanya Drako.


"Aku serius. Hanya kakek Malik yang tidak terlibat dalam urusan kita. Jika perang terjadi, semua harus turun gunung termasuk Paman Jeff dan paman Regan." Kata Jerry.


"Lalu kami berdua?" Tanya Drako.


"Apa tangan Ayah tidak gatal ketika melihat musuh di depan mata?"


"Iya gatal. Tapi kau tenang saja. Aku sudah memiliki salep oles cap kaki tiga yang di import dari Indonesia. Tinggal oles, gatal pun hilang." (Bukan Endors ya)


Mendengar jawaban ini, Jerry hanya melongo saja sambil mengedip-ngedipkan matanya.


"Dasar orang tua tak waras." Kata Jerry dalam hati.


**TAMBAHAN PART YANG TERHAPUS.


MEMBAHAS RENCANA**.


"Paman. Saya sudah kembali dari Afghanistan. Saat ini barang-barang dari pemasok opium sudah berada di atas kapal kargo di laut lepas."


Tampak seorang lelaki berusia 40-an memberi laporan kepada seorang lelaki tua yang sedang duduk di kursi kebesaran bagaikan seorang raja dengan pipa rokok terselip diantara bibirnya.


"Hmmm.. bagus sekali Fardy. Sudah tiga kali kau berhasil melakukan misi yang aku berikan. Sekarang waktunya bagi mu untuk mengangkat kembali perusahaan mendiang ayah mu yang telah lama terpuruk." Kata lelaki tua itu sambil memainkan ujung tongkat keemasan berlambang kepala naga itu.

__ADS_1


"Terimakasih Paman." Jawab lelaki bernama Fardy itu sambil membungkuk hormat.


"Fardy. Aku memiliki seorang sahabat di Metro City. Kabar terakhir yang aku dengar adalah, dia kini telah menjadi ketua umum partai buruh nasional dan sebentar lagi akan bertarung untuk memperebutkan kursi di parlemen serta dia juga sedang mencalon untuk menjadi gubernur di Metro City. Sebelum kau melakukan misi balas dendam, ada baiknya agar kau melobi sahabatku ini. Kau harus berinvestasi untuk kemenangan kubu sahabat ku ini agar kelak bisa berguna untuk mu di Metro City." Kata Lelaki tua itu.


"Maksud anda bagaimana Paman Arold?" Tanya Fardy yang tidak terlalu mengerti.


"Kau bisa berangkat ke Metro City dan menawarkan bantuan keuangan serta membantu mereka menyediakan keperluan kampanye mereka. Gunakan nama ku agar dia tau siapa yang ingin membantu nya. Kelak jika dia bisa duduk di kursi gubernur Metro City, segala proyek besar yang ditinggalkan oleh Gubernur yang lama bisa kau ambil alih. Hal ini akan menjadi langkah awal bagimu untuk melibas perusahaan William Group." Kata Tuan Arold Miller.


"Begitu? Saya mengerti maksud anda Paman. Baiklah. Anda jangan khawatir. Itu masalah yang tidak sulit." Kata Fardy.


"Fardy?! Apa kau sudah menyelidiki tentang perusahaan Future steel Company itu?" Tanya Tuan Arold.


Entah mengapa dia merasa penasaran dengan perusahaan baru itu.


Memang tidak ada pergesekan antara Arold Holding Company dengan Future steel Company. Namun diam nya jajaran tinggi di perusahaan itu membuat lelaki tua ini merasa sangat penasaran.


"Aku sudah menyuruh anak buah ku menyelidiki perusahaan itu Paman. Namun ada satu yang tidak bisa di ungkap. Yaitu, seorang yang memegang saham terbesar di perusahaan itu tidak bisa di lacak." Jawab Fardy.


"Apa kau tau kapan perusahaan itu berdiri dan siapa-siapa saja pemegang saham di perusahaan itu?" Tanya Tuan Arold.


"Sebenarnya perusahaan itu belum berusia dua tahun, Paman. Perusahaan itu berdiri karena kala itu ada pertemuan antara seluruh pengusaha muda dari seluruh dunia yang di dominasi oleh pengusaha Asia di tiga negara yaitu, Malaysia, Singapore dan Thailand. Maka tercetuslah ide untuk mendirikan perusahaan kolaborasi antara para pemuda kaya ini. Diketahui bahwa perusahaan itu di kendalikan oleh empat orang anak muda. Yang pertama ada Lorna Walker dari Metro City."


Mendengar nama Walker dari Metro City, membuat Tuan Arold Miller segera mengangkat tangannya.


"Berarti Perusahaan itu ada hubungannya dengan Metro City?" Tanya lelaki tua itu.


"Benar Paman. Namun setelah itu, Lorna, putri tertua keluarga Walker menjual saham miliknya dan tidak tau entah kepada siapa. Itulah yang masih dalam penyelidikan saya. Lalu pemegang saham kedua ada Mister Hendrix dan Mister Ibrahim dari timur tengah." Kata Fardy menjelaskan membuat Tuan Arold sedikit mengendurkan ketegangannya.


"Hmmmm. Aku kira bahwa ada salah seorang dari Metro City. Ok lupakan perusahaan sampah itu. Mereka tidak akan mampu bersaing dengan Arold Holding Company milik ku. Terbukti mereka kini mengalihkan perhatian mereka dari Korea Selatan ke Indonesia." Kata Arold Miller.


Mungkin Arold Miller merasa menang karena telah berhasil menyalib perusahaan patungan itu sehingga gagal melakukan kerja sama dengan Hyundai sang pemegang saham terbesar di KIA motors di Korea Selatan. Padahal Jerry sendiri sudah mewanti-wanti anak buahnya untuk membiarkan mereka di salib. Dan menekankan standar tinggi bagi barang yang di produksi oleh perusahaan mereka. Karena pada akhirnya, pasar akan menilai sesuatu itu bukan dari harga tapi kualitas.


"Fardy. Kau dengar perkataan ku ini. Aku ini sudah sangat tua dan mungkin tidak sanggup lagi melakukan aktivitas bisnis yang banyak menguras tenaga dan pikiran. Kau lihat aku sehat seperti ini. Kau jangan tertipu dengan pandangan mata mu. Perhatikan tubuh ku ini. Aku bergantung kepada obat-obatan untuk bertahan hidup. Sementara organ dalam tubuh ku ini sudah kebanyakan palsu. Jantung palsu, ginjal hasil transplantasi dan saluran pencernaan ku ini semuanya dibantu dengan alat. Kau tau salah satu penyebab aku masih bisa bertahan hidup adalah karena dendam ku kepada empat naga dari Metro City itu."


"Oleh karena itu, Fardy. Kau harus bisa membalaskan dendam ayah mu serta dendam ku. Kau masih muda. Masih sehat dan masih kuat. Aku akan memberikan modal besar untuk mu agar kau mampu mengacak-acak peta bisnis di Metro City." Kata lelaki tua itu penuh harap.


"Paman. Anda tidak perlu khawatir dengan ku. Aku adalah orang yang memegang teguh sesuatu dan sangat berambisi. Anda tidak perlu ragu. Dendam mu sama besarnya dengan dendam ku. Hanya saja aku tidak mampu merealisasikan nya tanpa bantuan mu."


"Hahaha... Aku tahu bahwa kau adalah seorang lelaki yang dapat di andalkan. Buktinya kau sudah melakukan tiga kali misi yaitu Brazil, Kuba dan terakhir di Afghanistan. Bagus. Ingat Fardy! Jangan hanya fokus kepada satu bisnis saja. Kau bisa melakukan bisnis sampingan seperti membuka kasino, tempat yang menyediakan prostitusi serta pemerdagangan gadis-gadis. Di Metro City dan Starhill terkenal sebagai dua kota yang memiliki gadis yang cantik. Kau bisa memulai dari kedua kota itu. Pikat mereka dengan berbagai cara. Saat ini banyak negara Amerika dan Eropa yang membutuhkan kuli ****. Sebenarnya ini adalah bisnis yang sangat menguntungkan." Kata Tuan Arold Miller sambil tertawa


"Sebenarnya aku sempat memiliki niat seperti itu ketika pertama kali kembali ke MegaTown. Namun sebelum rencana itu terlaksana, aku sudah keburu dikalahkan oleh Jerry sialan itu. Mungkin kali ini akan berhasil." Kata Fardy dengan optimisme yang tinggi.


"Kau bisa memulai kembali. Selagi ada uang, kesempatan seperti itu selalu terbuka."


"Benar kata Paman. Saat ini aku telah mengirim anak buah ku bernama Jessica dan Jimmy untuk mengumpulkan kembali sisa-sisa anak buah ku yang tercerai-berai. Kemudian mereka akan melakukan banyak penyelidikan di sana tentang lawan terkuat yang akan kami hadapi. Memang saat ini lawan terberat datang dari keluarga Patrik dan organisasi dunia hitam bernama Dragon empire yang saat ini sudah merambah ke seluruh negara. Bahkan katanya di Mountain slope pun mereka membuat ranting besar di sana."


"Hahaha... Ini juga masalah uang. Aku tau bagaimana sebuah organisasi menjalankan bisnis mereka. Mereka memang sangar dan kuat serta liar. Tapi mereka akan menjilat kepada Tuan yang ber-uang. Untuk mengendalikan organisasi seperti Dragon empire itu, cukup pegang kepalanya maka ekornya akan ikut." Kata Tuan Arold Miller sambil mencibir.


"Kita akan lihat seperti apa nanti Paman. Bagaimanapun, untuk saat ini aku hanya akan fokus kepada rencana pertama yaitu melobi kenalan Paman yang saat ini akan bertarung dalam pilkada di Metro City."


"Bagus. Sekarang kau boleh beristirahat dulu. Besok aku akan mengatur seseorang untuk mengurus keberangkatan mu ke Metro City." Kata Tuan Arold Miller.

__ADS_1


"Terimakasih Paman. Kalau begitu, saya mohon diri dulu." Kata Fardy sambil membungkuk hormat dan berlalu meninggalkan orang tua itu dengan senyum mengembang di bibirnya.


__ADS_2