
Acara yang seharusnya megah dan meriah itu menjadi berantakan dan kacau balau begitu suara tembakan itu terdengar tiga kali secara beruntun.
Para tamu undangan kita menjerit histeris bahkan tidak jarang mereka bertabrakan untuk mencari selamat.
Anak buah Tiger syam sebanyak 25 orang yang memang telah mwnyusup ke dalam hotel beberapa hari yang lalu itu segera mengamankan tuan Walker, tuan Smith dan tuan William ke arah jalan belakang melakui lorong lain dan terus tembus ke bagian sisi kiri hotel di mana di sana sudah ada sekitar 250 orang anak-anak Dragon empire yang menunggu.
Sementara itu keadaan Daniel yang berpura-pura mati masih terbaring tak bergerak di atas panggung. Itu lebih baik baginya dari pada Jerry Dan Ryan yang kini terkepung oleh anak buah Fardy yang telah di atur oleh Robin. Namun ketika mereka akan meringkus kedua pemuda itu, tiba-tiba dari arah belakang mereka berdatangan sekitar 15 orang sambil membawa senjata api menembaki ke arah mereka yang mengepung Jerry dan Ryan tadi. Mereka adalah sisa anak buah Herey yang sebagian besar telah keluar dari aula utama sambil menggiring tuan besar Walker, William dan Smith.
Mendapat serangan yang tidak terduga dari orang-orang yang mengenakan pakaian seragam pelayan itu membuat para pengepung menjadi kocar-kacir. Ini karena mereka benar-benar tidak menyangka bahwa akan di serang dari arah belakang.
Tak lama setelah itu dari arah luar juga bermasukan orang-orang mengenakan topeng berpakaian hitam langsung membantai anak buah Fardy membuat ruangan itu benar-benar menjadi ajang pembantaian.
"Cepat perintahkan orang-orang di luar untuk bersiap sedia!" Kata Jerry.
Saat ini aula tempat berlangsung nya acara peresmian hotel itu sudah seperti kapal pecah saja. Mayat-mayat saling tumpang tindih dan bau anyir darah sungguh menyengat hidung.
Fardy dan Syntia kini benar-benar berada dalam ketakutan. Seperti mimpi saja. Tadinya mereka mengira bahwa akan sangat mudah untuk menyingkirkan Jerry dan membalas dendam kematian ayah mereka terhadap Daniel dan Ryan. Namun apa lacur? Keadaan kini telah berbalik arah dan lebih setengah dari anak buah mereka telah meregang nyawa.
Di saat kepanikan itu, tampak dua orang muda-mudi menarik tangan Fardy dan Syntia. Namun karena mendapat hadangan dari Herey yang langsung menendang tangan wanita berambut kepang seperti ekor kuda itu, hanya Fardy yang bisa mereka selamatkan sementara Syntia masih terus berada di ruangan itu sambil berjongkok menutupi kepalanya dengan tangan.
"Jangan sakiti wanita itu. Aku tidak membenarkan kalian mengasari wanita!" Kata Jerry sambil menarik tangan Syntia untuk menjauh dari arena perkelahian itu.
"Bibi..! Kau tetap di sini. Tidak akan ada yang menyakitimu." Kata Jerry sambil mendudukkan Syntia di kursi yang terdapat di sudut ruangan itu.
"Ketua. Fardy melarikan diri bersama dua orang warga negara asing menggunakan helikopter yang ada di atas bangunan hotel ini." Kata satu suara dari arah belakang.
"Celaka. Apakah itu Jimmy dan Jessica?" Tanya Jerry.
__ADS_1
"Benar Ketua."
"Herey. Kau perintahkan kepada Black untuk menyekat seluruh jalan. Aku yakin Robin berada di hotel ini. Tangkap dan bawa kepada ku!" Kata Jerry berteriak.
"Sudah Kedua. Black saat ini juga sedang bertarung di luar bersama anak buahnya." Jawab Herey.
Di salah satu ruangan, tampak seorang lelaki setengah baya didampingi oleh Simon dan Efander beserta sekitar 20 orang anak buah mereka sedang panik untuk melarikan diri.
"Cepat! Isi peluru senjata kalian. Semuanya sudah berantakan gara-gara Fardy ini. Bangsat sekali. Dia tidak mendengarkan saran ku agar tidak emosi dan terpancing provokasi dari pihak musuh. Benar-benar sifat Ramendra menurun kepadanya." Kata Robin.
"Kemana kita akan pergi Tuan?" Tanya Simon.
"Kemana saja. Yang penting kita bisa keluar dari hotel sialan ini." Jawab Robin.
"Sebelum acara, kami telah menyiapkan mobil anda di sisi kanan hotel ini. Asalkan bisa menjangkau tempat mobil itu di parkir, maka kita akan selamat." Kata Efander.
"Bagus. Sekarang ayo kita bergerak!" Kata Robin mengajak hampir 22 orang yang bersama dengannya termasuk Simon dan Efander.
Baku tembak kini kembali terdengar di sisi kanan hotel Mega yang melibatkan anak buah Robin dan anak buat Jerry William.
"Lindungi Tuan kita!"Teriak Simon sambil merengsek ke arah mobil.
Ketika Robin tiba di mobil, dia segera menarik salah seorang anak buah yang ketakutan dan melemparkannya ke arah anak buah Jerry yang akan menyerang.
"Cepat masuk!!!" Teriak Robin.
Mendengar teriakan ini, Simon dan Efander segera masuk ke mobil dan langsung tancap gas meninggalkan area hotel itu dengan menyetir seperti kesetanan menabrak siapa saja yang ada di depan mereka.
__ADS_1
Semua anak buah Jerry yang akan menghadang mobil itu segera berlompatan menghindar karena tidak ingin menjadi korban tabrakan.
"Sialan. Robin lolos lagi." Terdengar satu suara putus asa dari arah samping.
"Jeff! Ayo kita beritahu ketua."
"Ayo Regan!" Kata Jeff.
"Ketua. Robin berhasil melarikan diri." Kata Jeff melapor sebaik saja bertemu dengan Jerry.
"Sialan. Apa yang kalian kerjakan?" Tanya Jerry dengan marah.
"Sebenarnya tidak sulit membunuh Robin. Tapi ketua sudah berpesan agar nyawa Robin milik Ketua. Itu lah sebabnya kami tidak berani menambak Robin ini." Kata Jeff membela diri.
"Oh Tuhan... Mengapa licin sekali Robin ini?" Kata Jerry merintih sambil menumbuk pintu kaca sehingga hancur berantakan.
"Cepat perintahkan kepada semua orang-orang kita untuk menyingkir sebelum polisi datang!" Kata Jerry.
"Baik Ketua!" Kata mereka lalu segera berpencar.
"Mari Bibi. Aku akan mengantarmu pulang ke Villa Ramendra." Kata Jerry dengan lembut kepada Syntia.
Syntia hanya menurut saja tanpa membantah sedikitpun. Dia seperti orang ling-lung karena tidak mampu mencerna kejadian yang begitu mendadak dan sangat brutal itu. Ada trauma di raut wajahnya. Karena, bagaimanapun Syntia ini hanyalah ibu rumah tangga yang galak ketika berada di depan anak buahnya saja serta bertindak karena dendam atas kematian putranya semata.
10 menit, kawasan hotel mega itu sudah sepi. Kini yang tinggal hanya mayat-mayat anak buah Fardy yang saling tumpang tindih.
Beberapa mobil petugas kepolisian kita telah berdatangan dan langsung memasang police line di area tempat kejadian.
__ADS_1
Beberapa wartawan juga telah berdatangan dan langsung meliputi berita tersebut dengan judul, 'pertempuran dua geng mafia' tanpa menyebut nama Jerry william dan hanya mengatakan bahwa serangan itu adalah karena musuh-musuh Ramendra ingin menuntut balas atas beberapa kejahatan yang dia lakukan semasa hidup nya. Di sinilah peran tuan Syam yang sangat krusial. Dengan koneksi yang dia miliki, para petugas kepolisian sangat terlambat datang ke tempat kejadian sehingga Jerry dan orang-orngnya memiliki waktu untuk membubarkan diri.
Tuan Syam juga dengan segala pengaruh yang dia miliki juga berhasil meminta kepala redaksi untuk memuat berita dengan judul yang sama sekali tidak mengungkit tentang Jerry William.