
Seorang lelaki berusia sekitar 30-an memacu kendaraannya mengarah ke sebuah Villa yang di kenal sebagai Villa Klasik.
Tiba di depan Villa tersebut, lelaki itu segera memberikan kartu tanda keanggotaan kepada pengawal yang langsung membukakan pintu pagar untuknya.
Ketika lelaki itu tiba di dalam, dia langsung menemui pemuda yang sedikit lebih tua darinya lalu berkata. "Kak. Semuanya sudah saya kerjakan. Saat ini, hubungan antara Tuan Holmes dan Fardy benar-benar berantakan. Tuan Holmes menuduh Fardy telah mempermainkan dirinya. Kali ini semua orang tau bahwa dia menelepon Fardy dan berkata kasar kepadanya." Kata Lelaki itu.
"Bagus Leo. Kau tunggu di sini. Aku akan menemui Ketua." Kata lelaki bernama Arslan itu.
Tidak lama kemudian, dari arah pintu sebuah ruangan, keluar seorang lelaki setengah baya dan mempersilahkan lelaki yang bernama Leo itu untuk memasuki ruangan tadi.
Begitu Leo tiba di dalam, dia melihat Ryan, Riko, Daniel, Arslan dan seorang pemuda lagi yang tidak dia kenal sedang berdiri dibelakang seorang pemuda yang duduk di kursi ketua. Pemuda itu adalah Jerry William.
"Apa benar kau telah berhasil memecah belah antara Tuan Holmes dan Fardy itu Leo?" Tanya Jerry.
"Benar ketua. Aku juga sempat diberitahu oleh anak buah Herey bahwa segala apa saja aktivitas Tuan Holmes itu sudah mereka rekam termasuk pertengkaran antara Tuan Holmes dan Fardy tadi." Kata Leo menjelaskan.
"Hmmm... Bagus. Semuanya sesuai dengan rencana. Kini giliran kau yang bergerak Tigor!" Kata Jerry sambil menatap pemuda tampan itu.
"Semuanya sudah saya pelajari bersama Tuan Riko dan Tuan Arslan. Setelah malam ini, Tuan Jerry dapat memastikan bahwa kepala Fardy akan terpisah dari tubuhnya." Kata Tigor lalu memakai topeng kucing nya.
Kelakuan Tigor yang memakai topeng kucing ini mengundang gelak dari beberapa orang yang berada di tempat itu. Namun tidak bagi Jerry dan R2D serta Arslan yang tahu benar tentang Tigor ini.
"Hei Gor. Apa yang bisa kau lakukan dengan topeng itu?" Tanya Anggota itu yang membuat Jerry tidak senang.
"Maaf pak. Jangan sebut aku Tigor ketika aku telah memakai topeng ini. Karena sisi kemanusiaan ku telah hilang. Jadi, panggil aku Black Cat!" Kata Tigor.
"Hahaha. Anak kemarin sore berani berbicara tinggi di depan ketua. Apa kau layak berkata sombong seperti itu di depan ketua?" Tanya orang itu.
"Siapa dia Kak?" Tanya Jerry kepada Arslan.
"Dia orang baru dari Starhill." Jawab Arslan.
"Tigor! Kasih pelajaran kepada orang itu!" Kata Jerry yang tidak senang.
Begitu mendapat perintah, Tigor alias Black Cat langsung melompat dan dengan cepat meraba ikat pinggangnya lalu..,
Craaas....!
Blugh....!
Tampak potongan kepala orang tadi jatuh menggelinding di lantai dengan darah menyembur keluar dari bekas potongan itu.
__ADS_1
Keadaan kini sepi mencekam dengan hanya Jerry yang bertepuk tangan melihat kejadian itu.
"Bagus! Aku tidak suka melihat ada diantara anggota yang saling menjatuhkan di depan ku. Segara berangkat dan bereskan tugas mu. Aku telah mentransfer 10 juta Dollar ke rekening mu. Jangan kecewakan aku!" Kata Jerry sambil bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan itu.
"Siap Tuan Jerry!" Kata Tigor.
Lima menit berselang, tampak lampu di bagian depan Villa itu terpadam dan begitu juga dengan lampu di jalan.
Kini tampak bayangan hitam melesat keluar meninggalkan Villa itu dan berhenti di depan tikungan.
Setelah lampu di Villa itu kembali menyala, kini dari arah Villa itu tampak satu sepeda motor melaju ke arah tikungan.
Sejenak sepeda motor itu memperlambat lari nya lalu beberapa detik kemudian langsung melesat bagai anak panah yang lepas dari busur mengarah Ke MegaTown.
**********
Sementara itu di Villa Ramendra, tampak Fardy sedang gelisah. Dia masih teringat kata-kata kasar dari Tuan Holmes yang sangat menggangu pikirannya saat ini.
"Sialan. Dia mengatakan bahwa aku telah menipu nya. Bagaimana mungkin. Aku telah mengirim banyak anak buah ku ke Metro City. Tidak mungkin mereka menghilang begitu saja." Kata Fardy dalam hatinya.
Kini dia semakin gelisah karena Leo, Jimmy dan Jessica juga tidak ada kabar. Berkali-kali dia mencoba menghubungi ketiga orang itu namun selalu mail box.
"Sialan. Kemana mereka semua perginya?" Tanya Fardy lagi dalam hati.
Dengan perasaan yang campur aduk, dia mencoba meninjau ke luar jendela. Namun alangkah terkejutnya ketika dia melihat beberapa pengawal yang berjaga di depan sudah dalam keadaan terbaring di tanah dalam keadaan bersimbah darah.
"Celaka. Ada apa lagi ini?" Kata Fardy dalam hati.
Dia lalu berbalik badan dengan niat untuk mengambil pistol milik nya di dalam laci meja. Namun alangkah terkejutnya ketika dia menyadari bahwa dia sedang tidak sendirian di dalam kamar itu.
Berulang kali Fardy mengerjapkan mata, namun sosok hitam itu tetap berdiri mematung di depan pintu ruangan kamar pribadinya itu.
"Si.., si.., siapa kau?" Tanya Fardy dengan gugup.
"Aku tidak punya nama. Orang-orang memanggilku dengan sebutan, Black Cat." Jawab sosok hitam itu.
"A.., a.., apa yang kau inginkan?" Tanya Fardy mendadak ketakutan.
"Kepala mu!" Jawab Black Cat.
"To... Tolong! Tolong jangan bunuh aku. Jika kau ingin uang, aku bisa memberikannya."
__ADS_1
"Aku tidak menginginkan uang mu. Karena aku sudah menerima pesanan. Sekarang, bersiap-siap lah!" Kata Black Cat dengan nada dingin.
"Kau...!"
Tampak Fardy mulai nekat dan berlari menuju ke arah meja kerjanya dengan maksud untuk mengambil pistol milik nya di dalam laci.
Namun sebelum itu terjadi, Black Cat telah mencegatnya kemudian mengirimkan tendangan yang tepat mengenai dada Fardy membuat lelaki 40-an itu jatuh telentang di lantai.
"Ucapkan salam kepada malaikat maut!" Kata Black Cat lalu...,
Craaas....
"Hugh....!"
Tampak Fardy mendelikkan matanya sambil menunjuk ke arah Black cat.
Craaaas....!
Bugh....!
Tampak potongan kepala Fardy menggelinding di lantai ruangan di Villa itu.
Black Cat lalu memungut potongan kepala itu lalu menentengnya mendekati kamera pengintai dan mengacungkan kepala itu tepat di depan cctv tersebut.
Dengan santai, Black Cat membuang potongan kepala tersebut ke lantai lalu membuka jendela dan melompat keluar.
Gerakan Black Cat ini sangat ringan sehingga sebentar saja dia sudah tiba di bawah dan terus berlari memasuki lorong yang gelap kemudian menanggalkan pakaiannya di lorong itu dengan meninggalkan sebuah amplop berwarna emas.
Kini Black Cat telah kembali ke wujud Tigor lalu segera mancari jalan lain untuk meninggalkan kawasan Villa itu.
Tiba di tikungan jalan yang sepi, sebuah sepeda motor menderu ke arahnya kemudian mereka berdua melesat meninggalkan Villa ramendra dan terus bergerak menuju ke Country Home.
"Tuan Jerry. Tugas sudah selesai!" Kata Black Cat mengirim pesan suara kepada Jerry di Villa Klasik.
"Bagus. Teruslah bergerak ke Hillstreet! Di sana kau sudah di tunggu dengan Helikopter. Bakar sepeda motor itu lalu segera berangkat menuju Country home kemudian kembali ke negara mu." Kata Jerry membalas pesan dari Black Cat tadi.
"Dimengerti Tuan." Kata Black Cat alias Tigor lalu segera mematikan ponselnya.
"Bagaimana Tigor?" Tanya lelaki yang membonceng Tigor itu.
"Tuan Jerry menyuruh kita ke Hillstreet. Di sana sudah menunggu helikopter dan kita harus segera berangkat ke Country home kemudian kembali ke negara ku. Tuan Jeff." Kata Black Cat.
__ADS_1
"Ok. Ayo kita lakukan!" Katanya lalu segera memecut laju kendaraan roda dua tersebut.