
Berita tentang kematian Ramendra yang di duga bunuh diri benar-benar membuat gempar di kalangan elit MegaTown, Metro city dan Starhill.
Banyak yang menduga jika kematian Ramendra dengan cara melompat dari lantai atas Villa kediamannya disebabkan karena banyaknya tekanan yang dia dapatkan dalam beberapa hari ini.
Semua orang kini mulai mengkaitkan kematiannya bermulai dari kejadian pencemaran nama baik sebuah perusahaan raksasa Future of Company yang ketika itu sedang melaporkan bahwa Ramendra telah mengirim orang-orang serta wartawan bayaran untuk membuat pemberitaan palsu tentang perusahaan itu.
Alasan yang kedua, orang-orang juga mengkaitkan tentang acara pelelangan yang menguras seluruh harta kekayaan Ramendra.
Alasan yang ketiga adalah, setelah dinyatakan bangkrut, pihak bank bergerak cepat dan mulai memberikan notis akan menyita Villa kediaman Ramendra demi menutupi banyaknya hutang dan suku bunga yang di derita oleh perusahaan paska mengalami kebangkrutan.
Banyak pihak yang menyayangkan tindakan dari pihak bank. Ini karena mereka sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Ramendra untuk mencari bantuan. Orang-orang kini mulai mengkaitkan adanya sabotase dan mengambil kesempatan atas kejatuhan Ramendra ini untuk semakin menekannya dan menyingkirkannya dari peta persaingan bisnis untuk selamanya.
Sedangkan di Metro city saat ini, Robin yang sedang menonton berita bersama tuan besar Patrik dan Ivan mulai saling pandang dengan kening berkerut. Hal ini tidak lain adalah pernyataan yang di keluarkan oleh mantan istrinya bahwa apa yang telah menimpa ayahnya adalah atas desakan dari menantunya untuk melemahkan perusahaan yang di miliki oleh seorang anak muda yang bernama Jerry William.
Hal ini dikarenakan bahwa Jerry ini adalah anak dari musuh besar Robin Patrik yaitu Wilson William.
Kontan saja pernyataan yang di keluarkan oleh Nona tertua Ramendra ini membangkitkan kenangan masa silam dan seluruh orang tau bahwa Robin dan Wilson adalah dua orang generasi ke dua keluarga kaya raya yang tidak pernah akur antara satu dengan yang lainnya.
Nona tertua Ramendra ini mengatakan bahwa Robin Patrik telah menghasut ayahnya untuk mencari gara-gara dengan memaksakan kemampuannya untuk melawan kekuatan Future of Company yang semua orang tau adalah perusahaan terbesar di negara ini yang bergerak di berbagai bidang.
Berkat dari pernyataan yang di keluarkan oleh Nona Ramendra ini membuat seluruh pihak kini menuding jari ke arah Robin Patrik yang saat ini tidak di ketahui kemana hilangnya setelah acara pelelangan di Gedung dewan MegaTown beberapa hari yang lalu.
Hal lain yang juga sangat mengejutkan adalah, Nona Ramendra juga membongkar seluruh kejahatan Robin Patrik dimulai dari Country home, mengedarkan obat-obat terlarang yang menargetkan Golden university sampai kepada pemalsuan identitas dari Robin menjadi Robson, di mana hal seperti ini adalah satu bentuk kejahatan bagi pejabat imigrasi karena dengan sengaja memalsukan identitas.
__ADS_1
Keringat dingin mulai membasahi wajah Robin saat ini.
Tampak jelas ada riak ketakutan di wajah yang hampir keriput itu.
"Ayah. Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan?" Tanya Robin kepada tuan besar Aaron Patrik.
"Itu lah kau. Penyakit di cari sendiri. Sekarang yang pusing bukan hanya kau seorang. Kau ini tidak habis-habisnya menyusahkan ku dan keluarga Patrik kita." Kata lelaki tua itu sambil memelototi Robin.
"Saat ini kau dalam bahaya Robin! Bukan hanya pihak penegak hukum saja yang akan memburu mu. Namun adik ipar mu juga akan memburu mu. Kau tau siapa Fardy ini bukan? Dia adalah mafia kelas internasional dengan bisnis judi dan prostitusi serta bandar obat-obatan terlarang di asia ini dan Amerika latin. Huhh..., aku juga pusing bagaimana cara menyelamatkan nyawa mu kali ini." Kata lelaki tua itu lagi sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Jerry mungkin bisa membantu kita Kek. Ini karena Jerry ini memiliki kekuatan yang tak terduga-duga. Dia memiliki jaringan yang juga sangat besar di seluruh asia dan eropa. Aku ingat bahwa Lorna pernah bercerita kepadaku tentang pertemuan para pengusaha muda di tiga negara dan Jerry ini telah melebarkan sayapnya bahkan sampai ke asia timur." Kata Ivan.
"Pakai otak mu Ivan! Kau tau apa kesalahan besar yang telah dilakukan oleh Ayahmu ini? Aku ceritakan kepada mu semuanya."
"Jerry mungkin bisa memaafkan kesalahan yang telah diperbuat oleh Ayahmu ini karena memandang persahabatan antara aku dengan kedua kakeknya dan persahabatan antara kau dengan dirinya. Namun untuk berharap mendapat pertolongan dari Jerry, wajah tanpa malu seperti apa yang kau miliki? Aku bahkan tidak berani meminta perlindungan dari Jerry. Lalu kualifikasi apa yang kau miliki untuk meminta bantuan terlalu banyak kepada anak itu? Hutang budi yang lama pun kau belum bisa membalas nya apa lagi mau meminta yang lain-lain." Kata tuan besar Aaron Patrik panjang lebar.
"Ayah. Aku lebih rela mati di tangan Jerry untuk membayar segala hutang ku kepada nya daripada harus mati di tangan Fardy." Kata Robin.
"Aku akan membuat pernyataan segala bentuk kejahatan yang telah aku lakukan bersama dengan Ramendra agar publik tau bahwa apa yang telah dinyatakan oleh mantan istriku itu tidak semuanya benar. Aku akan merekam pernyataan ku sendiri dan mengunggahnya ke platform video dan seluruh media sosial. Setelah itu, mau hidup atau mati terserah nanti bagaimana. Setidaknya aku sudah berusaha untuk bertaubat. Masalah mati masuk neraka atau syurga itu bukan hak ku untuk menentukannya." Kata Robin beranjak memasuki kamarnya dan kembali dengan membawa kamera handycam lalu memulai membuat video klarifikasi tanpa sedikitpun berusaha untuk membela diri.
Setelah cukup lama membuat rekaman video itu, Robin Patrik mulai meng-upload video tersebut ke platform youtube, facebook, instagram dan berbagai media lainnya yang sedang ramai di gandrungi oleh orang-orang pada masa kini.
Baru satu jam video klarifikasi tersebut yang mengungkapkan kejahatan yang dia lakukan bersama dengan Ramendra, kini video tersebut telah di tonton oleh hampir dua ratus ribu dan lebih dari lima puluh ribu di antaranya telah membagikan video tersebut di linimasa mereka.
__ADS_1
Pernyataan yang dikeluarkan oleh Robin tersebut mulai dari rasa iri hati Ramendra atas kemenangan tender proyek hotel Mega yang di menangkan oleh Wilson William sampai pada Ramendra menghasut Robin Patrik untuk menyingkirkan Wilson dan sebagai imbalan, Ramendra telah memberikan putrinya untuk dijadikan istri oleh Robin.
Robin juga mengatakan dalam video tersebut bahwa dia dan Ramendra juga telah menyuap seorang kepala polisi bagian kriminal untuk meminta seorang tahanan yang telah divonis hukuman mati, dan merusak wajah orang itu serta mengiris setiap ujung jari agar identitasnya tidak di ketahui.
Ramendra dan Robin juga mengiming-imingi narapidana tersebut dengan janji akan memberikan uang sebesar 10 juta USD kepada keluarga tahanan hukuman mati itu apa bila berhasil dalam tugasnya, dan menempatkan tahanan tersebut di atas salah satu gedung dekat lampu merah Metro city.
Tugas yang di berikan kepada narapidana tersebut adalah, mengintai Wilson yang akan melewati trafic light itu dan apabila dia berhenti di lampu merah, maka tembak sasaran dari jarak jauh.
Setelah memastikan sasaran telah terbunuh, maka pelaku harus meminum racun yang telah dia dan Ramendra siapkan. Ini bertujuan agar pelaku pembunuhan tersebut tidak menyanyikan lagu syahdu ketika pihak kepolisian menangkap orang tersebut dan mengintrogasi nya.
Masih dalam keterangan yang sama, Robin juga mengaku bahwa dia dan Ramendra lah yang menjadi otak dari naas yang menimpa Ivan Patrik, Kevin Lenard dan David Regan di atas jembatan penghubung MegaTown-Metro city dan telah menyebabkan nasib dari pemilik perusahaan Future of Company tidak di ketahui entah masih hidup atau telah mati.
Ramendra dan dirinya adalah otak dari para demonstran dan wartawan bayaran yang di berangkatkan dari MegaTown ke Country home untuk melakukan unjuk rasa dengan tujuan agar nama baik perusahaan itu tercemar dikalangan pengusaha elit di dalam dan di luar negri.
"Begitu lah klarifikasi dari saya. Saya yang bernama Robin Patrik tidak berharap keluarga William dan Smith serta publik untuk memaafkan saya. Tapi jauh di lubuk hati saya yang paling dalam, ada rasa kepuasan telah melakukan sedikit kebaikan dalam hidup ini. Setelah ini, mati pun Robin Patrik tidak akan ada penyesalan lagi." Kata Robin sebelum mengakhiri rekaman video tersebut di ikuti oleh linangan air mata Ivan putra nya yang selama ini tidak pernah dia anggap.
"Aku berdosa kepada mu dan kepada ibumu. Seumur hidup, dia tidak pernah bahagia. Ayah meminta maaf kepada mu putra ku. Maafkan Ayahmu ini Nak! Agar Ayah terbebas dari penyesalan ini." Kata Robin sambil berlutut di hadapan Ivan.
Melihat Ayahnya berlutut, Ivan buru-buru mencegah dan meminta agar ayahnya segera duduk kembali di kursi nya.
Tuan besar Aaron Patrik juga tidak kuasa menahan haru di hati nya melihat anak nya ini ternyata masih memiliki kebaikan walaupun dalam keadaan yang bisa dikatakan sangat terjepit.
"Andai dari dulu kau seperti ini, mungkin keluarga kita sudah pasti sangat kaya. Walaupun tidak bisa menandingi Wilson, setidaknya kita masih bisa dikatakan sejajar dengan keluarga William dan Smith. Tapi tak apa. Aku cukup bangga dengan mu. Aku tidak pernah merasakan kebanggaan yang besar terhadap mu seperti hari ini." Kata tuan besar Patrik sambil memeluk Robin dengan tangis kebahagiaan.
__ADS_1
BERSAMBUNG...