PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Rencana Anton dan kembalinya Lorna ke Metro city


__ADS_3

Sore itu tidak seperti biasa bagi keluarga ketika melihat tampang kusut dari tuan Paul. Dia sama sekali tidak terlihat bahagia seperti hari-hari biasa.


Keadaan ini tentu saja membuat Anton merasa sangat heran, ada apa dengan ayahnya kali ini.


Mereka yang ada di rumah itu sama sekali tidak terbiasa dengan sikap tuan Paul ini.


Ini karena dia sangat mudah marah, keluar dari kamar pun dengan membanting pintu dan apa bila Anton mengeraskan sedikit saja volume tv, dia akan segera membentak Anton agar mematikan tv tersebut.


Melihat tingkah laku ayahnya yang dirasakan sangat janggal dan tidak biasa itu, membuat Anton terpaksa memberanikan diri untuk bertanya.


"Ayah.., mengapa Ayah terlihat sangat tidak bahagia hari ini. Apakah Ayah ada masalah?" Tanya Anton ingin mengetahui.


Ibu Anton juga ikut-ikutan mendesak agar tuan Paul segera menceritakan apa sebenarnya yang terjadi.


Atas desakan dari kedua orang yang sangat dia cintai itu, akhirnya tuan paul pun segera berkata, "Yah..., memang beberapa hari ini aku mengalami sedikit gangguan di lokasi proyek." Kata tuan Paul mencoba memulai cerita.


"Paul, kau bisa menceritakannya kepada kami masalah yang sedang kau hadapi. Siapa tau ada solusi atau paling tidak dengan bercerita, kau akan sedikit merasa lega." Kata Nyonya Paul membujuk.


"Tiga hari yang lalu aku menerima pekerja magang. Dia adalah seorang mahasiswa di Golden University dari jurusan Manajemen."


"Golden University Ayah? Bisakah ayah mengatakan kepadaku siapa nama orang itu!?" Kata Anton merasa penasaran.


Wajar jika Anton merasa sangat penasaran, ini karena dia juga adalah mahasiswa di kampus tersebut.


Sambil menarik nafas berat, tuan Paul akhirnya menceritakan semua yang terjadi dalam 3 hari yang lalu. Dia juga tidak lupa mengatakan bahwa orang yang bekerja sebagai staf magang di lokasi proyek tersebut bernama Jerry.


Mendengar ayahnya menyebutkan nama musuh bebuyutannya tersebut, membuat Anton tiba-tiba nenbelalakkan matanya.


"Mengapa Anton? Apakah kau mengenal orang ini?" Tanya tuan Paul heran melihat ekspresi di wajah Anton tiba-tiba berubah sebaik saja dia menyebutkan nama Jerry.


"Bukan hanya kenal Ayah. Aku bahkan sempat beberapa kali berurusan dengan orang ini." Kata Anton sambil mengepalkan tinju nya.


"Anton.., saat ini jangan membuat urusan baru dengan anak itu. Ini karena dia memegang rahasia besar yang bisa menyebabkan Ayah dipecat." Kata tuan Paul dengan raut wajah khawatir.

__ADS_1


"Aku memiliki cara ku sendiri Ayah." Kata Anton lalu berbisik ketelinga ayahnya menuturkan sebuah rencana jahat yang akan dia jalankan bersama teman-temannya.


"Lakukan sebaik mungkin. Ingat! Jika cara ini tidak berhasil, kau harus bisa mencari cara lain agar bisa menyingkirkan anak ini. Buktikan bahwa kau anak dari Tuan Paul! Jangan buat aku merasa menyesal karena telah membesarkan dan mendidik mu secara percuma." Kata tuan Paul membangkitkan semangat di hati Anton.


...*******...


Kita tinggalkan dulu perseteruan antara keluarga Paul dengan Jerry William. Kini, mari kita mengikuti perjalanan Lorna yang telah sampai di Metro City hari ini.


Sore itu, sebaik saja Lorna dan sepupu merangkap asistennya yaitu Adele tiba dibandara Internasional Metro city, Para pengawal yang di kirim oleh kakeknya yaitu Jasson Walker telah lama menunggu di luar bandara.


Lorna yang saat ini merasa bahwa kakeknya tidak tau apa-apa dan telah salah dalam mendapatkan informasi tentang keberadaan Boss besar perusahaan Future of Company, telah memasang wajah cemberut sejak awal keberangkatan sampai menuju Villa besar tempat keluarga Walker tinggal.


Baru saja iring-iringan mobil mewah itu sampai di depan Villa, Lorna yang sejak tadi memasang wajah kesal tiba-tiba menghambur keluar dari mobil dan segera berlalu masuk kedalam Villa tersebut sambil berteriak.


"Kakek..."


"Kakek...!"


"Hey anak Ayah sudah pulang. Ada apa berteriak seperti orang kena jambret?" Tanya lelaki setengah baya yang ternyata adalah Ayah Lorna.


"Heh cucu kurang ajar. Ada apa kau berteriak mencariku?" Kata seorang lelaki tua sambil berjalan keluar dari salah satu ruangan dan langsung mengacungkan tongkatnya ke-arah Lorna.


Lorna sedikit bergidik melihat ujung tongkat tersebut. Namun dia juga tidak mau kalah, dan langsung memasang wajah cemberut.


"Aku sedang kesal dengan kakek." Kata Lorna merengut.


"Apa yang kau kesalkan kepadaku cucu setan?" Kata tuan besar Walker lalu kembali bertanya. "Bagaimana dengan tugas yang aku berikan kepadamu?" Tanya orang tua itu lagi.


"Aku kesal justru karena kakek sengaja mengirim ku kesana untuk sesuatu yang sia-sia." Kata Lorna sambil menghempaskan punggungnya dengan kesal keatas sofa.


"Apa maksudmu dengan pernyataan seperti itu? Coba kau jelaskan pelan-pelan Lorna!" Pinta tuan Jasson yang berusaha untuk menenangkan cucu nya yang suka memberontak itu.


"Begini kek. Sebelum aku berangkat, Kakek pernah menjelaskan kepadaku bahwa aku harus mencari informasi tentang pemilik perusahaan Future of Company yang berkemungkinan besar adalah anak Wilson dari keluarga William." Kata Lorna.

__ADS_1


"Lalu?" Tanya tuan Jasson penasaran.


"Apa yang aku dapatkan? Semuanya kosong belaka. Segala informasi yang aku cari tidak sedikitpun aku temukan di Starhill. Ini berarti, Kakek telah di tipu dan hanya mendapatkan informasi yang salah." Kata Lorna dengan kesalnya.


"Tidak mungkin mata-mata keluarga kita berani menipu kakek." Kata tuan Jasson membela diri.


"Bukan mata-mata keluarga kita yang telah menipu kakek. Tapi informasi yang di dapat dari keluarga Patrik lah yang salah dan Kakek telah tertipu oleh kabar angin yang di dapat dari keluarga itu." Kata Lorna lagi.


Mendengar penjelasan dari Lorna, tuan Jasson merenung sejenak sambil mengurut-urut dagu nya.


"Tidak mungkin salah. Anak itu pasti berada di sana. Bahkan aku mendengar kabar bahwa dia pernah datang ke Metro city ini. Anak itu juga telah mengambil alih perusahaan keluarga William menjadi anak perusahaan dibawah bendera Future of Company. Tidak mungkin aku salah dalam menyirap kabar." Kata tuan Jasson seperti bergumam untuk dirinya sendiri.


"Lorna.., aku yakin kau telah bertemu dengan anak ini. Alasan mengapa kau tidak dapat mengorek informasi tentang dirinya adalah karena rapatnya mereka menutup identitas anak itu. Ini bisa saja terjadi. Besar kemungkinan adalah, mereka khawatir keluarga Patrik akan memburu anak itu seperti yang mereka lakukan terhadap ayahnya yaitu Wilson.


"Lalu Kek.., apakah pekerjaanku ini belum selesai?" Tanya Lorna.


"Belum. Kau bahkan belum setengah nya. Kau harus kembali lagi ke Starhill begitu libur panjang mu berakhir." Kata tuan Jasson Walker memutuskan agar Lorna tetap berada di Starhill.


"Apa kau keberatan Lorna?" Bentak tuan Jasson sambil mengangkat tongkat nya.


"Tidak.., tidak.., tidak! Aku tidak keberatan Kek. Aku akan kembali ke Starhill." Kata Lorna sambil melambailan tangannya karena takut di jitak oleh tuan Jasson dengan ujung tongkat nya.


"Setidaknya di sana ada Ivan. Aku pasti akan kembali ke Starhill. Bukan untuk Jerry William si brengsek itu. Tapi untuk Ivan ku." Kata Lorna dalam hati.


"Heh... Anak setan! Apa yang ada dalam fikiranmu? Senyum-senyum sendiri seperti orang kurang waras." Bentak tuan Jasson membuat Lorna tersentak dari lamunannya.


"Tid.., tidak Kek. Ak.., aku hanya lapar." Kata Lorna.


"Dasar anak setan! Tersenyum karena lapar. Semakin hari semakin bertambah senget otak mu itu. Samson! Urus anak mu yang kurang waras ini!" Kata tuan Jasson membentak lelaki setengah baya yang dipanggil dengan sebutan ayah oleh Lorna tadi.


Lelaki setengah baya yang bernama Samson itu hanya bisa menggaruk kepala seperti orang ling-lung.


"Sialan benar Lorna ini. Dia yang mencari perkara, aku juga yang ikut-ikutan kena getahnya." Kata Samson dalam hati.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2