PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Jerry menjadi pelayan hotel


__ADS_3

Di perumahan kelas menengah Starhill tepatnya di Star housing, Jerry, Ryan dan Daniel saat ini sudah bersiap-siap untuk menghadiri acara pertemuan dengan para jajaran petinggi dan staf dari perusahaan yang akan diadakan di hotel teratai mountain lotus.


Ryan dan Daniel adalah sebagai orang yang sangat antusias menatap pertemuan yang akan berlangsung tidak lama nanti. Paling hanya dalam hitungan jam, pertemuan itu akan di gelar.


"Ryan.., Daniel. Apakah kalian sudah selesai? Jika sudah, pergilah terlebih dahulu ke mountain lotus. Katakan kepada paman Ronald, Tuan Barry dan paman Austin untuk tidak melakukan penyambutan untuk ku. Sampaikan kepada mereka agar bersikap yang wajar. Aku tidak ingin mendapatkan penyambutan secara berlebihan." Kata Jerry menitipkan pesan kepada kedua sahabatnya itu.


"Mengapa kita tidak sama-sama saja berangkat dari rumah?" Tanya Daniel.


"Jangan Daniel. kalau kita sama-sama berangkat dari rumah, siapa yang akan menyampaikan pesan ku kepada mereka?" Tanya Jerry.


"Baiklah Jerry. Kami akan berangkat duluan. Jika ada apa-apa, kau dapat menelepon kami." Kata Ryan yang kemudian dijawab anggukan oleh Jerry.


"Sudah pergi sana! Kelamaan nanti bisa-bisa pesan ku tidak tersampaikan." Kata Jerry sambil mengganti stelan jas nya dan menukar nya dengan pakaian biasa.


"Kami berangkat Jerry. Ingat! Jangan lama-lama." Kata Daniel sambil meraih kunci mobil nya dan segera berlalu di ikuti oleh Ryan.


Sekitar 30 menit setelah kepergian Ryan dan Daniel, Jerry pun mulai bergegas kearah mobil Volvo butut nya dan langsung bergerak menuju mountain lotus.


...********...


Mobil Volvo butut yang di kendarai Jerry akhirnya sampai juga di hotel teratai.


Karena waktu itu para pejabat tinggi dari perusahaan belum juga sampai, Jerry tidak langsung keluar dari mobilnya. Dia hanya mengirim pesan suara memalalui whatsapp kepada tuan Barry dan Ronald agar menginstruksikan supaya para pengawal yang berada di luar hotel itu untuk bersikap biasa saja ketika berpapasan dengan nya nanti.


Setelah semuanya selesai, Jerry pun akhirnya keluar dari mobil nya.


Benar-benar tidak ada kesan Boss dalam penampilan Jerry ketika itu.

__ADS_1


Baru saja dia keluar dari mobil tersebut, satu suara kini menegur nya dari arah pintu masuk hotel.


"Woy Jerry.., kau disini?" Tanya satu suara.


"Hey Kak Arslan. Hahaha... Iya Kak. Aku disini. Kau juga disini?" Tanya Jerry sambil tersenyum.


"Benar Jerry. Tuan Ronald menarik ku dari Hillstreet dan memindahkan aku kesini. Dan kau, mengapa kau berada di sini?" Tanya Arslan.


"Oh.., aku ingin bertemu dengan tuan Ronald. Siapa tau aku bisa mendapatkan pekerjaan tetap. Aku ingin agar dia bisa mengusulkan agar aku bisa bekerja di sini. Yah.., minimal lah sebagai pelayan hotel." Kata Jerry sambil tersenyum.


"Apa mungkin Herey salah dalam memberikan keterangan kepadaku beberapa hari yang lalu? Jerry ini.., bagaimana mungkin dia ini adalah pemilik perusahaan ini? Sama sekali tidak terlihat adanya kesan bahwa dia adalah tuan muda itu." Kata Arslan dalam hati.


"Ada apa Kak? Kau terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Jerry dengan heran ketika melihat Arslan seperti sedang berfikir keras.


"Ah tid..., tidak ada apa-apa Jerry." Kata Arslan tergagap.


Jerry yang sedikit terkejut mulai memalingkan pandangan nya ke arah pemilik tangan tersebut. Namun begitu dia mengenali siapa orang itu, Jerry pun langsung tersenyum karena dia begitu mengenali orang yang telah menepuk pundak nya itu.


"Pak Tom." Kata Jerry dengan ramah.


"Apa yang kau lakukan disini Jerry?" Tanya Manager Tom yang heran melihat kehadiran Jerry di tempat itu. Padahal dia tau bahwa sebentar lagi akan ada pertemuan tingkat tinggi yang hanya orang-orang tertentu saja saat ini yang boleh berada di sekitar halaman hotel tersebut.


Namun ketika Manager Tom melihat Jerry gugup dan tidak dapat memberi alasan yang tepat, Manager Tom pun lalu tersenyum dan berkata, "Kebetulan juga kau ada di sini Jerry. Kau tau bahwa akan ada pertemuan besar sebentar lagi. Kau bisa bekerja setengah waktu di sini sebagai pelayan. Saat ini aku memang kekurangan tenaga pelayan. Kau akan aku bayar 50 Dollar Jerry. Lumayan kan?" Kata Manager Tom memberikan tawaran kerja kepada Jerry.


Wajar saja jika Manager Tom belum mengenal Jerry sebagai pemilik perusahaan itu. Ini karena selain Jerry masih belum membuka identitas nya, dia juga pernah bekerja di restoran bahagia. Ketika itu, Jerry belum tau bahwa dirinya adalah tuan muda dari keluarga William dan Smith.


Ketika itu, Jerry harus di pecat dari pekerjaan sebagai pelayan karena ulah Anton, John, Herman dan Zeck.

__ADS_1


"Bagaimana Jerry? Apakah kau bersedia?" Tanya Manager Tom penuh harap.


"Baiklah Pak Tom. Aku bersedia." Kata Jerry menerima tawaran dari Manager Tom untuk bekerja sebagai pelayan separuh waktu pada pertemuan yang akan diadakan di hotel teratai kali ini.


"Syukur lah jika kau bersedia Jerry. Jujur saja, aku sangat kebingungan dengan kurangnya tenaga kerja pelayan. Untung kau ada Jerry." Kata Manager Tom sekali lagi menepuk pundak Jerry.


"Terimakasih Pak Tom karena memberikan saya pekerjaan separuh waktu. Jika tidak, saya juga pusing saat ini untuk mencari uang tambahan." Kata Jerry berpura-pura bahagia mendapat pekerjaan sampingan itu.


"Ok Jerry. Aku akan mengambilkan baju seragam untuk mu. Kau dapat mengganti pakaian mu." Kata Manager Tom sambil bergegas menuju kearah mobilnya dan mengambil seperangkat pakaian seragam pelayan.


Jerry hang menerima seragam pelayan yang diberikan oleh Manager Tom. Dia hanya bisa berpura-pura untuk tampak sangat bahagia.


"Terimakasih Pak Tom... Terimakasih." Kata Jerry berulang-ulang.


"Sama-sama Jerry. Hanya ini yang dapat aku lakukan untuk membantu anak muda yang baik dan rajin seperti dirimu. Oh ya.., aku masuk dulu kedalam hotel sebelum atasan ku yang lainnya tiba. Setelah kau selesai berganti pakaian, kau bisa langsung menemui kepala pelayan dan bekerja lah dengan baik!" Kata Manager Tom lalu meminta diri untuk segera berlalu dari tempat itu.


Setelah Manager Tom berlalu, Jerry segera tersenyum dan berkata, " Memang kalau rejeki itu tidak akan kemana." Katanya sambil menatap ke-arah Arslan yang sejak tadi hanya memperhatikan saja.


"Rejeki mu bagus benar Jerry. Baru saja tiba, kau sudah langsung mendapat pekerjaan." Kata Arslan sambil tersenyum ikut senang karena Jerry mendapat pekerjaan walau hanya sebagai pelayan separuh waktu.


"Iya Kak. Oh ya Kak..., kau bekerja lah! Aku harus mengganti pakaian ku dulu." Kata Jerry meminta diri.


"Baiklah Jerry. Kau bisa kebelakang pos jaga itu untuk mengganti pakaian. Disana ada sebuah ruangan tempat ku menyimpan pakaian. Kau bisa menggunakannya." Kata Arslan sambil menunjuk pos jaga yang tidak terlalu jauh jaraknya dari simpang jalan untuk masuk ke halaman hotel tersebut.


"Sekali lagi terimakasih Kak. Aku akan mengganti pakaian dulu." Kata Jerry segera berlalu ketempat yang di tunjuk oleh Arslan tadi di ikuti dengan tatapan bahagia dari Arslan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2