
Bab 84.
Metro City.
Suasana di Ruang Tunggu dan diluar banda malam ini sungguh sangat berbeda.
Tidak seperti hari-hari biasa, kini di sekitar luar bandara terlihat banyak mobil-mobil mewah yang di parkir berjejer dengan rapi. Selain itu di ruang tunggu Vip juga terlihat beberapa orang yang memakai jas hitam tampak seperti para Bodyguard bersikap sangat waspada saat ini.
Dari dalam kini tampak tiga orang pemuda seumuran sedang berjalan melenggang berbaur bersama dengan orang-orang yang berada di tempat itu menuju ke luar bandara. Mereka terus saja berlalu dengan santai melewati para lelaki berpakaian hitam itu.
"Jerry, setelah ini kemana kita akan pergi?" Tanya Daniel sambil melangkahkan kakinya sejajar dengan Jerry dan Ryan.
"Kita makan dulu. Minum minuman yang enak dan melihat-lihat kota Metro ini." Benar begitu kan Jerry?" Kata Daniel setelah mereka jauh berjalan meninggalkan bandara dan orang-orang yang berpakaian serba hitam itu.
"Ayo kita mencari tempat untuk makan dulu. Nanti kita akan mencari taxi untuk mengantar kita ke bukit Metro." Kata Jerry sambil memandang ke kiri dan ke kanan.
"Disana ada restoran Jerry. Ayo kita kesana!" Ajak Daniel sambil menunjuk salah satu restoran yang memilki cahaya sedikit remang.
"Ayo." Kata Jerry.
Lalu mereka bertiga pun berjalan menuju restoran itu.
"Kemana Paman Ronald saat ini. Bukankah kata Tuan Barry dia akan bersama ku di Metro city ini? Apakah dia berhalangan untuk menunggu di bandara?" Fikir Jerry salam hati sebaik saja mereka duduk dan memesan makanan di restoran itu.
Ini karena sebelumnya Ronald telah lebih dahulu berangkat ke Metro City untuk mengatur segala sesuatu bagi penjemputan Jerry yang akan tiba malam ini di bandara Internasional Metro City.
Setelah mereka selesai makan, Jerry dan kedua sahabat nya meninggalkan restoran itu dan menaiki taxi menuju bukit Metro.
Di ruang tunggu bandara kali ini para lelaki yang serba berpakaian hitam itu mulai gelisah menunggu.
Mereka kini saling pandang dan mulai bertanya-tanya mengapa Jerry yang mereka tunggu tidak kunjung tiba.
"Sebaiknya kita laporkan saja kepada tuan Ronald." Kata salah seorang dari mereka.
"Yah..., sebaiknya begitu." Kata seorang lagi sambil mengeluarkan ponsel nya dan menelepon Ronald.
"Hallo...!" terdengar suara lelaki di seberang telepon ketika panggilan itu terhubung.
"Hallo Tuan Ronald. Ini saya salah satu pengalawal yang di tugaskan untuk menjemput dan mengawal Tuan muda." Kata lelaki itu lalu melanjutkan, "Namun sudah hampir 2 jam kami di sini, tapi Tuan muda tetap tak juga kelihatan." Kata pengawal itu dengan cemas.
__ADS_1
"Apa..., Bagaimana bisa?" Tanya Ronald dengan terkejut.
"Saya sendiri juga tidak tahu Tuan." Kata pengawal itu dengan perasaan tidak enak saat ini.
"Aku akan menelepon pilot dan menanyakan padanya. Kau tunggu kabar dari ku dan jangan kemana-mana!" Kata Ronald lalu buru-buru mengakhiri panggilan.
Di Restoran mutiara kali ini Ronald yang bertemu dengan Tuan Syam terlihat sangat gugup sekali.
Tuan Syam yang melihat Ronald tiba-tiba berubah, menjadi heran dan bertanya, "Ada apa Tuan Ronald? Anda sepertinya sangat gugup sekali." Tanya Tuan Syam.
"Tuan muda kita. Tuan muda kita tidak bertemu dengan pengawal yang aku tempat kan di bandara." Kata Ronald sangat ketakutan.
"Hah.., Apa?"
"Ah sial. Celaka kita Ronald. Ini semua salah kita. Bagaimana dia bisa mengenal orang-orang yang kau tempat kan disana? Bukan kah ini kali pertama Tuan muda datang ke Metro City ini!?" Kata tuan Syam sambil menyeruput minuman nya dengan cepat dan segera berjalan membawa selembar kertas menuju ke kasir.
"Ya Tuhan. Betapa bodoh nya aku." kata Ronald dalam hati.
Sambil menunggu tuan Syam membayar makan malam mereka, Ronald segera mencoba untuk membuat panggilan ke nomor ponsel Jerry.
"Tiluliit... Tiluliiit... Tiluliiit....!"
"Mengapa tidak bisa di hubungi? " Fikir Ronald dalam hati. Kini keringat dingin mulai membasahi dahi nya
Sebenarnya ketika Ronald menelepon Jerry tadi, Jerry baru saja menerima telepon dari Ivan yang mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan kepada James agar memberi kerja sama kepada Jerry ketika di perlukan. Jadi, disini lah sebab nya mengapa Ronald tidak dapat menghubungi ponsel Jerry.
***********
"Kriiing.... Kriiiiiing.... Kriiiiiiiiing.....!"
Terdengar suara telepon memenuhi ruangan itu.
Tak lama kemudian seorang lelaki setengah baya datang menghampiri sebuah meja kerja di mana pesawat telepon itu berada.
Lelaki itu kini mengangkat gagang telepon menjepitnya di antara telinga dan bahu lalu mulai membuka suara.
"Hallo..." Kata lelaki setengah baya itu.
"Tuan besar. Saya adalah Rudock anak buah Sendiego yang anda tugaskan untuk memata-matai aktifitas yang dilakukan oleh anak buah Ronald di bandara internasional Metro City." Kata si penelepon yang mengaku bahwa dirinya bernama Rodock itu.
__ADS_1
"Oh iya Rudock. Bagaimana perkembangan disana saat ini? Apakah kau dan anak buah mu berhasil mengetahui seperti apa wajah tuan muda yang sedang mereka tunggu di bandara itu?"
"Tuan besar..., Kami telah berada disini sejak 3 jam yang lalu bahkan jauh sebelum anak buah Ronald dari keluarga Smith datang. Namun kami masih belum melihat bahwa mereka telah bertemu dengan pemuda yang sedang mereka tunggu itu Tuan. Bahkan saat ini sedang terjadi kasak-kusuk di antara mereka bahwa tuan muda itu tidak jadi datang." Kata Rudock menjelaskan.
"Apa..? Ah tidak mungkin. Anak buah ku yang berada di Starhill telah mengatakan bahwa Barry sendiri yang telah mengantar mereka sampai di bandara. Mustahil jika mereka tidak jadi datang ke Metro City ini." Kata lelaki setengah baya yang di panggil dengan sebutan Tuan besar itu.
"Setidaknya begitu lah yang terjadi di sini saat ini Tuan. Sampai sekarang mereka masih seperti orang kebingungan menunggu tuan muda itu yang tak kunjung tiba."
"Rudock..., terus lah berada di sana! Awasi terus pergerakan anak buah Ronald. Aku yakin telah terjadi ke-keliruan disana saat ini. Kemungkinan besar adalah, tuan muda mereka itu tidak mengenal mereka mengingat bahwa ini kali pertama dia memasuki Metro City dan berkunjung ke keluarga Smith."
"Baik Tuan besar. Saya mengikut perintah."
"Bagus. Terus awasi keadaan disana dan segera beri tahu kepada ku setiap perkembangan nya."
"Saya mengerti Tuan."
Lalu panggilan telepon itu pun di akhiri.
*********
Berita tentang anak buah Ronald yang tidak bertemu dengan Jerry membuat Drako yang sedang berada bersama Regan merasa sedikit khawatir.
"Dimana Jerry ini saat ini? Mengapa dia bisa menghilang begitu saja?" Gumam Drako seperti berbicara dengan dirinya sendiri.
"Ketua. Kemungkinan besar Jerry ini tidak mengenal para anak buah yang di tugaskan oleh Ronald. Jika ada yang harus bertanggung jawab dalam hal ini, maka Ronald lah yang harus di salahkan." Kata Regan.
"Ini bukan masalah siapa yang salah dan harus bertanggung jawab. Ini masalah keselamatan anak angkat ku. Jika sesuatu mengancam keselamatan nya, seribu tanggung jawab pun bagi ku sudah tidak berguna lagi." Kata Drako dengan gusar.
"Mengapa anda begitu panik ketua? Aku justru sangat suka ketika anak buah Ronald tidak bertemu dengan tuan muda." Kata Regan tampak tenang-tenang saja.
"Apa maksud dari perkataan mu barusan Regan?" Tanya Drako sedikit bingung.
"Ketua, menurut pemikiran ku, ada baiknya jika tuan muda tidak bertemu dengan anak buah Ronald. Ini karena, untuk saat ini anak buah Ramsey dan Sendiego telah di tempat kan di bandara sebagai pengintai. Bayangkan jika tuan muda bertemu dengan anak buah Ronald! Ini pasti akan menarik perhatian anak buah Ramsey dan Sendiego yang pasti akan berdampak bisa saja sangat buruk terhadap keselamatan tuan muda." Kata Regan mengemukakan pandangan nya.
"Benar juga kata-kata mu barusan. Tapi aku sangat khawatir jika Jerry akan tersesat dan tidak tau kemana mereka akan pergi di kota sebesar ini."
"Ketua, tuan muda bukan anak yang bodoh. Sudah tidak jaman lagi di era serba canggih seperti sekarang ini untuk tersesat di kota dimana segala teknologi berkembang dengan pesat."
"Daripada kita hanya bisa khawatir di sini yang menurut ku tidak ada gunanya, lebih baik kita segera pergi menuju bukit Metro. Barang kali tuan muda telah sampai disana tanpa sepengetahuan siapa pun." Kata Regan menambahkan.
__ADS_1
Tepat seperti dugaan Regan. Bahwa saat ini Jerry dan kedua sahabatnya telah sampai di depan sebuah Villa yang sangat besar dan megah.
Bersambung....