PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menolak perjodohan


__ADS_3

Jerry yang tidak dapat menerima perjodohan yang di atur oleh kakeknya dan tuan Walker buru-buru keluar dengan perasaan kecewa.


Dia merasa kecewa karena sedikit pun tidak di beri kesempatan untuk menentukan masa depannya sendiri.


Dengan kesal Jerry memasuki mobil Aston Martin Vantage pemberian kakeknya tuan William dan membanting pintu mobil tersebut dengan kasar.


"Jerry..."


Terlihat Ivan dan Lorna mengejar Jerry yang akan menhidupkan mesin mobil nya.


"Jerry. Kau mau kemana?" Tanya Ivan.


"Aku sedang kesal Van. Ayo kita mencari hiburan saja." Ajak Jerry.


"Aku tidak bersemangat Jer. Oh ya.., kakek mu sedang menunggumu. Katanya dia ingin mengatur rencana pernikahan mu dengan Lorna." Kata Ivan.


"Gila. Benar-benar Gila. Aku Harus segera menghentikan kegilaan ini." Kata Jerry sambil keluar dari mobil nya.


...*...


Villa Ramendra MegaTown.


"Robin.., aku mendapat kabar dari Simon bahwa Jerry telah tiba di Metro city." Kata Ramendra kepada menantunya Robin Patrik.


"Kapan dia tiba di Metro city Ayah?" Tanya Robin.


"Sore tadi. Tapi saat ini dia sedang bersama dengan ayah dan anak haram mu di Villa Smith." Kata Ramendra menjelaskan.


"Aku telah mempelajari semua catatan yang tertulis di buku ini. Semuanya tentang Jerry. Disini di katakan bahwa jika ingin mencelakai anak itu, pisahkan dia dari kedua sahabat nya." Kata Ramendra lagi.


"Apakah di catatan itu ada tertulis nama sahabatnya itu?" Tanya Robin.


Wajar dia tidak membaca catatan di buku tersebut. Ini karena ketika Via dan Anton menyerahkan informasi tentang Jerry, saat itu dia tidak memiliki waktu yang cukup.


Dia harus segera ke Country home untuk menyaksikan pertarungan antara anaknya Hyden melawan Riko, sampailah dia melerikan diri ke MegaTown ini.


Robin yang meminta bantuan kepada Ramendra segera memberikan buku catatan itu kepada ayah mertuanya tersebut untuk mencari cara bagi membalas kekalahannya di tangan Jerry.

__ADS_1


"Di sini di sebutkan bahwa kedua sahabatnya bernama Daniel dan Ryan."


"Memang Simon mengatakan bahwa Jerry ini di dampingi oleh dua orang anak muda yang seusia dengannya. Ini kau lihat fotonya.!" Kata Ramendra menyerahkan beberapa lembar foto yang di ambil saat Jerry berada di bandara Internasional Metro city.


Robin yang langsung mengambil foto itu segera memperhatikan dan berkata, "Aku memang tidak mengenal siapa Daniel dan Ryan ini. Tapi yang jelas kedua pemuda ini adalah anak Regan dan Lenard." Kata Robin.


"Apakah itu Regan anak buah Drako dan Lenard kepala pelayan keluarga William?" Tanya Ramendra.


"Benar Ayah. Aku sangat pasti mereka ini pasti bukan Daniel dan Ryan itu." Kata Robin dengan mantap.


"Baik.., ini adalah kabar yang sangat baik. Aku akan segera Menyuruh Simon dan Efander untuk menyiapkan anak buah kita. Begitu ada kesempatan, langsung kreeek!" Kata Ramendra sambil mengacungkan jempol tangannya ke arah leher seperti menyembelih.


...**...


Kita kembali lagi ke Villa Smith.


Saat ini Jerry William segera melangkah memasuki Villa kakeknya tersebut setelah menguatkan hati bahwa dia akan mati-matian menolak perjodohan itu.


Di ikuti oleh Ivan, Jerry pun melangkah dengan tergesa-gesa dan begitu dia sampai di ruangan luas dalam Villa tersebut, tampak tuan William sedang tersenyum kearahnya.


"Kakek.., Bolehkan aku berbicara sesuatu yang menyangkut masa depan ku?" Tanya Jerry.


"Silahkan Jerry. Apa yang ingin kau sampaikan?!" Kata tuan Smith.


"Kakek.., kalian begitu bersikeras ingin menjodohkan aku kepada gadis dari keluarga Walker. Disini aku ingin mengatakan bahwa aku menolak rencana perjodohan ini." Kata Jerry dengan tegas.


"Mengapa Jerry? Apakah cucuku tidak cantik atau kau merasa bahwa wanita dari keluarga Walker yang terhormat tidak cukup pantas untuk menjadi menantu di keluarga William dan Smith mu?" Tanya tuan Walker dengan nada tersinggung.


"Bukan begitu maksud ku Tuan besar Walker. Cucu anda sangat cantik. Kaya, pintar, terpelajar dan terhormat. Tapi apakah mungkin sesuatu hubungan, apa lagi yang namanya pernikahan yang sudah pasti itu menyangkut masa depan ku bisa berjalan dengan baik tanpa adanya rasa saling cinta antara aku dan Lorna?" Tanya Jerry.


"Jerry. Kau harus tau satu hal. Ini demi keluarga besar kita. Demi kejayaan keluarga kita dan demi perkembangan perusahaan yang kau rintis agar memiliki dukungan yang lebih besar. Karena bagaimanapun, jika perusahaan di sokong oleh tiga keluarga besar, maka kesuksesanmu mendominasi dunia Bisnis di negara ini akan sangat terbuka lebar." Kata tuan Smith menjelaskan maksud dari perjodohan itu.


"Jerry. Satu hal yang harus kau ketahui adalah, cinta itu akan datang setelah kalian menikah. Aku dan mendiang nenek mu dulu juga tidak saling mencintai." Kata tuan William meyakinkan Jerry.


"Kakek. Waktu telah berubah sesuai perkembangan zaman. Terlalu kolot untuk memaksakan perjodohan di zaman yang serba modern ini."


"Disini aku ingin bertanya kepada Lorna. Apakah dia mencintai ku? Apakah dia bersedia untuk menjadi istriku? Jawabannya sudah pasti tidak. Bukankah begitu Lorna?" Tanya Jerry sambil menatap tajam kearah Lorna yang hanya diam saja.

__ADS_1


"Katakan Lorna! Apakan kau menolak perjodohan ini?" Tanya tuan Walker.


"Ak.., aku.., aku hanya menganggap Jerry sebagai Kakak. Tidak lebih dari itu Kek." Jawab Lorna dengan tergagap.


"Praaak...!"


"Kurang ajar. Apakah kau akan menentang keputusan ku?" Tanya tuan Walker sambil memukul meja membuat Lorna mengkerut seperti kerupuk tersiram air.


"Aku tidak mau tau apa pun alasan kalian berdua. Yang aku tau adalah, setiap keputusan yang telah kami sepakati adalah final dan tidak bisa di ganggu gugat." Kata tuan William yang tetap teguh kepada pendiriannya.


"Jika begitu Kek, dengan sangat menyesal sekali aku katakan bahwa aku tidak dapat menerima perjodohan ini. Maafkan jika aku tidak berbakti." Kata Jerry.


"Kau juga ingin membangkang kepada kemauan kami Jerry? Apakah sedikitpun tidak ada perasaan untuk membuat kami merasa bahagia di usia senja ini?" Tanya tuan Smith.


"Ada banyak macam kebahagiaan yang bisa di gapai tanpa harus mengorbankan kebahagiaan orang lain. Kakek terlalu tenggelam dalam dunia bisnis. Yang kalian fikirkan adalah keberhasilan, kesuksesan tanpa perduli dengan orang lain yang menjadi korban. Aku Jerry William dengan tegas menolak perjodohan ini." Kata Jerry sambil mengacungkan jari telunjuknya ke langit.


"Kau Jerry.., kau benar-benar telah mengecewakan kami. Perjodohan tetap perjodohan. Aku tidak mau tau. Minggu depan kita akan membahas ini lagi dan kau!!! Persiapkan saja dirimu!" Kata tuan William dengan lantang.


"Jika aku menolak?" Kata Jerry menantang.


"Jika kau menolak, maka aku akan menarik perusahaan William group kembali dan kau tidak berhak lagi atas perusahaan itu." Kata tuan William.


"Mr.Brylee.., Besok kau bawa seluruh dokumen penting tentang kepemilikan perusahaan. Aku selaku pemilik saham tunggal akan menandatangai pengembalian saham kepada Tuan besar William King. Apakah kakek puas?" Tanya Jerry.


"Kakek bisa memberikan perusahaan milik keluarga kita kepada Regnar. Biarkan perusahaan merugi setiap detik dan aku tidak akan ikut campur lagi dalam urusan perusahaan." Kata Jerry lalu segera berlalu meninggalkan ruangan itu.


"Jerry tunggu dulu!" Kata tuan Smith mencegah Jerry untuk pergi.


"Apakah Kakek juga menginginkan agar aku mengembalikan Smith Group kepada Kakek?"


"Mr.Brylee, sekalian besok anda bawa juga dokumen kepemilikan perusahaan Future of Company. Aku akan menandatangani surat serah terima perusahaan kepada Tuan besar Leon Smith." Kata Jerry.


Kini Jerry tidak menunggu lagi. Dia langsung memasuki mobil dan segera meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah pusat kota Metro city.


"Jerry tunggu aku...!" Kata Ivan segera berlari ke arah mobil nya dan memecut laju mobilnya untuk mengejar Jerry yang sudah jauh di depan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2