PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Pero membocorkan rencana Dianna


__ADS_3

Bab 88.


"Kriiiing...."


"Kriiiing....!"


Bunyi suara ponsel itu membuat seorang lelaki setengah baya menghentikan sarapannya.


Dengan perasaan penasaran, dia segera mengeluarkan ponsel dari saku nya dan segera melihat ke arah layar.


"Hmmmm..., nomor siapa ini? Pagi-pagi sudah menelepon. Ada perlu apa orang ini? Sebaiknya aku jawab saja." Fikir lelaki setengah baya itu dalam hati.


"Hallo..., siapa disana? Apakah ada sesuatu yang bisa saya bantu." Kata lelaki setengah baya itu begitu menjawab panggilan tersebut.


"Tuan Ronald, ini saya Pero."


"Duar..."


Begitu orang yang menelepon menyebutkan namanya, lelaki setengah baya itu langsung menampar meja.


Dia sangat kenal dengan Pero ini. Dia adalah penghianat yang nyaris saja membocorkan identitas Jerry kepada musuh keluarga William dan Smith.


"Pero baj*ngan. Ada perlu apa kau menghubungi ku. Apakah kau sudah sangat bosan dengan hidup mu saat ini?" Tanya Ronald dengan suara bergetar karena amarah.


"Tuan Ronald. Aku tau aku sangat bersalah kepada anda dan tuan muda Jerry. Karena aku hampir saja membuatnya celaka. Hanya saja aku menelepon kali ini tidak bermaksud untuk mencelakai tuan muda." Kata Pero dengan suara tercekat.


"Taktik jahat apa lagi yang sedang kau mainkan ini Pero? Apa kau belum cukup senang ketika nyawa busuk mu itu di ampuni oleh tuan muda? Jika kau menginginkan kematian sebelum waktu nya, maka silahkan kau memainkan taktik busuk mu dan aku akan segera mengakhiri hidup mu." Kata Ronald dengan suara sedingin es.


"Aku tau aku telah melakukan kesalahan besar dengan mengkhianati kepercayaan anda. Namun disini aku tidak ingin melakukan kesalahan yang ke dua kalinya. Aku akan memberitahu kepada anda Tuan tentang rencana jahat yang telah di atur oleh majikan ku bersama Robin kepala keluarga Patrik."


"Hmmm..., teruskan keterangan mu! Jika kau berbohong, aku akan mengejar mu walau kedalam lobang cacing sekalipun." Kata Ronald mengancam.


"Aku tidak akan berbohong kali ini. Jika anda tidak percaya, anda bisa menjadikan anak istri ku sebagai jaminan." Kata Pero dengan tujuan sambil menyelam, minum air.


"Lanjutkan!" Perintah Ronald.

__ADS_1


"Begini Tuan. Dianna Regnar telah membuat rencana bersama dengan Robin Patrik untuk menghalangi agar tuan William tidak dapat bertemu dengan Jerry. Mereka telah memerintahkan kepada ku untuk mengetuai orang-orang nya mencegat Rombongan tuan William di bawah jembatan layang menuju bukit Metro di sebelah utara."


"Lalu apa jawab mu?" Tanya Ronald.


"Aku terpaksa menyetujui nya Tuan. Karena aku memikirkan keselamatan anak dan istri ku. Untuk saat ini aku telah menyuruh istri dan anak ku meninggalkan Metro City. Hanya saja aku tidak tau kemana harus menyembunyikan mereka. Bagaimana pun, anak buah Robin ada di mana-mana. Aku khawatir jika penghianatan ku ini terbongkar, mereka akan membantai keluarga ku." Kata Pero sambil menarik nafas panjang.


Mendengar ini, Ronald terdiam sejenak. Dalam hatinya dia berfikir keras lalu berkata, "Pero, bagaimana pun ini adalah masalah serius. Aku sangat menghargai niat mu ini. Untuk keselamatan keluarga mu, kau tidak perlu khawatir. Pindahkan anak istri mu ke hotel berlian. Disini aku dan anak buah ku akan menjamin keselamatan anak istri mu." Kata Ronald memberi angin segar.


Bagai orang yang sedang mengantuk di beri bantal, Pero yang mendapat jaminan keselamatan anak dan istrinya dengan semangat membeberkan rincian rencana yang di beri tugaskan kepada nya oleh Dianna.


Sebelum mengakhiri panggilan telepon itu, Ronald tak lupa memperingatkan kepada Pero agar segera menyingkir ketika terjadi bentrok antara orang-orang nya dan anak buah Dianna dan Robin.


Pero segera menyetujui dan langsung mengakhiri panggilan.


Setelah panggilan di akhiri, Pero segera menemui istri dan anaknya. menyerahkan kartu bank dan menyuruh agar istrinya segera pergi menuju Hotel mutiara.


"Istriku, segera lah berangkat. Jika terjadi sesuatu kepadaku, kau harus segera pergi ke kota Starhill dan minta lah perlindungan kepada tuan Ronald disana!" Kata Pero memberi pesan kepada istrinya.


Istrinya hanya mengangguk dan tidak banyak membantah.


"Cepat lah! Kita tidak punya banyak waktu." Kata Pero memberikan kunci mobil dan mengantar istrinya ke garasi.


***********


Lelaki setengah baya yang sejak tadi malam memperhatikan Villa mewah kediaman Tuan besar Smith itu memalingkan perhatiannya kepada lelaki sebaya dengan nya yang berada di samping nya.


"Regan, apakah ada sesuatu yang mencurigakan yang kau lihat?" Tanya nya kepada lelaki yang berada disamping nya itu.


"Untuk saat ini semuanya aman ketua. Hanya saja aku merasa tidak lama lagi akan ada kejadian yang akan menggemparkan di Metro City ini." Jawab lelaki setengah baya bernama Regan itu.


"Hmmmm..., aku juga dapat merasakan hal yang menyenangkan tidak lama lagi akan pecah." Kata lelaki yang memiliki wajah menyeramkan dengan bekas luka cacat di wajahnya yang memanjang dari alis sampai ke pipi itu.


"Ketua...-"


Kata-kata Regan terhenti ketika dia mendengar suara panggilan di ponsel lelaki yang dipanggil ketua itu.

__ADS_1


Lelaki setengah baya yang di panggil dengan sebutan ketua itu segera mengeluarkan ponsel nya dan menjawab panggilan.


"Ronald. Dimana kau saat ini? Ada apa kau menelepon ku?" Tanya lelaki yang wajah nya menyeramkan itu.


"Drako.., aku berada di Hotel mutiara saat ini. Sebentar lagi aku akan bergerak ke bukit Metro. Beri tahu aku dimana posisi mu Drako!" Kata Lelaki yang menelepon itu.


"Sejak tadi malam aku berada di dekat Villa tuan Smith guna mengawasi keadaan. Apa kau akan segera datang kesini?" Tanya lelaki setengah baya yang ternyata adalah Drako itu.


"Drako. Aku ada kabar penting untuk di sampaikan kepada mu dan tuan Syam."


"Katakan kabar berita apa itu Ronald!" Kata Drako ingin tahu.


Lalu Ronald membeberkan semua informasi yang dia peroleh dari Pero tentang rencana penyergapan rombongan tuan besar William yang akan menemui Jerry di Villa Smith.


"Hmmmm...., ternyata ada guna nya juga si bangs*t Pero ini. Tuan muda sangat jeli dengan keadaan. Beruntung kita tidak membun*h nya tempo hari." Kata Drako dengan senyum menyeringai.


"Drako.., segera atur anak buah mu! Aku akan menghubungi tuan Syam untuk membuntuti Rombongan tuan William. Kita harus bergerak cepat. Jika terlambat, maka kau tau sendiri akibatnya." Kata Ronald.


"Kau beritahu saja secepatnya kepada Syam. Tidak perlu mengkhawatirkan ku. Anak-anak buah ku bertebaran di mana-mana. Siap untuk membantai Rusa di jalan aspal." Kata Drako terkekeh riang.


Setelah panggilan di akhiri, Regan yang penasaran bertanya," Ada apa Ronald menghubungi mu ketua?" Tanya Regan penasaran.


"Ronald menghubungi ku untuk memberitahu tentang rencana Robin dan Dianna yang merencanakan akan mencegat rombongan tuan William menuju Villa Smith guna menemui Jerry." Kata Drako menjawab pertanyaan Regan.


"Lalu ketua? Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Regan.


"Hehehe...., kita akan bersenang-senang Regan. Bukankah sudah lama kita tidak berkelahi. Saat nya kita melemaskan otot-otot yang kaku." Kata Drako terkekeh senang.


Mendengar ini tampak wajah gembira tergambar di wajah Regan.


"Apakah itu benar ketua? Hahaha. Ayo ketua. Kita tinggalkan tempat ini dan atur segala persiapan. Aku sudah tidak sabar untuk membantai anak buah Robin ini dan membalaskan dendam Dua puluh lima tahun yang lalu." Kata Regan lalu berdiri dan berjalan menuju ke arah mobil yang mereka parkir di tempat tersembunyi.


Drako hanya mengikuti saja dari belakang sambil terkekeh senang.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2