PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Fardy


__ADS_3

Seorang pria berumur sekitar empat puluhan tampak menonton berita internasional yang di tayangkan di salah satu stasiun televisi Hongkong dengan mata merah dan gigi bergemeretakan.


Sesekali tampak kedua belah tangan nya terkepal dengan sangat kuat sehingga otot-otot di tangan itu tampak bersembulan di lengan pria itu.


"Ayah. Ternyata benar apa yang telah kau ucapkan bahwa aku hanya akan bertemu dengan kuburan mu ketika aku kembali ke MegaTown. Maafkan aku anak mu yang tidak sempat membantu mu mengatasi kesulitan yang kau hadapi. Tapi kau harus tenang di sana! Aku akan mengusut penyebab mengapa kau sampai bunuh diri dan akan membuat perhitungan dengan mereka." Kata lelaki itu dengan air mata mulai mengalir dari kelopak matanya.


Tit-tit..., tit-tit....?!


Terdengar suara ponsel lelaki itu berbunyi menandakan seseorang telah mengirim pesan ke ponsel nya.


Lelaki itu meraih ponselnya dan membuka pesan yang ternyata adalah pesan suara tersebut.


"Boss.., aku telah menemukan sebuah video yang sangat viral hari ini tentang sebuah klarifikasi dari seorang yang bernama Robin Patrik dan aku telah mengirim link nya ke whatsapp anda. Silahkan anda tonton." Kata suara seorang wanita yang mengirim pesan tersebut.


Berdesir dara lelaki itu ketika mendengar nama Robin disebutkan dalam pesan suara tersebut.


Tanpa membuang-buang waktu lagi, lelaki itu segera mengklik link tersebut dan seketika itu juga dia melihat sebuah video di Youtube tentang pernyataan dari Robin Patrik yang menyingkap seluruh kejahatan dirinya dan Ramendra.


Praaak....?!


Terdengar satu suara benda di banting dengan keras di dinding ruangan itu dan ternyata itu adalah ponsel yang dipegang oleh lelaki tadi.


Belum selesai dia menonton video pernyataan tersebut, darahnya sudah mendidik duluan dan tanpa dia sadari secara spontan tangannya bergerak melemparkkan ponsel di tangannya dengan sekuat tenaga sehingga ponsel tersebut tepat menghantam dinding dan hancur berantakan.


"Siapa saja yang ada di luar, masuk sekarang!" Kata lelaki itu berteriak sekuat tenaga membuat suaranya bergema memenuhi ruangan itu.


Tak lama setelah lelaki itu berteriak, kini dari luar bermasukan empat orang lelaki bermata sipit berkulit kuning.

__ADS_1


"Kalian! Panggil Jessica dan Jimmy kemari. Secepatnya!!!" Kata lelaki itu berteriak dengan lantang.


"Baik Boss...?!" Kata mereka lalu bergegas keluar.


Tak lama setelah itu, keempat lelaki tadi masuk kembali. Namun kini di belakang mereka tampak seorang gadis yang cukup cantik dengan gaya rambut di kepang ekor kuda berjalan bersebelahan dengan seorang lelaki yang juga cukup tampan dengan memekai kemeja slimfit yang terbuka 2 kancing di bagian atas sehingga menampakkan tato dengan gambar kepala harimau, sedangkan di jari telunjuknya terdapat satu cincin dengan kepala tengkorak.


"Anda memanggil kami Boss?" Tanya lelaki muda itu dengan sangat hormat.


"Jimmy.., dan kau Jessica. Aku ingin kalian berangkat ke MegaTown menemui kakak perempuan ku dan menyerahkan kartu bank ini. Katakan kepadanya untuk menebus kembali perusahaan milik keluarga yang di sita oleh pihak bank."


"Kalian sudah melihat video itu bukan? Kenali wajah lelaki bangsat itu. Kemungkinan terbesar adalah dia bersembunyi di Villa Patrik di bukit metro, Metro city. Aku tidak mau tau dengan metode apa yang akan kalian gunakan. Yang aku inginkan, lelaki bangsat ini mati!" Kata lelaki itu dengan pancaran sorot mata membunuh.


"Tuan Fardy, anda tidak perlu khawatir. Secepatnya anda akan mendapat kabar baik dari kami." Kata gadis bernama Jessica itu sembari menerima sekeping kartu bank yang diberikan oleh lelaki bernama Fardy itu.


"Segera berangkat. Aku hanya ingin berhasil. Jika gagal, nyawa mu sebagai ganti nya." Kata Fardy dengan kesungguhan.


"Hmmm...?!" Kata Fardy hanya mendengus saja.


*********


Pesawat siang ini mendarat dari Hongkong ke MegaTown dan para penumpang mulai turun menuju tempat pemeriksaan.


Diantara para penumpang pesawat itu ada sepasang lelaki dan wanita berkulit kuning bermata sipit dengan keduanya memiliki wajah dingin berlalu dari lorong Vip menuju ruang tunggu di mana mereka telah di tunggu oleh beberapa pengawal.


Setelah berbicara sebentar dengan para pengawal yang menjemput tersebut, kedua lelaki dan wanita muda itu kemudian masuk ke dalan mobil kemudian berlalu meninggalkan bandara internasional MegaTown menuju ke perumahan elit MegaTown.


Setelah melakukan perjalanan beberapa menit, akhirnya rombongan itupun sampai di depan sebuah Villa besar yang cukup megah. Kini tampak seseorang menunggu di depan gerbang. Setelah memperkenalkan diri, mereka berdua kini di persilahkan masuk ke dalam Villa tersebut.

__ADS_1


Dua orang pengawal tampak bertugas sebagai penunjuk jalan lalu membawa ke dua lelaki dan wanita itu menaiki lift menuju ke lantai dua di mana seorang wanita dengan tampang bengis telah menanti mereka sambil duduk di sofa sambil memegang tongkat pendek berkepala harimau.


"Hormat kami untuk Nona besar Ramendra." Kata kedua pasangan muda-mudi itu menunduk begitu mereka sampai di samping wanita setengah baya itu.


Walaupun tanpangnya di buat sebengis mungkin, namun dari garis wajah dan ratapan matanya tampak kosong. Raut wajah itu penuh dengan kegelisahan seperti ada beban berat yang baru saja di timpakan ke atas pundak nya.


"Apakah Fardy yang menyuruh kalian untuk datang menemuiku di sini?" Tanya wanita setengah baya itu.


"Benar Nona besar. Boss menyuruh kami untuk mendampingi anda di MegaTown ini sekaligus menjadi pembantu anda untuk mengurus beberapa urusan yang masih belum terselesaikan." Kata lelaki muda yang memiliki cincin lambang kepala harimau itu di jari telunjuk nya.


"Hmmm.., kapan dia akan kembali ke MegaTown?" Tanya wanita setengah baya itu.


"Menjawab anda Nona besar. Boss berkata bahwa dia saat ini sedang melelang seluruh aset milik nya di Hongkong. Setelah itu baru lah dia akan kembali untuk menemui anda." Kata gadis muda yang memiliki rambut kepang ekor kuda tersebut.


"Nona besar, Boss kami menitipkan ini kepada anda. Dia berpesan agar anda segera mengurus perusahaan yang di tinggalkan oleh mendiang tuan besar dan beliau berkata bahwa di dalam kartu ini memiliki uang yang lebih dari cukup untuk kembali menjalankan roda perusahaan yang sempat mengalami kebangkrutan." Kata lelaki muda itu dengan hormat menyerahkan kartu bank ke tangan wanita setengah baya itu.


"Baiklah. Kalian beristirahat lah terlebih dahulu. Nanti malam kita bertemu di bawah untuk membahas rencana selanjutnya sambil makan malam."


"Aku akan pergi dulu untuk menebus semua hutang di bank atas nama perusahaan. Setelah ini selesai, maka hotel Mega sepenuhnya bisa kembali beroperasi." Kata Wanita setengah baya itu sambil mengetuk-ngetukkan ujung tongkat pendek berkepala harimau itu di atas meja keramik.


"Terimakasih Nona besar. Jika begitu, izinkan kami meminta diri."


"Hmmm.., Simon akan mengantar kalian ke kamar. Nikmati istirahat kalian dengan baik. Ini karena tidak ada lagi waktu untuk bersantai dimulai dari besok." Kata wanita setengah baya itu.


"Kami mengerti Nona besar."


"Simon... Antar kedua orang ini ke kamar mereka!" Kata wanita itu sambil bangkit dan berjalan menuju lift.

__ADS_1


__ADS_2