PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Mulai sembuh.


__ADS_3

Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. Itu lah kehidupan. Walaupun merangkak, namun jika tidak memanfaatkan dengan baik, maka sudah pasti waktu akan meninggalkan kita.


Perih, pahit dan getir walau seberat apapun itu, nikmati lah. Karena jika waktu itu telah berlalu meninggalkan, bagaimanapun caranya kita tidak akan lagi bisa kembali ke masa itu.


Tiga bulan sudah semenjak Jerry di buang ke bawah jembatan oleh Robin dan mertuanya Ramendra dan akhirnya hanyut terbawa arus hingga di tolong oleh seorang gadis bersama kakek dan ibunya, kini tanpa terasa Jerry sudah mulai pulih sepenuhnya.


Berkat pertolongan dan bimbingan serta kemauan yang kuat, Jerry kini sudah bisa berjalan, berlari bahkan sudah bisa memikul beban yang sedikit berat.


Sudah tiga hari ini Jerry selalu menemani kakek penolongnya memasuki hutan mencari bahan untuk di racik menjadi obat-obatan herbal.


Hal ini sengaja dia lakukan agar dirinya terbiasa serta menjadi lebih kuat dan proses pemulihan luka dalam yang dia derita segera sembuh seperti sedia kala.


"Kakek. Hutan ini tampak seperti baru saja mengalami pemulihan. Apakah dulu di sini pernah terjadi penebangan liar?" Tanya Jerry di sela-sela istirahat.


"Jerry. Apa yang kau lihat ini adalah salah satu tanda dari ulah ketamakan dan kerakusan manusia. Mereka ingin memperkaya diri. Persetan dengan kehidupan makhluk lain. Asal nafsu dan ambisi mereka terpenuhi, maka cara yang haram pun akan dikatakan halal bagi mereka." Kata Kakek tua itu sambil ikut-ikutan duduk dan melinting tembakau dengan daun jagung.


"Manusia Adalah satu-satunya makhluk yang bisa menebang hutan. mengambil kayu nya. Kemudian mengolahnya menjadi kertas lalu menulis di kertas tersebut, STOP PENEBANGAN HUTAN." Kata lelaki tua itu lagi dengan tatapan sendu melihat banyak tunas-tunas yang tumbuh dari tunggul-tunggul pohon bekas gergaji mesin.


Jerry sama sekali tidak menyelah perkataan lelaki tua itu. Dia tidak berani sedikitpun memotong perkataan yang di ucapkan oleh lelaki tua tersebut.

__ADS_1


Dia hanya bisa menjadi pendengar yang baik bagi sang kakek yang saat ini sedang menumpahkan kekesalannya.


"Dari dulu sampai sekarang Negara terus-terusan ingin mengukuhkan identitas sebagai negara maju dan berkembang. Dan salah satu tolak ukur dari semua itu adalah perekonomian dan juga pembangunan yang seperti tidak ada habisnya dari zaman ke zaman. Tapi mereka tidak mengerti jika banyak sudah hutan yang habis di bantai demi memenuhi ambisi itu." Kata lelaki tua itu.


"Hal ini di dukung oleh para cukong berduit yang juga ingin mengambil keuntungan dari semua ini."


"Akibat dari banyak nya hutan yang telah di tebang membuat banyak binatang hutan kehilangan habitat nya. Ini karena apa? Semua karena keserakahan manusia. Mereka mengira bahwa dunia ini mereka warisi dari nenek moyang mereka. Jika pemikiran seperti ini di pakai, maka semakin tahun hutan akan habis. Jika ini sudah terjadi, pemanasan global akan terus-menerus menghantui. Cuaca yang tidak terprediksi, bencana alam menjadi langganan bahkan akan menjadi momok yang sangat menakutkan bagi manusia itu sendiri.


"Kau Jerry. Aku tau bahwa kau adalah orang yang kaya raya dan sebagian besar perusahaan yang kau kelolah bergerak di bidang insfratruktur. Apakah pernah kau berfikir bahwa dunia ini kau warisi dari nenek moyang mu atau kau berfikir bahwa dunia ini adalah sesuatu yang kau pinjam dari generasi yang akan datang?" Tanya kakek tua itu sambil menatap ke wajah Jerry.


Saat ini Jerry gelagapan tidak bisa menjawab pertanyaan dari kakek itu.


"Aku bingung harus menjawab apa Kek. Karena jujur saja setiap yang aku miliki saat ini adalah apa yang telah di wariskan kepadaku sebagai pewaris tunggal dalam keluarga." Kata Jerry menjawab apa adanya.


"Pasti aku akan marah Kek. Paling tidak aku akan menegur nya." Jawab Jerry dengan polos.


"Begitu juga dengan anak cucu mu generasi yang akan datang. Mereka akan mengutuk mu sebagai pendahulu yang menyisakan alam yang telah rusak kepada mereka."


"Dunia ini tidak kau warisi dari pendahulu mu. Tetapi meminjamnya dari generasi yang akan datang. Maka jika hal ini kau tanamkan dalam hati dan fikiran mu, maka kau akan takut untuk menimbulkan kerusakan karena generasi yang akan datang pasti akan marah ketika dia mendapatkan alam yang telah kau rusak. Mereka akan mengutuk mu dalam setiap kesempatan" Kata kakek itu.

__ADS_1


"Aku akan bercerita sedikit kepada mu tentang 50 atau 40 tahun yang lalu ketika seorang yang sangat serakah dan tamak telah memasuki Mountain slope ini dan menjarah seluruh kekayaan dan hasil bumi di kampung ini untuk mengenyangkan perut naga nya. hal itu terus berlangsung lama sampai daerah ini benar-benar habis baru lah orang itu meninggalkan kampung ini."


"Apakah orang itu adalah Ramendra dari MegaTown yang kakek maksudkan itu?" Tanya Jerry.


"Benar. Aku telah menceritakan kepada mu. Dan akhir-akhir ini ada lagi seorang pemuda yang kaya raya masuk ke kampung ini beberapa bulan yang lalu." Kata lelaki tua itu memberi tahu kepada Jerry bahwa dia pernah mendengar bahwa ada lelaki muda kaya raya telah memasuki kampung mountain slope itu beberapa bulan yang lalu.


"Apakah Kakek tau apa yang ingin dia lakukan di kampung itu Kek?" Tanya Jerry.


"Biasanya aku tidak pernah merasa suka jika orang luar yang kaya raya mengintai kampung halaman ku untuk mengorek kekayaan di kampung ini. Namun pemuda kaya ini berbeda. Dia datang ke kampung ini untuk membawa kemakmuran bagi para petani. Kabar yang aku dengar adalah dia ingin membangun bendungan di tengah-tengah sungai untuk irigasi. Dia juga akan membangun pabrik penggilingan di kampung ini dan banyak lagi hal baik yang dia bawa di kampung ini. Hal ini setidaknya mematahkan kebencian ku terhadap orang-orang kaya yang datang ke kampung ini hanya untuk menguras kekayaannya." Kata lelaki tua itu.


"Apakah Kakek tau siapa nama pemuda itu?" Tanya Jerry merasa penasaran.


"Aku hanya mendengar kabar saja. Aku tidak pernah bertanya kepada penduduk. Tapi yang Jelas, orang kaya itu adalah sahabat dari anak Morgan yang kuliah di kota Starhill. Ketika itu anak Morgan yang bernama Ryan ini kembali berlibur ke kampung itu dengan membawa dua sahabatnya dan salah satu dari dua sahabat Ryan itu lah anak muda yang kaya raya itu." Kata kakek tua itu menjelaskan.


Mendengar lelaki tua itu menyebut tentang diri sahabat nya Ryan, Jerry hanya bisa menyembunyikan senyum nya. Karena dia lah pemuda kaya raya yang di maksud oleh kakek itu.


"Jerry. Ayo kita pulang. Saatnya kau minum obat. Kau tidak boleh kembali ke Metro city dalam 3 bulan ini. Kau perlu berlatih dariku cara pengobatan dan juga cara untuk melindungi diri. Aku tau kau memiliki dasar-dasar yang sudah ada. Tidak lama untuk menyempurnakan nya. Jika giat berlatih, kau akan semakin kuat dan mampu mempertahankan dirimu. Jangan sampai kau dicelakai lagi dan di buang ke sungai." Kata kakek itu sambil menggosok-gosok kepala Jerry sambil tertawa.


"Iya Kek. Aku menurut saja apa katamu." Kata Jerry sambil beringsut bangkit dari duduknya.

__ADS_1


Setelah meraih karung tempat dedaunan dan akar-akar untuk di jadikan obat, Jerry pun memikul karung tersebut lalu segera mengikuti kakek itu dari belakang.


Bersambung...


__ADS_2