
Kriiiiiing...!
Suara telepon itu memenuhi ruangan di rumah Jerry William.
Sambil melepaskan pelukannya di tubuh istrinya, Jerry pun beringsut menggapai ponselnya dan langsung menggeser layar untuk menjawab panggilan.
"Piranha. Ada berita apa dari Metro City?" Tanya Jerry.
"Ketua. Mata-mata yang aku sebarkan telah berhasil menyirap kabar bahwa sudah beberapa hari ini Fardy kembali ke MegaTown." Kata sang penelepon bernama Piranha itu.
"Hahahaha.... Hahahaha..."
Terdengar gelak tawa Jerry membuat Clara kaget dan langsung bangun.
"Ada apa Kak? Mengapa kau tertawa seperti itu?" Tanya Clara.
"Musuh telah masuk ke dalam perangkap." Jawab Jerry singkat membuat Clara mengernyitkan dahi.
"Musuh?"
"Sssst.... Nanti aku jelaskan!" Kata Jerry menyuruh Clara untuk diam.
"Lanjutkan keterangan mu Piranha!" Perintah Jerry.
"Aku mendengar kembalinya Fardy kali ini membawa kekuatan baru. Dia juga melobi pak Holmes calon gubernur yang mewakili partai buruh nasional untuk mendapatkan proyek milik William Group. Ketua, ini harus di cegah. Jika tidak, perusahaan dalam bahaya." Kata Piranha.
"Baiklah. Kau terus awasi mereka Piranha! Aku akan segera kembali ke Metro City." Kata Jerry William sambil tersenyum penuh kemenangan.
***
Suara tawa Jerry yang tidak seperti biasa tadi juga mengundang tanda tanya bagi Drako dan Tuan Syam.
Mereka mengira bahwa Jerry telah kesurupan hantu gunung.
Dengan tergesa-gesa, mereka menghampiri pintu kamar Jerry lalu mengetuknya.
Tok tok tok...!
"Jerry. Apakah kau ada di dalam?" Tanya Drako.
__ADS_1
"Ada ayah. Sebentar aku keluar." Kata Jerry.
"Ayo sayang kita keluar." Ajak Jerry kepada Clara istrinya.
Sampai di luar, Jerry segera meminta kepada pembantu rumah nya untuk menyediakan minuman, sementara dia langsung mempersilahkan Tuan Syam, Drako, beserta istri mereka untuk duduk bersama.
"Jelaskan padaku Jerry mengapa kau tertawa seperti orang kesurupan?!" Tanya Drako.
"Ayah, coba tonton Video dalam ponselku ini!" Kata Jerry sambil menyodorkan ponselnya.
Agar bisa menonton bersama, Drako meletakkan ponsel milik Jerry itu di atas meja lalu memutar Video tersebut.
Di dalam Video itu tampak Mr.Brylee, Kenny, kakek Malik dan juga Jerry.
Antara isi pembahasan dalam Video tersebut adalah,
"Kenny. Apakah kau mau membantu ku satu hal?"
"Apa itu Jerry. Coba kau jelaskan."
"Begini. Aku ingin beracting. Sebenarnya acting ku ini memiliki dua tujuan. Pertama adalah memberi pelajaran kepada kedua kakek ku agar tidak terlalu memaksakan kehendak mereka untuk menjodohkan aku. Yang ke dua adalah, aku ingin memancing musuh ku untuk segera keluar sarang."
"Maksud mu Jerry?" Tanya Kenny dalam Video itu.
"Coba kau katakan!" Pinta Kenny.
"Begini. Aku akan berpura-pura mengundurkan diri dari jabatan ku serta menyerahkan mayoritas saham ku kepada mu sebesar 70% di William Group."
"Kau gila Jerry?"
"Ini perintah!" Bentak Jerry.
"Dengar dulu baik-baik. Saat ini Fardy lolos dari incaran ku. Kau harus bisa membantu. Jika dia masih bebas berkeliaran, aku khawatir ini akan menjadi ancaman serius bagi perusahaan. Jangan sampai dia mampu menyusun kekuatan baru.
Jadi, aku akan merilis video pengunduran diri ku dan aku juga akan menulis surat untuk kedua kakek kita itu agar mereka segera insap."
"Lalu kemana kau akan pergi?"
"Aku masih belum tau. Ingat untuk menjaga rahasia kita ini. Dan aku harap kepada kakek Malik untuk menguatkan lagi acting ini dengan berpura-pura menasehati Kenny nantinya. Aku sengaja merekam Video ini sebagai bukti kelak jika kau mengkhianatiku Kenny!"
__ADS_1
"Aku tidak akan mengkhianati sepupu ku." Jawab Kenny.
"Kau memang tidak. Tetapi aku khawatir kepada ibu mu. Oleh karena itu aku mengumpulkan dua saksi selain aku dan diri mu. Sekarang kau tanda tangani surat pengembalian saham ini dan segera rekam video ku agar semua orang mengira bahwa aku telah membubarkan Future of Company dan menyerahkan saham kepada mu sebagai sepupu ku."
"Baik. Mari kita lakukan." Kata Kenny.
Video pun berakhir.
"Jadi selama ini antara kau, Kenny dan Mr.Brylee hanya bersandiwara?" Tanya Drako seperti ingin mencak-mencak.
"Hahaha. Benar Ayah. Sekarang Fardy telah kembali ke MegaTown. Ayo bersiap-siap untuk kembali ke Metro City. Sebelum Fardy sukses dengan rencana jahatnya, aku akan membunuhnya terlebih dahulu. Terutama Jessica dan Jimmy. Aku akan menyiksa kedua orang itu sebelum mereka mampus." Kata Jerry dengan mata berkilat-kilat.
"Kau ini Jerry. Aku yang membesarkan mu dari kecil sampai seumur ini. Tidak ku sangka ternyata kau memiliki akal yang sangat licik." Kata Drako.
"Jika aku selalu bersikap jujur seperti mendiang Ayah ku, maka kejadian terbunuh akan terulang. Aku tidak ingin mengikuti jejak mendiang Ayah ku yang mati terbunuh karena terlalu jujur." Kata Jerry.
"Bagus juga. Aku bahkan terkecoh dengan mu Jerry." Kata Tuan Syam memuji dengan tulus.
"Kita sudah tua Syam. Ternyata otak kita sudah ketinggian jaman. Pantas saja kita selalu dikibulin oleh Jerry ini." Kata Drako.
"Maafkan aku Ayah dan anda Tuan Syam. Aku tidal bermaksud begitu." Kata Jerry sambil bangkit berdiri.
Setelah dia berdiri, Jerry langsung meraba ke arah leher nya dan mengeluarkan seutas kalung dengan liontin berlambang seekor naga yang sedang menyemburkan api serta lambang harimau yang sedang menganga.
"Drako dan Syam! Dengarkan perintah!" Teriak Jerry sambil mengacungkan lencana naga dan harimau itu membuat Drako dan Tuan Syam sangat terkejut dan langsung berdiri.
"Kami mendengar perintah!" Kata mereka bersamaan.
"Kemas barang-barang kalian pagi ini juga dan kita segera kembali ke Metro city. Jangan biarkan musuh menyusun kekuatan. Selagi kecil, api bisa menjadi penerang. Namun jika sudah besar, maka api dapat menghanguskan apa saja." Kata Jerry.
"Kami mendengar perkataan Ketua." Kata mereka lagi serentak.
"Bagus! Sekarang laksanakan!"
Selesai memberi perintah, Jerry pun langsung membuka dompetnya dan mengeluarkan SIM-card lama yang dulu pura-pura dia patahkan ketika akan meninggalkan Klasik Villa.
"Hahaha. Beginilah cara kerja Jerry William. Jika anda berfikir semudah itu dapat lolos dari sang penguasa, anda salah besar. Rencana ku hanya aku yang tau. Andai selembar rambut ku ini membelot, aku pastikan Akan mencampakkan rambut itu ke dalam api." Kata Jerry dalam hati.
Hampir tiga jam juga mereka mengemas barang-barang milik mereka dan memasukkannya ke dalam mobil.
__ADS_1
Sebelum berangkat, mereka sempat menemui pak Albert sang kepala desa untuk berpamitan serta menyerahkan tanggung jawab menjaga Kafe dan restoran mini miliknya kepada Roberto sang preman kampung.
Selesai dengan urusan di Garden Hill ini, akhirnya rombongan Jerry pun berangkat meninggalkan Garden Hill menuju ke Metro City dengan menggunakan dua unit mobil.