
Bab 109.
"Kriiiing.."
"Kriiiing..."
"Hallo Tuan muda.., anda menelepon saya? Apakah ada sesuatu yang anda perlukan?" Tanya lelaki setengah baya sebaik saja menjawab panggilan telepon.
"Paman Ronald, aku membutuhkan bantuan mu untuk saat ini." Kata lelaki di seberang telepon yang di panggil dengan sebutan tuan muda tersebut.
"Bantuan? Tolong katakan bantuan apa yang anda ingin saya lakukan Tuan muda!?" Kata lelaki setengah baya yang ternyata adalah Ronald itu.
"Paman, aku mencurigai adanya penyelewengan di lokasi proyek kita di Hillstreet. Aku berencana untuk melakukan penyelidikan di sana. Paman bisa membantuku untuk membuat identitas palsu dan juga ijazah palsu untuk ku dengan nama Jerry Yosep." Kata pemuda yang ternyata adalah Jerry itu.
"Penyelewengan? Apa maksud Tuan muda?" Tanya Ronald.
"Paman..! Aku telah memeriksa berbagai laporan tentang pengeluaran dan pemasukan yang telah di bukukan oleh sekretaris perusahaan. Namun aku menemukan pembengkakan pengeluaran dari beberapa bulan terakhir. Ini sangat mencurigakan." Kata Jerry.
"Maksud anda Tuan muda? Apakah ada yang sengaja menggelapkan dana perusahaan?" Tanya Ronald.
"Dana tidak di gelapkan. Hanya saja aku curiga jika bahan-bahan material dari Hillstreet telah dengan sengaja di salurkan ke perusahaan lain secara gelap setelah pihak pengecek menandatangani surat serah terima barang-barang tersebut. Besar kemungkinan jika gudang logistik milik kita telah di gerogoti oleh tikus kepala hitam. Dan ini pasti pekerjaan orang-orang kita sendiri." Kata Jerry menjelaskan.
"Tuan muda.., apakah ada yang anda curigai diantara kami?" Tanya Ronald yang mulai penasaran.
"Untuk saat ini aku belum bisa menuduh siapa pun. Tapi aku yakin tidak akan lama lagi aku pasti akan menangkap orang ini." Kata Jerry dengan yakin.
"Lalu.., apa yang anda inginkan untuk membantu anda Tuan muda?" Tanya Ronald.
"Paman.., siapkan dokumen palsu untuk ku seperti yang aku katakan tadi. Lalu, Paman harus membuat surat rekomendasi agar aku bisa di terima sebagai staf di bagian logistik dengan status sebagai staf praktikal. Yakin kan bahwa aku hanya magang di sana dan aku rasa ini tidak sulit untuk anda lakukan mengingat anda adalah kepala pimpinan proyek." Kata Jerry.
"Itu tidak sulit Tuan muda. Saya akan melakukan seperti yang anda perintahkan. Lalu, apakah ada lagi pesanan anda Tuan muda? Jika ada, saya akan melakukannya untuk anda." Kata Ronald.
"Paman...! Awasi security yang bertugas pada waktu malam di lokasi proyek Hillstreet. Aku curiga bahwa mereka telah bekerja sama dengan tikus kepala hitam ini. Saat ini aku belum menemukan kandidat yang cocok. Tapi setelah aku menemukan, Paman bisa segera memecat security itu dan kita akan menggantinya dengan orang pilihan ku sendiri." Kata Jerry.
__ADS_1
"Baik Tuan muda. Segera akan saya laksanakan." Kata Ronald.
"Terimakasih paman. Ingat!!! Jangan bocorkan kepada siapa pun tentang rencana ini. Atau, kita tidak akan bisa menangkap siapa orang yang menjadi tikus di FoC." Kata Jerry memperingatkan.
"Jangan khawatir Tuan muda. Saya akan menutup mulut untuk hal ini. Percayalah." Kata Ronald bersungguh-sungguh.
"Baiklah Paman. Anda dapat melakukan tugas anda. Saya akan mengakhiri dulu sambungan telepon ini." Kata Jerry lalu segera mengakhiri panggilan.
"Bagaimana Jerry? Apakah tuan Ronald bisa melakukan pemalsuan dokumen identitas untuk mu?" Tanya Ryan kepada Jerry.
"Ah.., itu bukan pekerjaan sulit bagi paman Ronald. Bila perlu, dia akan menyuruh pak Yanken untuk menandatangani ijazah palsu itu." Kata Jerry sambil terkekeh geli.
"Dalam keadaan perusahaan rugi pun kau masih bisa tertawa Jerry. Dasar somplak." Kata Daniel mencibir.
"Apa lagi yang bisa aku lakukan saat ini. Aku tuan muda yang miskin. Proyek dimana-mana. Tapi aku bahkan tidak punya 1 cent pun uang. Aku haus. Tapi tidak punya uang untuk beli minum." Kata Jerry sambil terduduk.
"Kartu mu..! Kartu bank mu kan ada uang nya Jerry. Mengapa kau begitu bodoh?" Kata Daniel dengan kesal nya.
"Oh sialan. Iya kan. Ayo Daniel, Ryan. Aku akan membelikan kalian mobil dinas untuk kalian. Tidak pantas bagi seorang calon diplomasi perusahaan besar untuk naik taxi bagi melakukan aktifitas menemui para klien. Mulai saat ini, kalian adalah tangan kanan ku di perusahaan. Saat nya anak-anak muda yang harus bekerja." Kata Jerry.
"Kau gila Daniel? Mereka itu adalah urat nadi di perusahaan. Tuan Barry, paman Ronald, paman Austin, Ayah angkat ku dan tuan Syam adalah orang-orang terhebat dalam perusahaan. Ibarat satu tubuh, mereka adalah otak, mata, tangan dan kepala bagi Future of Company." Kata Jerry.
"Tapi kau jangan lupa Jerry! Di tubuh juga ada panu, kadas dan kurap yang harus di gosok-gosok dan gosok." Kata Daniel sambil terpingkal-pingkal tertawa.
"Hahaha... Kita akan menggosok mereka dengan strika panas." Kata Jerry lalu tertawa ngakak.
"Ayo lah. Aku ingin mentraktir kalian makan nanti malam. Pakai pakaian terbaik kalian dan mulai lah untuk bergaya sebagai orang kaya mulai hari ini agar tidak ada lagi kesempatan bagi Anton dan sejenis nya untuk terus menerus menghina kalian. Aku tidak ingin kehilangan lagi seperti aku kehilangan Riko. Dan pak Yanken harus menerima hukuman dari ku karena telah berani untuk tidak adil sebagai Rektor di Universitas ini." Kata Jerry menggeram.
"Ikut apa kata mu saja lah Jerry. Terus terang kami bersyukur setelah mengetahui bahwa kau adalah pewaris dua keluarga besar. Tapi bukan ini yang kami harapkan. Bagaimana pun, bagi kami kau adalah Jerry yang dulu. Jerry yang tetap sengsara dan kami berteman dengan mu bukan karena harta mu." Kata Ryan.
"Bicara apa kamu Ryan. Kita adalah sahabat. Andai kau di posisi ku, mungkin aku akan meminta mu untuk membelikan mobil Aston martin untuk ku." Kata Jerry sambil tertawa.
"Kau gila. Tidak.. Aku akan sangat kikir jika aku kaya. Jangan harap mobil. Sepeda ovo pun aku tidak akan sudi memberikannya padamu." Kata Ryan sambil menyeringai.
__ADS_1
"Memang sudah menjadi tabiat mu untuk kikir dan pelit. Hahaha..." Kata Daniel.
"Kau boleh kikir kepada kami. Tapi tidak boleh kikir kepada Jenny!" Kata Jerry memperingatkan.
Lalu Jerry melanjutkan. "Aku ingin mentraktir kalian makan malam ini. Hubungi Herman, dan keempat bidadari kampus kita Ryan! Aku sendiri akan menghubungi Ivan, kedua pengawal ku juga Lorna dan Adele. Kita akan berangkat pukul 8 malam ini." Kata Jerry.
"Jerry, Apakah kau tidak mengajak Via untuk pergi bersama kita?" Tanya Daniel sambil mengerutkan kening nya.
"Via tidak akan sudi untuk ikut. Dia mungkin sangat membenci ku. Eh Ryan..., aku akan mentransfer uang ke nomor rekening mu. Pokoknya urusan makan malam ini atas nama mu." Kata Jerry.
"Aku tau apa maksud mu Jerry. Lakukan saja." Kata Ryan.
Lalu, tak lama kemudian ponsel Ryan menerima pasan teks mengatakan bahwa seseorang telah mentransfer sejumlah uang ke rekening nya.
"Terlalu banyak Jerry. Apakah kita akan makan di restoran mewah?" Tanya Ryan.
"Restoran teratai di sebelah hotel teratai di Mountain lotus. Aku akan meminta tuan Barry mengatur tempat. Aku juga akan meminta paman Austin untuk menunggu di luar restoran. Bagaimana pun aku tidak ingin kejadian makan malam di Lotus mansion terulang lagi dimana kita mendapat penghinaan dari resepsionis. Itu bisa merusak mood kita." Kata Jerry.
"Ajak lah Via Jerry! Aku akan sangat suka jika kalian bisa bersama lagi seperti dulu." Kata Daniel membujuk Jerry.
"Via tidak akan mau ikut jika di sana ada Lisa. Apa kau mau nanti aku di cakar oleh harimau betina itu? Bisa rusak wajah pas-pasan ku ini." Kata Jerry bergidik ngeri.
"Hahahaha... Dasar kau Jerry. Oh ya, aku ingin mengajak Helen. Tapi bagaimana ya caranya?" Kata Daniel sedikit murung di wajahnya.
"Kau bisa mengajak Hellen. Berangkat lah sekarang ke Country Home agar bisa pulang pergi tepat waktu." Kata Jerry memberikan saran.
"Baiklah Jerry. Aku akan segera turun untuk mencari Taxi." kata Daniel bersemangat.
"Jangan taxi. Aku akan menyuruh Kevin meminjamkan mobil nya untuk kau gunakan menjemput Hellen di Country Home." Kata Jerry.
"Bagaimana jika dia tidak mengizinkan Jerry? Mobil Kevin kan mahal." Kata Daniel merasa sedikit khawatir.
"Lihat saja kalau dia tidak mengizinkan mobil nya di pinjam. Aku akan bakar mobil nya biar disaksikan oleh seluruh penghuni asrama ini." Kata Jerry sambil berkecak pinggang seolah-oleh dia lah super Hero yang ada dalam film-film action. Tapi tak lama setelah itu dia tertawa ngakak sendiri seperti orang sedeng yang salah minum obat.
__ADS_1
"Dasar Jerry. Bahlol nya tidak sembuh-sembuh dari dulu." Kata Ryan sambil mengeleng-gelengkan kepalanya di ikuti tatapan pasrah Daniel.
Bersambung.