PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Ultimatum untuk Dianna.


__ADS_3

Bab 100


Berita hari ini yang datang dari Metro City sangat menggemparkan dunia bisnis di seluruh negara.


Bagaimana tidak? Sejak pukul 11 Menjelang tengah hari, beberapa stasiun televisi dan beberapa platform berita di internet telah merilis berita secara live tentang salah satu perusahaan besar di Metro City yaitu William Group Company telah menjual mayoritas saham yang di pegang oleh Jackson dan King William sebesar 70% Kepada pemilik Future of Company yang bertempat di Starhill.


Mungkin bagi keluarga Smith, berita ini bukan lah hal yang mengejutkan. Ini karena tuan Smith telah mengetahui rencana tuan William untuk memindahkan seluruh aset milik mereka kepada cucu nya yang bernama Jerry William.


Namun hal ini tidak sama bagi keluarga Patrik, Walker dan Regnar. Ini karena mereka tidak menyangka bahwa perusahaan lubuk ikan bagi mereka kini bukan lagi berada di bawah kendali Jackson melainkan kini telah berada di bawah kendali pemilik Future of Company.


Baik Keluarga Regnar, Dianna mau pun Robin sampai tersentak di depan televisi saat mengikuti laporan khusus saat ini yang di siarkan oleh beberapa saluran.


Walau pun keluarga Walker juga sangat terkejut, tetapi Keluarga Regnar dan Robin serta Dianna adalah orang yang paling merasa di rugikan oleh berita ini andai itu benar-benar terjadi.


Bayangkan saja jika pemilik perusahaan Future of Company merombak total jajaran staf dan dewan direksi serta menggatikannya dengan staf yang baru dari Starhill. Bagaimana Dianna akan mengeruk keuntungan dan memanjakan keluarga Regnar dengan investasi besar-besaran seperti yang dia lakukan selama ini terhadap perusahaan milik keluarganya itu?


Memikirkan akan hal ini, Keringat dingin mulai bercucuran di dahi Dianna.


Dan benar saja. Setelah menyimak isi dari konferensi pers itu, ternyata pihak dari FoC yang di wakili oleh tuan Brylee mengatakan bahwa William Group sebagai anak perusahaan FoC telah menghentikan kerja sama dan investasi mereka serta membatalkan seluruh kontrak yang telah di sepakati dengan pemilik sebelumnya dengan alasan bahwa pihak FoC tidak melihat adanya keuntungan dari kerja sama itu.


Dengan ini, pihak FoC telah merombak jajaran Manajer dan direktur eksekutif dan digantikan oleh Presiden Barry sebagai wakil dari pemilik perusahaan serta Ronald sebagai pimpinan umum proyek beserta jajaran staf lainnya.


Disini juga dijelaskan bahwa Brylee yang memegang kuasa hukum atas perusahaan yang di berikan mandat oleh pemilik perusahaan memerintahkan Dianna untuk menyerahkan seluruh laporan dan kerangka kerja kepada nya dalam waktu 24 jam dan akan mempelajari seluruh isi kerangka kerja dan pengaliran dana investasi ke perusahaan Regnar.


Jika dalam 24 jam, Dianna yang menjabat sebagai direktur eksekutif tidak menyerahkan laporan tersebut, maka pihak pengacara akan menuntut Dianna sebagai staf yang menyalah gunakan jabatan dan menggelapkan dana perusahaan sehingga perusahaan mengalami kerugian ratusan juta Dollar.


Jika Dianna terbukti lari dari tanggung jawab, maka akan ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku dan bisa menjalani hukuman paling rendah 3 tahun penjara serta akan menyeret perusahaan milik Regnar ke meja pangadilan.


Oleh karena itu, Dianna harus menyerahkan bukti kontrak yang telah disepakati oleh nya dan pihak Regnar group dan harus segera mengakhiri kerja sama dengan mereka sebelum mengajukan pengunduran diri secara terhormat. Jika tidak, maka pemegang kuasa hukum FoC berhak menuntut Dianna dan mengusut seluruh aktifitas pengaliran dana secara terperinci.


Dianna saat ini benar-benar ketakutan. Di satu sisi tindakan ini bisa menyebabkan kebangkrutan bagi keluarganya. Di sisi lain jika dia tidak tampil menyerahkan laporan aktifitas investasi yang dia lakukan semasa memegang jabatan sebagai direktur eksekutif, maka kemungkinan pihak yang berwajib akan memburu nya dan memasukkan dirinya kedalam daftar orang yang di cari.


Benar-benar seperti memakan buah simalakama.


********

__ADS_1


"Kriiiing...."


"Kriiiing...!"


Dianna terkejut ketika ponselnya berdering.


Dia yang saat ini sedang dalam fikiran kalut segera menjawab panggilan tersebut.


"Robin.., kau menelepon ku. Ada apa?" Tanya Dianna dengan suara kaku.


"Dianna.., apakah kau sudah melihat berita hari ini?" Tanya Robin.


"Ya. Aku sudah melihatnya dan aku tidak tau harus berbuat apa saat ini." Kata Dianna.


"Ini lah yang aku takutkan dari kegagalan kita menghincar anak itu. Akhirnya apa yang kau dapat? Kau bahkan sangat terpojok ketika ini." Kata Robin menumpahkan kekesalan nya.


"Robin. Apa kau kira aku tidak berusaha? Aku bahkan telah mengorbankan banyak hal untuk memburu anak itu."


"Itu karena kau terlalu percaya kepada Pero. Kau lihat sekarang! Kau bahkan telah di khianati oleh baj*ngan itu bukan?" Kata Robin sambil menggeram marah.


"Aku sudah angkat tangan Dianna. Untuk membantu mu, aku telah banyak kehilangan uang, energi dan nyawa anak buah ku. Kau tau? Atas kebodohan mu, telah berapa ramai anak buah ku yang menjadi korban? Lebih dari seratus orang Dianna. Ingat itu!" Kata Robin dengan marah.


"Apa lagi aku saat ini tidak lagi menerima kabar dari Long dan anak buah nya yang aku kirim ke Starhill. Sejak kemarin petang aku sudah putus hubungan dengan mereka. Aku tidak tau entah apa yang telah terjadi dengan mereka saat ini." Kata Robin menambahkan.


"Aku benar-benar buntu Robin. Bantu lah aku Robin! Jika tidak, semuanya pasti selesai." Kata Dianna meratap dalam ketakutannya.


"Apa kau ingin lari Dianna? Aku akan menyiapkan pasport dan visa palsu untuk mu jika itu yang kau inginkan." Kata Robin.


Mendengar ini, Dianna segera menolak dan berkata, "Robin. Aku akan menghadapi apa pun resiko nya. Asalkan perusahaan keluarga ku tidak jadi bangkrut. Bantu lah perusahaan milik keluarga ku Robin. Hanya itu yang aku harapkan darimu." Kata Dianna sambil menghiba memohon belas kasihan Robin.


"Apa kau sudah gila Dianna? Keuntungan apa yang bisa aku dapat dari membantu perusahaan yang diambang kematian itu? Bukan sekali dua kali aku membantu keluarga mu Dianna. Tapi dasar keluarga mu hanya sekumpulan orang dungu yang terbiasa manja dengan bantuan dari orang lain. Mereka tidak pernah mau berbenah diri dan terus saja ongkang-ongkang karena selama ini mereka selalu di manjakan oleh perusahaan William." Kata Robin sambil menumpahkan kekesalan nya.


"Cukup sudah Robin! Kau jangan terlalu menghina keluarga ku." Bentak Dianna.


"Apa katamu? Aku menghina? Itu adalah fakta Dianna. Dan asal kau tahu bahwa keluarga mu masih berhutang kepada Patrik group sebesar 75 juta Dollar dan jika di hitung dengan bunga nya, maka saat ini keluarga mu harus membayar kepada ku sebanyak 84 juta Dollar. Mereka selama ini hanya mencicil bunga saja tanpa sedikit pun menyentuh pokok hutang. Apakah aku masih kurang baik?" Tanya Robin.

__ADS_1


"Baiklah Robin. Aku tidak akan berdebat lagi dengan mu. Saat ini aku telah pasrah menerima nasib ku." Kata Dianna dengan lemah.


"Itu adalah jalan yang kau pilih. Andai aku di posisi mu, aku juga akan menghadapi semuanya sampai akhir. Karena itu adalah pilihan ku. Namun perlu kau ingat Dianna! Aku juga akan melelang aset perusahaan keluarga mu karena aku menginginkan uang ku kembali. Terserah setelah ini keluarga mu akan menjadi pengemis di kaki lima atau menjadi orang pesakitan meringkuk di dalam penjara karena hutang bank yang menumpuk."


"Kau..., kau Robin. Benar-benar sialan. Aku telah membantu mu selama ini. Tapi apa yang aku dapat?" Kata Dianna sambil berteriak.


"Kau bertanya apa yang kau dapat? Posisi tinggi di perusahaan William, menjadi nyonya besar di keluarga William, mengucurkan dana ke perusahaan keluarga mu dengan alasan investasi dan keluarga mu sangat menikmati itu. Kau bertanya tentang apa yang kau dapat? Lalu itu apa namanya Dianna?" Tanya Robin dengan nada sinis.


"Sudah.., sudah..., sudah!" Kata Dianna sambil membanting ponselnya hingga hancur berderai di lantai ruangan itu.


Dia kini benar-benar seperti orang gila. Mengambil beberapa dokumen, memasukkan kedalam tas lalu bergegas menuju garasi mobil. Dan, tak lama kemudian sebuah mobil BMW meluncur dengan kecepatan tinggi menuju pusat kota Metro City.


********


"Kriiiing...."


"Kriiiing....!"


"Hallo Pak Brylee.., anda menelepon saya. Apakah. konferensi pers sudah selesai di gelar?" Tanya seorang anak muda begitu menjawab panggilan telpon tersebut.


"Tuan muda Jerry, semuanya sudah selesai di gelar. Tinggal menunggu keputusan dari anda saja." Kata Brylee.


Pemuda yang menjawab telepon yang ternyata adalah Jerry itu mengernyitkan kening dan bertanya, "Keputusan apa yang anda maksud pak Brylee?" Tanya Jerry.


"Begini Tuan muda, aku telah memberikan ultimatum kepada Dianna untuk segera memberikan laporan terperinci tentang kerja sama antara dirinya selaku direktur eksekutif dengan perusahaan Regnar. Aku tau akan banyak kejanggalan di surat perjanjian kontrak dan pasti akan menyeret Dianna ke dalam penjara. Hanya Saja, aku ingin memastikan terlebih dahulu apakah anda ingin menjebloslannya ke dalam penjara atau membiarkannya meletakkan jabatannya dan mengundurkan diri!?" Tanya Brylee dengan hormat.


"Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini. Walau bagaimanapun, kesepakatan itu di buat sebelum aku mengakuisisi William group. Dan aku juga telah berjanji kepada kakak sepupu ku untuk tidak terlalu perhitungan dengan Dianna. Jadi, cukup paksa saja dia melepaskan jabatannya dan biarkan dia pulang ke rumah dan menjadi istri yang baik untuk paman ku dan ibu yang baik untuk kakak sepupu ku." Kata Jerry.


"Baiklah Tuan muda. Jika anda mengatakan begitu, maka saya akan melakukan yang terbaik." Kata Brylee.


"Terimakasih pak Brylee. Anda telah berusaha cukup keras hari ini." Kata Jerry mengucapkan rasa terimakasih nya.


"Ah.., itu sudah menjadi tugas saya Tuan muda. Jangan terlalu sungkan." Kata Brylee sambil terkekeh.


"Baiklah pak Brylee. Anda silahkan sibuk dulu dan saya akan mengakhiri panggilan ini." Kata Jerry lalu segera menutup panggilan tersebut.

__ADS_1


"Bersambung...


__ADS_2