
Kita tinggalkan dulu Ronald dan orang-orang yang kini membawa Ramsey ke Starhill. Saat ini, mari kita cari tahu mengapa ponsel Jerry tidak dapat di hubungi oleh Ronald.
Diwaktu yang sama ketika konvoi mobil berat mengangkut barang-barang dari Hillstreet ke MegaTown, Jerry yang telah setuju dan menerima ajakan dari Anton untuk berkemah dan mengeksplor alam bebas telah berangkat bersama teman-temannya termasuk Ivan, David, Kevin, Herman, Ryan dan juga Daniel.
Tampak juga dalam rombongan bus pertama yang berangkat itu ada Lisa, Audrey sepupu Lisa, Rindy, Jenny, Rina dan yang lainnya seperti Megan, Lira dan Via juga berada satu bus dengan Jerry dan teman-temannya.
Sebaik saja bus yang mereka tumpangi memasuki area perbukitan bambu di Country Home, Jerry yang sedang menunggu kabar dari Ronald tentang perkembangan pekerjaan mereka untuk menangkap orang yang bekerja sama dengan Paul mulai merasa gelisah.
Kegelisahan Jerry membuat Ryan yang duduk sebangku dengannya mulai bertanya. "Ada apa Jerry? Kau kelihatan sangat gelisah!?" Tanya Ryan.
"Aku saat ini sedang menunggu kabar dari paman Ronald dan orang-orang Dragon empire atas tugas yang aku berikan. Tapi sialnya setelah memasuki area bukit bambu ini, sinyal di ponsel ku mendadak hilang." Kata Jerry menghampaskan kekesalannya dengan menarik nafas berat.
"Sebentar Jerry! Aku akan melihat ponsel ku." Kata Ryan sambil mengeluarkan ponsel nya dari saku.
Begitu dia menekan tombol untuk melihat ke layar ponsel, Ryan juga mendadak mengeluh.
"Benar Jerry. Disini tidak ada sinyal." Kata Ryan.
"Hmmm..., Sudah terlanjur sampai disini. Biar lah. Mungkin mereka telah berhasil dalam tugas mereka." Kata Jerry dengan rasa percaya yang tinggi.
Tepat sekitar pukul 4 sore, rombongan mahasiswa yang di pimpin oleh Anton yang berangkat seramai 2 bus dari Starhill akhirnya sampai juga ke tempat yang mereka tuju.
Setelah bus benar-benar berhenti, para mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam rombongan itu berderet-deret antri menuju pintu untuk lekas-lekas keluar dari dalam bus tersebut.
Begitu mereka semua sudah berada di luar bus, mereka kini berdecak kagum melihat pemandangan yang sangat indah dari atas perbukitan.
"Benar-benar seperti di dalam lukisan." Kata mereka sambil terus mengitari kesekeliling sejauh mata memandang.
"Udara yang sejuk, masih sangat alami tidak seperti di Starhill yang penuh dengan polusi dan pencemaran udara." Kata salah seorang dari mereka.
__ADS_1
"Ryan..., kau lihat di depan sana! Disana lah nanti akan berdiri Villa-villa mewah. Tepat di seberang air terjun, kita akan membuka lapangan golf disana. Aku sengaja berencana untuk membangun Villa klasik dengan tujuan agar kelestarian alam tetap terjaga." Kata Jerry sambil berbisik ke telinga Ryan.
"Benarkah Jerry? Itu pasti memakan biaya yang tidak sedikit." Kata Ryan berdecak kagum.
"1 milyar Dollar tidak cukup untuk itu semua Ryan. Tapi kau tau, andai proyek raksasa ini terwujud, perusahaan Future of Company akan menjadi satu-satunya perusahaan raksasa yang bergerak di bidang insfratruktur. Setelah semua perencanaan di siapkan dengan matang, maka aku berencana akan melakukan terobosan di kancah internasional. Tunggu saja setelah aku kembali dari pertemuan para pengusaha muda di tiga negara nanti." Kata Jerry.
"Butuh bantuan ku?" Tanya Ryan sambil menyeringai.
"Kau berhutang gaji 4 tahun kepada ku. Bagaimana kau bisa menawarkan bantuan? Mau tidak mau, kau harus bekerja untuk melunasi hutang mu!" Kata Jerry sambil Tertawa.
"Hahaha... Menyesal aku menerima mobil dari mu Jerry." Kata Ryan sambil memasang ekspresi menyesal di wajahnya.
...*********...
"Teman-teman semua. Selamat datang di surga Country home. Silahkan ambil barang-barang perlengkapan untuk berkemah karena kita akan melakukan perjalanan memasuki hutan dan akan berkemah di sekitar air terjun." Kata Anton memberi aba-aba selaku ketua rombongan tersebut.
Tanpa banyak basa-basi lagi, kini semua orang bergegas ke arah bus dan mengambil segala keperluan berkemah dan juga barang-barang bawaan masing-masing dan tak lama kemudian, rombongan mahasiswa itu pun mulai bergerak memasuki kedalaman hutan sambil di pandu oleh pandu yang memang berasal dari daerah tersebut.
Ada yang melompat riang kedalam air, ada yang mengeluarkan kamera mereka untuk merekam dan mengambil foto, namun ada juga yang hanya memperhatikan sambil tertawa-tawa melihat keriangan teman-teman mereka.
"Jerry.., apakah kau akan ikut mandi?" Tanya Via yang seperti tidak sabar untuk menceburkan diri kedalam air.
"Jika semua laki-laki mandi, lalu siapa yang akan mendirikan kemah, mengumpulkan kayu bakar dan menyiapkan segala sesuatunya?" Tanya Jerry.
"Baiklah Jerry. Kau dirikan Kemah untuk aku, Megan dan Lira bersebelahan dengan kemah kalian!" Kata Via.
"Segera hamba laksanakan Tuan Putri." Kata Jerry membungkuk hormat lalu bergegas meninggalkan pinggiran sungai tersebut untuk segera mendirikan kemah bersama para mahasiswa lainnya.
Kegembiraan para gadis mahasiswi dari Golden university itu semakin menjadi-jadi ketika mereka mulai menceburkan diri kedalam sungai berair jernih tersebut.
__ADS_1
Sesekali mereka menyiramkan air ke-arah para pemuda yang saat itu sedang sibuk mendirikan kemah.
Jerry, Daniel dan Ivan bertugas sebagai pendiri kemah. Sedangkan Ryan, Kevin dan David bertugas sebagai pengumpul kayu bakar untuk membuat api unggun.
Setelah Ryan agak jauh meninggalkan Jerry yang sedang mendirikan kemah untuk mereka, tanpa dia sadari menemukan tapak sepatu yang berjumlah tidak sedikit di sekitar menuju kekedalaman hutan.
Ryan yang terkenal sangat teliti dan jeli dalam menganalisa keadaan segera meninggalkan David dan menyusuri bagian terdalam hutan. Namun sesampainya dia disana, bekas telapak sepatu tadi seperti menghilang. Hal ini mau tak mau membuat Ryan segera bergegas kembali kepada David dan Kevin lalu mengajak mereka untuk segera menemui Jerry dan Ivan.
Baru saja Ryan sampai di dekat Jerry, Ryan lalu segera menghampiri dan berbisik di dekat telinga Jerry. "Jerry.., aku menemukan ada banyak bekas telapak sepatu di dekat tempatku mencari kayu bakar tadi." Kata Ryan melaporkan penemuannya.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Ryan, Jerry segera menghentikan pekerjaan nya lalu segera bertanya. "Ada berapa banyak Ryan?" Tanya Jerry.
"Kalau di perhatikan, bekas telapak sepatu itu sekitar 8 sampai 10 orang Jerry. Aku khawatir ada yang tidak beres di sini." Kata Ryan mengutarakan kekhawatirannya.
Baru saja Ryan berhati menyampaikan apa yang dia temukan tadi kepada Jerry, Kini terdengar teriakan dari Audrey sepupu Lisa yang mengatakan bahwa Lisa telah hilang.
"Anton.. John..! Apakah kalian melihat Lisa?" Tanya Audrey dengan panik.
"Hah.., ada apa Audrey? Mengapa kau terlihat begitu panik?" Tanya Anton dengan dahi berkerut.
"Anton. Aku baru saja menyadari bahwa Lisa tidak ada di antara kita. Aku khawatir kalau-kalau dia tersesat." Kata Audray dengan raut wajah penuh kekhawatiran.
"Dugaan ku tepat kan Jerry. Kau harus berhati-hati. Aku merasa bahwa ini adalah permainan Anton." Kata Ryan dengan berbisik.
Melihat Ryan berbisik dengan Jerry.., Ivan dan sahabat mereka lainnya segera bertanya., "Apa yang kau bisikkan di telinga Jerry Ryan?" Tanya Ivan penasaran.
"Kau akan tau nanti Ivan. Namun satu hal yang harus kalian ingat! Jangan terpengaruh dengan apa pun yang akan kalian lihat nanti. Aku merasa Jerry pasti akan mendapat masalah." Kata Ryan.
"Kau ini seperti ahli nujum saja Ryan." Kata Jerry sambil bercanda.
__ADS_1
"Ludahi wajah ku ini jika kau bisa lolos dari tempat ini tanpa masalah Jerry!" Kata Ryan serius.
Bersambung...