PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menjalankan rencana tuan Syam


__ADS_3

Jerry William segera bangkit dari kursi nya setelah semua yang menghadiri rapat singkat tadi keluar meninggalkan ruangan rapat tersebut.


Sesuai dengan perintah dari Jerry, kini yang tinggal di ruangan itu hanya ada Drako, tuan Syam dan dirinya sendiri.


"Bagaimana Jerry, apakah kau telah membunuh Robin?" Tanya Drako ketika Jerry menghampiri dirinya.


Mendengar pertanyaan itu, Jerry hanya menggeleng dengan lemas dan berkata, " Ayah. Maaf aku tidak bisa melakukannya." Kata Jerry.


Praaak....?!


"Bodoh. mengapa Jerry? Apakah kau telah melupakan dendam mu?" Tanya Drako dengan marah sambil menampar meja.


"Aku ingin pertarungan yang adil. Aku tidak mau membunuh orang yang sama sekali tidak membuat perlawanan." Kata Jerry.


"Otak mu itu yang bebal. Kau telah tertipu Jerry... Kebodohan mu itu telah dimanfaatkan oleh lawan." Kata Drako dengan wajah merah padam.


"Maafkan aku Ayah." Kata Jerry sambil menunduk.


"Tuan muda. Orang-orang kita yang berada di luar telah memberitahu bahwa kedua orang yang menyatroni Villa Patrik mulai meningkatkan pengawasannya. Aku khawatir jika mereka dapat membunuh Robin, maka hutang nyawa mendiang ayah mu tidak akan dapat terbalaskan." Kata tuan Syam.


"Tuan Syam. Saat ini aku tidak terlalu memikirkan nyawa Robin. Yang aku khawatirkan adalah keselamatan Daniel dan Ryan. Anda harus membantu ku mencari jalan agar aku dapat menyelamatkan sahabatku ini dari incaran Fardy." Kata Jerry.


"Tuan muda. Aku mendapat kabar dari Black shadow bahwa sepasang muda-mudi yang datang dari Hongkong itu berusia lebih kurang seperti anda ini." Kata tuan Syam sambil memperhatikan Jerry dari atas sampai ke bawah lalu bergumam. "Hmmm.., sangat cocok." Kata tuan Syam lagi.


"Apa yang cocok Tuan Syam?" Tanya Jerry dengan kening berkerut.


"Tuan muda. Pergunakan ketampanan anda untuk memikat perhatian gadis asing itu." Kata tuan Syam.


"Maksud anda?" Tanya Jerry yang mulai tertarik.

__ADS_1


"Mereka telah bermain curang dengan cara yang sangat pengecut. Tidak ada salahnya membalas kepengecutan Fardy ini." Kata tuan Syam lagi.


"Aku tau maksud anda Tuan Syam. Tapi bagaimana caranya? Bagaimana aku bisa mendekati gadis asing itu?" Tanya Jerry.


"Hahaha... Itu hanya masalah sepele." Kata tuan Syam sambil tertawa.


"Mereka mengira bahwa mereka sedang mengintai keluarga Patrik. Tapi mereka tidak tau bahwa mereka pun saat ini sedang di intai oleh anak buah ku."


"Begini Tuan muda. Kita akan membuat drama yang biasa di tonton di televisi. Aku akan mengirim beberapa anak buah ku untuk menggangu gadis itu di saat dia terpisah dengan pemuda pasangannya. Ketika itu terjadi, anda harus datang dan berpura-pura membela gadis itu. Anda adalah Hero nya dan setelah itu, berusaha lah untuk mendekatinya. Hanya dengan ini kita bisa mengorek informasi tentang rencana Fardy." Kata tuan Syam menjelaskan.


"Hmmmm.., ini idea yang sangat baik. Jerry ini cukup tampan dan pasti tidak akan sulit untuk menarik perhatian gadis asing itu." Kata Drako sambil memperhatikan sosok Jerry dari atas ke bawah.


"Baiklah. Anda atur saja bagaimana selanjutnya." Kata Jerry menyerahkan semua rencana itu kepada tuan Syam.


"Jangan khawatir Tuan muda. Itu hanya masalah sepele bagi Syam." Kata tuan Syam sambil menyeringai.


"Ok.., kalau begitu aku permisi dulu. Setelah semuanya di atur dengan baik, beritahu kepada ku kapan masa nya aku untuk beraksi." Kata Jerry lalu bergegas meninggalkan ruangan itu.


"Sudahlah Drako. Itu lah gunanya kita bekerja untuk nya. Apa kau kira kita hanya akan makan gaji buta?" Tanya tuan Syam sambil menepuk pundak Drako.


"Ayo kita selesaikan rencana ini. Jika berlama-lama, aku takut akan terjadi perubahan besar tak lama lagi." Kata tuan Syam lagi sambil mengajak Drako meninggalkan ruangan rapat itu.


*********


Sepasang muda-mudi yang sejak sepajang sore tadi hanya mondar mandir antara sekitar Villa Patrik mulai merasakan kejenuhan. Ini karena target yang mereka incar tidak juga menampakkan batang hidung nya.


Dari wajah kedua orang itu kini benar-benar tampak sangat kesal karena sudah 2 hari ini mereka terus menyatroni Villa mewah itu.


"Kak.., bagaimana ini? Kita tidak mungkin menerobos Villa yang di jaga dengan pengawal yang jumlah nya hampir seratus orang itu. Aku heran darimana mereka berdatangan. Padahal kemarin hanya ada sekitar sepuluh orang saja." Tanya seorang gadis berkulit kuning bermata sipit dengan rambut dikepang ala ekor kuda tersebut.

__ADS_1


"Entahlah Jessica. Mungkin mereka telah mencium keberadaan kita. Lihat saja dua hari lagi. Jika masih terus seperti ini, kita akan memberitahu kepada boss bahwa kita tidak berhasil menemukan Robin di tempat persembunyiannya." Kata pemuda berambut cepak dan memakai cincin kepala harimau di jari telunjuknya itu.


"Aku lapar. Kau saja yang berjaga. Aku akan membeli makanan untuk kita." Kata gadis itu lalu segera berjalan agak jauh di mana mereka memarkir mobil.


Sesaat setelah itu, mobil Honda abu-abu itu pun meluncur meninggalkan area pemukiman mewah itu menuju ke pusat kota.


Ketika mobil yang di kendarai oleh gadis yang bernama Jessica itu sampai di sebuah restoran biasa, gadis itu pun segera keluar dari dalam mobilnya dan bermaksud hendak memesan makanan untuknya dan untuk seorang lagi pemuda yang dia panggil dengan sebutan kakak tadi.


Belum lagi jauh gadis itu meninggalkan kendaraan nya, dari berbagai arah kini berdatangan segerombolan lelaki dan mulai mendekatinya.


"Hey kawan. Lihat itu! Ada gadis cantik berjalan sendirian." Kata salah seorang dari mereka.


"Benar. Hey gadis. Apakah kau sedang terburu-buru?" Tanya lelaki yang lainnya.


Melihat hanya lelaki iseng yang kurang kerjaan, gadis itu tidak terlalu memperdulikan dan terus saja berjalan ke arah restoran.


Kelompok lelaki tadi yang merasa tidak diperdulikan itu merasa tidak senang dan mulai mendekati gadis itu.


Sambil mencolek dagu gadis itu, salah seorang dari mereka pun berkata, "Hey manis. Sombong sekali kau. Hahahaha..." Kata lelaki itu sambil tertawa diikuti oleh yang lainnya.


"Kalian jangan mengusikku. Aku tidak mengenal kalian. Enyahlah dari hadapanku atau aku akan marah." Kata gadis itu mulai sengit.


"Lihat kawan! Ternyata gadis ini sangat pemarah. Aku sangat suka. Hahaha." Kata lelaki itu lagi sambil tertawa terbahak-bahak.


"Kalian yang memulai. Jangan salahkan jika aku bersikap kasar kepada kalian." Kata gadis itu sambil mengambil ancang-ancang untuk mempertahankan diri.


"Oooo..., aku takut. Tolong aku sangat ketakutan." Kata salah satu dari kelompok pengganggu itu sambil mengangkat tangannya seperti seorang yang sedang menyerah saat di ancam.


"Gadis binal. Aku suka gadis yang liar seperti ini. Dia pasti sangat galak ketika bercinta. Ayo kita ringkus dia." Ajak salah seorang dari mereka.

__ADS_1


Tak lama setelah lelaki itu selesai dengan perkataannya, mereka lalu mengepung gadis itu dan berniat untuk meringkus nya. namun sebelum niat itu terlaksana, satu suara bentakan dari arah samping bergema membuat para pengepung itu kini mengalihkan perhatiannya.


"Berhenti kalian. Tidak tau malu mengganggu seorang gadis di tempat umum. Apa urat malu kalian sudah putus?" Bentak seorang pemuda tampan yang berdiri tidak jauh dari mereka.


__ADS_2