PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Menjemput sahabat di Starhill


__ADS_3

...Starhill...


Saat ini di Starhousing, Ryan baru saja menerima panggilan telepon dari Jerry yang mengatakan bahwa Jerry akan menjemput mereka malam ini di Mountain lotus tepatnya adalah Lotus mansion.


Ryan dan Daniel yang memang sedang dalam ketakutan akibat dugaan pembalasan dendam dari anak Ramendra meminta Arslan, Herey dan Riko serta menumpuk banyak pengawal di depan rumah mereka merasa sangat bersyukur. Ini karena mereka akan bertemu dengan Jerry dan akan membawa mereka ke Metro city.


Bagi mereka, berada di dekat Jerry lebih aman daripada dikawal oleh puluhan orang anak buah Jeff dan Austin.


Ketika Ryan menyampaikan berita ini kepada Daniel, Riko, Arslan dan Herey, mereka sangat antusias dan segera mempersiapkan diri untuk berangkat malam ini juga ke Metro city.


"Kak. Suruh anak buah Herey untuk mengendarai mobil Jerry ke Lotus mansion! Ini karena Jerry mengatakan akan mengendarai mobil ke Metro city." Kata Ryan kepada Arslan.


"Baik. Nanti akan aku sampaikan. Sekarang kalian bersiap-siap lah! Kita harus bergerak cepat." Kata Arslan.


Tanpa banyak cingcong lagi mereka pun bersiap-siap untuk berangkat terlebih dahulu ke Lotus mansion sambil menunggu Jerry yang mengendarai helikopter tiba di Mountain lotus.


"Herey.., mobil mu kan 4 kursi? Tolong jemput Joanna dan Hellen ya! Jerry berpesan kalau mereka harus diungsikan ke rumah dibelakang Lotus mansion supaya mereka aman di sana." Kata Ryan.


"Ok Ryan. Kalau begitu aku berangkat dulu." Kata Herey.


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya mobil Herey pun tiba di depan rumah dan tanpa basa-basi lagi, rombongan yang diketuai oleh Ryan itu bergerak meninggalkan kawasan perumahan kelas menengah Starhousing itu menuju ke Mountain lotus.


Setelah rombongan Ryan, Daniel, Riko, Arslan, Herey yang membawa Joanna dan Hellen sampai di Mountain lotus, mereka segera menemui Austin yang telah menunggu mereka di belakang mansion megah tersebut.


"Apakah semua kalian akan berangkat ke Metro city?" Tanya Austin.


"Tidak Paman. Joanna dan Hellen tinggal di sini. Sesuai pesan dari Jerry, keselamatan kedua gadis ini berada dalam pengawasan anda." Kata Ryan.


"Oh begitu ternyata. Baiklah, aku rasa sebentar lagi tuan muda akan sampai. Kalian bisa menunggu sambil istirahat sejenak. Pergunakan waktu dengan baik. Ini karena perjalanan kalian ke Metro city akan memakan waktu lama. Mungkin pukul 9 besok kalian baru sampai." Kata Austin.


"Benar Paman. Kami juga sudah beberapa kali ke sana naik mobil."


"Ayo kita istrahat mengumpulkan tenaga sejenak." Ajak Ryan kepada yang lainnya.


Tanpa membantah sedikitpun, mereka lalu memasuki rumah di belakang Lotus mansion itu dan segera beristirahat.


...*...


Tepat pukul 12 malam, suara helikopter menderu memecah udara malam itu.

__ADS_1


Di atas tampak sebuah helikopter sedang turun perlahan di depan bangunan megah mansion tersebut membuat para pengunjung mau tak mau melihat ke arah helikopter karena penasaran siapa yang datang ke lotus mansion dengab mengendarai helikopter tersebut.


Setelah helikopter benar-benar mendarat, tampak seorang pemuda dan seorang gadis menggunakan masker penutup sebagian wajah nya turun dan langsung berjalan meninggalkan helikopter yang mulai naik lagi ke atas tersebut.


Pemuda dan gadis itu tidak menghiraukan pandangan dari orang-orang yang mengunjungi mansionnya itu. Dia terus saja melangkah melewati beberapa pengawal dan akhirnya tiba di sebuah rumah tepat di belakang mansion.


Ketika dia akan memasuki rumah tersebut, tampak Austin dan yang lainnya sudah menunggu.


"Apakah kalian sudah siap untuk melakukan perjalanan jauh ini?" Tanya pemuda itu.


"Kami sudah siap. Ayo kita berangkat sekarang." Kata Ryan.


"Jerry.., Mobil mu ada di sana. Kau bisa mengendarainya." Kata Daniel.


"Bagus. Terimakasih." Kata Jerry singkat.


"Paman Austin, aku titipkan kedua gadis itu kepada mu. Jaga dia seperti kau menjaga putri mu sendiri. Kami di Metro city tidak akan lama. Ketika musuh-musuh kita berhasil di basmi, kami akan kembali lagi ke Starhill dan akan menjalani kehidupan seperti biasa." Kata Jerry.


"Anda jangan khawatir Tuan muda. Saya akan menjamin keselamatan Nona Hellen dan Nona Joanna. Anda harus fokus menyelesaikan masalah di MegaTown saja." Kata Austin.


"Baik. Jika kalian sudah siap, maka markitkem." Kata Jerry.


"Jangan Hellen. Di sana terlalu berbahaya. Jika mereka mengetahui kalian berdua memiliki hubungan dengan ku, kalian pasti akan di incar oleh mereka." Kata Jerry.


"Sama saja Kak. Di sini juga bahaya." Kata Joanna pula.


"Kalian kan harus kuliah. Ingatlah untuk tidak menyebut-nyebut tentang aku kepada orang asing yang tidak kalian kenal." Kata Jerry berpesan.


"Baiklah Kak. Aku akan mengingat pesan mu ini." Kata mereka berdua.


"Kalian jaga diri baik-baik ya. Nanti setelah semuanya selesai, aku akan melanjutkan studi ku di Golden university. Nanti kita bisa bersama-sama di sana." Kata Clara sambil memegang pundak Joanna dan Hellen.


"Kau juga Clara. Jaga dirimu baik-baik." Kata Joanna.


"Ya. Kau tenang saja. Nanti ketika kalian libur, kita harus kembali ke Mountain slope. Aku sudah rindu dan penasaran ingin melihat kemajuan di kampung halaman kita." Kata Clara.


"Baiklah. Kalian harus hati-hati di jalan. Titip Kak Jerry ya Clara!" Kata Hellen.


"Kau tenang saja. Aku akan menjaga Tuan muda kalian ini dari segala hal." Kata Clara sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudah? Jika tidak ada lagi, ayo kita berangkat." Ajak Jerry.


"Ok. Markitkem." Kata Daniel.


"Mari kita Come on..." Kata Ryan pula.


"Sayang.., kau harus sering memberi kabar kepada ku ya! Jangan lupa! Supaya aku tidak khawatir." Kata Daniel kepada Hellen.


"Kau juga harus jaga diri di sana ya. Aku menunggu mu di sini." Jawab Hellen pula.


"Uhuk.., uhuk."


Terlihat Riko terbatuk-batuk melihat segala ulah Daniel dan adik perempuannya itu.


"Kalian berdua jangan terlalu berlebihan. Seperti mau perang saja. Paling ketika musuh datang, kau dan Ryan akan lari tunggang langgang terlebih dahulu." Kata Riko di ikuti tawa oleh semua yang ada di tempat itu.


"Kakak ipar berengsek sedunia nyata. Kau jika tidak mematahkan kebahagiaan ku, apakah tidak puas?" Tanya Daniel.


"Buaya buntung. Lekaslah! Jika begini terus, kapan kita bisa sampai di Metro city?" Tanya Riko.


"Benar. Kita jangan membuang terlalu banyak waktu. Aku tidak tau kapan Fardy akan sampai di MegaTown. Jika malam ini, maka besok pasti aku akan sangat sibuk." Kata Jerry.


"Ya sudah ayo lah." Kata Ryan sambil berjalan keluar.


"Eleh.., eleh. Kini giliran Herey pula." Kata Arslan.


"Oh iya maaf."


"Sayang.., aku pamit dulu. Ada tugas negara." Kata Herey terburu-buru kerana mendapat teguran dari Arslan.


Sambil melepaskan pegangan tangannya di pipi Joanna, Herey pun lari tunggang langgang menuju mobil nya.


"Kak. Apakah Sarah sudah kau titipkan?" Tanya Jerry.


"Sudah. Dia aman bersama ibu asuhnya. Sesekali Lisa juga datang mengunjungi." Kata Arslan.


"Huhh.., lega rasanya. Ok ayo berangkat!" Ajak Jerry sambil membukakan pintu untuk Clara.


Tak lama setelah itu, mobil Aston Martin itu pun bergerak meninggalkan area lotus mansion di ikuti oleh beberapa mobil sport lainnya di belakang menuju ke Hillstreet.

__ADS_1


__ADS_2