
Seorang lelaki yang sudah terlihat sangat tua namun tampak masih kokoh dan berwibawa itu berjalan dengan tenang memasuki pelataran Villa megah di kawasan Bukit Metro.
Villa besar dan Megah yang memiliki beberapa lantai ini di kenal bagi kalangan orang elit di Bukit Metro itu adalah Villa William. Villa ini dimiliki oleh seorang pengusaha yang sangat terkenal akan kekayaan dan aset perusahaan yang melimpah. Walaupun dulu sempat menurun, namun semenjak kembalinya cucu tertua mereka dari anak sulungnya yang bernama Jerry William, perusahaan itu kembali meningkat dan mampu mengejar ketertinggalannya dari kompetitor yang lain termasuk perusahaan keluarga Walker dan Patrik.
Namun akhir-akhir ini, keadaan di dalam tubuh keluarga William sedang tidak baik-baik saja. Ini karena, Cucu mereka yang berbakat dan memiliki potensi untuk membawa perusahaan ke level yang lebih tinggi memilih untuk mengembalikan perusahaan kepada sepupu nya bernama Kenny dan memilih untuk hidup tenang bersama orang yang dia cintai.
Hal ini tidak lepas dari ulah kedua naga ompong itu, yaitu Tuan William dan Tuan Smith karena berencana menentang hubungan asmara sang cucu dengan anak seorang penguasa dunia gelap Metro City bernama Clara dan bermaksud ingin menjodohkan sang cucu dengan gadis kaya pilihan mereka.
Tentu saja Jerry menolak sehingga dua perusahaan William Group dan Smith Group Company yang telah di lebur menjadi satu perusahaan dibawah nama Future of Company harus dibubarkan dan semuanya telah dikembalikan dengan keuntungan yang berlipat. Namun sangat sulit untuk mengarungi tantangan kedepannya tanpa kehadiran sang cucu yang memilih untuk pergi.
Lelaki tua itu terus berjalan ke arah pintu Villa itu dengan tenang.
Beberapa pengawal segera memberi hormat ketika lelaki tua itu melewati mereka.
Siapa sebenarnya lelaki tua ini?
Namanya adalah Malik. orang-orang akan menyebutnya dengan panggilan Kakek Malik.
Dia hari ini sengaja datang ke Villa William untuk berpamitan. karena dia merasa bahwa tugasnya untuk menyembuhkan Kenny telah berhasil dan kini, Cucu dari anak kedua di keluarga William itu telah kembali pulih dan sudah bisa beraktifitas secara normal setelah beberapa tahun menjadi penghangat kursi roda.
Begitu lelaki tua itu tiba di dalam, seorang lelaki tua namun lebih muda dari kakek Malik segera menghampiri. Dia adalah Lenard. Kepala pelayan di keluarga William.
"Darimanakah Kak Malik?" Tanya Lenard dengan nada sopan.
"Aku baru saja dari rumah Drako. Hari ini dia akan pergi berlibur panjang entah ke mana. Jadi, aku merasa sudah seharusnya juga bahwa aku akan kembali ke Mountain slope. Di sana aku lebih merasa nyaman dan tenang." Ujar kakek Malik.
"Mengapa begitu terburu-buru Kak? Bukankah di sini juga nyaman? Kau bisa menggunakan seluruh fasilitas yang ada. Andai itu kurang, Kakak kan bisa meminta kepada ku. Bagaimanapun, Kakak adalah orang yang sangat berjasa kepada keluarga William dan Smith. Mereka pasti akan memenuhi segala keinginan Kakak." Kata Lenard berusaha mencegah agar Kakek Malik tidak kembali ke Mountain slope dan memilih tinggal di Metro city saja.
"Lenard! Terus terang saja. Semenjak kepergian Jerry bersama cucu ku, aku mulai merasakan sesuatu yang sangat asing di Metro City ini. Ada beberapa hal yang sangat ingin aku hindari dari Metro city ini." Kata kakek Malik.
"Apa itu kak? Maaf jika saya boleh tau." Tanya Lenard.
"Izinkan aku untuk bicara jujur, Lenard! Kau mungkin bertanya-tanya dalam hatimu mengapa aku ingin segera meninggalkan Metro city ini. Ini tidak lain adalah karena aku tidak ingin menjadi saksi atas kehancursn keluarga ini." Kata Kakek Malik.
"Kak! Apa maksud dari perkataan mu barusan?"
"Sudahlah Lenard! Kita sudah sama-sama tahu bahwa Kenny tidak sehebat Jerry. Dia juga tidak terlalu kompeten dan selalu berada dalam tekanan dari banyak pihak. Ini termasuk dari keluarga Regnar, dari keluarga William bahkan kemungkinan yang terbesar adalah kemunculan kembali Fardy untuk menuntut balas atas kekalahannya di tangan Jerry. Sedangkan untuk keluarga Smith, Keluarga itu jauh lebih buruk. Leon tidak memiliki generasi penerus. Setelah dia mati, Maka seluruh aset kekayaannya akan ikut terkubur bersama jasad nya." Kata Kakek Malik.
__ADS_1
Mendengar perkataan yang terus terang dari orang yang lebih tua dari dirinya dan yang sangat dia hormati itu, Lenard mau tidak mau harus mengakui akan kebenaran kata-kata itu.
Saat ini dia hanya bisa mendesah dan mengeluh dalam hatinya. Memang, semenjak kepergian Jerry bersama Clara, satu per satu orang-orang yang terdekat mulai meninggalkan keluarga ini. Ini termasuk Ivan Patrik yang tidak mau ikut campur dan menjalin kerja sama antara perusahaan miliknya dengan perusahaan milik keluarga William.
Keluarga Patrik seolah-olah menyalahkan kedua tuan besar itu atas kepergian Jerry. Walaupun tidak mereka nyatakan secara terang-terangan.
"Aku juga sangat menyesalkan semua ini Kak. Kini semuanya tampak sangat suram. Lalu, apakah Kakak nanti akan mencari keberadaan Jerry dan Clara?" Tanya Lenard.
"Aku tidak pernah mencari. Jika mereka membutuhkan tenaga dan fikiran tua ini, maka mereka yang akan mendatangi ku. Mereka sudah besar dan dewasa. Biarkan mereka yang menentukan arah tujuan. Kita hanya bisa mendoakan dan sebaiknya tidak terlalu ikut campur dalam urusan mereka selagi tidak di pinta." Jawab Kakek Malik.
"Aku tidak memiliki waktu lagi. Segera panggilkan William. Aku akan berpamitan dengan nya!" Perintah Kakek Malik kepada Lenard.
"Tunggu lah sebentar Kak. Kevin putra ku juga pasti ingin mengucapkan selamat jalan kepada Kakak. Bagaimanapun, Kakak adalah penyelamat baginya. Dia bisa tidak makan dan minum berhari-hari jika sudah merajuk." Kata Lenard.
Sambil berjalan untuk menemui Tuan besar William, Lenard pun mengeluarkan ponselnya dan memberitahu kepada semua orang bahwa kakek Malik akan berangkat hari ini meninggalkan Metro city dan akan kembali ke Mountain slope.
Begitu mereka menerima pesan ini, Semua orang baik itu Regan, Jeff, Tuan Leon Smith, Tuan Walker dan Tuan Aaron Patrik beserta cucunya sangat terkejut.
Hal yang sama juga berlaku bagi sahabat-sahabat serta para pengawal Jerry. Mereka tidak mengira bahwa setelah kepergian Jerry, Satu per satu mereka kini memilih meninggalkan Metro city.
Antara yang pergi meninggalkan Metro city adalah, Tuan Syam, Drako, Kakek Malik dan mungkin Regan serta Jeff akan menyusul. Hal ini karena mereka sudah merasa cukup tua dan biar lah tenaga muda yang bekerja.
Mereka semua berbondong-bondong menyalami Kakek Malik.
Ada yang berusaha membujuknya untuk tetap tinggal. Namun ada yang hanya menyerahkan keputusan kepada lelaki tua itu untuk membuat keputusan serta mendoakan yang terbaik untuk nya.
Sementara itu, Tuan besar William tampak sangat kusut.
Semenjak Jerry memutuskan untuk mengembalikan kepemilikan mayoritas saham kepada Kenny, Dia sudah tampak tidak bergairah lagi. Wajahnya kini semakin kuyu dan tak berseri.
Hal yang sama juga tampak dari raut wajah Tuan besar Leon Smith. Dia juga tidak henti-hentinya menyalahkan dirinya sendiri.
Karena keegoan dirinya bersama Tuan besar William lah yang menyebabkan Jerry memilih pergi dan mengembalikan perusahaan Smith Group kepadanya.
"Kak. Bisakah kau tinggal saja di sini?mengapa harus kembali ke Mountain Slope?" Tanya Tuan William.
"Itu sudah menjadi keputusan ku. Aku merasa sudah tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di sini. Kevin dan David sudah sembuh sepenuhnya. Begitu juga dengan Kenny. Dia sudah bisa berjalan dan sudah bisa menjalani kehidupan normal. Tugas ku sudah selesai. Maka, izinkan aku untuk kembali. Di sini bukan tempat ku. Aku tidak akan pernah bisa nyaman berada di kota besar seperti ini." Kata Kakek Malik.
__ADS_1
"Apakah kakak kecewa kepada ku?" Tanya Tuan William merujuk kepada keputusannya yang selalu menekan Jerry untuk menikah dengan gadis pilihan mereka.
"Jerry itu adalah cucu kandung mu. Kau memiliki hak untuk membuat keputusan. Namun Jerry juga berhak untuk menolak. Aku tidak menyalahkan siapa pun dalam hal ini. Hanya saja, yang aku sesalkan adalah, berkurang nya tenaga muda dalam keluarga mu yang memiliki potensi menjadi raja di negara ini." Kata Kakek Malik.
"Apakah Kakek memiliki sesuatu yang akan kakek jadikan sebagai nasehat untuk ku?" Tanya Kenny.
Mendengar pertanyaan Kenny ini, Kakek Malik langsung menarik tangan nya untuk menjau dari mereka yang ada di ruangan itu sambil berbisik. "Selamatkan perusahaan mu. Kau harus membuat surat wasiat dan disaksikan oleh pegang kuasa hukum. Hibahkan kepada Jerry. Aku khawatir kau tidak akan mampu membendung banyak serangan yang datang dari lawan-lawan bisnis mu kelak. Berhati-hati dalam mengambil keputusan. Jangan terlalu mempercayai keluarga Regnar. Hanya itu pesan ku. Hal ini aku ketahui dari Jerry. Bahwa kau memiliki seorang ibu yang berhati serakah." Bisik Kakek Malik.
"Saya akan mengingat pesan mu ini Kek." Kata Kenny sambil membungkuk hormat.
"Semuanya yang berada di sini. Terimakasih aku ucapkan atas kebaikan kalian kepadaku selama aku berada di kota ini. Terimakasih juga karena sudi datang hanya untuk mengucapkan selamat jalan kepada ku. Aku sangat menghargai itu. Oleh karena itu, Izinkan aku pamit. Jika ada umur panjang, suatu saat kita pasti akan bertemu kembali." Kata Kakek Malik.
Banyak pasang mata yang berair mendengar ucapan selamat tinggal dari kakek Malik ini.
Hal ini yang paling dirasakan oleh Kenny, David dan Kevin.
Diketahui dalam novel Pewaris yang hilang season satu, bahwa Kenny menderita penyakit lumpuh atas kecelakaan yang menimpanya akibat ulah dari Robin Patrik. Dia sempat menjadi penghuni kursi roda dan hidup bergantung pada obat. Kedatangan kakek Malik bersama Jerry ternyata membawa berkah tersendiri baginya.
Untuk David dan Kevin pula, Mereka berdua adalah pengawal Jerry yang ikut terlibat dalam pengeroyokan yabg dilakukan oleh Ramendra dan Robin yang menyebabkan Jerry hanyut terbawa arus sehingga di tolong oleh kakek Malik dan karena pertemuan dengan Jerry itu membawa berkah bagi Kevin dan David.
Kakek Malik yang ketika itu memilih ikut dengan Jerry kembali ke Metro City dengan misi balas dendam kepada Ramendra akhirnya menyembuhkan Kevin dan David yang koma akibat pengeroyokan itu.
Oleh karena itu mengapa mereka bertiga ini merasa sangat kehilangan sekali ketika kakek Malik memutuskan untuk kembali ke kampung halaman nya.
"Saya kira cukup sampai disini saja. Dan izinkan saya untuk pergi." Kata Kakek Malik.
"Kak. Kami semua akan mengantar mu sampai di Mountain slope. Sekalian kami ingin meninjau perkembangan proyek cucu kami yaitu Jerry di kampung itu." Kata Tuan Smith.
Kakek Malik hanya mengangguk samar dan tidak berkata lagi.
Melihat kakek Malik sudah melangkah keluar dari Villa, Kenny buru-buru berlari dan membukakan pintu mobil Aston Martin milik nya dan mempersilahkan orang tua itu untuk masuk.
"Terimakasih Cucuku!" Kata Kakek Malik yang di balas dengan senyuman oleh Kenny William.
"Ayo kita berangkat!" Kata Kenny.
Tak lama kemudian rombongan itu pun berangkat dari Villa William menuju ke Mountain Slope.
__ADS_1
Tak terhitung berapa jumlah mobil yang mengiringi perjalanan Kakek Malik untuk kembali ke gubuk nya kali ini.