PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Bab 11 Tawaran pekerjaan untuk Haikal


__ADS_3

"Baru sehari aja Haikal nggak ngelakuin ini semua, mamah udah kayak mayat hidup bagaimana kalau Haikal selama nya nggak pulang lagi ke rumah ini, mungkin mamah akan mati kelelahan". Sahut Karina kembali mengingatkan perbuatan kejam mamah nya pada Haikal selama ini.


"Bukan hanya pekerjaan rumah yang harus mama pikirkan, makan apa kita hari ini pun mungkin akan membuat mama jadi gila". Sambung Karina. Setelah mengatakan itu semua, Karina memilih masuk ke kamar.


Sukma hanya memanyumkan bibirnya nggak suka mendengar ucapan anak nya. Tapi yang di ucapkan Karina tadi benar ada nya. "Tapi kenapa Karina selalu mengatakan hal yang sama? Bukan kah Haikal hanya ke rumah sakit di temani teman kerja nya? Atau jangan - jangan..". Sukma menutup mulutnya dengan apa yang terlintas di pikirannya saat ini.


Beberapa saat kemudian sebuah mobil newah berhenti di depan rumah sederhana miliknya. Ia bergegas berdiri di depan pintu mengintip siapa yang datang. "Kalau itu penagih utang lagi, gimana? Dasar suami nggak guna! Tahu nya mabuk - mabukan saja menyusahkan aku saja". Gumam Sukma kesal pada suami nya.


Ia terus memperhatikan seseorang yang keluar dari mobil itu, dua orang pria berbadan macho dengan wajah yang lumayan tampan. Sukma sempat terpana tapi ia kembali teringat jika mereka pasti datang untuk menagih hutang. Niat untuk menemui mereka ia urung akibat ketakutan. Tapi saat melihat Haikal juga turun dari mobil yang sama, membuat Sukma sembringan.


"Haikal!!". Seru Karina melewati Sukma yang juga berniat menghampiri mereka bertiga.


"Assalamualaikum". Haikal memberi salam.


Karina tidak menjawab dan langsung memeluk Haikal tanpa berpikir terlebih dahulu. Kekhawatirannya membuat wanita itu sangat bersyukur melihat Haikal pulang dengan sehat walafiat.


"Aku senang kamu pulang, Kal. Aku takut kamu kenapa - kenapa di bawa oleh mereka". Imbuh Karina sambil memegang wajah Haikal di luar kendali.


Haikal bingung dengan sikap Karina. Ia pikir jika wanita itu sangat berlebihan menyambutnya pulang. "Kamu kok lebai gini, sih? Aneh". Ujar Haikal membuat Karina malu.


Karina sudah tentu menjadi salting. Tapi ia tidak bisa berbuat apa - apa, yang ia lakukan tadi refleks tanpa ia sadari. Tanpa memperdulikan Haikal lagi, ia berlari masuk ke dalam kamar nya.


"Ahhh, kenapa gue jadi gini sih? Pasti Haikal berpikir aku udah gila. Aduh, malu nya". Gumam Karina sambil menepuk - nepuk pipi nya.

__ADS_1


Sementara itu, Sukma juga bersikap berbeda menyambut Haikal tapi sudah tentu dengan niat yang berbeda.


"Kamu udah pulang, nak. Mamah pikir kamu kemana hari ini ternyata kamu ke rumah sakit. Tadi mamah udah mau menjenguk kamu tapi mamah nggak tahu kamu di rawat di mana?". Imbuh Sukma sambil sesekali melirik manja pada Josep dan Kali.


Haikal membulatkan matanya, ia heran hanya pergi sehari saja udah membuat semua ahli keluarga nya berubah. Tapi melihat mata Sukma yang sesekali melirik Josep dan Kali, ia pun paham maksud Sukma.


"Aku baik - baik aja kok mah. Hanya kelelahan saja". Sahut Haikal. Ia kemudian beralih pada dua teman nya. "Terima kasih sudah menolong saya. Jika kalian capek bisa pulang istirahat saja". Kata Haikal terdengar mengusir Mereka.


Josep dan Kali saling pandang, ia mengerti maksud Haikal mengusir mereka. Terlihat dari cara menatap wanita di hadapannya yang sedikit menjengkel kan dan mengganggu.


"Iya. Kamu juga istirahat lah, ingat pesan dokter jangan capek - capek dulu. Kami nggak mau kamu jatuh sakit lagi". Sahut Josep mengingat kan Haikal akan pesan dokter tadi.


"Abang sekalian tenang saja. Haikal nggak akan capek lagi kok, kan saya ada untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Saya juga nggak akan mengizin kan Haikal untuk kerja besok sebelum keadaan benar - benar pulih...". Kata Sukma sambil merangkul tangan Haikal manja mencari perhatian pada dua orang pria itu.


"Kalau gitu, kami pulang dulu. Kalau ada apa - apa datang ke kos aja". Sambung Kali sambil menepuk bahu Haikal.


"Kos? Emang kalian tinggal di kos milik siapa? Saya pun boleh datang kalau ada perlu kan?". Tanya Sukma kembali menggoda.


Josep maupun Kali sama sekali tidak memperdulikan pertanyaan Sukma. Mereka bersikap seolah - olah tidak mendengar pertanyaan Sukma. Tapi meskipun begitu, wanita itu pasti akan mengetahui di mana mereka tinggal karena hanya berdekatan dengan rumah nya.


"Mereka sebenarnya tinggal di mana, sih?". Tanya Sukma pada Haikal.


"Nanti mama juga tahu sendiri". Jawab Haikal cuek. Ia lalu melangkah masuk ke dalam rumah. Ia jenis pria yang tidak suka melihat rumah berantakan, ia segera mau melihat keadaan rumah setelah seharian ia tinggalkan.

__ADS_1


"Siapa yang ngerjain semua ini? Baju udah di lipat kemas, lantai sudah di sapu bersih, bahkan makanan sudah terhidang di meja. Kalau Karina mustahil, tapi kalau mamah....". Gumam Haikal penasaran.


"Apa mamah bilang. Kamu nggak akan kelelahan lagi. Mamah udah ngerjain semua nya. Kamu tinggal istirahat saja tapi dengan satu syarat..". Sukma ikut masuk dan mengetahui apa yang sedang di pikirkan Haikal.


Haikal hanya bisa menghela nafas berat. "Lain kali aja yah, mah. Aku mau istirahat dulu. Mamah juga jangan lupa istirahat, mamah pasti juga capek ". Imbuh Haikal malas menanggapi ucapan mamah nya.


"Kamu jangan kurang ajar, ya Haikal. Jangan mentang - mentang kamu ada teman kaya kamu jadi nggak menghormati mamah. Dengar yah, kamu tetap harus melakukan semua kerja rumah ini dan tetap kerja cari uang meskipun kamu baru kembali dari rumah sakit. tapi ingat jangan bilang ke mereka jika aku yang memaksamu melakukannya. Kalau kamu sampai mengatakan yang sebenarnya pada mereka maka kamu akan mendapat pelajaran berharga dari ku". Ancam Sukma pada Haikal..


Akhirnya sifat Sukma kembali seperti semula. Haikal sudah terbiasa dengan perubahan itu, semua terjadi jika Sukma mendapat target pria incaran baru. Tapi selama ini belum ada satu pun yang berhasil ia goda. Suami nya dari dulu hanya Karim, Karim dan Karim.


"Terserah mamah aja gimana baik nya. Terima kasih yah sudah melakukan semua ini selama aku nggak ada di rumah, aku akan usahakan besok sebelum ke sekolah akan menyelesaikan nya seperti biasa...". Ucap Haikal kemudian berlalu masuk ke dalam kamar nya.


*


*


"Terima kasih ya, mas". Ucap Aisyah yang saat ink sedang berbaring di dada sang suami.


"Terima kasih untuk apa dulu nih". Goda sang suami. Ia sebenarnya tahu maksud Aisyah tapi mengusik wanita itu adalah hobi nya.


"Terima kasih kamu mau menawarkan pekerjaan pada putra kita. Aku nggak nyangka sebentar lagi kita akan tinggal bersama lagi meskipun bukan sebagai keluarga". Sahut Aisyah.


"Maaf ya, sayang. Untuk sementara waktu kita hanya bisa seperti ini dulu. Tapi lebih baik dan Kamu senang kan?". Tanya Zack memastikan tindakan nya tidak menyakiti perasaan sang istri..

__ADS_1


"Senang banget. Maka nya aku berterima kasih sama kamu mas. Tapi kita terlebih dahulu harus memberi tahu pada yang lain tentang kabar gembira ini dan rencana kita seterusnya. Takut mereka menggagalkan rencana kamu mas". Saran Aisyah mengingatkan Zack kalau keluarga mereka belum ada satu pun yang tahu tentang kembali nya Haikal.


__ADS_2