PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Arslan


__ADS_3

Bab 110.


Seorang lelaki tampak sangat frustasi di depan Sebuah Rumah sakit sambil mengendong seorang balita.


Tampak dari wajah anak perempuan yang ada dalam gendongannya itu sangat memucat seperti menderita suatu penyakit yang memerlukan perawatan dengan segera.


Lelaki itu hanya bisa menangis melihat wajah sayu anak perempuan itu. Dia tidak tau lagi harus berbuat apa.


Dia teringat tadi ketika dia pergi ke Country Home menemui Sendiego untuk meminta bantuan supaya putrinya bisa menjalani perawatan di Rumah sakit. Walau bagaimana pun, dulu dia pernah menjadi jagoan yang sangat di puja-puja oleh Sendiego.


Tapi hal yang tak terduga adalah, bukan saja Sendiego tidak mau membantu nya. Malah dia di usir dan di hina.


Sendiego juga menunjuk kearah seorang lelaki muda yang sedang berlatih di bawah bimbingan Ramos yang dulu pernah menjadi pelatih nya.


"Kau sudah tidak cocok lagi bersama kami. Apa kau tau bahwa hanya yang kuat yang dapat bertahan di sini. Lihat lelaki yang sedang berlatih itu! Namanya Riko. Dia adalah calon bintang arena tarung dan telah memenangkan pertarungan melawan Korakap." Kata Sendiego dengan bangga nya.


"Sendiego... Tolong bantu lah aku. Aku membutuhkan uang agar putri ku bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit." Kata lelaki itu meratap.


"Buugh..."


"Arrgh..."


"Sialan. Kau jangan menjadi perusak suasana hati ku. Kau punya apa untuk dapat membayar uang yang akan kau pinjam dari ku?" Bentak Sendiego ketika itu.


"Sendiego, aku masih bisa bertarung. Aku masih memiliki kekuatan. Dulu aku memang cedera. Tapi aku tidak pernah kalah. Dan aku juga telah banyak memberikan mu keuntungan. Kau jangan lupa itu Sendiego!" Kata lelaki itu.


"Masih bisa bertarung katamu? Ramond, Bruno, Rudock! Hajar lelaki ini dan campakkan dia ke luar. Aku muak melihat sampah seperti ini." Kata Sendiego sambil berteriak memberi perintah.


"Kau Sendiego. Bajingan kau. Kau hanya butuh tenaga ku saja untuk keuntungan mu sendiri. Anak muda, kau ingat lah apa yang aku alami ini. Kau juga akan merasakan hal yang sama suatu hari nanti." Kata Lelaki itu berteriak membuat Riko yang sedang berlatih mengerutkan kening nya.


"Cepat usir sialan ini keluar! Jangan kotori pandangan ku dengan sosok lelaki yang sudah tak berguna ini." Kata Sendiego.


Tak lama kemudian, ketiga orang kepercayaan Sendiego menyeret lelaki itu keluar dan segera menghajar nya. Setelah puas, lelaki itu lalu di tinggalkan begitu saja di pinggir jalan.


"Ayah... Aku haus."


Lelaki itu tersentak dari lamunan nya ketika mendengar anak perempuan yang berada dalam pelukannya itu merengak meminta untuk minum.


"Sabar ya nak. Ayah akan membelikan mu air." Kata lelaki itu.


*******


Di Asrama kali ini, Daniel baru saja pergi meninggalkan Jerry dan Ryan untuk segera menjemput Hellen di Country Home.

__ADS_1


Ryan juga kelihatan sangat sibuk menelepon orang-orang yang akan mereka traktir untuk acara makan malam ini.


Jerry yang sedikit merasa boring segera turun dan berjalan sesuka nya saja dan mulai keluar meninggalkan gerbang kampus untuk sekedar melihat-lihat kendaraan lalu lalang.


"Apakah aku harus menemui Via? Ah.., mungkin dia masih marah padaku. Biarkan saja dulu. Mungkin beberapa hari lagi suasana hatinya akan membaik." Fikir Jerry dalam hari.


Kemudian dia teringat bahwa di Jewel Star dia telah meminta Manajer Olive untuk membungkus sepasang sepatu yang akan dia berikan kepada Via.


Teringat akan Hal itu, Jerry segera menelepon David untuk meminjam mobil nya.


Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya dari kejauhan kelihatan mobil Toyota sport meluncur dengan kecepatan tinggi lalu berhenti tepat di depan Jerry yang sedang duduk menunggu.


"Maaf membuat anda menunggu terlalu lama Tuan muda." Kata lelaki yang sebaya dengan Jerry sambil membungkuk hormat sebaik saja keluar dari mobil.


"Tidak apa-apa David. Oh ya.., aku akan meminjam mobil mu utuk sekedar cari angin. Apakah boleh?" Tanya Jerry kepada pemilik mobil yang ternyata adalah David Regan.


"Ah.., tentu saja boleh Tuan muda. Apakah anda ingin agar saya menjadi supir untuk membawa anda berkeliling?" Tanya David.


"Tidak David. Aku ada keperluan pribadi. Kau bisa menunggu ku di asrama. Aku tidak akan lama." Kata Jerry.


"Baik Tuan muda. Aku akan menunggu mu di asrama." Kata David tanpa banyak tanya lagi.


"David. Malam ini aku akan mentraktir teman-teman makan malam di Restoran teratai. Kau dan Kevin juga akan ikut." Kata Jerry.


"Baiklah David. Terimakasih atas perhatianmu. Aku pergi dulu." Kata Jerry lalu segera masuk kedalam mobil dan segera melaju ke arah Jewel Star di ikuti oleh tatapan David.


Saat ini mobil yang di kendarai oleh Jerry sedang melintasi jalan dimana terdapat rumah sakit publik Starhill.


Begitu Jerry melihat bangunan berwarna putih itu, dia teringat ketika dia mendapat perawatan di Rumah sakit ini, dia segera merasakan tengkuk nya dingin bagai di siram es.


"Huh.. Penjara putih itu sangat menakutkan." Kata Jerry dalam hati. Namun dia segera kembali memperhatikan di depan rumah sakit tersebut ada seorang laki-laki sambil mengendong anak perempuan berumur sekitar 5 tahun sedang di paksa keluar oleh beberapa petugas security.


"Jerry yang tidak tega melihat keadaan lelaki itu, apa lagi dengan anak perempuan yang berada dalam gendongan sedang menangis membuat Jerry segera membanting stir mobil nya dan segera memasuki area halaman Rumah sakit dan berhenti tepat di depan lelaki yang sedang di usir oleh petugas keamanan itu.


"Hentikan!!!" Teriak Jerry begitu dia keluar dari dalam mobil.


Petugas keamanan itu segera menghentikan dan menatap ke arah Jerry dengan kening berkerut.


"Ada apa ini pak security? Mengapa kalian berlaku kasar terhadap orang ini?" Tanya Jerry dengan heran.


"Anak muda. Lelaki ini tidak sanggup membayar tagihan rumah sakit. Dia telah gagal melunasi biaya perawatan untuk anak nya selama seminggu. Oleh karena itu, pihak rumah sakit memutuskan untuk berhenti melakukan perawatan. Namun, lelaki ini tetap keras kepala dan tidak mau meninggalkan rumah sakit." Kata pak security menjelaskan.


"Tolong lah pak. Beri tahu kepada dokter bahwa saya akan melunasi tagihan rumah sakit. Saya akan mencari pekerjaan. Apa pun akan saya lakukan asalkan anak saya mendapat perawatan di sini." Kata Lelaki itu sambil menangis.

__ADS_1


Melihat ini, Jerry sangat merasa kasihan.


Dia dengan lembut menepuk pundak lelaki itu lalu membelai rambut anak itu dan segera berkata, "Pak Security, saya akan masuk dulu untuk menemui Dokter. Anda jangan berbuat apa pun kepada orang ini sebelum saya keluar dari ruangan dokter." Kata Jerry berpesan.


Setelah itu Jerry masuk kedalam di ikuti oleh tatapan penuh harap dari lelaki itu.


Beberapa menit berselang, Jerry pun keluar dan mengajak lelaki tadi untuk masuk.


"Kak..., ayo bawa anak mu ke dalam. Aku akan menanggung biaya untuk merawat anak mu ini." Kata Jerry sambil mengajak lelaki itu untuk masuk.


Begitu mereka bertemu dengan dokter, Jerry segera meminta agar anak itu di rawat di kamar Vip, tentunya setelah dia selesai dengan urusan administrasi.


Begitu semua proses telah selesai, Dokter segera menyalami Jerry lalu berkata, "Maafkan kami Jerry. Ini bukan kehendak ku. Tapi kau harus tau bahwa rumah sakit juga butuh pemasukan dari pasien untuk menggaji para staf dan membeli alat-alat pengobatan serta keperluan lainnya. Jika kami tidak bertindak tegas, maka sebentar lagi rumah sakit ini akan tutup karena tidak mampu mendanai biaya pengoperasian nya." Kata Dokter itu dengan wajah menyesal.


"Saya mengerti pak Dokter. Walau bagaimana pun, masalah ini sudah selesai. Aku akan pergi dulu. Jika ada sesuatu, harap pak Dokter menghubungi ku. Dan aku akan menyelesaikan semua tunggakan untuk pasien itu." Kata Jerry lalu berjalan keluar meninggalkan ruangan itu.


"Tuan..., saya sangat berterimakasih atas uluran bantuan anda. Saya pasti akan membalas kebaikan anda." Kata lelaki itu dengan raut wajah penuh rasa bersyukur.


"Ah anda terlalu berlebihan kak. Oh ya. Nama ku Jerry. Jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. Itu tidak pantas." Kata Jerry sedikit malu-malu.


"Maaf Jerry. Saya tidak tau lagi harus berkata apa. Oh ya.., nama ku adalah Arslan." Kata Lelaki itu sambil mengulurkan tangan nya menjabat tangan Jerry.


"Senang berkenalan dengan mu kak. Oh ya, tadi kau mengatakan ingin mencari pekerjaan. Apakah kau tertarik untuk menjadi security di lokasi bangunan?" Tanya Jerry.


"Sangat Jerry. Aku sangat menginginkan pekerjaan itu." Kata lelaki bernama Arslan ini dengan bersemangat.


"Aku mempunyai seorang kenalan. Aku akan meminta dia untuk menerima mu bekerja di sana." Kata Jerry sambil tersenyum lalu mengajak Arslan untuk menemui Ronald.


"Ayo kak masuk ke mobil. Aku akan mengantar mu menemui seseorang yang akan memberi mu pekerjaan." Kata Jerry.


Melihat Jerry mempersilahkan dirinya untuk masuk ke mobil, Arslan menjadi sedikit ragu-ragu. Hal ini membuat Jerry sedikit heran.


"Ayo kak. Mengapa kau seperti orang ling-lung?" Tanya Jerry.


"Mobil mu mahal Jerry. Aku takut akan mengotori mobil mu nanti." Kata Arslan.


"Oh..., Ini bukan mobil ku kak. Ini mobil teman yang aku pinjam. Ayo lah. Masalah kotor, nanti bisa di cuci di Car wash." Kata Jerry.


Mendengar perkataan Jerry, Arslan akhirnya menurut dan segera memasuki mobil.


Setelah itu, mobil Toyota Sport itu pun melaju meninggalkan halaman Rumah sakit publik Starhill menuju ke arah Lotus mansion dimana Ronald bertempat tinggal tepat di belakang bangunan megah itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2