
Mobil sport Audi R8 berwarna silver itu melaju dengan kencang membelah jalan lintas Country Home-Starhill.
Didalamnya, tampak seorang pemuda berambut pendek di sisir rapi ke kanan sedang fokus mengendalikan kendaraan sport tersebut.
Setelah beberapa jam berkendara, akhirnya mobil sport itu sampai juga ke tugu selamat datang di kota Starhill.
"Starhill... Aku kembali." Kata pemuda yang mengenakan stelan kemeja biru dan celana jeans dipadu dengan kacamata hitam tersebut dalam hati.
Beberapa menit berlalu, akhirnya dia sampai juga di persimpangan Lotus Road dan terus mengambil jalan lurus dan mulai tancap gas menuju Golden University.
Baru saja pemuda yang mengendarai mobil sport itu tiba, dia telah melihat seorang gadis cantik sedang duduk menikmati secangkir coklat panas.
Namun dia tidak terlalu menikmati minuman tersebut. Tampak dari ekspresi wajahnya, bahwa dia seperti sedang menunggu seseorang dengan gelisah.
Gadis itu jelas melihat bahwa mobil sport itu berhenti tepat di depan kafe. Tapi dia sama sekali tidak perduli sampailah pintu mobil itu terbuka dan kini seorang pemuda dengan penampilan penuh gaya keluar dari dalam mobil tersebut.
"Riko...!" Teriak gadis cantik itu begitu melihat seorang pemuda yang ternyata adalah Riko saat ini menutup pintu mobilnya dan melangkah dengan senyum manis kepada gadis itu.
"Maaf telah membuat mu lama menungguku Rina." Kata pemuda yang ternyata adalah Riko itu.
"Tidak apa-apa." Kata Rina lalu membiarkan saja Riko meraih tangannya dan menggenggamnya erat-erat.
"Kau telah jauh berubah Riko." Kata Rina sedikit malu-malu.
"Apanya yang berubah sayang ku? Aku adalah Riko mu yang dulu. Yang sering mencuri-curi pandang ketika berada di kelas. Yang rela melakukan apa saja asal kau suka." Kata Riko dengan tatapan penuh kasih sayang kepada Rina.
"Kau tampak sangat trendi Riko. Pakaian mu terlihat mahal. Kau juga mengendarai mobil sport yang mewah." Kata Rina memandang penuh kekaguman.
"Oh..., mobil itu ya? Rina.., aku sekarang telah bekerja sebagai Manajer pemasaran di sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang busana dan produk kecantikan." Kata Riko berbohong. Mana ada tampang seperti Riko ini memiliki pekerjaan seperti yang dia sebutkan tadi.
__ADS_1
"Benarkah itu Riko? Aku sangat bersyukur. Sejujurnya aku sangat mengkhawatirkan mu. Setiap hari aku menunggu kabar dari mu. Kau jahat sekali karena telah mengabaikan aku Riko." Kata Rina yang mulai berpura-pura merajuk.
"Sayang.., dengarkan aku. Saat itu kau kan tau sendiri bagaimana aku di usir keluar dari kampus kita. Sejak saat itu aku bertekad untuk mengubah kehidupan ku. Mengumpulkan uang yang banyak agar tidak ada lagi yang menghina ku seperti yang pernah dilakukan oleh Anton dan teman-temannya waktu itu." Kata Riko.
"Kau pasti sangat menderita ketika itu Riko. Maafkan aku yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantu mu." Kata Rina dengan wajah sedih.
"Sudahlah sayang. Aku tidak menyalahkan mu. Bagaimanapun, aku baik-baik saja. Dan saat ini telah berdiri tepat di depan mu. Apakah kau tidak suka?" Tanya Riko.
"Aku tentu saja sangat bahagia. Kau tau bahwa aku sangat merindukan mu Riko?" Kata Rina.
"Apa kau fikir aku tidak merindukanmu sayang? Setiap saat aku merindukan dirimu. Hanya saja aku tidak bisa menemui mu dalam keadaan tidak punya apa-apa. Namun sekarang tidak lagi. Aku akan memastikan bahwa aku akan sering-sering mengunjungi mu." Kata Riko.
"Rina..! Mohon ceritakan kepadaku apa yang terjadi dengan sahabatku Jerry!?" Kata Riko meminta penuh harap.
Melihat ekspresi wajah Riko yang sangat ingin mengetahui tentang sahabatnya itu, Rina lalu menceritakan semua dari awal hingga akhir tentang apa yang telah menimpa Jerry.
Mendengar penuturan dari Rina, Riko segera mengepalkan tinju nya dan membantingnya tanpa sadar ke meja membuat Rina sedikit terkejut.
"Lalu, apakah kau memiliki rencana Riko? Tanya Rina
"Aku berencana untuk membawa mu jalan-jalan Rina. Ayo masuk ke mobil dan kita saling bercerita sambil mengelilingi kota Starhill ini." Kata Riko sambil meletakkan uang diatas meja dan menarik tangan Rina menuju ke arah mobil.
Rina tidak menolak dan menurut saja. Pada saat Riko membukakan pintu, Rina segera masuk dan duduk di dalam mobil sport mewah itu.
Baru saja Rina masuk, tak lama kemudian meluncur sebuah mobil Audi Rs7 di jalan dari arah yang berlawanan.
Melihat mobil itu, Riko segera bergumam, "Bukankah itu mobil Anton?"
"Benar. Ada apa Riko?" Tanya Rina penasaran.
__ADS_1
"Ayo sayang. Kau akan tau nanti apa yang akan aku lakukan." Kata Riko sambil tersenyum jahat.
Begitu mesin di nyalakan, mobil sport Audi R8 itu segera menghambur dengan kecepatan tinggi mengejar mobil yang dikendarai Anton yang telah jauh meninggalkan mereka.
Namun karena mobil mereka beda kelas, dengan mudah Riko dapat mengejarnya dan memain-mainkan gas ketika mobil mereka telah sejajar.
Anton yang merasa minder dengan mobil sport itu berusaha terus ke pinggir memberi jalan kepada mobil sport itu untuk mendahului.
Tapi di luar dugaan Anton, mobil itu malah terus memepet mobilnya sampai ke bahu jalan.
Merasa jengkel dengan ulah si pengendara, Anton kini tidak mau lagi mengalah. Dia yang tidak mau terus-terusan dipepet segera membanting stir kembali ke jalur semula. Namun, mobil sport tadi telah mendahului di depan nya.
Begitu mobil itu berada tepat di depan mobil Anton, tiba-tiba pengemudi menekan break secara mendadak. Akibatnya?..
"Bumm...!"
Anton yang sangat terkejut tidak bisa lagi mengendalikan laju mobil. Semuanya jadi serba tanggung untuk dilakukan.
Kedua mobil itu kini sama-sama mengalami kerusakan berat akibat mengalami tabrakan tersebut.
Anton yang merasa marah segera melompat keluar dari mobil nya dan segera memaki panjang pendek. "Sialan. Dimana otak mu? Jika tidak bisa mengemudi dengan benar, maka jangan mengemudi." Kata Anton sambil menghampiri mobil di depan.
"Heh.., di mana mata mu? Kau telah merusak mobil mewah ku. Padahal mobil ini belum 2 hari aku gunakan." Kata satu suara kemudian keluarlah seorang pemuda dan seorang gadis yang sangat cantik dari dalam mobil tersebut.
"Kau? Rik.., Rik..., Riko?" Kata Anton tergagap seperti melihat hantu.
"Apa Rik.. Rik.. Rik..? Apakah aku mengenal mu? Yang jelas kau harus mengganti kerugian yang aku alami." Kata Riko dengan nada marah.
Anton sangat terkejut melihat siapa orang yang mengendarai mobil tersebut. Dia tidak menyangka bahwa itu adalah Riko. Orang yang selama ini selalu dia hina, selalu dia bully dan selalu dia lecehkan.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin? Baru beberapa bulan tapi Riko sudah berubah sejauh ini. Ah dasar nasib lagi sial. Dia malah menyalahkan aku atas insiden ini. Apa dia fikir aku ini bodoh?" Kata Anton dalam hati antara terkejut dan jengkel.
Bersambung....