
Tak lama setelah Jerry meninggalkan ruangan di bagian bawah tanah hotel mutiara tersebut, Black dan anak buahnya kembali menutup mata Jessica dan Jimmy lalu menggiring mereka berdua menuju ke arah mobil mereka yang di parkir tadi.
Setelah para anak buah Black pergi, Drako dan tuan Syam pun membubarkan orang-orang yang memenuhi ruangan itu.
"Ayo kita ke atas Syam. Kita temui anak itu!" Kata Drako.
"Ayo." Ajak tuan Syam singkat, lalu mereka berjalan beriringan menuju lift yang akan mengantar mereka untuk naik ke lantai atas.
Saat ini Jerry baru saja memasuki ruangannya dan duduk di kursi sambil memperhatikan kota Metro city dari ketinggian.
"Indah sekali kota Metro City ini. Tapi tetap tidak bisa menandingi kota Starhill. Aku akan membuat Metro city mini di Country home dan Starhill mini di New Village. Kelak harus ada Lotus mansion dia New Village dan ada hotel mutiara terbesar di Country home. Bahkan harus melampaui hotel mutiara yang ada di Metro city ini, dan hotel mutiara di belakang Jewel star." Kata Jerry dalam hati.
"Ini tidak akan pernah berhasil jika aku tidak menyingkirkan duri-duri penghalang. 70% waktu ku tersita untuk mengurus cecunguk ini. Di mulai dari anak buah Robin, lalu Robin sendiri, setelah itu Ranendra dan kini anak nya pula. Sialan betul. Mengapa musuh seolah tidak ada habis-habisnya? Ini belum lagi penghianatan yang terdapat di dalam tubuh perusahaan ku sendiri."
Jerry saat ini semakin hanyut dalam fikirannya sendiri sampai lamunannya buyar takkala pintu ruangan pribadinya itu di ketuk dari luar.
"Masuk!" Perintah Jerry dari dalam.
Begitu perintah itu keluar, kini tampak tuan Syam dan Drako tampak memasuki ruangan itu.
Begitu melihat siapa yang datang, Jerry langsung berdiri dan menyambut kedua orang yang sangat dihormati olehnya itu.
"Ayah angkat dan Tuan Syam. Silahkan duduk!" Kata Jerry mempersilahkan kedua pentolan terkuat di Metro city itu.
"Hmmm... Terimakasih anak ku tersayang." Kata Drako.
"Ayah.., dan anda Tuan Syam. Apakah ada sesuatu yang penting yang perlu kita bahas bersama?" Tanya Jerry.
"Tuan muda. Aku masih tidak habis fikir. Untuk apa anda memelihara orang asing itu? Sama sekali mereka itu tidak berguna bagi kita." Kata Tuan Syam.
"Benar sekali Jerry. Apakah orang-orang yang kau miliki belum cukup untuk menghancurkan anak Ramendra itu?" Tanya Drako pula.
__ADS_1
"Oh tentang masalah itu." Kata Jerry sambil bangkit dari kursinya dan kini mengelilingi meja dan duduk di samping tuan Syam lalu melanjutkan. "Sebenarnya ada banyak tujuan yang aku lancarkan kepada kubu musuh. Yang paling rendah dari yang terendah adalah mengirimkan serangan mental kepada mereka untuk menggoyahkan kepercayaan diri di hati Fardy."
"Maksudmu anakku?" Tanya Drako.
"Sambil menyelam minum air. Kalau bisa sambil makan. Hahaha." Kata Jerry sambil tertawa.
"Begini Ayah dan Tuan Syam. Selama ini aku terlalu lembut kepada musuh. Apa salahnya sesekali aku menunjukkan taring kepada mereka agar mereka berfikir keras untuk menyerang kita. Ini lah yang aku coba tunjukkan kepada pihak musuh, andai kedua orang asing itu membelot dan mengadukan hal yang baru saja terjadi kepada Fardy."
"Yang ke dua, aku mencoba memanfaatkan orang asing ini. Sebenarnya tidak ada kesetiaan di dalam hati mereka berdua itu. Mereka hanya mau uang. Siapa yang sanggup membayar dengan bayaran tertinggi, maka mereka akan menjadi anjing yang siap menjilat siapa saja. Aku hanya ingin mereka memberitahu kepada kita apa saja rencana Fardy, sehingga kita bisa mematahkan rencana ini di tengah jalan."
"Yang ke tiga, aku ingin tau apakah dugaan ku benar atau salah tentang rencana mereka terhadap keluarga Patrik." Kata Jerry menjelaskan.
"Andai apa yang kita fikirkan benar-benar akan terjadi terhadap keluarga Patrik, apakah anda akan bergerak untuk mematahkan rencana mereka itu?" Tanya tuan Syam.
"Oh tidak. Tentu saja tidak. Untuk apa kita membuang tenaga membantu keluarga itu selagi Robin ada di sana?! Tuan Syam, anda tahu bahwa sebenarnya aku menginginkan Robin ini tidak benar-benar bertaubat. Dengan begitu aku memiliki alasan untuk membunuhnya demi membalas kematian ayah ku. Ivan tentu tidak akan berusaha membela ayahnya lagi."
"Tuan Syam. Anda tunggu saja informasi dari kedua orang asing itu! Begitu mendapat kabar, kita langsung mempersiapkan rencana untuk mematahkan serangan mereka. Andai target utama mereka adalah keluarga Patrik, hal terlebih dahulu yang harus kita lakukan adalah menjaga rumah sakit tempat Ivan di rawat dan menculik tuan Aaron Patrik agar dia tidak menjadi sasaran ancaman atau bahkan di bunuh oleh orang-orang yang dikirim oleh Fardy." Kata Jerry.
"Perintahkan kepada anak buah anda di kantor besar proyek kita di MegaTown untuk mengintai Villa Ramendra dan anak buah anda yang berada di bandara. Aku ada membaca berita tentang pelelangan di Hongkong yang melibatkan seluruh aset dari seorang pengusaha yang disamarkan namanya. Namun aku menduga bahwa itu pasti Fardy. Paling lambat besok atau lusa, dan paling cepat malam ini Fardy pasti akan datang. Tidak mungkin meleset. Ini karena saat ini tidak mungkin seorang wanita mantan istri Robin yang tidak terbiasa berurusan seperti ini bisa mengatur segala strategi untuk menyerang kita. Aku yakin Fardy pasti sangat mengkhawatirkan kakak perempuan nya ini." Kata Jerry.
"Jika perkiraanmu itu benar, maka aku pun harus mempersiapkan seluruh anak buah ku untuk bersiap sedia." Kata Drako.
"Ayah. Aku juga akan mamanggil ketiga sahabatku untuk datang ke Metro city. Setelah Robin tidak lagi menjadi target mereka, aku khawatir mereka akan mengalihkan target mereka kepada Ryan dan Daniel. Walaupun Riko ada di sana, aku khawatir Riko tidak akan mampu melawan banyak musuh hanya dibantu oleh Arslan dan Herey." Kata Jerry mengemukakan kekhawatirannya.
"Apakah tidak terlalu berbahaya jika mereka dibawa kemari?" Tanya tuan Syam.
"Itu juga yang menjadi pertimbangan ku. Namun tanpa mereka, otak ku tidak mampu berfikir terlalu jauh. Dulu, seluruh idea dan masukan yang aku ambil semua berasal dari Ryan dan Daniel ini. Aku memang boss besar namun itu hanya nama saja. Sebenarnya aku adalah ujung tombak dan Daniel serta Ryan ini lah motor penggeraknya. Jika mereka berdua ada di sisiku, otak ku tidak akan terasa sesakit ini." Kata Jerry.
"Lalu, apa yang akan Tuan muda lakukan selanjutnya?" Tanya tuan Syam.
"Malam ini juga aku akan berangkat ke Mountain Lotus. Aku akan menyuruh Arslan, Herey, Riko, Ryan dan Daniel untuk menunggu ku di sana. Sekalian aku akan menitipkan Joanna dan Hellen di sana agar mereka bisa aman dari gangguan siapa saja." Kata Jerry.
__ADS_1
"Aku akan berangkat menggunakan helikopter dan kembali dengan mobil ke Metro city." Kata Jerry.
"Apakah anda butuh pengawal, Tuan muda?" Tanya tuan Syam.
"Jerry tidak butuh pengawal. Terlalu manja baginya." Kata Drako membuat Jerry menelan ludahnya sendiri.
"Aku hanya butuh Clara. Tidak yang lain." Kata Jerry.
"Ya. Clara itu lebih baik daripada Black jika bertarung." Kata Drako memuji putri nya.
"Bagaimana tidak jago jika 20 tahun di tempa oleh kakek Malik. Tau nya hanya berlatih saja. Di suruh merebus air pun tidak bisa. Malah air yang dia rebus berkerak." Kata Jerry.
Keletuk...?!
"Aduh. Mengapa Ayah menjitak kepalaku?"
"Katanya calon istri. Mengapa kau menghina calon istri mu?" Tanya Drako.
"Memang kenyataannya begitu." Kata Jerry.
"Kau.., masih mau di jitak?" Tanya Drako sambil berdiri dan mengacungkan tangannya separuh tergenggam.
"Iya ampun. Aku tidak akan menghina Clara lagi." Kata Jerry sambil menekap keningnya dengan tangan.
Sementara itu tuan Syam hanya geleng-geleng kepala saja melihat kelakuan ayah dan anak angkat itu bertengkar.
Baru saja tadi mereka serius, kini sudah bertengkar dan yang sangat menyedihkan adalah hal yang mereka pertengkarkan itu sama sekali tidak penting.
"Sudah.., sudah.., sudah! Drako, jika begini terus kapan dia akan berangkat ke Starhill? Sebaiknya kau telepon Clara agar putri mu bisa bersiap-siap." Kata tuan Syam.
"Iya. Tapi anak ini harus di jitak sekali lagi. Aku tidak puas jika belum membuat jidatnya benjut." Kata Drako.
__ADS_1
"Wibawahku akan luntur jika keningku benjol." Kata Jerry sambil menekan tombol dan berkata, "Buka lift khusus. Aku akan segera menggunakannya untuk turun ke bawah." Kata Jerry lalu kabur meninggalkan tuan Syam dan Drako yang melongo melihat Jerry sudah memasuki mobil nya dan bergerak perlahan memasuki ruangan lift khusus.