
Bab 83.
Sore kini telah hampir menjelang senja. Ivan yang saat itu mengetahui bahwa Jerry sedang dalam perjalanan menuju ke Metro City segera menelepon James.
"Halo Tuan muda. Ada apakah anda menelepon saya?" Tanya James begitu dia mengangkat telepon.
"Kakek James.., Berhenti lah memanggil ku dengan sebutan sialan itu. Aku Ivan. Bukan tuan muda." Kata Ivan menegur James.
"Hehehe..., maaf kan aku Ivan. Apakah ada sesuatu yang ingin kau bicara kan kepadaku?" Tanya James.
"Kakek James, hari ini anak mendiang Wilson yaitu Jerry sedang berangkat menuju Metro City. Aku telah mengatakan bahwa anda adalah orang kepercayaan kakek ku yang tersisa yang bisa aku andalkan." Kata Ivan
"Lalu apa yang harus saya lakukan untuk mu Ivan?" Tanya kakek James.
"Kakek James.., Aku khawatir bahwa berita tentang Jerry ini telah menyebar di beberapa keluarga di Metro City. Anda cukup memperhatikan saja tindak-tanduk ayah ku, dan segera laporkan padaku."
"Baik lah Ivan. Jika hanya itu yang kau ingin aku lakukan, maka aku akan melakukannya sesuai keinginan mu."
"Oh ya kek. Nomor telepon mu telah aku berikan kepada Jerry. Jika sewaktu-waktu dia menelepon anda, aku harap anda bisa memberikan kerja sama kepadanya. Hanya dia saat ini yang bisa membantu kita untuk membalikkan keadaan." Kata Ivan penuh harap.
"Kau tidak perlu khawatir tentang itu Ivan. Aku telah membuat salinan agenda yang akan di lakukan oleh Robin. Jika Jerry menginginkan informasi itu, maka aku akan membocorkan kepada Jerry. Ini bertujuan agar dia bisa mengacaukan rencana kerja ayahmu."
"Bagus sekali kakek James. Bagus sekali. Kita lihat saja nanti. Tapi harap anda berhati-hati. Ini karena semuanya bergantung kepada kelihaian anda dalam merebut kepercayaan ayahku."
"Tidak mudah Ivan. Itu tidak mudah ketika Ramsey ada di samping nya. Akan tetapi kau jangan khawatir. Aku telah berada disini lebih dari 40 tahun. Aku mengetahui seluk beluk Villa ini seperti melihat telapak tangan ku sendiri." Kata Kakek James meyakinkan Ivan.
"Baik lah kakek James. Aku harap semua bisa berjalan sesuai harapan." Kata Ivan penuh harap.
"Serahkan kepada ku. Semua akan baik-baik saja."
"Baik lah kek. Kita tidak bisa berbicara terlalu lama. Jaga diri anda kek." Kata Ivan berpesan sebelum mengakhiri panggilan.
**********
Di lain tempat ketika ini juga sedang terjadi perbincangan hangat antara Drako, Regan dan Jeff. Berita tentang keberangkatan Jerry bersama kedua sahabatnya itu telah menyita perhatian mereka. Kala itu Drako baru saja mengakhiri panggilan telepon dengan Tuan Syam.
__ADS_1
Pembahasan yang mereka lakukan adalah melindungi Jerry dengan cara diam-diam jika ada yang ingin mencelakainya.
Di kesempatan itu tuan Syam juga telah menempatkan anak-anak buah nya yang berjumlah ratusan orang itu di berbagai tempat-tempat strategis seperti Gedung Metro, Hotel publik, Pusat-pusat hiburan lainnya yang bisa saja menjadi tempat-tempat anak buah musuh keluarga Smith dan William untuk mengatur rencana.
Sabtu sore tadi sangat ramai orang-orang yang melamar pekerjaan separuh waktu dan sepenuh hari untuk hari minggu saja dengan upah sekedarnya. Para pemilik tempat-tempat hiburan ini sangat senang. Bahkan ada yang rela bekerja tanpa bayaran asal mereka dapat makan.
Karena merasa bahwa orang-orang ini adalah orang-orang yang datang dari kampung dan sangat menderita di kota ini. Maka, para boss dan manajer di tempat-tempat tertentu yang di datangi oleh anak buah tuan Syam memperlakukan mereka dengan sesuka hati mereka saja. Padahal para Manajer ini tidak mengetahui bahwa mereka adalah anak buah tuan Syam dan Drako. Jika mereka mengetahuinya, dipastikan bahwa mereka akan terkencing di celana.
"Ketua, apa rencana anda selanjutnya? Dan langkah apa yang akan anda ambil untuk membendung anak buah Ramsey si penghianat ini?" Tanya Regan.
Mengapa Ramsey dikatakan penghianat?
Mari kita kembali sejenak ke masa puluhan tahu yang lalu. Tepat nya saat Jerry belum lahir.
Dulu ketika masih sama-sama berusia 8 tahun, Drako dan Ramsey adalah sahabat se-panti asuhan. Ketika Drako di usir dari panti asuhan karena berkelahi demi membela diri, Ramsey masih bertahan di panti asuhan tersebut.
Namun ketika dia mengetahui bahwa Drako telah di tolong oleh seorang tuan muda kaya raya dari keluarga William yang masih seumuran dengan mereka, maka setahun kemudian Ramsey melarikan diri dan mendatangi Drako. Hanya saja, Drako tidak berani meminta lebih dari tuan muda itu untuk menampung Ramsey. Jadi, Drako hanya bisa membantu Ramsey dengan cara diam-diam.
Setelah mereka beranjak dewasa, Drako dan Ramsey sama-sama mendirikan organisasi Gengster diberi nama Dragon Empire dan mampu berkuasa selama bertahun-tahun di dunia gelap Metro City tanpa sepengetahuan tuan muda mereka.
Ramsey sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan nya. Bahkan mereka berempat sempat menerima kebaikan demi kebaikan dari tuan muda itu. Tapi Robin anak tertua dari keluarga Patrik telah menghasut Ramsey dan memberinya sejumlah uang sehingga Ramsey sangat tergiur.
Akhirnya tanpa sepengetahuan Drako, Ramsey telah menjadi anjing peliharaan Robin dan selalu menjilati Robin demi uang.
Suatu masa, Ramsey terlibat cekcok dengan Drako karena berbeda pendapat. Ramsey menginginkan agar mereka tidak hanya menjadi penguasa dunia gelap saja. Tapi dia juga ingin agar organisasi itu juga bergerak di bidang obat-obatan terlarang.
Drako jelas sangat menolak ajakan Ramsey. Hingga pada akhirnya Ramsey keluar dari organisasi itu dan membawa beberapa orang yang sefahaman dengan nya meninggalkan Drako.
Ramsey makin menjadi-jadi setelah Dia bertemu dengan Sendiego, Ramond dan Bruno dan saat itu juga mereka mendirikan kerajaan dunia kegelapan di Country Home.
Akibat dari permusuhan itu, Ramsey telah menjebak Drako untuk menjadi kambing hitam atas kesalahan yang dibuat oleh Robin dengan imbalan puluhan juta Dollar.
Drako yang menyetujui ini karena Ramsey yang telah berjanji untuk ikut dengannya dan kembali kedalam organisasi Dragon Empire akhirnya di jembloskan ke dalam penjara oleh pihak berwajib karena Drako telah membenarkan beberapa tuduhan yang di timpakan kepadanya.
Namun ketika Drako dinyatakan bersalah dan di penjara, Robin dan Ramsey ternyata berkhianat karena tidak memberikan sejumlah uang yang mereka janjikan sebelumnya.
__ADS_1
Akhirnya dengan bersusah payah, Drako pun berhasil melarikan diri dari penjara. Begitu dia keluar, maka dia segera mengadakan perhitungan dengan keluarga Patrik yang di perkuat oleh komplotan Ramsey dan Sendiego.
Namun dalam peperangan kali ini, Drako dapat di buat babak belur oleh mereka karena sebelumnya, kelompok Drako juga harus membagi perhatian dengan kelompok organisasi intelijen yang di pimpin oleh Tuan Syam.
Pada saat itu kelompok Geng yang di pimpin oleh Drako benar-benar hancur lebur di tengah-tengah gempuran anak buah Robin-Ramsey dari kiri dan kelompok penegak hukum yang di pimpin oleh tuan Syam dari kanan.
Buntut dari kekalahan ini membuat Drako harus melarikan diri sampai ke Hongkong berkat bantuan Tuan muda dari keluarga William.
"Kau tidak perlu terlalu memikirkan tentang penghianat itu Regan. Walau bagaimana pun tetap lah fokus kepada misi kita yaitu, melindungi anak Tuan kita dengan taruhan apa pun." Kata Drako.
"Saat ini keluarga Patrik sedang sekarat seperti perahu di atas gelombang yang ganas. Aku yakin perhatian mereka saat ini sedang terpecah belah. Namun kita juga tidak boleh lengah. Tetap berhubungan dengan anak buah yang kalian sebarkan dan persiapkan diri kalian untuk menghadapi segala kemungkinan." Kata Drako memperingatkan bawahannya.
"Kami mengerti Ketua. Akan tetapi Saat ini bagai mana cara kita untuk membendung musuh-musuh kita yang ingin mencelakai Jerry di Starhill? Walau bagaimana pun, mereka tidak akan berhenti ketika misi mereka tidak berhasil di Metro City ini."
"Apa yang kau khawatirkan Regan? Bukan kah di sana ada David dan Kevin yang bisa menjadi kamera tersembunyi kita. Dan juga disana ada anak buah tuan Barry dan ada Austin disana. Jika terjadi sesuatu, mereka pasti akan melindungi Jerry." Kata Drako untuk meredakan ke-khawatiran anak buahnya itu.
Mendengar Drako menyebut anak buah Barry dan Austin, Regan dan Jeff tertawa sumbing karena merasa tidak yakin dengan kemampuan mereka.
"Ketua, jika anda katakan anak bauh Syam, aku 1000% Akan percaya. Tapi jika yang anda katakan adalah anak buah Tuan Barry, mereka hanya ayam sayur yang hanya mengandalkan jumlah dan tidak pandai berkelahi. Bagaimana mungkin anda bisa menggantungkan nasib tuan muda Jerry kepada pengawasan mereka?" Tanya Regan sambil menatap tidak mengerti ke-arah Drako.
"Jika demikian, bagi dua anak buah kita! Bagaimana pun disini sudah ada anak buah Tuan Syam. Kita tidak perlu terlalu ramai disini. Beri tahu anak mu David bahwa kita akan mengirim sekitar 200 orang ke Starhill malam ini menggunakan bus. Kemungkinan mereka akan sampai esok sore di Starhill." Kata Drako memberi perintah.
"Baiklah Ketua." Kata Regan.
"Cepat lah dan jangan tunda untuk mengejar waktu. Jeff, aku percayakan kepadamu untuk mengetuai orang-orang ini dan lakukan dengan sebaik mungkin." Kata Drako memberi perintah agar Jeff mengetuai dua ratus orang dari Dragon Empire ini.
"Dengan senang hati Ketua." Kata Jeff sambil tersenyum bahagia.
Jelas dia sangat mengharapkan adanya perkelahian. Karena dia sudah terlalu lama tidak berkelahi dan otot-otot nya sedikit kaku.
"Ketua, aku mengharapkan adanya perkelahian di Starhill. Dengan begitu, ini akan menjadi perjalanan yang menyenangkan bagiku." Kata Jeff tersenyum girang.
Drako hanya geleng-geleng kepala saja melihat ulah Jeff ini.
Drako dengan senyum terkulum segera meninggalkan tempat pertemuan itu untuk mempersiapkan diri menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi.
__ADS_1
Bersambung...