
Pasangan setengah baya itu berjalan di ikuti oleh seorang lelaki tua di belakang nya menelusiri koridor rumah sakit.
Sebelum sampai ke salah satu kamar yang dia tuju, seorang lelaki setengah baya dan seorang lagi lelaki berusia di atas lima puluhan segera menyambut kedatangan ketiga orang tersebut.
"Ketua. Anda telah kembali?!" Kata lelaki setengah baya tersebut sambil memperhatikan seorang wanita yang berdiri di samping lelaki yang di panggil ketua itu.
"Ketua... Apakah.., apakah ini Roxana?" Tanya lelaki itu sambil menggosok-gosok matanya.
"Benar. Kau tidak salah lihat. Ini adalah Roxana istri ku yang telah menghilang 22 tahun yang lalu saat peristiwa itu." Kata lelaki setengah baya itu lalu menceritakan awal pertemuannya dengan Roxana dan juga menceritakan bahwa Jerry juga masih hidup.
"Oh ya, Regan.., dan Tuan Lenard. Perkenalkan! Ini adalah Paman Malik. Beliau lah yang telah menyelamatkan Istri dan anak ku yang hampir mati karena ulah Robin. Aku tidak tau jika tidak ada Paman Malik ini, tentu aku tidak akan pernah bisa bertemu semula dengan Istriku." Kata lelaki itu.
Regan dan tuan Lenard pun segera menyalami lelaki tua yang ternyata adalah kakek Malik tersebut.
"Bagaimana kabar Kevin dan David?" Tanya lelaki setengah baya itu.
"Huhh... Entah lah, Drako. Sepertinya sangat tipis harapan bagi putra kami untuk bisa bertahan hidup. Bayangkan sudah 6 bulan dia terbaring koma, namun tidak ada tanda-tanda bahwa dia akan terbangun." Kata tuan Lenard dengan lesu.
"Anda Tuan Lenard dan kau Regan! Kalian tidak boleh putus asa. Tujuanku datang kemari justru ingin membantu agar David dan Kevin segera sembuh seperti sedia kala." Kata lelaki setengah baya yang ternyata adalah Drako itu.
"Apakah itu mungkin, Drako? Kau tau bahwa Dokter terbaik di kota ini telah diminta bantuan untuk membantu anak kami agar segera sadar. Namun sampai saat ini kau lihat lah sendiri!" Kata tuan Lenard seperti putus asa.
"Aku dapat merasakan tipisnya harapan di hati kalian. Namun jika dibandingkan dengan putra kalian, Jerry jauh lebih parah. Namun dia bisa di selamatkan oleh Paman Malik ini." Kata Drako sambil membungkuk sedikit ketika menunjukkan lelaki tua itu dengan ibu jarinya.
"Apakah itu benar, Drako? Aku justru lebih bahagia ketika mendengar bahwa tuan muda ku masih hidup." Kata tuan Lenard.
"Sama. Aku juga begitu. Aku sangat bersyukur bahwa tuan muda masih hidup. Ketua, di mana tuan muda saat ini?" Tanya Regan.
"Jerry saat ini berada di hotel mutiara bersama putri ku. Untuk saat ini dia tidak boleh penampakan diri di depan publik. Ini karena bisa mengacaukan semua yang telah di rencanakan oleh ketiga sahabat nya untuk mengalahkan Ramendra." Kata Drako.
"Oh ya. Mengapa tidak kalian persilahkan Paman Malik ku ini untuk melihat putra kalian?" Tanya Drako menegur.
__ADS_1
Oh.., eh. Iya. Maafkan kami Paman Malik! Kami terlalu bahagia mendengar bahwa tuan muda kami ternyata selamat." Kata Lenard sambil mempersilahka ketiga tamu itu untuk memasuki kamar di mana Kevin dan David terbaring koma.
Lelaki tua yang adalah kakek Malik itu hanya mengangguk pelan sambil melangkah mendahului yang lainnya memasuki ruangan tersebut.
Dia segera menghampiri ranjang di mana David terbaring. Memperhatikan sejenak lalu berkata, "Bawa saja mereka pulang ke rumah. Aku telah membawa beberapa ramuan yang bisa aku gunakan untuk kedua anak ini. Itu pun jika kalian percaya kepada ku." Kata kakek Malik.
Tampak keseriusan dan wibawah yang sulit untuk di tentang dari sorot mata dan gaya bicara nya.
Mendengar kakek Malik berkata demikian, tuan Lenard dan Regan sejenak saling pandang lalu Lenard yang lebih tua dari Regan pun berkata. " Hmmm.., tidak ada pilihan lain. Aku juga telah pasrah. Apa bedanya dengan di sini. Toh mereka juga tidak bangun-bangun." Kata tuan Lenard.
"Begini Paman. Aku khawatir jika dokter tidak akan mengizinkan kami untuk membawa pulang anak kami ini." Kata Regan mengutarakan keraguannya.
"Berani mereka melarang keinginan Drako? Apakah mereka sudah bosan menjadi dokter?" Kata Drako membentak Regan.
"Ba.., baik Ketua." Kata Regan sedikit tergagap.
"Regan.., kau segera urus semua persiapan. Sebentar lagi akan ada yang datang ke ruangan ini." Kata Drako.
"Boleh kah kami masuk?" Tanya kedua pemuda itu.
"Arslan.., Riko. Kalian di sini? Kapan kalian tiba dan mengapa tidak memberi tahu?" Tanya Regan.
"Maaf Paman Regan. Semuanya serba rahasia. Kami berdua akan berbaring di ranjang itu menggantikan Kevin dan David.". Kata Arslan.
"Apa-apaan ini?" Kata Regan tidak mengerti.
"Ikuti saja perkataan mereka! Semuanya telah di atur oleh Jerry." Kata Drako.
"Ketua.., mobil telah di siapkan di belakang rumah sakit." Kata satu suara dari depan pintu.
"Jeff...?! Kau juga di sini?" Tanya Regan. Kini dia benar-benar seperti orang linglung.
__ADS_1
"Maaf Regan. Aku bersama Herey datang ke Metro city ini secara rahasia. Sedikit saja bocor dan rencana gagal, aku tidak dapat membayangkan hukuman apa yang akan dijatuhi kepada kita oleh tuan muda." Kata Jeff.
"Lalu, di mana Herey sekarang?" Tanya Regan.
"Saat ini Herey sedang bersama dengan tuan Syam menghubungi pihak kepolisian. Rencana sudah di atur sedemikian rupa. Kalian tidak boleh kembali ke rumah. Ini terutama tuan Lenard. Anda tidak di izinkan untuk kembali dulu ke Villa William. Ini demi menjaga rahasia ini agar tidak sampai bocor." Kata Jeff menjelaskan.
"Sebenarnya rencana apa yang telah di atur oleh tuan muda?" Tanya Lenard yang tampak kebingungan.
"Tuan Lenard akan mengetahui nya besok." Kata Jeff.
"Maaf Tuan Lenard, dan kau Regan. Harap berikan kerja sama dan serahkan ponsel kalian kepada ku!" Kata Jeff sambil menadahkan telapak tangannya.
"Apakah kau juga tidak mempercayai kami lagi sampai sebegitu rupa?" Tanya Regan sedikit tersinggung.
"Ini perintah dari tuan muda." Kata Jeff.
Tuan Lenard dan Regan tidak punya pilihan lain selain menuruti kemauan Jeff.
Mereka berdua mulai merogoh saku celana mereka dan mengeluarkan ponsel masing-masing untuk di berikan kepada Jeff.
"Ayo semua bersiap-siap. Mari bantu aku membawa Kevin dan David keluar melalui jalan belakang!" Kata Drako.
"Kau Arslan dan kau Riko! Hati-hati. Ingatlah untuk tidak gegabah. Lakukan sesuai dengan yang telah di sepakati agar rencana ini tidak rusak oleh kalian berdua!" Kata Drako berpesan kepada kedua pemuda itu.
"Anda dapat percaya kepada kami Paman Drako." Kata Riko dengan mantap.
"Ayo lah cepat! Waktu kita tidak banyak." Kata Jeff menegur kelambanan mereka dalam bergerak.
"Baik. Ayo kita pergi." Kata Drako.
Setelah semuanya pergi, kini tinggallah Arslan dan Riko di ruangan tersebut. Mereka lalu berganti pakaian seperti pasien yang sedang di rawat dan mulai berbaring di ranjang masing-masing.
__ADS_1
Bersambung...