PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Semua sudah pada posisi masing-masing


__ADS_3

Pagi itu sama seperti beberapa bulan yang lalu di mana MegaTown kembali di datangi oleh orang-orang dari luar kota.


Jika beberapa bulan yang lalu hanya orang-orang dari Metro City saja yang datang, namun kali ini berbeda. Orang-orang yang datang bukan hanya dari Metro City saja, melainkan dari Starhill, Country home dan Hillstreet juga datang ke kota ini bahkan dengan Jumlah puluhan kali lipat.


Mereka ada yang menyamar sebagai gelandang, pengamen jalanan dan lampu merah, pengemis, pelancong bahkan sebagai bisnisman.


Sebenarnya orang-orang di Villa Ramendra merasakan adanya hal-hal yang tidak biasa. Namun karena mereka terlalu fokus dengan rencana sendiri untuk melobi Tuan Holmes dan juga sibuk mencari kelemahan di perusahaan milik William Group, maka konsentrasi mereka terhadap pertahanan sendiri jadi sangat kendor. Hal ini di tambah lagi oleh anak buah Piranha bernama Leo yang terus-menerus mengatakan bahwa Jerry tidak mungkin kembali dalam waktu cepat.


Peran Leo dalam misi kali ini sangat krusial. Ini karena dia berhasil menyusup kedalam barisan kekuatan lawan dan dengan meyakinkan dapan mengalihkan fokus Fardy terhadap Jerry dan mengalihkan perhatian mereka kepada pilkada yang tinggal beberapa Minggu saja lagi.


Orang-orang dibawah komando Jerry saat ini benar-benar serius melakukan pergerakan. Masing-masing mereka menjalankan perannya masing-masing.


Herey, selaku pentolan organisasi Tiger menyusupkan anak buahnya untuk menjadi relawan pemenangan Tuan Holmes sekaligus mengumpulkan bukti terkait kerjasama Fardy-Holmes.


Tuan Syam dengan koneksi yang dia miliki mulai menemui para petinggi di kepolisian dan mulai melobi mereka.


Arslan dan Black dengan kekuatan penuh dari anak buahnya menunggu di sepanjang jalan MegaTown-Metro City dan bersiap mencegat jika ada informasi yang mengatakan bahwa anak buah Fardy berangkat menuju ke Metro City.


Sementara Jerry sambil memberi perintah, telah menelepon Riko untuk berbicara dengan Tigor tentang pekerjaan yang dia tawarkan.


Jika Tigor setuju, maka dia bersama dengan Ryan, Danil dan Riko bisa berangkat menuju Metro City. Dan sebagai gantinya, Jerry akan menarik Tuan Richard dari Mountain slope dan akan segera diberangkatkan ke kota Kemuning bersama lima puluh orang dari Dragon empire.


Begitu terjadi saling curiga antara Tuan Holmes dan Fardy, saat itu lah Tigor bergerak sebagai pembunuh bayaran. Targetnya hanya satu. Yaitu kepala Fardy.


Perencanaan telah matang. Peta penempatan kekuatan telah di atur sehingga tidak ada celah bagi lawan yang memiliki kekuatan tidak sampai sekuku hitam nya Dragon empire tidak akan ada tempat lagi untuk lolos.


Jerry sengaja menginginkan Tigor melakukan pekerjaan membunuh Fardy ini lantaran Tigor adalah orang asing.


Jika Tigor berhasil, maka tidak ada kecurigaan terhadap diri Jerry yang masih belum diketahui telah kembali ke Metro City. Dan disinilah nantinya peran Buzzer akan sangat membantu.


Saat ini tugas Leo, Herey akan menentukan apakah Tuan Holmes akan tenggelam atau duduk dengan mulus di kursi gubernur.


Jika alibi nya sukses, maka ketua partai buruh nasional yang menjadi antek-anteknya Arold Miller itu akan jatuh sejatuh jatuhnya.

__ADS_1


Itu lah tugas Herey dan Leo. Mengumpulkan sebanyak-banyaknya bukti kerjasama mereka, lalu membunuh Fardy dengan jejak yang mengarah ke Tuan Holmes.


Serangan yang akan mengarah ke berbagai area ini mampu menumbangkan dua kekuatan yang akan sangat merugikan bagi William Group.


*********


Saat ini, Riko yang sedang berada di kota Kemuning telah menelepon Tigor untuk menawarkan pekerjaan dari Tuan muda mereka yaitu Jerry William.


Setelah mengadakan perbincangan yang matang, Akhirnya kesepakatan antara Riko dan Tigor pun tercapai.


Rencananya, mereka akan bergerak ke Metro City secara rahasia dan tidak ada yang boleh tau jika Tigor sedang tidak berada di kota Kemuning.


Dengan koneksi antara R2D di Metro City, akhirnya mereka pun sepakat untuk menjemput Tigor secara gelap. Sedangkan Ryan, Riko dan Daniel akan berangkat secara terang-terangan dengan alasan, mereka akan digantikan oleh yang lebih senior dan berpengalaman dalam bidang kontraktor.


***


Kriiiiiing....


Suara deringan telepon itu membuyarkan lamunan Jerry.


Dengan cekatan, Jerry melangkah ke arah meja untuk melihat ke layar ponselnya.


Setelah mengetahui bahwa di penelepon adalah Riko, Jerry pun langsung mengusap layar ponselnya untuk menjawab panggilan tersebut.


"Halo Riko. Bagaimana?" Tanya Jerry setelah panggilan telepon itu terhubung.


"Tigor ini telah menyetujui tawaran pekerjaan yang kau berikan itu. Tapi masalahnya adalah, Tigor ini tidak punya pasport. Bagaimana Jerry?" Tanya Riko.


"Kau ini Riko. Apakah kebodohan mu menular kepadamu? Justru itu lebih baik. Aku akan mengatur seseorang untuk melakukan penjemputan. Kau tinggal tentukan lokasinya dan semuanya akan segera dibereskan." Kata Jerry.


"Tadinya aku juga berencana seperti itu. Tapi aku harus memberitahu semuanya kepadamu terlebih dahulu." Kata Riko pula.


"Hmmmm... Kapan rencana mu akan bergerak kembali ke Metro City?" Tanya Jerry.

__ADS_1


"Lusa kami akan kembali ke Metro City setelah urusan keberangkatan Tigor ini beres. Ketika kami tiba di bandara internasional Metro City, kami akan mengabarkan kepadamu." Jawab Riko.


"Ok. Kau atur saja bagaimana baiknya. Kali ini tidak boleh gagal lagi. Aku sudah terlalu banyak menguras energi untuk Fardy ini. Jika gagal, kalian semua akan aku berhentikan dari posisi masing-masing." Kata Jerry memberi ancaman.


"Kau akan melihat sendiri nanti Jerry seberapa buas nya Tigor ini. Dengan wajah lugu, cupu dan seperti orang lemah. Tapi akan sangat mengerikan ketika sudah menargetkan seseorang untuk menjadi incaran nya. Fardy bukan hal yang sulit baginya. Apa lagi dia di dukung oleh kekuatan yang kau miliki secara penuh." Kata Riko.


"Baiklah. Sampaikan salam ku kepada Ryan dan Daniel. Kalian jangan terlalu lama di sana. Aku sangat merindukan kalian." Kata Jerry.


"Oh. Ternyata kau memiliki kerinduan juga ya. Apa oleh-oleh mu dari pengembaraan mu mengelilingi dunia?" Tanya Riko.


"Tidak ada oleh-oleh. Tapi aku punya kabar bagus untuk kalian bertiga." Kata Jerry sambil tertawa.


"Kabar bagus? Coba katakan apa kabar bagus itu!" Pinta Riko.


"Kabar bagusnya adalah, kalian bertiga sebentar lagi akan menjadi paman." Ucap Jerry dengan sangat bersemangat.


"Apa? Jadi paman. Be.., berarti, berarti istri mu?"


"Ya. Istriku Clara sudah hamil empat bulan. Sudah nampak ada isinya. Apa kau senang mendengar ini?" Tanya Jerry.


"Ini lebih berharga dari oleh-oleh apa pun di dunia ini. Woy Daniel.., Ryan...! Sebentar lagi kita akan menjadi seorang Paman." Teriak Riko.


"Hei Riko. Nyalakan speaker handphone mu!" Pinta Ryan.


"Kau jangan menipu kami Jerry!" Sela Daniel ikut nimbrung dalam pembicaraan itu.


"Sumpah demi Tuhan aku tidak menipu kalian. Cepatlah kembali. Kita akan mengadakan pesta besar. Tapi setelah urusan dan tugas kalian selesai." Kata Jerry.


"Iya iya iya. Lusa kami akan kembali. Saat ini tidak boleh. Kami harus mengurus keberangkatan Tigor dulu." Kata Ryan pula.


"Ok. Kalau begitu, aku tunggu kalian di Villa Klasik." Kata Jerry.


"Siap Tuan muda!" Kata mereka dengan senyum mengembang di wajah masing-masing.

__ADS_1


__ADS_2