
Rumah sakit Metro.
Pagi-pagi sekali Jerry dan keempat sahabatnya kembali mengunjungi Ivan di rumah sakit.
Menurut perkiraan mereka, Siang ini Ivan sudah boleh keluar dari rumah sakit setelah beberapa hari menerima perawatan.
Ketika mereka berenam telah berkumpul, Jerry segera mgatakan kepada Ivan bahwa kakeknya yaitu tuan besar Aaron Patrik saat ini berada dalam keadaan baik-baik saja di Villa Smith.
"Terimakasih Jerry, karena kau telah banyak membantuku dalam berbagai hal. Aku tidak bisa membalas kebaikan mu. Biarlah Tuhan saja yang membalasnya." Kata Ivan.
"Aamiin. Aku juga tidak berharap balasan dari mu Van. Ini semua murni dari seorang sahabat kepada sahabat." Kata Jerry.
"Lalu apa rencana mu selanjutnya Jerry? Apakah kau akan segera kembali ke Starhill?" Tanya Ivan.
Jerry hanya menggeleng menjawab pertanyaan Ivan ini lalu berkata. "Van. Ayahmu kembali berulah. Kali ini dia ingin menjebak aku, Daniel dan Ryan. Dia ingin memanfaatkan kesempatan yang dia dapat dari Fardy yang mengundang kami ke acara peresmian hotel Mega di MegaTown." Lalu Jerry menceritakan segalanya kepada Ivan tentang niat jahatnya itu. Tidak lupa juga Jerry mengatakan bahwa seluruh informasi yang dia dapat ini adalah dari sepasang warga negara asing yaitu Jessica dan Jimmy berikut kisah bagaimana Jerry menundukkan pasangan kakak-adik itu.
"Ayahku benar-benar sudah melampaui batas. Aku tidak akan melarang mu lagi Jerry. Aku malah berharap agar kau bisa mengakhiri sepak terjangnya. Jika dia terus begini, maka lambat laun kakek dan aku pasti akan dibunuh juga olehnya. Kau tidak perlu lagi menjaga perasaanku. Aku yakin kakek juga mungkin berfikiran sama denganku." Kata Ivan.
"Kau jangan menyalahkan aku Van. Aku telah banyak memberi kesempatan kepada ayah mu. Tapi dia tidak pernah mempergunakan kesempatan yang aku berikan untuk benar-benar bertaubat." Kata Jerry.
"Tidak. Sama sekali tidak. Memang itu adalah jalan yang dia pilih. Tidak akan pernah berubah. Jika kau menembaknya, katakan berapa jumlah peluru yang kau keluarkan dan berapa harga peluru itu satu butir. Maka aku akan mengganti rugi harga tiap peluru yang kau keluarkan untuk mengakhiri kesesatan ayah ku itu." Kata Ivan.
"Sudah Van. Sebaiknya kita bahas yang lain saja. Apakah kau akan pergi bersama kami besok ke MegaTown?" Tanya Jerry.
"Aku tidak memiliki kartu undangan untuk menghadiri acara itu. Bagaimana aku bisa ikut bersama dengan mu." Kata Ivan sambil memperhatikan Jerry.
__ADS_1
"Jerry. Kau..?! Mengapa kau berpenampilan seperti ini?' Tanya Ivan dengan keheranan yang luar biasa.
"Van. Kakek ku tidak merestui hubunganku dengan Clara. Mereka masih ingin menjodohkan ku dengan gadis pilihan mereka. Oleh karena itu, aku secara diam-diam melalui Mr.Brylee telah mengembalikan seluruh hak kepemilikan perusahaan kepada mereka dan ketika sudah masanya, aku akan pergi membawa diri bersama Clara menjauh dari kota ini." Kata Jerry.
"Kau serius Jerry?" Tanya Ivan.
"Aku bertanya kepadamu Van. Bagaimana jika hubungan mu dengan Lorna tidak di restui?" Tanya Jerry ingin mengetahui bagaimana perasaan sahabatnya itu andai hubungan mereka mendapat tentangan dari keluarga.
"Huhh..., maafkan aku Jerry. Aku tidak bisa menyelami perasaan mu. Dalam hal ini, aku jauh lebih beruntung dibandingkan dengan dirimu. Bagaimanapun, aku dan Lorna itu setara. Bahkan bisa dikatakan bahwa keluarga Walker jauh lebih setabil dibandingkan dengan keluarga Patrik ku." Kata Ivan.
"Tapi itu bukan jawaban dari pertanyaan ku tadi Van." Kata Jerry lagi.
"Jawabannya adalah, 'Lari.' Aku akan akan membawa Lorna untuk melarikan diri dan menikah diam-diam. Mungkin kami akan kembali setelah memiliki anak." Kata Ivan.
"Kau tau kalau aku sangat mencintai Clara. Aku berhutang banyak kepada gadis itu. Dari kecil aku dibesarkan serta di didik oleh ayahnya. Setelah mewarisi kekayaan milik kakekku, aku mengalami musibah. Kau tau sendiri kan bahwa aku hampir mati? Jangankan aku yang menerima pukulan bertubi-tubi dari orang-orang suruhan ayah mu dan Ramendra. David dan Kevin saja bisa koma hampir tujuh bulan. Dan dewi penyelamat ku itu adalah Clara. Bagaimana bisa kakek ku membelakangi hal ini?! Melupakan begitu saja jasa-jasa orang lain demi sebuah keagungan yang konon harus bisa aku capai. Omong kosong." Kata Jerry.
"Lalu apa yang kau miliki saat ini Jerry?" Tanya Ivan. Mendadak terbersit rasa kasihan dihatinya melihat sahabatnya ini sudah tidak memiliki apa-apa lagi.
"Saat ini yang aku miliki hanya Clara. Selain itu, aku telah mengembalikan seluruh yang pernah mereka beri kepadaku. Oh ya aku lupa. Aku masih memiliki mobil Lamborghini sian. Itu bukan pemberian dari kakek ku. itu adalah hadiah dari rekan bisnis ku."
"Oh ya Van. Andai mobil itu aku jual, kira-kira bisa laku berapa?" Tanya Jerry.
"Aku tidak tau secara pastinya. Tapi jika kau mau, aku akan memberimu lima juta dan aku akan menyimpan mobil mu itu sebagai kenang-kenangan. Suatu saat jika kau mau, kau boleh mengambilnya kembali tanpa mengembalikan uang ku. Kau tentu tidak mau jika aku memberimu uang secara cuma-cuma bukan? Nah, hanya itu saja cara yang aku miliki untuk membantu mu. Dengan uang itu, kau bisa memulai usaha." Kata Ivan.
"Hmmm.., baiklah. Terimakasih Van. Aku akan meninggalkan mobil itu di sini agar kau bisa kembali ke Villa. Oh kau tidak boleh kembali ke Villa Patrik. Ya. Kau boleh menggunakan mobil itu ke Villa Smith. Tapi kau tidak boleh memberitahu bahwa aku telah menjualnya kepadamu. Jika mereka tau, sudah pasti mereka akan curiga." Kata Jerry.
__ADS_1
"Tenang saja Jerry. Aku tidak akan memberitahu kepada siapa pun tentang ini. Hanya kita berenam saja yang tau." Kata Ivan.
"Aku harap kalian semua yang ada di sini menghormati keputusan ku dan sebisa mungkin tidak membocorkan rahasia ini. Tiba waktunya mereka harus menyadari bahwa tidak semua yang mereka inginkan bisa tercapai. Salah satu harus mengalah dan cara ku mengalah adalah dengan mengembalikan perusahaan kepada pemiliknya." Kata Jerry.
"Lalu, kemana kau akan pergi Jerry?" Tanya Daniel dengan mata berair. Tidak pernah dia membayangkan akan berpisah dengan cara seperti ini.
"Kemana saja Clara mau. Mungkin aku akan bertani, berternak atau mencari ikan di sungai. Hidup tenang di sebuah desa yang sejuk dan tentram bersama orang yang aku cintai. Memiliki banyak anak dan cucu. Kami akan menua bersama lalu maut memisahkan kami. Apakah menurutmu itu tidak menyenangkan?" Tanya Jerry.
"Aku tidak yakin Jerry. Dengarkan kata-kataku yang jarang meleset ini! Paling lama 5 tahun. Kau pasti akan keluar dari sarang mu. Jika bukan kau yang mencari musuh, maka musuh yang mencarimu. Kau tidak dilahirkan sebagai petani atau berternak. Kau terlahir sebagai penguasa. Kau pasti akan meninggalkan sarang mu. Ingatlah kata-kataku ini." Kata Ryan.
"Doakan yang terbaik untukku. Kalian adalah sahabatku ketika aku susah dan senang. Disaat miskin dan kaya lalu miskin lagi. Aku berharap agar kalian mengingat ku dalam doa kalian." Kata Jerry.
"Bicara apa kau Jerry. Kau adalah sahabat kami di dunia ini. Aku bahkan ingin terus bersahabat denganmu sampai ke syurga. Doa kami pasti tetap untuk dirimu. Semoga kau selalu bahagia menjalani hari-harimu bersama orang yang kau cintai dan mencintaimu." Kata Riko.
"Terimakasih sahabat."
"Ayo siap-siap. Kau harus menemui dokter untuk segera meninggalkan rutan ini. Ini kunci mobil nya dan surat-surat kendaraan itu berada di bagasi. Aku pergi dulu." Kata Jerry sambil memeluk Ivan dan yang lainnya.
"Kemana kau akan pergi Jerry?" Tanya Daniel.
"Tidak tau. Mungkin aku akan kembali ke rumah ayah angkat ku atau pergi ke Villa klasik." Jawab Jerry.
"Aku akan mengantarmu." Kata Arslan.
"Tidak perlu Kak. Aku masih ada beberapa Dollar untuk ongkos taksi." Kata Jerry.
__ADS_1
"Aku akan mentransfer uang mu setelah keluar dari rumah sakit ini. Katakan berapa nomor rekening mu?!" Kata Ivan.
"Nanti aku kirim melalui pesan." Kata Jerry lalu segera keluar dari ruangan itu meninggalkan mereka dengan tatapan kosong.