
"Tuan muda. Kemana tujuan anda setelah ini?" Tanya tuan Syam ketika mereka sudah berada di luar Villa Smith.
"Aku menduga ini tidak sesederhana yang anda perkirakan, Tuan Syam. Bagaimanapun Robin berada dibelakang layar." Kata Jerry tanpa menjawab pertanyaan tuan Syam tadi.
"Lalu apa rencanamu?" Tanya Drako.
"Mengerahkan kekuatan penuh." Jawab Jerry.
"Kekuatan penuh?" Kata Drako tidak mengerti.
"Ayah. Panggil semua anak-anak Dragon empire di Starhill dan Country home. Aku juga akan memanggil tuan Barry, Ronald dan Austin. Setelah mereka tiba di Metro city, segera laporkan padaku! Acara peresmian ini berbau anyir darah. pasti akan ada darah." Kata Jerry.
"Menurut pemikiranku, tidak mungkin Fardy berani melakukan itu tepat pada hari peresmian yang dia buat sendiri." Kata tuan Syam.
"Aku tidak takut kepada Fardy ini. Yang aku takutkan adalah Robin. Dia pasti akan memprovokasi. Ketika terjadi benturan antara pihak kita dan pihak Fardy, sudah pasti ini akan menjadi penyebab terjadinya peperangan. Kita tidak boleh lengah." Kata Jerry.
"Baiklah Tuan muda. Kali ini kita akan habis-habisan." Kata tuan Syam.
"Aku akan ke Villa William menemui Kenny dan kakek Malik. Setelah itu menghubungi Mr.Brylee." Kata Jerry.
"Untuk apa anda menghubungi pengacara pemegang kuasa hukum Future of Company milik anda itu Tuan muda?" Tanya tuan Syam sambil menatap keheranan.
"Menandatangani peralihan saham atas nama Kenny dan menandatangani pengembalian perusahaan kepada kakek Smith."
"Apa? Anda serius?" Tanya tuan Syam terkejut.
"Aku tidak tau apa yang akan terjadi kepada diriku dipertemuan nanti. Apakah aku akan selamat, atau bisa saja aku terbunuh. Oleh karena itu, aku harus mempersiapkan diri lebih awal untuk menghadapi segala kemungkinan yang bisa saja terjadi." Kata Jerry.
"Lalu, bagaimana jika anda selamat? Apakah anda akan membatalkan pengembalian aset, saham serta perusahaan?" Tanya tuan Syam.
"Tidak. Aku tidak akan membatalkan semuanya. Aku lelah menjadi boneka. Aku lelah dijadikan sebagai ujung tombak. Selama ini aku mencoba mengerti dan mengalah. Jika selamanya seperti ini, lalu siapa yang mau mengeri akan diriku, hatiku, perasaanku?"
"Anda berdua lekas tarik semua anak buah yang berada di luar Metro city. Setelah itu aku akan memimpin pertemuan antara anak buah anda dan anggota Dragon empire. Mungkin ini akan menjadi pertemuan terakhir dibawah kepemimpinan ku." Kata Jerry membuat tuan Syam dan Drako saling pandang.
"Fikirkan sekali lagi Tuan muda!" Kata tuan Syam.
"Dari miskin kembali ke miskin. Tidak mengapa hidup sederhana asalkan hati bahagia." Kata Jerry lalu menarik tangan Clara untuk memasuki mobil.
"Aku tidak perlu di kawal dan tidak butuh pengawal. Kalian kembali ke markas di Klasik Villa. Sore menjelang malam nanti aku akan berada di sana." Kata Jerry. Dia berkata begitu karena puluhan pengawal yang tadi mengawal dirinya ke Villa Smith ini ingin mengikutinya.
__ADS_1
"Kami mendengarkan anda Tuan muda." Kata mereka serentak lalu berdiri di belakang Drako.
"Kemana kita Kak?" Tanya Clara begitu mereka berdua berada di dalam mobil.
"Menemui kakek Malik dan sepupu ku Kenny di Villa William. Kita harus bergerak cepat sebelum orang tua itu kembali." Kata Jerry lalu memacu mobilnya seperti dikejar setan meninggalkan bagian selatan bukit metro itu.
...*...
Mobil Lamborghini sian berhenti tepat di halaman Villa William. Tanpa banyak basa-basi lagi, Jerry dan Clara langsung berjalan menuju halaman belakang Villa itu tanpa menggubris ucapan Selamat datang dari para pengawal yang berbaris di depan nya.
Sesampainya dia di halaman belakang, dia melihat seorang lelaki sebaya dengan Arslan sedang tertatih-tatih belajar berjalan dibawah bimbingan seorang lelaki yang sudah sangat tua namun terlihat sangat kokoh itu.
"Saya datang mengunjungi anda Kakek Malik, dan sepupuku Kenny." Kata Jerry sambil membungkuk dihadapan orang tua yang adalah Kakek Malik itu.
"Kakek." Kata Clara lalu menghambur memeluk lelaki tua itu.
"Hmmmm..." Hanya itu yang keluar dari mulut kakek Malik.
"Kau akhirnya mengunjungiku Jerry." Kata Kenny menyapa dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Bagaimana keadaanmu sepupu? Apakah sudah membaik?" Tanya Jerry.
"Aku bersyukur kepada Tuhan dan berterimakasih kepada Kakek Malik. Berkat bantuan beliau, aku kini sudah membaik hari demi hari." Kata Kenny.
"Apa maksudnya dari perkataan mu ini sepupu?" Tanya Kenny.
Untuk menghilangkan rasa heran di hati Kenny, Jerry pun akhirnya menceritakan tentang undangan yang di kirim oleh Fardy di MegaTown dan semua konsekwensinya jika dia menerima undangan itu.
"Kau menerima undangan itu Jerry?" Tanya Kenny.
"Sebagai seorang lelaki, mengapa aku menolak. Aku tidak ingin menjadi bahan tertawaan di negara ini. Sepupuku, aku telah menghubungi Mr.Brylee dan akan memindahkan kepemilikan saham sebanyak 70% atas namaku kepada mu. Mulai hari ini, kau akan menjadi pemegang saham mayoritas di perusahaan William Group. Aku tidak tau apakah aku akan selamat kembali ke Metro city atau hanya mayat ku saja yang kembali. Kau harus berjanji kepadaku untuk menjaga kakek kita, paman Jackson dan William group dengan nyawamu seperti yang aku lakukan selama ini." Kata Jerry.
"Kau.., apa yang kau ucapkan Jerry?" Tanya Kenny dengan mata berair.
"Jangan membantah. Ini perintah!" Kata Jerry dengan tegas.
Kenny baru ingin membuka mulut tapi batal karena dari arah depan tampak seorang lelaki berusia sekitar 40-an berjalan menghampiri mereka sambil menenteng sebuah koper hitam.
"Selamat sore Tuan muda Jerry dan Tuan muda Kenny." Kata lelaki yang baru tiba itu. Tak lupa juga dia membungkuk hormat kepada kakek Malik.
__ADS_1
"Selamat sore juga Mister-Brylee. Apakah anda membawa semua dokumen penting perusahaan?" Tanya Jerry.
"Sesuai dengan permintaan anda Tuan muda." Jawab Mr.Brylee.
"Bagus. Setelah pertemuanku di MegaTown selesai, kau bisa menggelar konferensi pers yang menyatakan tentang pengalihan 70% saham perusahaan William Group dari Jerry William kepada Kenny William dan aku akan menandatangani surat serah lalu Kenny akan menandatangani penerimaan 70% Saham tersebut." Kata Jerry mempersilahkan Mr.Brylee untuk duduk dan membentangkan surat-surat penting terkait kepemilikan 70% Saham William Group yang saat ini masih dikuasainya.
"Kemari Kenny! Kau tandatangani di sini setelah itu aku akan menandatangani di sini." Kata Jerry memerintahkan sepupu nya itu untuk menbubuhkan tanda tangan.
"Jangan gila sepupuku! Apa kau sudah tidak waras?" Tanya Kenny sambil tertatih-tatih berjalan.
"Cepat lah. Atau kau ingin aku menghibahkan seluruh aset keluarga William ini ke panti asuhan atau yayasan sosial lainnya? Jika kau tidak mau? Aku akan melakukan seperti yang aku katakan tadi." Kata Jerry mulai tidak sabaran.
Saat ini yang di takutkan oleh Jerry adalah kembalinya kakek William ke Villa itu. Jika demikian, maka dia tidak akan bisa terlepas dari kungkungan orang tua itu dan selamanya dia akan menjadi boneka mainan kedua orang tua itu.
Tidak ada pilihan bagi Kenny selain juga ketakutan melihat Jerry sudah mulai marah.
Dengan tangan bergetar, akhirnya dia bersedia juga membubuhkan tanda tangannya di kertas dokumen kepemilikan saham itu.
Setelah Kenny selesai, kini giliran Jerry yang membubuhkan tanda tangannya.
Begitu proses serah terima yang di saksikan oleh Kakek Malik, Mr.Brylee dan Clara itu selesai, terlihat Jerry menarik nafas lega.
"Satu batu besar telah terangkat dari pundak ku." Kata Jerry dengan senyum mengembang di bibirnya.
"Mr.Brylee.., sekarang keluarkan surat penting lainnya tentang kepemilikan 100% Saham milik Smith Group." Kata Jerry.
Tidak mau mengulangi kesalahan seperti Kenny yang berakibat kemarahan dari Jerry, tanpa basa-basi, Mr.Brylee akhirnya mengeluarkan surat yang berisi tentang pengembalian 100% Saham milik Smith Group lalu menandatangani surat tersebut.
"Tolong anda merekam pernyataan dari ku. Mungkin ini akan sangat berguna ketika konferensi pers akan di gelar beberapa hari lagi." Kata Jerry.
"Baik Tuan muda." Kata Mr.Brylee lalu mengeluarkan ponsel nya dan mulai mengarahkan kamera untuk merekam video pernyataan dari Jerry.
"Saya yang bernama Jerry William. Anak kepada pasangan Wilson William dan Ellena Smith tanpa ada paksaan serta tekanan dari pihak manapun dan dengan sesadar-sadarnya dalam video ini menyatakan, bahwa saya selaku pemilik perusahaan Future of Company membubarkan perusahaan. Dan dengan ini saya mengembalikan 70% Saham yang saya miliki atas anak perusahaan William Group kepada Kenny William dan mengembalikan perusahaan milik kakek saya sebelah ibu yaitu Leon Smith bernama Smith Group kepada pemilik asli dan dengan ini perusahaan Future of Company resmi di bubarkan setelah Video ini di rilis ke publik. Beginilah isi pernyataan dari saya yang saya keluarkan tanpa tekanan, paksaan dan pernyataan ini saya keluarkan atas dasar kesadaran yang sesadar-sadarnya. Hormat saya, Jerry William.
Setelah acara penyerahan 70% saham itu selesai tanpa ada rapat dari dewan direksi, Jerry pun menyalami Mr.Brylee, mencium tangan kakek Malik dan memeluk Kenny dengan penuh keharuan.
"Jaga keluarga kita melebihi nyawamu sendiri!" Bisik Jerry ketelinga Kenny.
"Aku akan menyuruh seseorang untuk mengantarkan mobil Aston Martin pemberian kakek William. Lumayan bisa kau gunakan nanti." Kata Jerry sebelum berlalu meninggalkan Villa itu bersama Clara.
__ADS_1
Seperti mimpi. Kenny dan yang lainnya hanya melongo saja. Terlebih lagi Kenny. Dia sampai tidak bisa menutup mulut nya karena terkejut.
Singkat, tepat dan padat. Begitulah cara Jerry melakukan pekerjaan.