
"Ayo cari!!!"
"Lisa....!"
"Lisa... Di mana kau Lisa?"
"Apa kau mendengar kami Lisa?"
Terdengar suara panik dari para mahasiswa yang mencari keberadaan Lisa.
"Heran... Kemana pergi nya Lisa? Dia seperti menghilang begitu saja."
"Audrey... Kau adalah orang yang selalu berdampingan dengan Lisa. Kau tentu masih ingat dimana terakhir kali kau bersama dengan Lisa!?" Kata Via sambil berbalik kearah Audrey.
"Ta.. Tad... Tadi aku memang bersama dengan Lisa. Tap.., tapi dia mengatakan kepada ku bahwa dia akan buang air kecil. Setelah itu dia menghilang." Kata Audrey tergagap dan salah tingkah.
"Aneh. Seharusnya Lisa tidak mungkin tersesat. Ini karena kau bisa menemukan keberadaan kami. Jujur lah Audrey! Jangan main-main." Kata Via setengah mendesak.
"Ak.., aku tidak main-main Via. Lisa benar-benar menghilang." Kata Audrey tetap ngotot.
"Baiklah. Ayo kita cari lagi sama-sama!" Kata Via lalu segera berbalik dan kembali melakukan pencarian.
Sementara Via, Megan, Audrey dan Lira mencari ke arah dimana tadi Audrey terakhir kali bersama Lisa.
Anton, Zeck dan John juga mencari dan segera menghilang diantara rimbun nya semak-semak belukar.
Kini tinggal Jerry, dan kawan-kawan nya yang masih berada di dekat kemah.
"Bagaimana Jerry? Apakah kita akan mengikuti mereka?" Tanya Daniel.
"Jangan! Sebaiknya kita berpencar saja. Jika kita mencari secara berkelompok, maka kemungkinan peluang menemukan keberadaan Lisa semakin kecil." Kata Jerry.
"Sebaiknya kau di sini saja Jerry. Biarkan kami yang mencari dimana Lisa berada. Aku yakin bisa menemukannya." Kata Ryan.
"Baiklah. Aku hanya akan mencari di dekat-dekat sini saja. Jika kalian menemukan keberadaan Lisa, segera beri tanda!" Kata Jerry.
Mereka hanya mengangguk lalu membagi menjadi dua kelompok.
Rindy, Jenny, Rina dan Herman bergerak kearah utara.
Sedangkan Ivan, Kevin dan David sedikit agak menyerong.
"Sebaiknya aku bersama kalian saja." Kata Jerry.
"Ok.., ayo kita ke arah sana." Kata Ryan menunjuk ke arah dimana dia menemukan banyak terdapat bakas sepatu tadi.
Mereka bertiga lalu segera berjalan bersama ke-arah dimana Ryan tadi mencari kayu bakar.
Benar saja.., begitu Jerry dan Daniel melihat bekas dimana terdapat banyak telapak kaki, kedua pemuda itu langsung memandang ke arah Ryan.
"Benar kan kataku?" Kata Ryan.
"Sebaiknya kita berpencar Ryan. Ini karena, bekas kaki ini hilang begitu saja di sini." Kata Jerry.
"Apa kau yakin kita harus berpencar Jerry? Jujur saja aku mengkhawatirkan dirimu." Kata Ryan.
"Alah.. Dia kan sudah besar. Apa yang perlu kau khawatirkan?" Kata Daniel.
"Sudah lah Ryan! Aku juga ingin tau seperti apa permainan mereka ini. Menguntungkan atau merugikan bagiku sama saja. Ibarat mentimun dan durian, dimama pun posisi durian, pasti tidak menguntungkan bagi mentimun." Kata Jerry dengan bahasa kiasan nya.
"Terserah kamu saja lah Jerry. Hati-hati lah!" Kata Ryan lalu segera berjalan kedepan.
Akhirnya mereka bertiga pun berpencar. Ryan ke depan, Jerry ke kiri dan Daniel ke kanan.
Setelah beberapa jauh menelusuri jalan, sambil mencari-cari dimana Lisa berada, tiba-tiba sebuah jaring dengan kecepatan tinggi turun dari atas pohon dan tepat menyungkup dari kepala sampai bagian kaki Jerry.
Jerry yang kaget bukan main tidak lagi sempat menghindar dan kini beberapa sosok tubuh langsung menyergap kearahnya dan menutup hidung nya dengan sapu tangan, membuat Jerry seperti terbius lalu segera pingsan.
Setelah Jerry tidak sadarkan diri, para penyergap itu segera membawanya menuju ke pinggiran berbatu seperti mulut goa di dekat sungai yang tampak di sana telah menunggu 3 orang pemuda.
__ADS_1
"Bagaimana? Apakah sudah dibereskan?" Tanya salah satu dari ketiga pemuda itu kepada orang-orang bertubuh besar itu sebaik saja mereka tiba.
"Sudah Tuan muda. Bius yang kami berikan tidak terlalu kuat. sebentar lagi anak ini akan sadar." Kata salah seorang dari lelaki berbadan besar itu.
"Cepat lah kalian lakukan seperti yang telah di rencanakan!" Kata Pemuda itu.
"Baik Tuan muda." Kata lelaki itu dan segera mengangkat tubuh Jerry masuk kedalam goa kecil tersebut.
Tak lama kemudian para lelaki bertubuh tegap itu keluar dan langsung memberi laporan. "Sudah selesai Tuan muda." Kata salah seorang dari mereka.
"Bagus! Sekarang cepat menyingkir dari tempat ini dan tunggu aku di tempat kemarin kita bertemu!" Kata pemuda itu memberi perintah.
"Baik Tuan muda." Kata lelaki tegap itu sambil menyeringai dan segera berlalu dari tempat itu.
Setelah mereka pergi, kini tinggallah mereka bertiga. Sambil tersenyum jahat, salah seorang dari mereka berteriak.
"Woy.... Lisa sudah di temukan."
"Kemari kalian semua!!!" Kata pemuda itu membuat mereka yang berada di sekitar sini segera berteriak sahut-sahutan mengatakan bahwa Lisa sudah di temukan.
"Zeck..., sudah waktunya. Ambil air dan percikkan ke wajah Jerry!" Kata pemuda itu kepada salah satu temannya.
Begitu mendapat perintah, Pemuda yang ternyata adalah Zeck itu segera masuk kedalam goa dan segera memercikkan air ke arah wajah Jerry sehingga Jerry yang tadinya pingsan karena obat bius segera bergerak sedikit.
Setelah Jerry hampir sadar, Zeck segera menghambur keluar dan berpura-pura terkejut sambil memperhatikan kedalam lekukan batu berbentuk goa tersebut.
"Astaga Jerry..., apa yang kau lakukan bersama Lisa di sini?" Kata Zeck yang sengaja mengeraskan suaranya agar di dengar oleh orang-orang yang baru saja sampai di tempat itu.
"Ada apa Anton? Apakah kau menemukan keberadaan Lisa?" Tanya seorang gadis kepada pemuda yang memberi perintah tadi.
"Kau lihat saja sendiri Via. Aku malu melihat kedalam." Kata pemuda yang ternyata adalah Anton itu.
Begitu mendengar perkataan dari Anton, Via, Megan, Lira dan Audrey segera menghambur kearah yang di tunjuk oleh Anton.
"Cetaaar...!!!"
"Bajingan kau Jerry!!!" Jerit Via begitu melihat Jerry yang baru tersadar seperti orang linglung dan juga terkejut melihat Lisa berada dalam tindihan tubuh nya.
"Benar dugaan ku. Ternyata itu adalah kau Jerry." Kata Audrey dengan marah.
"Apa yang kau ketahui Audrey?" Tanya Via dengan gusar.
"Aku mendengar bahwa Jerry tadi berbisik-bisik sesuatu kepada Ryan mengatakan bahwa dia akan menjebak Lisa dan akan membawanya ke suatu tempat." Kata Audrey membuat Via semakin membelalakkan matanya.
"Fitnah!!! Benar-benar fitnah. Aku tidak pernah merencanakan tindakan yang tidak terpuji bersama dengan Jerry." Kata Ryan membela diri.
"Itu buktinya. Apakah kau tidak melihat?" Tanya Anton sambil memelototi Ryan.
"Aku yakin bahwa Jerry di jebak. Kau memang bangs*t Anton." Teriak Ryan dengan marah.
"Jawab Jerry! Apa yang kau lakukan terhadap Lisa?" Tanya Via sambil menangis.
"Semuanya tidak seperti yang kau lihat Via. Aku di jebak. Aku sama sekali tidak melakukan apa pun terhadap Lisa." Kata Jerry yang telah sadar sepenuhnya.
"Jika maling mengaku, maka penjara akan penuh." Kata John sambil mencibir.
"Bugh..."
"Kau memang sialan Jerry." Kata Anton langsung memukul wajah Jerry hingga memerah.
"Segera buat Lisa sadar Jenny! Aku malu melihat Lisa yang compang-camping seperti itu." Kata Anton meminta Jenny untuk mengurus Lisa.
"Apa yang terjadi padaku? Oh.., bagaimana bajuku bisa sobek disana sini?" Kata Lisa begitu dia tersadar.
"Kau Jerry... Mengapa kau?" Lisa tidak dapat melanjutkan kata-katanya begitu melihat Jerry yang duduk disamping nya tanpa mengenakan baju.
"Aku akan menjelaskan kepada mu Lisa." Kata Jerry.
"Apa lagi yang perlu kau Jelaskan Jerry? Semua sudah Jelas. Tidak perlu kau membela diri." Kata Zeck memotong perkataan Jerry.
__ADS_1
"Apa sebenarnya yang terjadi?" Tanya Lisa heran.
"Jerry berusaha untuk memperk*sa mu Lisa." Kata Anton yang langsung tidak memberikan kesempatan kepada Jerry untuk berkata-kata.
"Kau.., kau Jerry. Biadab!"
"Plak...!"
Terdengar suara tamparan yang cukup keras dari tangan Lisa yang hinggap di pipi Jerry.
"Kau benar-benar iblis Jerry. Aku menganggapmu sebagai orang baik. Ternyata aku salah selama ini." Kata Lisa.
"Kau lihat Via. Apa yang selama ini aku katakan padamu. Orang miskin seperti Jerry ini menganggap Lisa lebih kaya dari pada dirimu. Makanya dia ingin memanfaatkan Lisa agar hidup nya bisa nyaman." Kata Megan dengan tatapan jijik kearah Jerry.
"Kau jangan keterlaluan menghina Jerry, Megan!" Teriak Daniel dengan marah.
"Kalian sama saja. Sama-sama miskin dan bermimpi mendapat gadis anak orang kaya. Semua orang ingin mengubah nasibnya. Tapi bukan begitu caranya." Kata Megan kembali menghina membuat Daniel tergagu karena terlalu marah mendengar perkataan yang sangat menghina itu.
"Kau benar-benar sampah. Orang miskin yang yang tidak terpuji. Katakan saja jika kau ingin uang. Mengapa harus merusak kesucian ku?" Kata Lisa sambil memukul-mukul Jerry.
"Sudah aku katakan bahwa aku di jebak. Aku tidak merusak kesucianmu Lisa. Jika kau tidak percaya, aku akan menemani mu nanti untuk memeriksakan keadaan mu di rumah sakit." Kata Jerry.
"Lalu ini apa Jerry? Kau mengatakan bahwa kau di jebak. Apa ada saksi yang mengatakan bahwa kau di jebak?" Tanya Lisa.
"Mengaku saja Jerry. Aku melihat dengan mata kepala ku sendiri bahwa kau menyuruh seseorang untuk menculik Lisa dan kau menghilang begitu aku mengatakan bahwa Lisa telah hilang dari rombongan." Kata Audrey dengan suara sengaja di kuatkan.
"Aku tidak ingin berdebat lagi. Jika kalian menganggap bahwa aku adalah lelaki bejat, maka aku terima itu semua. Namun aku ingin bertanya, siapa diantara kalian yang pertama kali menemukan ku disini bersama Lisa?" Tanya Jerry sambil memandang ke semua orang.
"Anton, Zeck dan John yang pertama kali menemukan kau bersama dengan Lisa." Kata Via menjawab pertanyaan Jerry.
"Apa rencana mu Anton? Apakah kau sengaja menjebakku dengan maksud tertentu?" Tanya Jerry dengan tatapan dingin.
"Lempar batu sembunyi tangan. Sialan kau Jerry!" Bentak Anton dengan wajah memerah.
"Plak..."
"Kita putus!" Kata Via segera pergi dari tempat itu.
"Dasar orang miskin. Gelandangan sialan yang bermimpi memiliki gadis kaya untuk diperalat." Kata Megan sambil meludah dan pergi menyusul Via.
"Kau Jerry. Lelaki miskin brengsek. Andai pun aku telah kau rusak, jangan bermimpi bahwa aku akan sudi menjadi istri mu. Sebaiknya kau berkaca. Gembel seperti mu yang memiliki hati iblis tidak pantas untuk ku. Dasar pemuda miskin tak bermoral." Kata Lisa lalu segera bangkit dan menendang tubuh Jerry lalu segera berlari meninggalkan tempat itu.
Satu per satu kini mereka meninggalkan Jerry.
"Kalian juga pergi lah. Aku ingin sendiri dulu disini." Kata Jerry kepada David, Kevin, Ryan, Daniel dan Ivan juga Herman yang seperti terpaku melihat Jerry di hujani dengan penghinaan.
Begitu mereka juga pergi meninggalkan tempat itu, kini Anton segera mendekati Jerry dan berkata bernada ancaman. "Jerry.., aku telah mengambil beberapa foto adegan kau dan Lisa. Aku akan menghapus foto ini jika kau bersedia menukar dengan pembukuan dan memori card yang kau bawa lari dari kantor staf logistik di Hillstreet. Jika kau menolak, maka aku akan mengunggah foto ini ke dalam sosial media agar semua orang tau bahwa kau seorang mahasiswa yang bejat." Kata Anton dengan senyum penuh kemenangan.
"Apakah hanya itu saja yang kau inginkan dari ku Anton?" Tanya Jerry dengan nada suara dingin.
"Itu terlalu sedikit Jerry. Kau juga harus keluar dari kampus seperti Riko. Jika tidak, kau akan menyesal." Kata Anton dengan pongah nya.
"Baik lah Anton. Buku dan memori card itu aku simpan di hotel teratai. Jika kau menginginkan buku tersebut, datang lah 2 hari lagi ke hotel tersebut dan aku kan memberikannya kepada mu." Kata Jerry.
"Apakah janji mu bisa dipercaya?" Tanya Anton.
"Lihat saja dua hari lagi Anton!" Kata Jerry.
"Baik..., baiklah. Aku akan menemui mu 2 hari lagi untuk menagih janji." Kata Anton lalu segera pergi meninggalkan Jerry sendirian.
Setelah Anton pergi, kini tinggal Jerry sendirian duduk bersandar di sebuah batu besar.
"Kalian terlalu menghina ku. Percaya lah bahwa jika harta dan kekayaan yang kalian inginkan, maka aku akan menyumbat mulut kalian dengan uang." Kata Jerry dalam hati.
"Aku akan membalas setiap penghinaan ini....!!!" Kata Jerry berteriak sekuat tenaga.
"Kau akan tau dua hari lagi Anton. Kita lihat siapa yang akan menjadi gembel." Kata Jerry berteriak sampai suaranya serak.
Bersambung....
__ADS_1