
...Starhill...
"Ryan.., Daniel..?! Ayo bangun! Sudah pukul 5. Cepat mandi! Apakah kita tidak jadi berangkat ke Metro city?" Kata Riko berteriak sambil menggedor pintu kamar Ryan dan Daniel secara bergantian.
"Iya sebentar." Kata Ryan menyahut dari dalam.
Tak lama setelah itu, pintu kamar Ryan pun terbuka. Kini tampak Ryan keluar sambil menyandang handuk dan bergegas pergi ke kamar mandi.
Setelah itu, Daniel juga keluar dan duduk di sofa menunggu Ryan selesai mandi.
"Apakah kau telah selesai bersiap Riko?" Tanya Daniel.
"Ya. Aku dari tadi telah selesai mempersiapkan segala sesuatu nya. Setelah kalian selesai, kita akan langsung berangkat." Kata Riko.
"Kemana kak Arslan pergi? Mengapa dia tidak ada di sini?" Tanya Daniel.
"Kak Arslan keluar sebentar. Dia sedang mengatur beberapa orang untuk menjaga Hellen dan Joanna." Kata Riko menjawab pertanyaan Daniel.
"Kak Arslan ini juga berfikiran sangat jauh dan teliti." Kata Daniel memuji.
"Dia tidak seperti kita yang main grasak-grusuk. Dia telah kenyang makan asam garam kehidupan di dunia gelap. Makanya dia selalu mempertimbangkan segala sesuatu sebelum bertindak." Kata Riko.
"Kau yang suka grasak-grusuk." Kata Daniel mencibir.
"Jika aku tidak seperti itu, maka musuh akan sesuka mereka memperlakukan kita." Kata Riko membela diri.
"Cepat mandi Daniel! Aku sudah selesai." Kata Ryan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk dan masuk ke kamar untuk bersiap.
Setelah semuanya beres, Arslan pun sudah berada di ruangan itu dan kini tengah menunggu ketiga pemuda sahabat Jerry ini untuk bersiap-siap.
Sesuai dengan rencana awal, bahwa Riko berangkat satu mobil dengan Ryan sedangkan Arslan satu mobil dengan Daniel.
__ADS_1
Tak lama setelah itu, dua unit mobil sport Mercedez dan Jaguar menderu meninggalkan perumahan Starhousing menuju ke Hillstreet lalu terus ke Metro city.
Di sepanjang perjalanan, Riko tak henti-hentinya meraba pinggang nya di mana tempat dia menyelipkan sepucuk pistol yang dia beli secara ilegal di sebuah perkampungan di pinggiran pantai Country home.
Ryan sama sekali tidak memperdulikan gelagat waspada dari Riko ini. Dia terus saja mengendalikan kemudi mobil nya mengejar mobil yang di kendarai oleh Daniel dan Arslan di depan.
...*...
Mobil Mercedez dan BMW itu kini baru saja tiba di depan hotel mutiara Metro city. Saat ini tepat pukul 5 subuh.
Tanpa membuang waktu lagi, setelah seorang gadis turun dari mobil Mercedez benz tersebut, seorang pemuda berpesan kepadanya untuk menunggu di hotel tersebut bersama dengan Drako yang mengendarai mobil BMW dan pemuda itu pun segera menjalankan mobil nya menuju ke arah jembatan yang menghubungkan jalan antara Metro city dan MegaTown.
Setelah sampai di jembatan tersebut, pemuda itu langsung memakai Jaket, topi serta kacamata hitam. Tak lupa juga dia memakai masker hitam menutupi setengah dari wajahnya.
Kini pemuda itu benar-benar sangat sulit untuk di kenali.
Perlahan setelah itu, mobil Mercedez itu melaju perlahan menyusuri jalan menuju ke Hillstreet.
Benar dugaannya bahwa banyak gerak-gerik yang mencurigakan di sepanjang jalan dari jembatan menuju ke Hillstreet.
Pemuda itu hanya memperhatikan saja kedua mobil tersebut. Namun dia tidak langsung menghentikan mobil nya, melainkan mencari tikungan yang agak jauh di depan lalu berputar arah di sana.
Setelah mobil itu kini berbalik arah menuju ke Metro city, barulah pemuda itu menekan pedal gas dalam-dalam membuat mobil itu menghambur melaju kencang mengejar dua mobil sport yang telah jauh di depan.
...**...
Sementara itu di depan, Daniel dan Arslan yang mengendarai mobil sport Jaguar sesekali memperhatikan ke arah kaca spion.
"Kak, kita telah di buntuti." Kata Daniel kepada Arslan yang duduk di sebelahnya.
"Terus saja mengemudi. Tetap tenang dan jangan grasak-grusuk atau kita akan celaka karena ketakutan mu itu!" Kata Arslan memperingatkan.
__ADS_1
"Baik Kak." Kata Daniel menurut.
Arslan lalu mengeluarkan ponselnya dan segera mengirim pesan suara kepada Riko bahwa mereka sedang di buntuti oleh beberapa unit mobil di belakang mereka.
"Mengerti kak. Saat ini ada 6 atau 7 mobil yang membuntuti kita." Kata Riko.
"Katakan kepada Ryan untuk tetap tenang! Aku menduga bahwa di depan akan ada lagi yang menanti kita." Kata Arslan memperingati.
"Baik Kak. Jangan khawatir. Walaupun harus mati hari ini, aku pastikan setidaknya 12 orang di antara mereka akan berakhir di ujung pistol ku." Kata Riko membalas pesan suara tersebut.
Tepat pukul 11 mereka telah hampir sampai di jalan menuju jembatan. Diperkirakan bahwa dengan kelajuan seperti itu, paling lama 30 menit lagi mereka akan tiba di atas jembatan tersebut.
Ketika mereka hampir sampai di Jembatan, tiba-tiba di depan jalan mereka tampak dua unit truck melaju berdampingan secara perlahan membuat Daniel tak henti-hentinya membunyikan klakson agar salah satu dari truck itu menyingkir guna memberi jalan kepada mereka. Tapi apa yang terjadi? Truck tersebut malah mempermainkan mereka dengan berjalan secara zigzag membuat Arslan merasa geram setengah mati.
Ketika sudah sampai di area jembatan, tiba-tiba truck tersebut berhenti dan dari dalam berlompatan sekitar sepuluh orang lelaki berbadan tegap dengan membawa bat stick siap untuk menggempur Daniel dan Arslan yang berada di depan mobil yang di kendarai Ryan.
"Turun kalian! Atau mobil ini akan kami hancurkan?!" Kata salah seorang dari mereka.
Tak lama setelah itu Arslan dan Daniel pun turun dari kendaraan mereka di susul oleh Riko dan Ryan yang juga turun dari mobil mereka.
Tiba-tiba dari arah belakang muncul lagi sekitar tujuh unit mobil dan langsung mengepung mobil milik Ryan dan Daniel.
"Tuan besar, Apakah ini orang nya?" Tanya orang-orang berbadan tegap itu sambil mengarahkan pandangan nya ke arah mobil mewah yang paling depan.
"Benar. Segera bereskan! Aku akan memblokir jalan di depan. Kalian selesaikan dalam waktu 30 menit!" Kata lelaki setengah baya sambil melemparkan amplop besar berisi uang kepada salah satu dari mereka.
Tak lama setelah itu mobil mewah itu berputar dan pergi dengan kelajuan tinggi.
"Serang mereka! Kata salah satu dari orang-orang itu dan kini perkelahian pun terjadi antara Riko dan Arslan melawan orang-orang yang turun dari truck tersebut.
Perkelahian tak seimbang itu bertambah tak seimbang apa bila dari ke enam mobil di belakang kini berkeluaran sekitar dua puluh orang lelaki berpakaian serba hitam.
__ADS_1
Mereka langsung meluruk kearah keempat pemuda itu membuat Riko tidak memiliki kesempatan sedikitpun untuk mengeluarkan pistol nya.
Bersambung....