
Sebuah taxi berhenti tepat di depan sebuah hotel murah dan dari dalam taxi tersebut tampak seorang pemuda tampan keluar dari dalam.
Setelah membayar ongkos dan sedikit basa-basi, pemuda yang baru saja turun dari taxi tadi segera berjalan menuju sebuah restoran yang belum lama ini pernah dia kunjungi tepatnya ketika dia berpura-pura menolong seorang gadis yang di ganggu oleh sekelompok pria.
Belum lagi anak muda itu memasuki restoran tersebut, dari dalam tampak seorang gadis setengah berlari keluar menyambut pemuda itu dengan senyum yang sangat manis.
"Jerry.., kau sudah sampai..?!" Kata gadis itu menyambut pemuda yang baru saja sampai di restoran itu.
"Apakah aku terlambat?" Tanya pemuda yang ternyata adalah Jerry itu.
"Ah tidak juga. Ayo kita ke dalam! Aku akan memperkenalkanmu dengan kakak ku." Kata gadis itu.
"Jessica.., apakah kakak mu galak?" tanya Jerry.
"Hahaha.., kakak ku sangat galak. Dia juga orang yang sangat dingin." Jawab Jessica.
"Ayo lah. Aku penasaran dengan kakak mu itu." Kata Jerry lalu mereka bersama-sama masuk ke restoran menuju sebuah meja dimana di sana telah duduk seorang lelaki muda berambut cepak pirang sambil memunggungi mereka.
"Kak. Perkenalkan! Ini adalah Jerry yang aku ceritakan kepadamu tadi siang." Kata Jessica begitu mereka tiba di hadapan lelaki muda yang sebaya dengan Jerry itu.
"Oh..?!" Kata lelaki itu acuh tak acuh membuat Jerry sedikit tersinggung dengan sikap lelaki sebaya dengannya itu.
"Ayo Jerry silahkan duduk!" Kata Jessica sambil menarik salah satu kursi untuk Jerry.
"Tidak perlu repot-repot Jess. Aku bisa sendiri." Kata Jerry sambil tersenyum.
"Apakah namamu Jerry William?" Tanya lelaki yang katanya kakak Jessica itu.
"Sialan sekali lelaki asing ini. Lagaknya sudah seperti tuan besar saja." Kata Jerry dalam hati.
"Aku bertanya kepada mu. Apakah namamu Jerry William?" Tanya lelaki itu lagi.
"Bisakah kau sedikit sopan berbicara kepada orang lain? Apakah di Hongkong begini cara orang nya bertanya?" Kata Jerry yang sudah mulai tersinggung.
"Aku bertanya. Jawab saja!" Kata pemuda kakak Jessica itu lagi.
__ADS_1
"Kalau iya mengapa dan kalau tidak mengapa?" Tantang Jerry.
"Ah mengapa kalian jadi tegang begini? Ayo lah sedikit santai!" Kata Jessica menyela.
"Aku katakan jika kau adalah Jerry William atau anak buah dari Jerry William atau apapun itu, aku tidak ingin basa-basi. Jauhi adikku!" Kata Lelaki itu.
"Kau terlalu sombong di negara orang. Jika aku memiliki niat jahat, apakah kau bisa keluar dengan kepala utuh di tubuh mu dari restoran ini?" Tanya Jerry yang mulai memerah wajah nya.
Praaak...?!
"Kurang ajar. Untuk melindungi dirimu mu dari keroyokan orang pun kau tidak mampu. Kau belum kenal siapa Jimmy."
"Oh. aku sangat takut kepada Jimmy. Sekarang begini saja. Sulit bagiku untuk mengelabui orang seperti mu. Saran ku, kembali lah segera ke Hongkong agar kau tidak mati katak di negara ini. Kau perlu mengenal siapa lawan mu. Aku Jerry William memang tidak pandai beracting dan berpura-pura untuk memanfaatkan seorang gadis demi tujuanku."
"Satu yang tidak aku kuasai adalah berbohong dan menipu. Berbeda dengan tuan tempat mu bekerja. Isi dalam kepalanya adalah tipuan semata. Kau fikir saja sendiri. Jika kau bekerja untuk uang, katakan saja berapa uang yang kau inginkan!" Kata Jerry.
"Jadi kau adalah..?"
"Ya. Aku lah Jerry William. Aku menduga bahwa kalian adalah kaki tangan yang di kirim oleh Fardy untuk menyatroni Villa Patrik. Jika aku memiliki niat pengecut dan culas seperti tuan mu itu, maka malam ini aku pastikan kalian berdua hanya tinggal nama saja kembali ke Hongkong." Kata Jerry.
"Hahaha.., kau terlalu sombong Jerry. Apakah kau bisa bersikap jantan dengan ku?" Tanya Jimmy.
"Aku suka seperti ini. Baik. Jika aku kalah, aku akan menjadi anjing mu di negara ini." Kata Jimmy.
"Aku sudah memiliki banyak anjing peliharaan. Aku tidak akan menghabiskan banyak beras untuk memberi makan anjing tambahan. Tapi aku akan menagih satu janji. Jika kau kalah, kau harus menjadi mata dan telinga ku di Villa Ramendra. Apakah kau bisa berjanji sebagai seorang lelaki?" Tanya Jerry.
"Kau memaksaku berjanji seolah-olah kau akan menang melawan ku. Baiklah. Jika aku menang bagaimana?" Tanya Jimmy.
"Jika aku kalah, aku akan membiarkan dirimu keluar dari negara ini dengan selamat." Kata Jerry pula.
"Apa maksud mu?" Tanya Jimmy.
"Bisakah kau memperhatikan di luar sana! Di sana dan di sana!" Kata Jerry sambil menunjuk ke arah sebuah mobil hitam, di atas bangunan tinggi dan di sekitar kaki lima ada banyak lelaki yang tampak siaga.
"Sudah nampak? Sekali lagi aku katakan bahwa kau tidak tahu siapa lawan mu. Jerry William tidak selemah yang kalian Sangka sehingga semudah itu untuk merencanakan sesuatu untuk mengacau di negara ini." Kata Jerry lagi.
__ADS_1
"Kau benar-benar brengsek Jerry!" Teriak Jessica.
"Aku brengsek? Lalu kalian dua ekor monyet kuning ini apa? Kalian datang ke tempat orang dengan niat buruk. Apa namanya itu?" Bentak Jerry tak kalah sinis.
Sebenarnya ini di luar rencana Jerry untuk melakukan seperti ini. Namun demi menjaga hubungan antara dirinya dan Clara, Jerry harus segera mengubah alur. Tidak perlu lagi melakukan segala tipu daya jika cara kekerasan pun bisa memaksa sepasang muda-mudi ini bekerja untuk nya atau setidaknya mereka segera kembali ke negara mereka.
"Baik. Aku terlalu memandang sebelah mata dengan lawan yang akan aku hadapi. Kali ini aku terkecoh. Katakan kepadaku apa yang kau inginkan?" Tanya Jimmy kepada Jerry.
"Ikuti aku!" Kata Jerry lalu bergegas melangkah keluar restoran tersebut.
Begitu mereka bertiga keluar meninggalkan restoran itu menuju ke mobil Honda abu-abu milik Jimmy dan Jessica, Jerry langsung memberitahu di Group whatsapp agar Drako dan tuan Syam segera mengumpulkan seluruh anak buah nya dan menempatkan mereka semua di ruang bawah tanah hotel teratai.
"Sekarang kita berangkat." Kata Jerry.
"Kemana kau akan membawa kami?" Tanya Jimmy.
"Kau akan tau nanti setelah sampai." Kata Jerry lalu masuk ke mobil milik Jimmy dan Jessica.
Setelah kendaraan itu meluncur meninggalkan hotel murah tersebut, sampai di pertengahan jalan, Jerry menghentikan kendaraan tepat di salah satu kafe.
Terlihat sebuah mobil Lamborghini sian terparkir di sana dan dari dalam kafe tersebut berkeluaran sekitar sepuluh orang lelaki dan dari arah restoran tadi juga menyusul sekitar 10 mobil Mercedez benz dan tak lama mereka pun berkumpul dan membungkuk hormat di hadapan Jerry.
"Tuan muda. Kemana kita akan membawa orang ini?" Tanya lelaki yang bernama Black.
"Kau...?!" Kata Jessica sambil menunjuk ke arah Black.
"Ya ini aku." Kata Black.
"Sudah. Kita tidak punya banyak waktu. Black.., kau bawa gadis ini ke dalam mobil mu dan tutup matanya!"
"Yang lain bawa lelaki ini dan 1 orang sembunyikan mobil mereka di tempat tersembunyi. Jangan lupa bahwa mata mereka harus tertutup." Perintah Jerry.
"Siap Tuan muda." Kata mereka serentak.
"Kau.., kau.., mau kau apakan kami Jerry?" Tanya Jessica.
__ADS_1
"Berikan saja kerja sama. Aku tidak akan menyakiti kalian." Kata Jerry lalu melangkah ke mobilnya yang terparkir.
Tak lama setelah mobil Jerry berangkat, mereka pun melakukan perintah Jerry dan segera membawa Kedua orang itu dengan mobil terpisah mengikuti Jerry dan berbelok kembali ke arah restoran tadi untuk mengecoh lalu segera menuju ke hotel teratai.