PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Undangan dari MegaTown


__ADS_3

Berita tentang kedatangan tuan besar Patrik yang mengungsi ke Villa Smith kembali menghebohkan keluarga Walker dan juga keluarga William.


Memang mereka sudah mengetahui tentang desas-desus bahwa Villa milik keluarga Patrik itu telah diserang kemarin sore oleh orang-orang yang tidak di kenal. Bahkan sampai pagi ini, pihak polisi juga sedang mempelajari apa motif dari penyerangan itu. Apakah keluarga Patrik memiliki musuh di dunia bisnis ataukah penyerangan itu hanya bersifat seperti perampokan. Tapi siapa yang berani merampok Villa yang memiliki banyak pengawal antara keluarga terkuat di Metro city ini.


Tuan Patrik sendiri sampai saat ini berusaha untuk menghindari para wartawan yang ingin mewawancarai dirinya dan juga menolak untuk bertemu dengan pihak kepolisian dengan alasan, kurang enak badan sehingga masalah ini menjadi simpang siur. Namun alasan yang paling kuat adalah, bahwa ada persaingan bisnis keluarga Patrik lah yang telah melakukan serangan itu. Tapi tidak sedikit yang menduga bahwa tuan Patrik telah menyinggung kelompok-kelompok bawah tanah. Tapi itu hanya sebatas dugaan tanpa ada bukti yang konkrit.


Sementara bagi tuan besar Walker dan tuan besar William, ini adalah satu kesempatan untuk kembali berkumpul sekaligus memberikan semangat buat tuan Patrik dalam menghadapi cobaan.


Setelah saling berjanji untuk melakukan kunjungan ke Villa Smith, tuan besar Walker dan tuan besar William pun akhirnya tiba di Villa Smith dan langsung disambut langsung oleh si pemilik Villa.


"Leon. Mana bocah bandel itu?" Tanya tuan William begitu dia keluar dari mobilnya ditemani oleh Lenard kepala pelayan keluarnya William.


"Benar Leon. Kami datang ke sini hanya bertujuan untuk bertemu dengan si Aaron. Kau jangan mengira bahwa aku ingin mengunjungi dirimu!" Kata tuan besar Walker.


"Heh para tua bangka tak tau diri. Aku juga tidak sudi dikunjungi oleh kalian yang sudah bau tanah itu." Bentak tuan Smith seolah-olah dia lupa bahwa dia juga telah bau tanah.


"Hahaha... Ya sudah kalau begitu. Minggir kau! Aku mau masuk!" Kata tuan William sambil terkekeh.


"Woy... Villa ini adalah Villa ku. mengapa kau main masuk sembarangan?" Tanya tuan besar Smith.


"Masabodo. Sebaiknya kau panggil cucu kita untuk datang ke sini!" Kata tuan William.


"Mau apa memanggil dia datang ke sini? Dia masih marah kepada kita. Ini semua karena ulah mu." Kata tuan Smith.


"Heeeh...! Apa kau kira kau juga tidak memaksanya? Buktinya kau setuju dengan ku bukan? Lagak mu. Untung saja anak itu tidak jadi mengembalikan perusahaan kepada kita." Kata tuan William berusaha membela diri.


"Biarkan dulu Jerry! Kau jangan mengganggunya. Aku tau saat ini dia sedang sibuk mengurus urusannya. Kau tidak lihat jika beberapa hari ini dia sangat sibuk? Ini juga demi kelangsungan hidupnya perusahaan." Kata tuan Smith.


"Ya sudah. Jauhkan wajah jelek pesek mu itu dari hadapanku." Kata tuan William.


"Pulang kau. Aku tidak mengundang mu datang ke Villa ku." Marah tuan Smith.


"Heh sapi ompong! Kau mengusir ku? Ingat ya. Persengketaan antara kita masih belum selesai. Urusan hidung belum selesai, urusan perjodohan belum selesai dan banyak lagi yang lainnya. Kau jangan menambah persengketaan dengan mengusir ku dari Villa mu ini." Ancam tuan William.


"Hidung lagi hidung lagi. Terserah lah. Aku sudah malas membahas masalah hidung. Saat ini yang perlu kita bahas adalah apa yang terjadi di Villa Patrik sedikit atau banyak akan berdampak terhadap diri cucu kita. Kau harus tau itu!" Kata tuan Smith.


"Begini sajalah Leon. Kita harus realistis bahwa zaman telah berubah. Bukankah kau juga yang mengatakan bahwa biarkan yang muda yang bekerja. Selama ini kita hanya membiarkan cucu kita berkembang kan? Nah biarkan dia sendiri yang menyelesaikan masalahnya. Otak tua kita ini sudah tertinggal beberapa level di bawah otak mereka yang masih muda."


"Tapi bukan berarti kita harus berpangku tangan saja menyaksikan cucuku itu akan di keroyok oleh Robin serta keluarga Ramendra." Kata tuan Smith.


"Darimana lau tau itu, Leon?" Tanya tuan William.


"Itulah kau. Aku diberitahu oleh si Aaron itu." Jawab tuan Smith.


"Sudah lah. Ayo kita temui Aaron di dalam. Jika kalian bertengkar terus, maka masalah ini tidak akan pernah selesai." Kata tuan Walker menengahi.

__ADS_1


"Baiklah. Mari kita bersama-sama menemui Aaron. Kita bisa membahas langkah apa yang akan kita ambil untuk menghadapi musuh-musuh Jerry ini." Kata tuan William.


"Semua kekuasaan sudah berada di tangan Jerry. Semua yang kita miliki telah kita berikan kepadanya. Kau fikir apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak lebih dari naga ompong yang tidak memiliki taring. Semua keputusan bukan di tangan kita." Kata tuan Smith.


"Ya. Tapi setidaknya kita juga harus memberikan nasehat dan pesan-pesan bijak kepada cucu kita itu. Kita mana boleh hanya lepas tangan saja." Kata tuan William.


"Baik. Baiklah. Aku akan memanggilnya untuk datang ke Villa ini." Kata tuan Smith lalu melangkah untuk memasuki Villa. Tapi sebelum dia mencapai pintu, serombongan mobil datang dari arah depan dan berhenti tepat di depan pintu gerbang pagar Villa tersebut.


Kini dari dalam mobil berkeluaran para lelaki mengenakan stelan jas hitam lengkap dengan sepatu kulit hitam layaknya seorang pengusaha.


Setelah menjawab beberapa pertanyaan dari pengawal Villa Smith itu, mereka pun lalu menunggu di luar pagar untuk menunggu pengawal Villa tersebut melaporkan kepada tuan Smith bahwa utusan dari MegaTown ingin bertemu dan menyampaikan undangan kepada pemilik Villa tersebut.


Tak lama setelah itu tampak dari dalam keluar lima orang lelaki tua yaitu tuan Smith, tuan Walker, William king didampingi oleh tuan Lenard dan tuan Samuel.


"Hormat kami untuk Tuan besar Smith."


"Wah kebetulan sekali di sini ada Tuan besar Walker dan Tuan besar William." Kata ketua rombongan itu membungkuk hormat begitu kelima lelaki tua itu tiba di hadapan mereka.


"Perkenalkan diri kalian, dari mana kalian berasal dan apa tujuan kalian datang kemari!" Kata tuan besar William.


"Maaf Tuan besar William. Kami adalah utusan dari MegaTown. Di utus langsung oleh tuan kami bernama Fardy Ramendra beserta Nona besar kami yaitu Syntia Ramendra untuk mengirimkan undangan kepada Tuan besar Smith dalam acara peresmian hotel Mega yang di menenangkan oleh mendiang tuan kami yaitu Ramendra pada pelelangan di gedung dewan kota MegaTown beberapa waktu yang lalu."


"Kebetulan bagi kami dan mungkin ini adalah satu keberuntungan bahwa Tuan besar William dan Tuan besar Walker berada di sini. Jadi, kami bisa sekalian memberikan kartu undangan kepada kedua Tuan besar sekalian." Kata utusan tersebut memberikan masing-masing kepada ketiga lelaki tua itu surat undangan ekslusif sambil membungkuk hormat.


"Hmmm.., baiklah. Katakan kepada tuanmu bahwa kami akan menghadiri acara peresmian hotel Mega tersebut. Sampaikan juga ucapan terimakasih ku kepada tuan mu itu karena tidak melupakan orang-orang tua seperti kami ini." Kata tuan Smith setelah menerima kartu undangan itu.


"Baik. Apakah kalian tidak ingin masuk dulu sekedar minum teh china?" Kata tuan Smith menawarkan.


"Terimakasih Tuan besar Smith. Namun kami sangat buru-buru. Masih ada banyak lagi yang akan kami undang. Saya harap Tuan besar mau memaafkan saya. Dan saya ingin meminta diri untuk kembali ke MegaTown." Kata utusan itu dengan hormat.


"Ya. Baiklah jika kau menolak. Sampaikan salam ku kepada anak Ramendra itu." Kata tuan Smith.


"Akan saya sampaikan Tuan." Kata utusan tersebut lalu mereka membungkuk hormat sebelum memasuki mobil dan segera meninggalkan Villa diikuti tatapan penuh selidik oleh kelima lelaki tua tersebut.


*********


Di waktu yang bersamaan, Jerry yang ketika itu sedang berada di kantor besar William group ditemani oleh Daniel, Ryan, Riko dan Arslan juga menerima surat undangan untuk menghadiri peresmian hotel Mega yang terletak di MegaTown.


Sambil mengetuk-ngetukkan kartu undangan itu di atas meja, Jerry mulai memandangi keempat sahabatnya yang berada di ruangan itu.


"Bagaimana menurut kalian? Apakah ada maksud tersembunyi dibalik undangan ini?" Tanya Jerry.


"Jika kau menanyakan tentang maksud tersembunyi dibalik undangan ini, maka aku akan mengatakan bahwa 100% mereka memiliki maksud yang tidak baik." Kata Ryan menjawab pertanyaan Jerry.


"Bisa kau jelaskan kepadaku menurut dari segi pandang mu!" Kata Jerry.

__ADS_1


"Hahaha. Jangankan orang terpelajar seperti kita ini. Anak yang duduk di sekolah dasar pun akan sangat mudah menangkap maksudnya. Mereka (Fardy) jelas ingin mengetahui siapa orang yang bernama Jerry William. Siapa orang yang bernama Daniel, dan seperti apa orang yang bernama Ryan. Terutama Daniel. Mereka ingin tau seperti apa wajah seorang Daniel yang bisa menyebabkan seorang yang bernama Ramendra berakhir dengan sangat tragis." Kata Ryan.


"Mati aku kalau begini." Kata Daniel mulai ketakutan.


Mendengar keluhan dari Daniel, Jerry hanya mengangkat sedikit tangannya dan berkata, "tenangkan dirimu Daniel! Jangan jadikan ketakutan menutupi akal sehat mu." Kata Jerry.


"Lanjutkan Ryan!" Pinta Jerry.


"Menurut penilaianku, peresmian hotel Mega ini adalah sebuah kedok belaka. Tanpa sebuah acara peresmian pun, bukankah hotel Mega memang tidak pernah menghentikan pengoperasiannya? Jadi, menurutku adalah, kita harus berhati-hati. Ini jelas adalah sebuah taktik untuk menjajaki kekuatan calon lawan bagi mereka, sekaligus menjadi ajang pamer kekuatan bagi Fardy sendiri untuk mengirim pesan langsung kepadamu bahwa Fardy ini tidak mudah seperti pendahulunya." Kata Ryan.


"Aku juga berfikiran sama seperti mu Ryan." Kata Jerry.


"Kalau menurut pandanganku, kau harus datang ke acara ini dengan kekuatan penuh! Selain untuk menandingi ego lawan, kau juga bisa langsung mengirim sinyal kepada pihak lawan bahwa kau juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Atau langsung saja kita ratakan MegaTown ini dengan tanah." Kata Riko.


"Isssh...!? Mana boleh seperti itu Riko. Lebih baik menyembunyikan taring di depan lawan dan mengeluarkan taring tersebut untuk memberikan sebuah kejutan." Kata Arslan pula.


"Lalu, bagaimana menurut mu Kak?" Tanya Jerry.


"Pihak lawan tentu tidak mudah menyentuhmu. Ini karena kau dikelilingi oleh orang-orang yang terkenal haus darah di kota ini. Kesalahan mu di mata Fardy hanya karena kau adalah atasan yang harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan oleh anak buah mu yaitu Ryan dan Daniel. Bagi mereka, tidak sulit untuk mengenalimu karena siapa yang tidak kenal dengan pemilik perusahaan raksasa seperti William Group di Metro city ini. Namun tidak demikian dengan Daniel dan Ryan. Mereka berdua ini Jelas adalah target utama setelah Robin tidak jadi di bunuh oleh mereka." Kata Arslan.


Setelah berhenti sejenak, Arslan pun melanjutkan. "Daniel dan Ryan berkontribusi penuh atas runtuhnya Ramendra group. Jelas dia akan menjadi target utama. Disini aku ingin menawarkan diri menjadi Daniel, dan Riko menjadi Ryan untuk menghadiri acara peresmian hotel Mega tersebut. Bagaimana menurut mu?" tanya Arslan.


"Setuju!" Kata Daniel yang memang sudah ketakutan.


"Aku masih ragu Kak. Ini karena Robin juga berada di samping Ramendra ketika acara pelelangan itu berlangsung. Bagaimana kita bisa mengelabui Fardy." Kata Jerry mengemukakan keberatannya.


"Kita bukan ingin mengelabui Fardy. Kita ingin menyelamatkan Daniel dan Ryan yang menjadi target mereka. Aku akan membiarkan Ryan dan Daniel menghadiri acara itu dengan mu andai mereka berdua ini pintar berkelahi. Tapi akan jadi lain jika mereka tidak mampu melindungi diri mereka sendiri. Riko dan aku adalah kandidat yang tepat. Untuk alasan mengapa Ryan dan Daniel tidak ikut serta, itu bisa kita atur nanti. Yang penting ada pengganti mereka berdua daripada tidak sama sekali." Kata Arslan menguatkan pendapatnya.


Jerry yang mendengar pendapat dari para sahabatnya ini hanya bisa mengikuti saran dari Arslan. Lama juga dia berfikir sampai akhirnya ponsel miliknya berdering.


Melihat ke arah layar, tampak di sana nama pemanggil adalah Kakek Smith dan Jerry pun langsung menjawab panggilan tersebut.


"Hallo Kakek." Kata Jerry setelah panggilan itu terhubung.


"Di mana kau saat ini Jerry?" Tanya tuan Smith di seberang telepon.


"Aku berada di kantor besar William Group Kek." Jawab Jerry.


"Jerry.., aku telah menghubungi beberapa bawahan termasuk Syam, Drako dan yang lainnya. Saat ini di Villa juga ada Aaron, Jasson dan King beserta kepala pelayan mereka. Kau segera datang kemari sekarang juga dan bawa teman-temanmu yang baru tiba dari Starhill kemarin itu. Banyak hal yang harus kita bahas bersama." Kata tuan Smith..


"Baik Kek. Aku akan kesana sekarang juga." Kata Jerry dengan hormat.


"Ada apa Jerry?" Tanya Daniel.


"Kakek Smith ku menelepon. Dia menyuruh kita untuk datang. Ayo siap-siap. Kita harus segera kesana." Kata Jerry.

__ADS_1


"Sudah. Seperti ini saja. Ayo kita berangkat." Kata Ryan. Lalu kelima anak muda itu pun segera turun ke bawah dan memasuki mobil masing-masing.


Tak lama kemudian rombongan Jerry dan teman-temannya pun keluar dari area parkir dan di. kawal oleh puluhan mobil berangkat menuju Villa Smith di bagian utara bukit Metro.


__ADS_2