
Saat ini banyak orang yang datang ke Contry home.
Semenjak Future of Company menjalankan proyek raksasa di kota kecil itu, kota itu kini berubah menjadi kota yang ramai dan sering di kunjungi oleh orang-orang baik itu dari Metro city, Starhill dan lain sebagainya, menjadikan kota kecil itu saat ini terasa semakin kecil saja.
Seperti hari ini. Banyak orang yang berdatangan ke Country home ini. Tapi tujuan mereka kali ini bukan untuk bekerja di proyek besar itu. Melainkan, kedatangan mereka kali ini adalah atas perintah pemilik proyek untuk membasmi Sendiego dan orang-orang nya.
Untuk tidak terlalu mencolok, mereka datang tidak dengan cara berkelompok. Ada yang sendiri-sendiri, ada yang berdua begitu lah seterusnya namun arus kedatangan ini terus mengalir dari pagi hingga ke petang.
Kini hotel teratai dan lotus mansion benar-benar sepi dari pengawal. Hanya orang-orang besar saja yang tinggal di sana seperti Ronald, Austin, Regan, Jeff dan Herey.
...*...
Sementara di Lotus mansion kini tampak Jerry didampingi oleh Ryan dan kedua pengawalnya baru saja selesai mendiskusikan sesuatu kepada orang-orang yang masih berada di Starhill ini.
"Kriiiing..."
"Hallo Ayah."
"Jerry.., Saat ini aku telah bersama dengan tuan Syam telah menerima laporan dan beberapa bukti video dari Herey. Setelah merundingkan semuanya, maka ketika kita akan melakukan penyerbuan ke Villa Patrik, pihak kepolisian Metro city juga berada di sana." Kata si penelepon.
"Bagaimana bisa begitu Ayah? Apakah itu pekerjaan tuan Syam?" Tanya Jerry.
"Benar. Saat ini pihak kepolisian telah menerima laporan bahwa Robin terlibat dalam transaksi gelap dengan paul yang mengakibatkan kerugian di pihak Future of Company. Yang ke dua, Robin juga terlibat dalam memproduksi obat-obatan terlarang. Yang ke tiga, Robin terbukti telah melakukan pemalsuan surat wasiat atas seluruh aset keluarga Patrik."
"Lalu, apakah pihak polisi akan mendahului kita menyerang Villa itu Ayah?" Tanya Jerry merasa mulai tidak suka urusannya di campuri.
"Polisi hanya menerima bersihnya saja. Jadi, penyerbuan kali ini ke Villa Patrik dilakukan oleh kita atas nama kepolisian."
"Baiklah Ayah. Atur saja lah bagaimana baiknya menurut Ayah." Kata Jerry.
"Bereskan semua yang ada di Country home. Metro city bagian ku."
"Nyawa Robin milik ku Ayah. Aku tidak mengizinkan siapa pun membunuh nya!" Kata Jerry.
"Itu bisa di atur." Kata si penelepon lalu mengakhiri panggilan.
"Sudah hampir sore. Ayo kita kembali dulu ke rumah. Kita masih ada janji bertemu dengan Riko nanti malam di restoran bahagia." Kata Jerry sambil berjalan keluar dari ruangan nya menuju lift untuk turun kebawah di ikuti oleh Ryan, David dan Kevin serta yang lainnya.
Sesampainya mereka di bawah, mereka langsung memasuki mobil masing-masing dan terus melaju menuju Starhousing.
__ADS_1
"Daniel.., malam ini kita akan pergi ke restoran bahagia. Suruh Joanna dan Hellen bersiap-siap. Kita akan berangkat bersama." Kata Jerry melalui pesan suara.
"Ok Jerry. Kami akan menunggu mu di sini." Kata Daniel membalas pesan Jerry.
Setelah itu Jerry juga mengirim pesan suara kepada Herey untuk menyuruh kedua orang pengawal bayangan untuk menemuinya di rumah.
"Ayo Ryan. Kau tinggalkan mobil mu dan ikut dengan David! Aku akan membawa Volvo butut ku ke restoran bahagia." Kata Jerry.
"Aku mengerti maksud mu Jerry." Kata Ryan.
"Tok.., tok.., tok...!"
"Masuk!" Kata Jerry.
"Tuan muda. Apakah ada perintah untuk kami?" Tanya kedua orang pengawal bayangan tersebut begitu di persilahkan masuk.
"Kalian berdua, bawa mobil ku ke restoran bahagia. Cari tempat yang agak terlindung untuk dapat melakukan pengintaian. Jika ada yang mencurigakan, kalian bisa menghubungi ku!" Kata Jerry.
Jelas Jerry sangat khawatir. Ini karena dia tau bahwa Riko pasti akan di buntuti oleh anak buah Sendiego.
...*********...
Sekitar 300 meter lagi jaraknya ke Golden university, mobil itu berbelok ke kanan dan langsung menuju tempat parkir.
Setelah mobil itu berhenti, keluar lah sorang pemuda berambut ala tentara berwajah tampan namun tegas melangkah menuju ke sebuah restoran yang di kenal dikalangan orang-orang Starhill sebagai restoran bahagia.
Kini pemuda itu melangkah menuju lobby restoran dan naik ke lantai dua. Setelah mengamati sejenak, kini pemuda itu menemukan sekelompok muda mudi duduk di salah satu meja besar lalu dia pun menghampiri mereka.
"Woy Jerry.., Ryan.. Ah kau Daniel aku rindu sekali dengan kalian." Kata pemuda itu.
"Hey Riko...!" Kata mereka bersamaan.
"Kak.." Sapa seorang gadis yang sangat cantik sambil berdiri.
"Hellen... Kau?" Kata Riko terkejut.
"Aku sudah beberapa hari di Starhill ini Kak. Aku melanjutkan Studi ku di Golden university." Kata Hellen.
"Kau kuliah di sini? Dari mana Ayah mendapatkan uang untuk memasukkan mu kuliah disini?" Tanya Riko.
__ADS_1
"Semenjak kau menghilang, ayah mendapat tawaran pekerjaan dari tuan Barry untuk bekerja sebagai Humas di perusahaan Future of Company." Kata Hellen.
"Maafkan kakak mu yang tidak berguna ini Hellen." Kata Riko.
"Ah sudah..! Acara terharu nya nanti saja. Sekarang ayo kita makan dulu. Jika perut kenyang, hati pun senang..." Kata Daniel menyela pembicaraan mereka sehingga semua yang ada di tempat itu ketawa.
"Kau ini say.., eh maksudku Daniel. Mengganggu saja." Kata Hellen dengan manja.
Melihat kemanjaan Hellen dengan Daniel membuat Riko membelalakkan mata nya. Hal ini tentu saja membuat Hellen setengah mati ketakutan.
"Oh.., kau Daniel. Berani kau mendekati adik ku selama aku tidak berada bersama kalian." Kata Riko.
"Riko. Apa yang perlu aku takutkan? Apakah kau tidak suka aku menggantikan mu sebagai orang yang melindungi Hellen?" Kata Daniel ngotot tak mau kalah.
"Kau Daniel... Sedikit saja kulit adik ku lecet, kau akan membayar mahal untuk itu." Ancam Riko.
"Aku bahkan lebih suka berdarah-darah asalkan adik mu tidak kenapa-napa. Nyawa ku untuk masa depan ku yang cerah ini." Kata Daniel sambil menunjukkan jari manis Hellen kepada Riko.
"Kau.., kau tidak main-main kan Daniel?" Tanya Riko sedikit terharu melihat sebentuk cincin melingkar di jari manis Hellen.
"Sumpah demi Yang maha kuasa aku tidak main-main." Kata Daniel sambil menunjuk jari telunjuk nya ke atas.
"Kau jaga lah adik ku dengan baik. Perlakukan dia dengan baik. Aku percaya karena kau adalah sahabatku. Aku gagal membahagiakan keluarga ku. Semoga saja kau bisa membahagiakan dan melindungi Hellen dengan baik." Kata Riko.
"Hey sobat.., kau terlalu terbawa perasaan. Apakah kau tidak ingin berkenalan dengan sepupu ku?" Kata Ryan sambil menunjuk ke arah Joanna yang sedikit tersipu malu-malu layaknya gadis kampung.
"Oh maafkan aku yang buta ini!" Kata Riko sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Joanna.
"Ayo..! Ayo kita makan sepuasnya. Jarang-jarang kita bisa makan enak seperti ini. Kau ingat Riko.., ketika kita sama-sama di asrama dulu? Jangan kan makan di restoran, makan di kantin kampus pun kita hanya bisa sesekali." Kata Jerry.
"Iya. dulu, kafe di depan kampus itu sudah seperti Lotus mansion bagi ku. Bisa makan dan minum di kafe itu rasanya terlalu nikmat. hahahaha..." Kata Riko tertawa.
"Ayo pesan. Kali ini aku akan mentraktir kalian." Kata Riko.
"Eiit.., kali ini aku yang mentraktir mu makan sepuasnya Riko!" Kata Jerry.
"Benarkah? Kalau begitu aku akan memesan makanan yang enak-enak di restoran ini." Kata Riko bersemangat.
"Jangankan hanya makanan. Meja bersama kursi nya ini pun boleh kau bawa pulang." Kata Jerry sambil tertawa di ikuti oleh yang lainnya sehingga suasana di restoran itu benar-benar pecah.
__ADS_1
Bersambung...