
Mobil Lamborghini Sian itu menderu kencang meninggalkan area parkir rumah sakit metro dan membanting stir tanpa mengurangi kecepatan menuju ke jalan raya.
Laksana kesetanan, Mobil super sport itu melesat bagai anak panah lepas dari busurnya menyalib semua kendaraan yang ada di depan.
"Kendalikan emosi mu Kak." Pujuk seorang gadis cantik yang duduk di samping pemuda tampan yang menatap lurus kedepan dengan tatapan berapi-api.
Sedikitpun pemuda itu tidak menggubris perkataan gadis tersebut membuat gadis itu kembali membuka suara. "Kak Jerry... Kendalikan emosi mu. Jika terjadi kecelakaan, sudah pasti kita berdua akan mati. Lalu siapa yang akan membalaskan dendam mu?" Kata gadis itu menegur dengan keras.
"Diam Clara!" Bentak pemuda yang ternyata adalah Jerry itu.
Sementara itu mobil Lamborghini Sian itu terus melaju dengan kecepatan tinggi dan setelah beberapa lama akhirnya mobil itu tiba di jembatan penghubung antara Metro city dengan MegaTown.
Begitu mobil itu tepat berada di atas jembatan, Jerry langsung menginjak rem membuat mobil yang berkelajuan tinggi itu menyeret ban nya sehingga mengeluarkan asap.
Tak lama setelah mobil itu berhenti, tampak pintu mobil itu terangkat ke atas dan Jerry pun keluar dengan cara tergesa-gesa sambil memperhatikan kesekelilingnya berharap menemukan sosok seseorang di sana. Namun setelah lama berputar-putar, tetap tidak menemukan yang dia cari membuat Jerry mengamuk dan menendang apa saja yang dapat dia tendang untuk menumpahkan kekesalan dalam hatinya.
"Bangsat itu telah pergi." Katanya kepada Clara yang baru saja keluar dari dalam mobil.
"Sabar ya sayang. Akan ada kesempatan lain untuk membalaskan sakit hati mu ini." Kata Clara sambil mengelus-elus bahu Jerry.
"Iya. Maafkan aku yang telah kasar kepadamu." Kata Jerry sembari meraih tangan Clara dan memeluk gadis itu.
"Aku akan mengantar mu pulang." Kata Jerry sambil menuntun Clara memasuki mobil.
"Aku tidak bisa tenang jika kau masih dalam keadaan marah seperti ini." Jawab Clara.
"Sebenarnya salah ku juga karena tidak memperingatkan tuan Syam dan ayah angkat terlebih dahulu agar tidak langsung membawa tuan Patrik menemui Ivan. Selama ini, baru sekali ini aku memarahi tuan Syam dan ayah angkat. Sungguh tidak terpuji." Kata Jerry sambil menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Sudahlah. Mereka pasti mengerti dan dapat menyelami cara berfikir mu. Tenangkan dulu hati mu, setelah itu baru boleh mengantarkan aku untuk pulang." Kata Clara.
"Ya sudah. Ayo kita cari tempat untuk sekedar jalan-jalan. Apa kau ingin membeli sesuatu? Aku akan menebus kesalahanku karena telah membentak mu tadi." Kata Jerry lalu menutup pintu mobil di bagian penumpang lalu segera berjalan mengitari mobil dan masuk. Setelah itu, mobil sport itu pun segera meluncur meninggalkan jembatan menuju ke pusat kota Metro.
*********
Sementara itu di rumah sakit tampak semua orang kini memiliki raut wajah serba salah dan tidak enak hati. Ini terlebih lagi bagi tuan Syam, Drako dan tuan besar Aaron Patrik. Bagaimana tidak? Karena keteledoran mereka akhirnya rencana yang di bangun oleh Jerry dengan memeras otak beberapa hari ini harus gagal dan hancur berkeping-keping.
Berbeda dengan mereka semua, Ivan sendiri saat ini membenamkan wajah nya ke bantal dan menangis terisak-isak sambil mengepalkan tinjunya.
Sebagai seorang anak, jelas dia sangat malu, marah, kecewa dan merasa telah di bodohi oleh Robin. Dia malu kepada Jerry karena telah membela ayahnya tersebut dari amukan Jerry ketika itu. Dia juga sangat marah kepada ayahnya yang melimpahkan semua kesalahan seolah-olah Jerry lah yang menjadi dalang dari penculikan itu. Padahal ini hanya akal-akalan Robin belaka. Dia juga kecewa karena harapannya ternyata semu. Berharap bahwa ayahnya benar-benar telah bertaubat, berubah menjadi baik ternyata palsu. Robin justru memanfaatkan dirinya dan kakeknya untuk mengambil alih seluruh kekayaan yang dimiliki keluarga Patrik untuk dia gunakan demi ambisinya membalas Jerry.
"Kali ini aku tidak akan melarang atau memintakan maaf untuknya kepada Jerry. Aku berjanji setelah ini akan mengerahkan seluruh kekuatan yang di miliki oleh keluarga Patrik guna membantu Jerry memberantas Fardy, Syntia, serta ayah ku. Pasti." Kata Ivan penuh tekad.
"Maafkan aku Syam, dan juga kau Drako. Karena aku terlalu terbawa amarah sehingga menyebabkan rencana Jerry jadi gagal dan akhirnya kalian berdua mendapat teguran keras dari Jerry." Kata tuan besar Aaron Patrik.
"Ivan. Kau harus cepat sembuh. Aku akan menempatkan Black dibantu oleh Herey untuk memantau keamananmu di sini." Kata tuan Syam.
"Terimakasih Tuan Syam." Kata Ivan.
"Sudah! Ayo kita antar dulu Tuan Aaron ke Villa Smith atau hotel teratai. Bagaimana menurut mu Syam. Mana yang lebih baik?" Tanya Drako.
"Kita tanya dulu tuan muda. Nanti ngamuk lagi dia." Kata tuan Syam tidak mau mengulangi kesalahan yang sama.
"Biar aku yang menanyakan kepada anak itu." Kata Drako lalu mengeluarkan ponsel nya.
"Hallo." Terdengar suara Jerry menyapa ketika panggilan itu telah tersambung.
__ADS_1
"Di mana kau saat ini Jerry?" Tanya Drako.
"Aku saat ini sedang berada di Metro mall mengajak Clara belanja. Ada apa Ayah menelepon ku?"
"Jerry.., aku ingin menanyakan. Menurut mu di mana kami harus mengantar Tuan besar Patrik? Apakah di hotel mutiara atau langsung ke Villa Smith?" Tanya Drako.
"Sebaiknya di Villa Smith saja Ayah. Kakek Smith juga tidak memiliki siapa-siapa lagi selain aku dan para pengawalnya." Kata Jerry.
"Baiklah. Kau jangan membuat masalah. Jika ada apa-apa, segera hubungi aku atau Syam!" Kata Drako mengingatkan.
"Iya Ayah." Kata Jerry singkat.
"Ya sudah kalau begitu." Kata Drako lalu mengakhiri panggilan tersebut.
"Ayo Syam..! Kita ke Villa Smith." Aja Drako lalu keempat orang itu pun segera meninggalkan kamar Vip tempat Ivan di rawat.
"Van. Kami juga meminta diri dulu. Kau jangan terlalu banyak berfikir demi kesehatanmu." Kata Ryan menasehati Ivan.
"Benar Van. Lekas sembuh supaya kita bisa seperti dulu ketika di Starhill." Kata Daniel pula.
"Terkadang calon pemimpin harus di uji dengan berbagai cobaan. Tanpa cobaan dan ujian, kau tidak akan bisa menjadi orang yang dinyatakan lolos." Kata Riko bertujuan membesarkan hati Jerry.
"Iya. Hati-hati juga buat kalian. Saat ini bukan hanya Jerry dan perusahaan miliknya saja yang menjadi target balas dendam dari MegaTown. Tapi seluruh orang yang memiliki hubungan dengan Jerry kemungkinan akan menjadi sasaran mereka juga. Kau Daniel dan kau Ryan! Kalian harus lebih berhati-hati." Kata Ivan memperingatkan.
"Kau tenang saja Van. Jika kita bersatu, kekuatan di MegaTown bukan apa-apa." Kata Daniel.
"Ok. Mari kita berikan waktu yang cukup untuk Ivan memulihkan diri. Sesuai dengan perintah tuan Syam, Herey akan tinggal di sini untuk berjaga-jaga. Kau bisa tenang sekarang." Kata Arslan lalu mengajak semuanya untuk meninggalkan ruangan tempat Ivan di rawat.
__ADS_1
Kecuali Herey yang berjaga di luar, mereka semua kini segera kembali ke Hotel teratai.