PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Fardy setuju dengan Syntia


__ADS_3

...MegaTown...


Wanita setengah baya itu duduk sambil sesekali melempar pandang ke luar jendela dari lantai dua bangunan Villa megah milik mendiang Ramendra itu.


Sesekali terlihat senyum riang mengembang di wajah nya.


Setelah berfikir sejenak tentang percakapan antara dirinya dan Robin Patrik tadi di telepon, dia mulai menaruh harapan baru di hati nya. Ini karena Robin mengetahui banyak hal tentang kekuatan yang di miliki oleh Jerry sang penguasa Starhill itu.


Terbayang di benak nya andai dia berhasil mengikis kekuatan Jerry ini, maka dipastikan bahwa dia akan bisa membalaskan dendam putranya yaitu mendiang Hyden yang di bunuh oleh Jerry di arena tarung bawah tanah milik Sendiego sekitar setahun yang lalu.


"Jerry ini. Mengapa nyawanya liat sekali? Apakah dia ini memiliki 12 nyawa sehingga sangat susah untuk menyingkirkannya? Aku mengira bahwa dia telah mati setelah menghilang selama enam bulan. Sial sekali ternyata dia masih hidup. Daniel dan Ryan masih belum di temukan, tau-tau Jerry malah masih hidup. Mungkin Tuhan menginginkan tangan ku ini lah yang akan mencabut nyawanya." Kata wanita setengah baya itu dalam hati.


"Aku harus bisa meyakinkan adikku tentang Robin ini agar dia mau memaafkannya demi mengorek informasi tentang kekuatan Jerry ini. Bagaimanapun dia juga memiliki dendam yang sama."


Setelah berfikir beberapa saat, wanita setengah baya itu akhirnya memutuskan untuk menelepon adiknya yang berada di Hongkong guna menceritakan seluruh perubahan yang terjadi termasuk adiknya itu harus mau memaafkan Robin dan mengatur ulang rencana karena walau bagaimanapun, musuh utama mereka yaitu Jerry William ternyata masih hidup.


Sambil menarik nafas dalam-dalam, wanita itu pun akhirnya meraih ponsel nya dan mulai medail nomor dengan kode +852 tersebut.


"Hallo Kak. Ada apa kau menelepon ku?" Tanya satu suara dengan nada berat di seberang sana.


"Fardy. Apa yang sedang kau lakukan saat ini?" Tanya wanita setengah baya itu.


"Aku baru saja melelang seluruh aset ku. Kemungkinan besar aku kan pulang besok atau lusa." Kata lelaki yang ternyata adalah Fardy itu.

__ADS_1


"Bagus lah jika kau akan kembali ke rumah dalam dua hari ini." Kata wanita itu dengan gembira.


"Apakah hanya itu saja Kak?" Tanya lelaki itu dengan heran.


"Fardy. Aku ada kabar baik untuk mu dari Robin." Kata wanita itu kembali membuka percakapan.


"Hmmm... Si bangsat itu lagi. Apakah anak buah yang aku kirim sudah berhasil menemukan keberadaan lelaki pengecut itu?" Tanya Fardy.


"Tidak. Baru saja dia sendiri yang menelepon ku." Jawab wanita itu.


"Untuk apa dia menelepon mu Kak? Jangan berbaikan dengan nya. Ini karena, aku akan membunuh nya jika aku kembali ke MegaTown dalam dua hari lagi." Kata Fardy.


"Aku menelepon mu justru agar kau mau melepaskan Robin ini." Kata wanita itu.


Aku sama sekali tidak becanda, Fardy! Dengarkan aku baik-baik. Robin ini telah merencanakan untuk membantu kita dengan memberikan informasi yang kita butuhkan." Lalu wanita setengah baya itu menceritakan semua obrolannya dengan Robin tadi kepada adiknya itu dan semua rencana yang telah mereka susun bersama.


"Hmmm.., aku memang masih buta dengan kekuatan lawan. Ternyata target kita saat ini bukan hanya Ryan dan Daniel. Tapi bertambah satu lagi yaitu Jerry William. Baiklah. Walaupun aku sama sekali tidak mempercayai Robin ini, tapi tidak ada salahnya memberi dia kesempatan untuk membuktikan bahwa dia tulus kepada kita. Jika ternyata dia membelot, jangan salahkan jika tanganku sendiri yang akan mencabut nyawa busuk nya itu." Kata Fardy mengancam.


"Tidak ada ruginya bagi kita. Selain kita bisa mengorek informasi kekuatan lawan, kita juga bisa mengorek keuntungan dari rencananya ini. Kita akan membuat jebakan untuk keluarga Patrik mengatakan bahwa jika mereka sayang kepada Robin, maka mereka harus menyerahkan seluruh aset di perusahaan mereka kepada kita sebagai tebusan untuk diri Robin." Bagaimana menurut mu?" Tanya wanita itu.


"Kakak atur saja lah bagaimana baiknya menurut Kakak. Aku terlalu malas mengurus masalah terlalu remeh seperti itu." Kata Fardy.


"Oh ya Kak. Secepatnya aku akan kembali ke MegaTown setelah semua urusan di sini selesai. Aku berubah fikiran. Ini karena Jerry ternyata masih hidup. Menurut yang aku dengar dari mendiang ayah, bahwa Jerry ini lumayan kuat."

__ADS_1


"Ya. Cepat lah kembali. Aku akan menelepon Jimmy dan Jessica terlebih dahulu untuk mengatur rencana skenario penculikan terhadap Robin dan membunuh orang tua bau tanah itu. Jika hanya tinggal anak haram itu, maka urusan untuk menguasai seluruh kekayaan keluarga Patrik hanya tinggal menghitung menit saja."


"Baik Kak." Kata Fardy lalu mengakhiri panggilan telpon itu.


Begitu panggilan itu selesai, wanita setengah baya itu tersenyum penuh kepuasan karena berhasil meyakinkan adiknya untuk melepaskan Robin.


Di pelupuk matanya saat ini membayangkan keberhasilan yang akan dia tuai apabila rencana mereka ini berhasil. Bagaimana tidak, ketika Robin berhasil mengelabui Ivan untuk menebus dirinya dengan pertukaran aset milik keluarga Patrik, maka dia dan adik nya akan menjadi orang kaya bahkan lebih kaya dari ketika ayah mereka masih hidup.


"Hmmm.., rencana yang sempurna. Aku tidak sabar menunggu hari esok. Ketika Fardy tiba, seluruh agenda akan terlaksana dan saatnya untuk membalas dendam terhadap Jerry atas kematian putra ku dan membalas Daniel dan Ryan yang menjadi penyebab kematian ayah ku." Kata wanita itu dalam hati. Dia mengira bahwa ayah nya mati bunuh diri karena tekanan yang dia terima dari pihak bank atas kebangkrutan yang di derita perusahaan paska pelelangan itu.


Ada banyak hal yang tidak dia ketahui. Antara lain adalah, pembunuh ayah nya adalah kakek Malik, karna alasan dendam dan bukan bunuh diri seperti yang dia bayangkan.


Hal yang ke dua yang tidak diketahui olehnya adalah, Jerry William selama ini terus memantau pergerakan mereka melalui anak buah tuan Syam.


Yang ke tiga, dia juga tidak mengetahui bahwa Jessica, orang yang telah di kirim oleh Fardy dari Hongkong ternyata telah di dekati oleh Jerry. Dan apa lagi? Itu sudah pasti bertujuan untuk mengorek informasi dari MegaTown.


Saat ini rencana di balas dengan rencana dan kecurangan akan di balas dengan kecurangan.


Robin merencanakan untuk memanfaatkan kekuatan yang di miliki oleh Fardy dan Syntia.


Syntia dan Fardy ingin memborong semua kekayaan milik keluarga Patrik setelah rencana ini berhasil.


Sementara di pihak Jerry, mereka senantiasa mengintai peluang dan memantau segala kemungkinan yang akan terjadi.

__ADS_1


Dengan segala persiapan dan antisipasi, begitu ada celah, langsung bertindak. Itu lah yang ada dalam benak mereka saat ini. karena walau bagaimanapun, Jerry dan bawahannya lebih di untungkan karena mengetahui seluk-beluk di negara ini dibandingkan dengan Fardy yang sudah terlalu lama di negara luar. Sementara Syntia, dia hanya melakukan tindakan berlandaskan dendam semata tanpa mengukur betapa tingginya gunung dan luasnya samudra.


__ADS_2