
Makan malam di Lotus mansion itu dengan sangat menyenangkan dengan sesekali di tingkahi oleh kelakuan konyol dari Daniel membuat semua mereka yang berada di tempat itu tertawa. Hal ini juga karena ketika meja utama yang di duduki oleh Jerry, Ryan, Daniel dan Riko terangkat ke atas membuat Ryan menjerit ketakutan.
Semua yang melihat menjadi tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi ketakutan di wajah Ryan. Bahkan Riko harus berpegangan ke tangan Rina dengan sangat erat karena merasa gamang berada di ketinggian.
"Sayang.., apakah ini akan menjadi makan malam kita yang terakhir?" Kata Riko kepada Rina.
"Jerry. Sudah ayo kita turun saja. Suruh tuan Barry memencet tombol itu agar segera turun." Kata Ryan.
"Aku heran. Bukankah dulu kau berani?" Tanya Jerry.
"Sialan kau Jerry. Itu karena aku paksakan agar terlihat keren. Sekarang aku tidak perduli dengan semua itu. Mau keren atau kerenpeng pun aku tidak perduli. Ayo kita turun Jerry!." Ratap Ryan sambil memohon.
"Baiklah. Tuan Barry, turunkan kami!" Kata Jerry.
"Baik Tuan muda." Kata tuan Barry melalui talki walki.
Begitu tempat di meja mereka sudah sama rata dengan lantai ruangan yang lain, Riko dan Ryan segera menarik nafas lega dan melarikan diri menuju meja di mana Ivan dan Lorna duduk.
"Aku numpang di sini ya Van. Aku tidak mau mati ketakutan berada satu meja dengan Jerry." Kata Riko.
"Hahaha... Kau Riko. Hanya segitu nyali mu." Kata Jerry sambil tertawa.
"Lebih baik mati di gelanggang daripada mati ketakutan di ketinggian itu." Kata Riko sambil menggamit Rina agar duduk disebelah nya.
"Kau lihat Sarah kan? Dia malah santai saja dan menikmati pemandangan kota Starhill di malam hari dari ketinggian." Kata Jerry.
"Pokoknya aku takut." Kata Riko yang mengakui bahwa dia memang sangat ketakutan.
...*...
Acara makan malam itu akhirnya selesai juga.
Kini tampak wajah bahagia terpancar di wajah masing-masing sahabat Jerry.
__ADS_1
Hal yang sama juga dirasakan oleh Clara.
Selama ini dia tidak pernah merasakan makan malam di Lotus mansion yang sangat terkenal itu.
Selain Ryan dan Daniel yang pernah di ajak oleh Jerry, yang lainnya sama sekali belum pernah.
Andai tuan Barry, Ronald dan Austin pernah naik ke Diamond Box ini, itu karena untuk menemani Jerry. Bukan sesuka bisa berada di ruangan itu.
Selama ini hanya tuan Besar Smith, Wilson William, Elena Smith, William King, Tuan besar Walker dan Patrik yang bebas ke Diamond Box itu. Namun setelah Jerry berkuasa di Starhill ini, ke empat naga ompong itu belum pernah lagi menginjakkan kaki mereka di Lotus mansion ini.
Untuk lebih mencairkan suasana dan lebih mengeratkan hubungan mereka apa lagi bagi Herey dan Joanna serta Lisa dan Arslan, Jerry berinisiatif membawa mereka menuju ke hotel teratai dan naik ke lantai yang paling tinggi di mana tempat itu memiliki segala macam tempat untuk bersenang-senang. Bahkan konon di lantai atas hotel teratai ini ada taman buatan dengan sungai kecil mengalir dan ini sengaja di gerakkan oleh mesin penggerak dengan bantuan tenaga listrik.
Suasana romantis itu lebih terasa ketika lampu di atas ruangan tanpa atap itu sengaja di buat temaram dengan angin sepoi-sepoi membuat suasana romantis saat itu benar-benar tercipta secara alami.
Semua orang yang berpasangan masing-masing mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka berdua dan mulai mengungkapkan perasaan masing-masing.
Jerry sendiri ketika itu memanggil pelayan pribadinya untuk mengantarkan kamera DSLR nya ke atas sekalian mengambil Sarah yang telah tertidur untuk membawa nya ke ruangan pribadi milik Jerry agar Sarah bisa tertidur tanpa gangguan.
Setelah semuanya beres, Jerry lalu berinisiatif mendekati Clara. Berlutut lalu meraih tangan kiri gadis itu dan menyerahkan kotak kecil kepada Clara.
Jujur saja bahwa Jerry tidak pandai merangkai kata. Dia juga gagal romantis dan tidak terlalu peka terhadap wanita. Semua yang dia lakukan ini adalah berkat ajaran dari Ryan dan Daniel. Apakah itu ajaran sesat atau benar, pokonya hajar sajalah.
"Kak.., apakah kau serius dan benar-benar akan mencintaiku. Aku hanya sekuntum bunga hutan yang tidak pernah di lirik oleh kumbang mana pun. Aku takut kau tidak benar-benar mencintaiku melainkan merasa berhutang dan kau ingin membalas hutang budi karena aku telah menyelamatkanmu ketika kau hanyut terbawa arus sungai" Kata Clara dengan mata berkaca-kaca. Dia menang sangat mencintai Jerry. Namun hal itu sengaja dia tutup rapat-rapat. Ini dia lakukan agar Jerry tidak menerima dirinya karena terpaksa.
"Clara.., apakah kau tau bahwa aku telah jatuh cinta kepadamu bahkan sebelum kita berkenalan. Tepatnya beberapa minggu sebelum aku kau temukan hanyut di sungai. Jika kau menganggap aku mencintai dirimu hanya karena ingin membalas budi, maka kau salah besar." Kata Jerry.
"Apakah kau becanda Kak? Bagaimana mungkin seseorang bisa jatuh cinta bahkan belum pernah bertemu dan saling bertatap wajah. Darimana kau mengetahui diriku dan menyatakan cinta jika kau tidak pernah melihat ku?" Tanya Clara dengan raut wajah keheranan.
"Kau akan tau mengapa aku katakan bahwa cinta ku kepada mu bukan atas dasar balas budi." Kata Jerry sambil menunjukkan layar kamera DSLR nya kepada Clara.
Begitu Clara melihat ke arah layar kamera tersebut, dia sangat kaget karena di sana ada dirinya memakai baju warna merah sambil berdiri sedikit menyamping sambil membelakangi matahari yang hampir terbenam.
Untuk memperjelas wajah wanita yang berada dalam foto tersebut, Jerry lalu men-zoom foto tersebut dan makin jelaslah wajah wanita di dalam foto yang tidak sengaja di ambil oleh Jerry ketika dia baru tiba di kampung halaman Ryan yaitu Mountain slope.
__ADS_1
"Katakan kepadaku siapa wanita yang berada dalam foto ini!" Kata Jerry sambil serius menatap wajah Clara.
"I.., i.., ini adalah aku. Bagaimana mungkin?" Tanya Clara dengan ekspresi wajah yang sulit di ungkapkan.
"Coba kau ingat-ingat pada tanggal dan bulan yang tertera di watermark dalam foto ini! Pada hari itu apakah kau berada di mountain slope?" Tanya Jerry.
Lama juga Clara berfikir dan dia segera ingat ketika itu dia bekerja mengambil upah di sawah milik penduduk kampung karena padi di sawah milik mereka sedang menguning dan sebentar lagi akan panen.
Mendengar penjelasan dari Clara ini, tanpa basa-basi lagi Jerry lalu meletakkan kamera nya ke samping, mengambil cincin di kotak kecil itu lalu memakaikan cincin tersebut di jari manis Clara sambil berkata, "Aku akan memaksa mu untuk menerima ku. ketahuilah bahwa aku sangat mencintai gadis berbaju merah dalam foto tersebut dan itu adalah dirimu." Kata Jerry sambil menarik Clara kedalam pelukannya.
Clara merasa menggigil karena tindakan dari Jerry ini. Tapi dia tidak berusaha menolak bahkan kini dia membenamkan wajahnya di dada pemuda itu.
"Aku akan membahagiakan mu sayang ku. Selamanya kebahagiaan mu adalah hutang bagiku. Tolong beri aku kesempatan!" Kata Jerry sambil terus memeluk Clara seakan tidak lagi mau melepaskan gadis itu.
"Aku akan memberikan kesempatan kepada mu Kak. Andai kau mengecewakan ku, maka aku akan pergi dan kau tidak akan bisa lagi menemukan keberadaan ku." Ancam Clara.
"Yakinkan dirimu bahwa Jerry William akan baik kepada Clara menurut kemampuan yang aku miliki sebagai seorang manusia. Asalkan kau tidak menuntut melampaui batas kemampuan ku, maka aku akan memenuhi segala keinginan mu." Kata Jerry berjanji dari lubuk hati nya yang paling dalam.
"Terimakasih Kak. Aku akan sangat bahagia jika kau menyayangi ku. Aku sudah terbiasa hidup susah. Aku tidak akan banyak menuntut. Asalkan kau menyayangi ku, itu sudah lebih dari cukup." Kata Clara sang gadis berbaju merah tersebut.
"Oh Tuhan kuuuu.... Puji syukur kehadirat mu karena telah mempertemukan hamba-Mu yang hina ini dengan gadis yang telah lama hamba impikan." Kata Jerry William berteriak sekuat tenaga membuat yang lain bertepuk tangan bahagia melihat tuan muda mereka merasakan kebahagiaan malam itu.
"Orang baik akan selalu di berkati oleh Tuhan." Kata Arslan berbisik ke telinga Lisa.
"Aku bahagia bersama dengan mu malam ini. Namun sepertinya kebahagiaan itu adalah milik tuan muda ku." Kata Herey sambil menggenggam jemari Joanna dengan lembut.
"Wajar dia mendapatkan kebahagiaan ini. Kami bertiga adalah saksi hidup segala penderitaan yang selama ini dia rasakan." Kata Ryan menahan perasaan haru.
"Orang yang tidak pernah meninggalkan sahabat dalam susah maupun senang hanya sekali aku temukan seumur hidup ku. Dia adalah Jerry. Aku sangat bahagia untuk kebahagiaan nya." Kata Riko.
"Aku bahkan rela bertaruh nyawa dengan melawan kekuatan Ramendra karena merasa sakit yang teramat sangat ketika mendengar dia celaka ditangan lelaki tua itu. Jika bukan Jerry, maka aku pasti akan berfikir seratus kali untuk melakukan hal nekat seperti itu." Kata Daniel.
"Orang yang bisa mengesampingkan masalah pribadi dengan masalah yang lainnya adalah Jerry ini. Aku mengatakan bahwa dia memiliki dua hati yang besar. Aku adalah anak dari orang yang telah merenggut kebahagiaan dari nya. Namun dia memperlakukan aku seperti saudara kandung walaupun dia masih terus memburu ayah ku ketika itu. Setelah melihat pengakuan di video yang di buat oleh ayahku, dia kini sedikit melunak walaupun tidak memaafkan 100% kesalahan ayah ku. Dan itu adalah Jerry William orangnya." Kata Ivan.
__ADS_1
Senada dengan Ivan, Herman juga berkata, "Ayah ku telah mengkhianati dirinya dengan membelot kepada Ramendra. Namun apa? Dia memaafkannya dan hanya memberi hukuman untuk bekerja di Mountain slope sebagai Manager di sana. Walaupun hukuman itu 5 tahun, tapi itu tetap suatu kebaikan. Jika itu adalah Ramendra, sudah pasti ayah ku akan di bunuh." Kata Herman.
Begitu lah orang baik. Akan selalu ada doa-doa dari orang yang telah menerima kebaikan dari orang tersebut. Jika salah satu dari doa itu terangkat dan dikabulkan oleh Tuhan yang maha kuasa, maka sudah pasti kehidupan nya akan merasa terberkati dan ketenangan hati akan selalu menyelimuti orang tersebut.