PEWARIS YANG HILANG

PEWARIS YANG HILANG
Robin tiba di Country home


__ADS_3

Tiga helikopter menderu membawa rombongan yang di pimpin oleh Jerry William dari Hillstreet menuju Country home dengan kecepatan maximal.


Di dalam tampak Jerry sangat gelisah sambil sesekali melirik ke arah jam tangan nya.


Sudah pukul 6 saat ini. Tapi mereka masih belum setengah perjalanan.


Sementara di Country home saat ini tampak Arslan mondar mandir di depan ruangan kerja tuan Barry. Sesekali dia menatap ke arah ponsel nya berharap kalau-kalau Jerry menghubungi nya mengatakan bahwa dia telah tiba di Country home. Tapi setelah sekian lama, belum ada tanda-tanda kalau Jerry akan tiba dalam waktu dekat.


"Kalian semua segera berangkat dan berpencar di sekitar kantor Arsend. Aku akan menunggu kedatangan tuan muda di sini!" Kata Arslan kepada orang-orang dari Dragon empire.


Setelah itu, semua mereka yang berada di lokasi proyek bergesas pergi satu per satu meninggalkan ruangan itu dan menyelinap diantara para orang-orang yang berdatangan di kantor Arsend.


...*...


Helikopter berwarna loreng kini menderu membelah udara sore itu dan mendarat di atas atap bangunan di mana Sendiego mendirikan markas besar Arsend di kota kecil Country home ini.


Tampak lelaki setengah baya berpakaian putih turun dari helikopter di kawal oleh beberapa orang lelaki berbadan tegap.


"Selamat datang tuan besar kepala keluarga Patrik." Kata seorang lelaki agak pendek menyambut kedatangan lelaki yang di sebut tuan besar tersebut.


"Bagaimana pekerjaan mu Sendiego? Apakah semuanya sudah kau atur?" Tanya lelaki itu.


"Semuanya sudah beres Tuan besar. Tinggal menunggu kedatangan anda saja sebelum bell tanda di mulainya pertarungan di bunyikan." Kata Sendiego.


"Bagus. Sekarang ayo kita temui Ramos. Bawa juga cucunya agar dia tidak berani macam-macam." Kata Lelaki itu.


"Silahkan Tuan." Kata Sendiego mempersilahkan.


Di salah satu ruangan dalam kantor Arsend tampak Ramos sedang terduduk tanpa semangat. Dari tadi pagi hatinya terus merasa tidak tenang memikirkan apa yang akan terjadi kepada Riko nantinya.


Lamunan Ramos buyar ketika dari ujung lorong tampak seorang lelaki di kawal oleh beberapa orang berbadan tegap dengan berjalan ke arahnya.


"Ramos.., lama tak melihat mu. Bagaimana kabar mu he?" Tanya lelaki yang baru sampai itu.

__ADS_1


"Robin. Kau tak perlu berbasa basi kepadaku. Sudah tentu aku sedang tidak baik-baik saja." Kata Ramos acuh tak acuh.


"Pertarungan tidak akan lama lagi di gelar. Kau harus melakukan semua yang telah diperintahkan oleh Sendiego! Kau tau akibatnya jika membangkang Ramos?" Tanya lelaki yang ternyata adalah Robin itu.


"Sudah lah Robin. Kau tidak perlu mengancam ku. Aku sudah terbiasa dengan kekerasan. Ancaman itu sama sekali tidak berarti apa-apa bagi ku." Kata Ramos dengan ekspresi wajah penuh kegeraman.


"Hahaha.., kau memang sudah terbiasa hidup dalam kekerasan Ramos. Tapi cucu mu tidak."


"Bawa anak itu kemari!" Teriak Robin.


Tampak seorang lelaki berbadan tegap memasuki ruangan itu dengan menggendong seorang balita berjalan dari belakang rombongan Robin.


"Kau Robin! Kau benar-benar iblis." Teriak Ramos sambil menuding jari telunjuk nya ke arah Robin.


"Hahaha.., kau ikuti semua sesuai rencana, maka cucu mu selamat." Kata Robin sambil memerintahkan kepada Sendiego agar memberikan sebotol minum mineral kepada Ramos.


"Ikuti saja sesuai keinginan Tuan besar! Atau kau akan menyesal seumur hidup mu." Ancam Sendiego sambil menyerahkan botol berisi minuman tersebut.


Ramos menerima botol tersebut dengan kasar lalu segera berlalu dari ruangan itu berjalan ke arah ruangan lain di mana Riko saat ini sedang melakukan pemanasan.


"Riko. Apa kau yakin dengan pertarungan ini?" Tanya Ramos.


"Hei Pak. Sejak kapan kau mulai meragukan kemampuan ku?" Tanya Riko.


"Kali ini berbeda Riko. Yang kau hadapi ini adalah anak iblis. Mereka punya banyak cara untuk menghancurkan mu." Kata Ramos memperingatkan.


"Sebaiknya lari saja Riko. Kau tidak perlu melakukan pertarungan ini!" Kata Ramos masih berusaha mencegah agar Riko tidak jadi bertarung.


"Lari? Kau ingin seluruh dunia bawah tanah menertawakan ku Pak?" Tanya Riko sambil menggelengkan kepalanya.


"Persetan dengan perkataan mereka Riko. Asalkan keselamatan mu terjamin, kau masih bisa melanjutkan hidup di tempat lain." Kata Ramos.


"Dengan sangat menyesal sekali kalau aku mengatakan bahwa aku menolak keinginan mu Pak."

__ADS_1


"Huft.., aku tidak tau apa yang akan terjadi nanti. Aku harap kau tidak menyalahkan aku Riko." Kata Ramos sambil menghempaskan nafas berat.


"Anda tenang lah pak. Aku akan menuntaskan pertarungan ini dengan kemenangan." Kata Riko dengan percaya diri.


"Entah lah. Jika itu sudah menjadi pilihan mu, maka berhati-hati lah!" Kata Ramos sambil melangkah ke sudut ruangan menunggu pembawa acara memanggil nama mereka untuk masuk ke Ring.


...*...


Di sisi lain tampak Robin dan Sendiego juga berada di salah satu ruangan di mana Hyden saat itu juga sedang bersiap-siap untuk melakukan pemanasan.


"Ayah.., kau sudah tiba di sini?" Kata Hyden dengan senyum mengembang di bibir nya.


"Hem... Aku baru saja tiba di Country home dan langsung menemui mu. Bagaimana dengan persiapan mu?" Tanya Robin.


"Sedikit terganggu karena Ramond menghilang entah kemana." Kata Hyden.


"Aneh. Kamana perginya anak buah mu itu Sendiego? Dia menghilang seperti di telan bumi." Kata Robin sambil menatap ke arah Sendiego.


"Aku juga merasa heran Tuan. Aku sudah mengerahkan banyak orang untuk mencari jejak Ramond ini. Tapi hasil nya nihil." Kata Sendiego.


"Sudah lah! Heyden.., aku telah mengatur segala sesuatu nya untuk mu. Yang perlu kau ingat adalah untuk bertahan, menghindar dan mengulur waktu selama 5 menit di ronde pertama. Setelah itu Ring akan menjadi milik mu." Kata Sendiego sambil menepuk pundak Hyden.


"Hahaha.., anak kampung itu akan tau apa rasanya telah berani bersikap kurang ajar di depan Hyden Patrik." Kata Hyden. Dia teringat ketika pertama kali bertemu dengan Riko untuk memprovokasi Riko. Saat itu Riko berkata bahwa lebih baik dia kembali ke Metro city dan menyusu dengan ibunya.


Penghinaan dari Riko ini membuat Hyden sangat marah. Namun dia tidak terlalu berani untuk membalas Riko. Karena dia tau bagaimana ganas nya Riko ini dalam bertarung.


"Aku akan membunuhnya Ayah. Aku pasti akan mengakhiri anak kampung itu di ronde ke 2." Kata Hyden dengan tatapan berapi-api.


"Ingatlah untuk menghindari setiap serangannya di ronde pertama. Pancing terus kemarahannya. Dengan begitu energi nya akan banyak terkuras. Dia membutuhkan air untuk mengisi kembali cairan tubuh yang banyak terkuras. Ketika hal itu terjadi, disini lah neraka akan tercipta untuk nya." Kata Robin.


"Saat ini Riko memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ini karena dia tak pernah kalah. Manfaatkan kelemahannya ini!" Kata Sendiego.


"Kau tenang saja Sendiego. Sekarang keluar lah. Sebentar lagi namaku akan di panggil." Kata Hyden.

__ADS_1


Robin dan Sendiego lalu melangkah keluar dari ruangan itu menaiki tangga lalu duduk di sebuah kursi yang di kawal oleh puluhan lelaki berbadan tegap di dampingi oleh Sendiego.


Bersambung...


__ADS_2